
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
***
Di Lapangan Pelatihan Utama.
"Ketua Sekte! Kami semua sudah melakukan semua hal sesuai dengan perintah Anda! Kami mengonfirmasi bahwa Hutan Monster sudah hanya tinggal nama saja!"
"Bagus, kalian semua memang sangat bisa diandalkan, karena kalian sudah bekerja keras, aku akan memberi kalian semua hadiah!"
Han Chen telah membeli beberapa hadiah berupa sumber daya kultivasi, senjata, array, kitab bela diri dan pil-pil buatannya sendiri.
Han Chen membagikan semua hadiahnya secara merata pada 100 Tetua atau Utusan Pedang.
"Kalian para tetua akan membagikan semua ini bersama semua murid yang sudah kalian pilih sebelumnya untuk pelatihan di hutan monster."
"Murid luar akan dibimbing oleh murid dalam, murid dalam akan dibimbing oleh murid inti dan murid inti akan dibimbing oleh tetua."
"Mulai sekarang kalian semua akan bertanggung jawab atas semua pelatihan, peningkatan serta perilaku murid kalian!"
"Aku mengubah metode pelatihan seperti ini agar semakin timbul rasa kedekatan diantara kalian semua."
"Dan lagi, kalian boleh naik tingkat menjadi murid dalam dan seterusnya secara langsung jika para tetua menyetujuinya."
"Jadi, tidak perlu menunggu setahun sekali untuk melakukan penilaian, apakah perintahku bisa dimengerti?"
Han Chen mengeraskan suaranya dan terlihat seperti seorang kaisar yang sedang memberikan arahan pada pasukannya.
"Kami semua mengerti, Ketua Sekte!".
"Sekarang kalian lanjutkan kegiatan seperti biasanya, kalian juga sudah boleh mengambil misi di Balai Pengambilan Misi! Sampai jumpa lagi!"
"Khusus Para Penatua Berlian Hitam, temui aku di Aula Pertemuan!" Han Chen kemudian menghilang dari panggung batu dan semua orang langsung bergerak sesuai dengan perintah Han Chen.
*
*
*
__ADS_1
"Kalau dipikir-pikir kita seperti dilatih layaknya seorang prajurit bukan? Karena pelatihan kita benar-benar sangat keras selama setahun setengah ini, kan?"
"Benar bahkan Ketua Sekte kita yang awalnya terlihat sangat muda ternyata memiliki kekuatan yang menakutkan, apalagi ketika kita semua melakukan pelatihan umum dan secara langsung dilatih oleh beliau."
"Benar, hanya ada satu kata … menakutkan!"
Beberapa murid luar yang tengah bersantai sedang memikirkan mengenai bagaimana kesan mereka selama setahun setengah terakhir.
"Kalian semua sedang membicarakan apa adik-adik junior?" tanya seorang murid dalam yang baru saja datang, dia ikut nimbrung dengan para murid luar itu.
Setelah dijelaskan oleh para junior-juniornya, si murid dalam paham dan juga memberikan pendapatnya mengenai sosok ketua sekte mereka itu.
"Benar, beliau memang sangat keras dan terlihat kejam. Tapi itu hanya luarnya saja. Padahal sebenarnya beliau sangat memikirkan kita."
"Sekarang coba kalian pikir apakah mungkin kita bisa berbicara dengan tenang seperti ini jika masih satu setengah tahun lalu?"
"Dulu persaingan dan jarak antar murid sangatlah jauh, apalagi setelah banyak tetua yang memiliki pandangan berbeda atau lebih tepatnya menjadi jahat."
"Kita benar-benar saling memusuhi satu sama lain, bahkan sekarang kita bisa bertanya dan berbincang dengan para murid inti, bukankah itu hal bagus?"
Si murid dalam memberikan pendapatnya mengenai ketua sekte dan kehidupan indah di sekte setahun setengah ini.
"Dan semua tetua dan para petinggi sekte ini menjadi begitu ramah dengan kita semua dan jarang sekali ada konflik internal apa pun."
"Kalaupun ada mungkin hanya masalah kecil saja dan yang paling mengagumkan adalah beliau masih seumuran kita, 24 tahun."
Seorang murid inti tiba-tiba datang entah dari mana dan langsung berkomentar, dia sudah memperhatikan para juniornya sejak tadi dan ingin ikut mengobrol saja.
Para murid-murid ini melanjutkan obrolan hingga tetua yang membimbing mereka datang dan mengajak mereka semua untuk membeli barang-barang kebutuhan dapur di kota.
Di suatu pohon dari kejauhan seseorang tengah tersenyum, dia adalah Paman Kong Yu yang sudah kembali dari perjalanannya.
"Sepertinya dia benar-benar berhasil membangun sekte dan kota ini dengan damai. Tapi, sebelum aku mengakuinya aku akan menantangnya terlebih dulu."
Paman Kong Yu berlalu dari tempatnya dan kemudian saat ini sudah berada di depan Aula Pertemuan Penatua Sekte.
*
*
__ADS_1
*
Di Aula Pertemuan Penatua.
"Jadi seperti itu, aku meminta sebagian besar dari kalian untuk melakukan pengintaian pada kerajaan, kekaisaran dan ras iblis, kalian boleh mengambil 10 ribu emas setiap orang untuk melancarkan tugas." Han Chen memberikan perintah pada Penatua Berlian Hitam.
"Baik, Ketua Sekte!"
"Kalian boleh melakukannya setelah ini, jangan sampai kalian tertangkap oleh mereka semua, aku mengharapkan kalian semua kembali dalam keadaan selamat, bawa ini juga!"
Han Chen memberikan tiga kertas array teleportasi dan beberapa botol pil berbagai macam kegunaan yang bisa mereka gunakan di saat-saat kritis.
"Ini terlalu berlebihan, Ketua Sekte!"
"Aku hanya ingin kalian selamat, kalian adalah orang-orangku, yang boleh membunuh kalian hanyalah aku, jadi aku tidak akan membiarkan kalian mati di tangan orang lain!"
Semua Penatua Berlian Hitam sudah tahu bahwa Han Chen tidak pandai dalam mengungkapkan perasaannya dan perkataannya terkesan kasar, padahal dibalik itu dia sangat-sangat peduli.
"Terima kasih atas perhatian Anda! Kami akan melakukan perjalanan sekarang, sampai berjumpa nanti, Ketua Sekte!" Semua penatua berlian kecuali Fang Ho dan Fang Yin sudah menghilang dan berangkat.
Di aula itu hanya tersisa Fang Ho, Fang Yin dan Kakek Zhao Junpeng.
"Kamu sudah berubah menjadi sangat bijaksana dan sosok pemimpin yang menyatukan semua orang, anakku, aku sangat bangga sekali," ucap Fang Ho.
"Semua ini berkat pembelajaran Ayah Fang Ho dulu, jika waktu itu, Ayah dan Fang Yin tidak menolongku di sungai itu, mungkin aku sudah tidak ada disini dengan semua orang yang mempercayaiku ini," jawab Han Chen merendah.
"Diluar itu semua tetap saja kamu sudah membuat sekte dan kota ini menjadi sangat makmur dan bersatu, bahkan semua warga kota juga memiliki pandangan baik terhadap sekte," sambung Fang Yin.
"Untuk kedua hal itu, saya sendiri sepakat, apakah Anda tidak berniat melakukan rutinitas berkeliling kota seperti biasanya, sekaligus melihat bagaimana keadaan Rumah Dagang Bulan Perak dan Pak Tua Liu Changhai itu?" tanya Kakek Zhao Junpeng.
"Benar juga, aku sudah tidak mengunjungi mereka selama sebulan terakhir, baiklah mari kita kesana bersama-sama, ayo–"
Han Chen tidak menyelesaikan perkataannya karena merasakan ada aura yang cukup kuat mengarah ke Aula Pertemuan tersebut.
"Sepertinya Paman Kong Yu sudah kembali dari perjalanannya. Semuanya kita kedatangan tamu yang ingin menantangku," ucap Han Chen sambil tersenyum.
"Siapa dia, Anakku? Apakah dia sudah gila ingin menantangmu, bahkan melawanku atau Pak tua Zhao saja tidak mungkin bisa menang, biarkan aku saja yang menghadapinya," pinta Fang Ho.
"Hei Ketua Sekte, aku disini ingin menantangmu, aku tidak punya urusan dengan tetua-tetua ini, cepatlah keluar!" Paman Kong berteriak keras dari luar aula.
__ADS_1