
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
MULAI TANGGAL 13 - 21, AUTHOR MAU CRAZY UP.
JADI JANGAN LUPA UNTUK KOMENTAR YANG BANYAK YA TIAP BAB, BIAR SEMANGAT KALAU MAU CRAZY UP LAGI.
😄😄😄😄😄
***
"Ngomong ngomong, di mana Paman Kong Yu? Kenapa dia tidak ikut dengan kalian berdua?" tanya Han Chen pada Han Xue dan Fang Yin.
"Entah, sepertinya dia sedang melakukan sesuatu dan menyelidiki area sekitar penginapan kita, untuk memperketat pengamanan," jawab Fang Yin.
"Iya, Paman Kong Yu tadi juga berkata bahwa ingin menggunakan beberapa uang demi membeli informasi terkini mengenai kejadian apa saja yang ada di ibukota ini," sambung Han Xue.
"Paman Kong Yu sangat berdedikasi dengan pekerjaannya. Kalau begitu mari kita membahas mengenai kisah dan pengalaman Kak Han Yuwen selama ini."
Han Chen dan dua orang lainnya mengalihkan pandangannya ke Han Yuwen. Han Yuwen tidak memiliki pilihan lain dan kemudian menceritakan semuanya secara gamblang.
*
*
*
Setelah melakukan reuni kecil dan saling berbagi pengalaman. Mereka berempat kemudian berniat untuk bertemu dengan pemimpin organisasi pengawal yang kebetulan ikut melakukan pengawalan gubernur utara ke ibukota ini.
"Kalau begitu mari kita menuju ke sana, aku akan mempertemukan kalian semua dengan ayah angkatku, bagaimana pun dia telah menolongku setelah jatuh dari tebing waktu itu dan hanyut ke sungai," ucap Han Yuwen dengan senang hati.
"Kalau begitu mari kita ke sana!" Han Chen menyetujuinya dan kemudian dia dan lainnya mengikuti Han Yuwen menuju ke sebuah penginapan yang cukup mewah.
Mereka berempat masuk ke penginapan dan melihat belasan pengawal berpakaian hitam dengan kekuatan rata-rata di atas transformasi.
Semua pengawal berpakaian hitam itu memberi hormat pada Han Yuwen dan memberitahu di mana keberadaan ayah angkatnya, atau lebih tepatnya ketua mereka.
"Baiklah, ayo kita ke atas. Mungkin ayah sedang berbicara santai dengan gubernur utara di sana. Terima kasih untuk kerja kerasnya selama ini teman-teman."
Han Yuwen mengajak ketiga orang lainnya menuju ke lantai dua dan berterima kasih pada semua teman temannya setelah melakukan perjalanan panjang selama sebulan terakhir.
__ADS_1
*
*
*
Di lantai dua penginapan.
"Selamat datang, Yuwen! Siapa orang-orang yang kamu bawa ini. Dan ayah dengar bahwa tuan muda sombong itu berulah lagi?" tanya seorang pria tua yang sudah menunggu mereka.
"Biarkan saja ayah, tuan muda sombong itu tidak tahu tingginya langit, suatu hari nanti, dia akan mati jika tidak segera mengubah sikapnya itu," jawab Han Yuwen.
"Haish, kenapa lagi dengan anakku yang satu itu, apakah dia mencuri barang orang lain lagi, Yuwen? Kalau iya aku akan kembali sebentar untuk menghukumnya!" marah seorang pria tua yang duduk dekat pintu.
"Biasalah gubernur utara, anakmu itu mengambil sebuah gulungan barang dari orang lain, tentunya dengan cara paksa dan menggunakan identitasnya," jawab Han Yuwen santai.
"Dasar anak kurang ajar, seharusnya anak itu mati saja, kenapa ke mana pun aku mengajaknya, dia selalu membuat masalah hingga akhirnya aku yang harus minta maaf dan menggantinya," ucap pria tua yang dipanggil Gubernur itu.
"Tunggu-tunggu, kamu adalah gubernur utara, lalu kenapa kamu malah menghardik anakmu sendiri. Bukankah yang benar adalah kamu membelanya dan membunuh semua musuhnya?" tanya Fang Yin tidak paham.
"Oh kamu belum menjelaskannya pada ketiga teman barumu ini, anakku? Seperti mereka cukup spesial bisa menerima perlakuanmu yang seperti ini?" ucap pria tua yang duduk di belakang meja.
Namun, mengenai perilaku anak gubernur utara yang sombong itu, karena orang-orang tua ini tidak memberi tahu kebenaran ini padanya. Karena dia masih memiliki pikiran yang ceroboh dan bisa-bisa malah membocorkan semua informasi ini dengan mudah.
"Jadi seperti itu, kami bertiga paham sekarang, lalu kini giliran kami bertiga yang memperkenalkan diri," ucao Han Chen.
"Aku adalah gubernur selatan, namaku yang terkenal di muka umum adalah Jiang Chen. Tapi, nama asliku adalah Han Chen, aku adalah saudara dari Han Yuwen."
"Sedangkan perempuan cantik ini terkenal di seluruh provinsi dengan nama Jiang Yin. Namun, nama aslinya adalah Fang Yin, dia adalah kekasihku."
"Sedangkan laki-laki yang terlihat tidak meyakinkan ini adalah Han Xue, dia adalah manajer utama di Rumah Dagang Bulan Perak yang akhir-akhir ini sangat terkenal."
"Kak Han Xue juga merupakan saudara tertua kami. Mungkin, Han Yuwen pernah bercerita mengenai 4 bersaudara dan kejadian yang menimpa klan kami, bukan?"
Han Chen memperkenalkan semua orang dengan gayanya masing-masing, dia kemudian mengakhiri perkenalannya dengan sebuah pertanyaan retorik, yang tentunya orang-orang di hadapannya ini sudah tahu.
"Kamu adalah Jiang Chen yang terkenal di selatan itu? Tidak aku sangka kita akan bertemu dengan cara seperti ini. Kalau begitu, bolehkah aku meminta pembuktian dengan sedikit pertarungan?"
Ayah angkatnya Han Yuwen memang sangat terobsesi dengan kekuatan dan ranah kultivasi, dia yang sekarang berada di ranah surgawi ✩ 1, ingin sekali bertukar ilmu dengan Han Chen yang memang sangat terkenal dengan kekuatannya.
__ADS_1
Hanya saja, dia tidak pernah menyangka bahwa Jiang Chen yang terkenal itu masih sangat muda dan terlebih lagi merupakan saudara dari anak angkatnya sendiri.
"Aku bisa melihat, bahwa selama ini paman tidak menemukan lawan yang layak untuk menguji perkembangan kultivasi paman sendiri bukan?"
"Kalau begitu aku akan membiarkan paman menahan tekanan kultivasiku, jika paman bisa menahan tekananku selama dua batang dupa, maka aku akan bertarung dengan paman."
"Aku menerimanya. Kalian semua minggirlah!"
Han Chen hanya tersenyum dan langsung mengeluarkan tekanan kultivasinya yang dahsyat. Dia membatasi diri dengan hanya mengeluarkan tekanan ranah surgawi ✩ 1 sampai ✩ 5 secara bertahap.
"Surgawi ✩ 1!"
Udara di lantai dua langsung menjadi berat ketika Han Chen mengeluarkan tekanannya.
Ayah angkat Han Yuwen bisa menahannya dengan mudah.
"Surgawi ✩ 2!"
Pria tua itu masih berhasil berdiri dengan gagah, meskipun sangat terlihat bahwa dia cukup kesusahan.
"Surgawi ✩ 3!"
Pria tua itu sudah mulai menundukkan badannya dan hanya masalah waktu sampai dia berlutut menahan tekanan Han Chen.
"Surgawi ✩ 4!"
Kini pria tua itu benar-benar berlutut, namun dia masih menjaga kesadarannya, seraya mengatakan bahwa dia masih kuat.
"Surgawi ✩ 5!"
*BRAK! Tubuh pria tua itu sudah tersungkur ke lantai penginapan kayu dan membuatnya cukup hancur.
Han Chen menghentikan aksinya itu setelah merasakan banyak orang yang datang ke lantai dua.
"Aku tidak menyangka bahwa perbedaan kita berdua sangat besar, aku mengaku kalah dan maaf atas sikap tidak sopan barusan."
"Kalau begitu bolehkan saya dan seluruh organisasi saya mendapat pelatihan di sekte Anda?"
Pria tua itu langsung mengubah gaya bicaranya, kali ini dia benar-benar sangat sopan dan malah menjatuhkan harga dirinya agar dapat beberapa petunjuk dari Han Chen.
__ADS_1
"Apa yang Paman katakan!"