
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
UDAH CRAZY UP NIH! BOLEH KOK KOMEN HANYA HURUF ATAU EMOTE, YANG PENTING KOMEN, YOOOK KITA TEMBUSKAN 150 KOMEN PER BAB!!!
😄😄😄😄😄
***
“Aku tidak merasa baik, jika dia dibiarkan menyelesaikan penggabungan pedang dengan jalur pedang itu sendiri. Dan aku merasa sedikit ketakutan dengan pedang merah itu!”
“Aku akan membuatnya gagal dalam proses penggabungan itu! Serangan Bilah Angin Dewa! Potong musuhku menjadi beberapa bagian!”
Pak tua itu cepat bereaksi, dia tidak membiarkan Han Chen selesai dengan pedangnya.
Namun, dia terlambat sepersekian detik saja. Sekarang penggabungan kedua pedang sudah selesai secara sempurna.
Pak tua itu juga sedikit mengerutkan dahinya ketika melihat penampilan Han Chen yang lain.
Han Chen sekarang terlihat layaknya iblis dengan pedang baru yang terhubung langsung ke jalur pedang itu sendiri.
Pedang itu memiliki warna hitam dengan pinggiran hitam. Aura kematian pekat juga muncul dari pedang tersebut.
“Dasar iblis! Bagaimana bisa manusia memiliki aura membunuh yang begitu pekat, sudah berapa banyak nyawa yang mati di tanganmu anak muda?”
Pak tua itu bergidik ngeri ketika merasakan aura membunuh Han Chen. Aura membunuhnya bahkan tidak sampai setengah milik Han Chen.
Padahal dia termasuk seorang kultivator dengan jalan yang sedikit melenceng dan harus menggunakan pengorbanan untuk meningkatkan kekuatan.
Tapi, melihat aura membunuh Han Chen. Dia tidak bisa sombong sama sekali. Bahkan tubuhnya sekarang tanpa sadar gemetar karena takut.
“Apa ini, kenapa tubuhku gemetar? Apakah aku takut dengan anak muda ini? Bagaimana bisa, bukankah sebelumnya aku bisa menguasai pertarungan?”
Karena pak tua itu masih menenangkan diri, dia tidak menyadari bahwa kecepatan Han Chen meningkat beberapa kali lipat dan sekarang sudah berada di belakangnya.
“Hei, Pak Tua! Apakah kamu sekarang ketakutan, bahkan siluet dewa ini semakin lemah saja karena kamu sendiri tidak bisa mengendalikan diri.”
Bisik Han Chen yang sudah berada di samping pak tua itu, dia kemudian mengibaskan tangan kirinya yang tidak memegang pedang.
*SLASH!
Serangan itu berhasil membuat bagian belakang pertahan pak tua itu hancur.
“Terbanglah Pedang Asura Pembantai, mari kita belah siluet dewa ini dengan satu serangan!”
Han Chen melepaskan pedangnya. Pedang itu kemudian terbang sendiri dan kemudian mensejajarkan diri dengan tangan kanan Han Chen.
Tepat ketika Han Chen mengayunkan tangan kanannya, pedangnya mengeluarkan energi yang sangat besar dan berhasil membelah siluet dewa pak tua jubah putih.
*CRACK!
__ADS_1
Siluet Dewa Immortal yang digunakan sebagai cangkang pertahanan oleh pak tua itu hancur, sekarang dia hanya menggunakan pedangnya ketika menahan sisa serangan Han Chen.
*SLASH!
Karena kekuatan serangan Han Chen sangat besar, pedang milik pak tua itu ikut hancur dan tangan kanannya terpotong rapi akibat tebasan Han Chen.
“ARGH! Sial, kenapa dia menjadi begitu kuat dalam waktu singkat, apa karena penampilannya yang berubah itu. Tanganku juga menjadi korban serangannya!”
“Sepertinya aku tidak bisa mengalahkan anak muda itu untuk sekarang, lebih baik aku melarikan diri, ketika anak muda itu belum sadar.”
Pak tau itu mengeluarkan sebuah jimat teleportasi tingkat tinggi dengan tangan kirinya dan mengalirkan qi.
“Tidak akan aku biarkan kamu melarikan diri pak tua. Tebasan Pedang Darah!” Han Chen mengayunkan tangan kanannya secepat mungkin.
Namun, sayang sekali, pak tua jubah putih itu berhasil melarikan diri meskipun serangan Han Chen tadi sempat mengenai tangan kirinya.
*SWOOSH!
“Pak tua itu cepat sekali jika kabur, aku juga tidak bisa mendeteksi keberadaannya di sekitar sini, sepertinya dia memiliki array teleportasi tingkat tinggi juga.”
“Sayang sekali aku tidak bisa membunuhnya. Lain kali jika bertemu, aku tidak akan membiarkanmu lolos dengan muda, Pak Tua!”
Han Chen cukup kecewa dengan hasil pertarungan tersebut. Dia padahal sudah mengira untuk bisa membunuh pak tua itu, tapi sayangnya tidak sesuai dengan keinginannya.
*
*
*
Peperangan itu berhasil dimenangkan oleh Keluarga Jiang dengan telak, mereka bahkan sudah membunuh semua patriark dan tetua.
Dan menawan seluruh anggota keluarga yang menyerah dengan damai. Kini Keluarga Zhao di kota ini sudah tidak ada lagi.
Teman-teman Han Chen juga sudah siuman semuanya, bahkan mereka sempat melihat Han Chen dalam bentuk Asuranya tadi.
Namun, karena mereka mendapat perintah Fang Yin untuk membantu Keluarga Jiang. Mereka tidak bisa melihat pertarungan Han Chen dan pak tua itu secara keseluruhan.
“Keluarga Jiang Menang! Keluarga Zhao sudah hancur!”
“Kejayaan untuk Keluarga Jiang! Hidup Keluarga Jiang!”
Seluruh orang bersorak senang atas kemenangan Keluarga Jiang, termasuk Jiang Minghao yang masih berkaca-kaca atas kesediaan teman-temannya membantu masalah pribadi keluarganya.
Setelah membersihkan dan merampas seluruh harta Keluarga Zhao secara keseluruhan, semua orang kembali ke Kediaman Jiang.
*
*
__ADS_1
*
Beberapa hari kemudian, setelah semuanya kembali tenang.
“Kami semua ingin berpamitan pada semua orang, kami masih memiliki tujuan yang ingin kami capai di organisasi,” ucap Han Chen mewakili yang lain pamit.
“Maafkan aku yang tidak bisa menemani kalian lagi, tapi percayalah jika kalian membutuhkan bantuan, aku akan dengan senang hati berangkat membantu kalian semua,” ucap Jiang Minghao.
Dia tidak bisa kembali lagi ke organisasi setelah memutuskan untuk berbakti bagi keluarganya dan memantaskan diri menjadi Patriark Keluarga berikutnya.
“Kami berempat akan selalu merindukanmu pembuat onar dan ingat jangan lakukan hal bodoh sendirian lagi, kamu masih memiliki orang lain yang percaya padamu!”
Han Chen menepuk pundak Jiang Minghao sambil memberinya nasihat. Kemudian dia dan ketiga lainnya berpamitan sekali lagi dan menghilang begitu saja.
“Sampai jumpa lagi suatu hari nanti!” Suara Han Chen menggema di udara dan kemudian menghilang secara perlahan.
“Hati-hati semua teman-temanku, aku akan menjadi lebih kuat dari yang kalian bayangkan,” teriak Jiang Minghao melepaskan kepergian teman-temannya.
*
*
*
Sampai di mansion organisasi.
“Nuan Nuan, apakah kamu yakin ingin kembali ke keluargamu saja yang ada di ibukota dan tidak ingin mengikuti Tes Mendapatkan Lencana Platinum?” tanya Fang Yin.
“Sebenarnya aku mau saja, tapi tepat ketika kita baru sampai, aku menerima sebuah surat yang menyuruhku untuk segera pulang karena kakakku akan menikah dua hari lagi,” sedih Nuan Nuan.
“Maafkan kami yang tidak bisa mengantarmu ke rumahmu, sebagai gantinya terimalah ini, entah kamu suka atau tidak, tapi di dalamnya bisa membuat kamu menjadi lebih kuat dalam satu atau dua tahun lagi.”
Han Chen memberikan beberapa bekal karena setelah ini belum tentu dia bisa bertemu dengan Nuan Nuan.
Karena misi utamanya untuk mendapat Lencana Platinum dan bertemu pimpinan organisasi pusat akan segera terwujud.
“Kurang lebih, aku sudah diberi tahu kak Mei Yin mengenai apa yang sebenarnya kalian lakukan di organisasi ini meskipun tidak secara gamblang.”
“Jadi, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian bertiga, jangan sampai memaksakan diri dalam melakukan sesuatu, dan … ”
Nuan Nuan menarik kepala Han Chen dan mencium bibir itu dengan polos, dia juga berpelukan sebentar dengan orang disukainya itu.
“Anggap saja ini sebagai tanda bahwa kamu akan menjemputku di rumahku, aku sudah minta izin pada Kak Mei Yin atau lebih tepatnya Kak Fang Yin.”
“Semoga tujuan kalian berhasil, aku pamit dulu dan jangan lupa untuk menjemputku setelah semuanya selesai.”
Nuan Nuan melambaikan tangan dan kemudian menghilang dari pandangan mata.
“Kak Han Yuwen dan Fang Yin, sekarang tujuan kita sudah di depan mata, mari kita selesaikan misi yang sudah lama kita nantikan keberhasilannya ini,” ucap Han Chen.
__ADS_1
Fang Yin dan Han Yuwen mengangguk mantap, mereka bertiga kemudian masuk ke dalam mansion dan bertemu dengan Pemimpin Platinum serta langsung meminta rekomendasi Tes Menjadi Lencana Platinum di pusat organisasi.