
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
***
“Waktu kita sebelum Kompetisi Murid Dalam hanya sekitar 5 bulan lagi, setelah itu kita akan melakukan rencana yang sudah kita siapkan bersama dengan Kakek Zhao Junpeng waktu itu,” ucap Han Chen.
“Jadi, untuk itu kita harus segera menguatkan diri dengan cara yang lebih efisien dan cepat. Dan aku meminta padamu untuk menguatkan fondasimu terlebih dulu sebelum melakukan penerobosan instan,” pinta Han Chen.
“Jangan bilang Chen Gege ingin menggunakan pil-pil yang kita tukarkan kemarin untuk membantuku menerobos?” tanya Fang Yin cukup terkejut.
“Apakah memang bisa menggunakan cara itu Chen Gege? Bukankah akan berbahaya serta dapat merusak fondasi kultivasi jika mengonsumsi terlalu banyak pil dalam waktu bersamaan?” tanya Fang Yin.
“Selama kamu percaya dengan apa yang aku katakan dan mengikuti semua tahapnya dengan benar, maka tidak ada keraguan di dalamnya,” jawab Han Chen meyakinkan.
"Dan selama kamu memperkuat fondasi, aku akan berlatih alkemis, aku akan coba menggandakan semua pil yang kita dapatkan kemarin," sambung Han Chen.
"Selain itu, aku juga akan membuka titik akupunkturmu lebih banyak lagi, agar aliran energi qi dalam tubuhmu bisa menyerap lebih banyak khasiat pil nantinya, tapi proses ini agak menyakitkan," jelas Han Chen.
"Meskipun aku baru menjadi seorang alkemis baru, aku juga merupakan seorang tabib, kamu percaya padaku bukan?” tanya Han Chen.
“Dan apakah kamu sudah memiliki gambaran mengenai apa yang akan kita lakukan selama lima bulan berikutnya ini?" tanya Han Chen untuk memastikan.
"Baiklah, Chen Gege! Aku akan mengikuti semua pengaturanmu. Jadi, sekarang kita harus ke kamar terlebih dulu untuk membuka titik akupunktur bukan?" tanya Fang Yin.
"Tepat sekali, mari kita ke sana!" ajak Han Chen, dia tidak pernah mengira bahwa apa yang akan terjadi selanjutnya berapa di luar ekspektasinya.
*
*
__ADS_1
*
Sesampainya di kamar, suasana canggung tiba-tiba terbentuk, Han Chen lupa bahwa harus menyuruh Fang Yin untuk membuka baju, agar jarum-jarum emasnya bisa menusuk tepat di beberapa titik akupunktur.
“Anu … bisakah kamu tidak memiliki badan menggoda seperti itu? Kamu seperti layaknya seorang dewi yang baru saja turun dari kayangan, kamu sangat cantik Yin’er!” puji Han Chen.
“Sejak kapan mulutmu menjadi sangat manis seperti itu, Chen Gege? Apakah karena selama di sekte ini banyak sekali yang mengidolakanmu dan akhirnya kamu bertemu dengan mereka di belakangku?” sinis Fang Yin.
“Ini saatnya membalas dendam pada kekasihku ini. Bagaimana mungkin dia menemui para murid wanita sekte itu sedangkan aku sendiri selalu menjaga diri di antara para murid laki-laki, kamu rasakan pembalasanku,” gumam Fang Yin dalam kepalanya.
“Maafkan aku yang memiliki wajah yang kalah cantik dengan para wanita yang mengidolakanmu itu, memiliki tubuh yang kurang berisi seperti yang kami inginkan dan memiliki tubuh pendek tidak seperti mereka,” sindir Fang Yin terus.
Han Chen yang merasa bahwa tujuan mereka di kamar ini mulai berubah, mencoba untuk memperbaiki suasana dan terus mencoba mendekati Fang Yin.
“Kamu kenapa?” tanya Han Chen.
“Tidak ada!” singkat Fang Yin.
“Ooo … jadi setelah ini, ketika aku berlatih untuk memperkuat fondasi, kamu akan mengunjungi para wanita itu dan alasan belajar alkemis hanya alibimu saja bukan?” Fang Yin masih menjawab dengan sinis.
“Bukan seperti itu, Yin’er! Aku tidak–”
Perkataan Han Chen tidak digubris lagi oleh Fang Yin. Dia sendiri dengan penuh kesadaran akhirnya memeluk Fang Yin dari belakang dan coba untuk benar-benar dekat dengannya.
Tapi, karena peristiwa sebelumnya, yakni Fang Yin yang sudah membuka baju untuk melakukan terapi akupunktur, akhirnya tanpa sengaja tangan Han Chen bersentuhan dengan Dua Buah Gunung Surgawi milik Fang Yin.
“Kamu sangat nakal, Yin’er! Kamu tahu bahwa yang ada di dalam hatiku hanyalah kamu seorang, bagaimana kamu masih cemburu seperti itu pada orang lain, sedangkan aku sendiri selalu bersamamu?” tanya Han Chen dan tangannya mulai nakal.
“Chen Gege! Apa– Apa yang kamu lakukan, Ahh … ”
__ADS_1
“Agar kamu tidak menjadi pencemburu buta lagi, maka aku akan membuat hari ini adalah hari di mana kamu dan aku saling memiliki seutuhnya, bukankah ini yang biasanya dilakukan oleh sepasang kekasih?” tanya balik Han Chen.
Han Chen masih dengan kaku memainkan kedua buah surgawi Fang Yin, dia yang memang tidak pernah melakukannya tampak tidak cukup berpengalaman dalam hal ini.
Fang Yin yang juga masih seorang perawan juga tidak memiliki pengalaman dalam melakukan hubungan suami istri ini, dia dengan kaku seakan-akan memegang tangan Han Chen yang memainkan kedua bola surgawinya.
“Chen Gege! Apakah kamu hanya menginginkan tubuhku, atau juga mencintaiku seutuhnya dengan segala kekuranganku?” tanya Fang Yin tiba-tiba.
“Tentu saja aku mencintai kamu seutuhnya dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kamu miliki,” tegas Han Chen berbicara di telinga Fang Yin.
“Kalau kamu memang mencintaiku seperti yang kamu katakan, nikahi aku terlebih dulu dan aku akan menyerahkan seluruh tubuhku padamu,” ucap Fang Yin.
“Dan aku minta maaf sebelumnya, karena tadi aku hanya berniat menggodamu saja, tidak ada niatan sampai sejauh ini. Jadi, bisakah kita hentikan ini sekarang juga?” tanya Fang Yin.
Han Chen yang baru sadar setelah keinginan kuatnya yang menggebu-gebu langsung meminta maaf pada kekasihnya itu.
“Yin’er! Tolong maafkan aku, aku barusan benar-benar kehilangan kendali, karena aku tidak bisa menahan godaan tubuhmu yang sangat indah, bisakah kamu memaafkanku?” tanya Han Chen.
“Aku juga minta maaf karena sedari tadi selalu membuat masalah dan terus menggodamu, aku tidak akan pernah melakukannya lagi, aku berjanji,” jawab Fang Yin.
Mereka berdua langsung mengakui kesalahan masing-masing dan kemudian saling memaafkan terutama untuk permintaan Fang Yin yang tidak bisa dilakukan Han Chen dalam waktu dekat.
“Aku berjanji akan menikahimu, Yin’er! Tapi … ”
“Aku tahu, hal ini selalu menjadi penghalang pembahasan kita jika menyangkut masalah hati kita, tapi aku hanya ingin mengingatkan saja, terkadang berbagi rahasia antara suami istri itu lebih bisa membuat semuanya menjadi mungkin.”
“Dan bukankah kamu juga sudah berjanji untuk terus membuatku kuat? Bukankah dengan hal itu, tidak mungkin ada musuh yang berniat untuk menyanderaku bukan?”
“Tapi, semua keputusan kembali padamu, Chen Gege! Aku tidak bisa memaksakan keinginanku padamu. Tapi yang pasti, aku akan siap menerima semua masalah dan akan selalu mendukungmu di setiap saat, aku bisa menjanjikan itu.”
__ADS_1
Fang Yin mengenakan pakaiannya lagi dan memeluk Han Chen penuh kasih sayang, keduanya tenggelam dalam perasaan masing-masing.
Han Chen yang masih memiliki dendam yang belum terbalas, sedangkan Fang Yin tenggelam lagi ketika dia termasuk pasukan yang membasmi klan kekasihnya itu, di masa lalu.