HEAVENLY SWORD SYSTEM

HEAVENLY SWORD SYSTEM
Bab 056 - Konferensi Semua Gubernur.


__ADS_3

BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!


MULAI TANGGAL 14 - 21, AUTHOR MAU CRAZY UP.


JADI JANGAN LUPA UNTUK KOMENTAR YANG BANYAK YA TIAP BAB, BIAR SEMANGAT KALAU MAU CRAZY UP LAGI.


😄😄😄😄😄


***


“Aku tadi masih di lantai dua, tapi setelah mendengar utusan itu marah-marah aku langsung turun ke bawah dan berniat menolongnya. Namun, malah keduluan oleh serangan Paman Fang Ho,” jawab Han Xue jujur.


“Lain kali kakak tidak perlu bersikap seperti itu padanya, kalian semua sudah memiliki kekuatan bahkan untuk mengintimidasi mereka semua, jadi jangan ragu sedikit bermain dengan mereka semua,” tegas Han Chen.


“Baiklah, adik. Oh iya mengenai undangan tadi, apakah kamu tertarik untuk datang dalam acara tersebut? Aku dengar, pangeran dan putri kerajaan juga akan datang dalam pertemuan itu,” ucap Han Xue.


“Aku tidak tertarik, biarkan Kakek Liu Changhai saja yang menggantikanku datang ke sana, aku masih memiliki urusan yang lebih penting dari pertemuan para pemimpin tidak berguna seperti itu,” jawab Han Chen enteng.


“Bagaimana jika disana, kamu bisa bertemu dengan Han Yuwen, apakah kamu masih tidak mau datang? Kalau memang begitu, aku juga tidak akan memaksa,” ucap Han Xue menggoda Han Chen.


“Kakak! Itu bukanlah lelucon! Apakah informasi yang kakak katakan adalah kebenaran, dimana dia sekarang? Aku akan menyelamatkannya tidak peduli apa pun! Bahkan jika itu istana kerajaan,” ucap Han Chen bersemangat.


“Tenang-tenang, menurut informasi yang aku dapatkan, dia dalam kondisi baik. Hanya saja, dia sekarang adalah salah pembunuh bayaran dari kelompok utara.” Han Xue mulai menjelaskan.


“Dan dia mendapatkan misi untuk mengawal gubernur utara menuju acara dalam undangan tersebut, jadi dia akan datang pada saat itu. Jadi, bagaimana?” jawab Han Xue tenang.


“Jika kita pergi ke utara, waktu yang dibutuhkan kurang lebih satu bulan. Terlalu lama, kalau begitu biarkan aku ikut dalam pertemuan itu! Aku yang akan menghadirinya! Aku akan membawa Han Yuwen pulang,” ucap Han Chen.


“Kalau begitu mari kita pilih siapa saja pengawal yang akan kamu bawa. Karena, dalam pertemuan itu, kita hanya diperbolehkan untuk membawa tiga pengawal saja. Siapa saja orang yang akan kamu bawa? Aku akan mendaftarkannya,” tanya Han Xue.


“Kakek Zhang Yu dan Kakek Zhao Junpeng sedang sibuk mengurus Sekte. Kakek Liu Changhai masih harus mengurus kota dan rumah dagang. Kalau begitu kita berempat saja yang berangkat,” usul Fang Yin tiba-tiba.


“Boleh saja. Tapi ayah Fang Ho masih memiliki tugas lainnya yang tak kalah penting. Begini saja, yang akan berangkat adalah aku, Fang Yin, Kak Han Xue dan Paman Kong Yu saja,” putus Han Chen.


“Sebenarnya ayah ingin ikut, tapi karena tugas sebelumnya, ayah tidak bisa mendampingi kalian semua, maafkan ayahmu ini,” ucap Fang Ho minta maaf.

__ADS_1


“Tidak masalah, Ayah! Bahkan tugas Ayah juga merupakan tugas yang sangat penting. Oleh karena itu, aku mempercayakan tugas tersebut pada ayah dan teman-teman Berlian Hitam lainnya,” ucap Han Chen menenangkan.


“Kapan kita akan berangkat?” tanya Fang Yin.


“Kita akan berangkat akhir bulan, karena pertemuannya akan dilakukan awal bulan depan,” jawab Han Xue.


“Baiklah, sekarang mari kita bahas mengenai laporan bulanan Rumah Dagang ini. Di mana Kakek Liu Changhai dan Saudari Liu Annchi? Aku tidak melihatnya dari tadi.” tanya Han Chen.


“Halo, Raja Kota. Lama tidak berjumpa, apakah pada akhirnya kamu akan mengambil alih semua tugas mengurus kota dan jual belu ini? Serta membuatku yang tua ini beristirahat?” tanya Kakek Liu Changhai yang tiba-tiba datang.


“Untuk masalah itu bagaimana kalau kita membahasnya lain kali?” Han Chen coba memalingkan wajahnya dengan maksud mengubah topik pembicaraan.


Setiap bulan, dia selalu mendapat sindiran dari Kakek Liu Changhai hingga membuatnya sudah tahan dengan semua itu, serta lebih memilih tidak menghiraukannya.


Namun, sedikit menjengkelkan juga setiap kali Kakek Liu Changhai mengatakan itu di depan semua orang, yang seakan-akan Han Chen tidak melakukan tugasnya sama sekali.


“Sudah, Kakek! Kamu selalu bersikap seperti itu, setiap Ketua Sekte datang kesini. Padahal, dia sudah melakukan yang terbaik dengan tugasnya, serta hanya meminta bantuanmu sesekali saja,” ucap Liu Annchi pada kakeknya.


“Seharusnya kamu mendukung kakekmu sendiri bukan orang lain. Aku sangat kecewa cucuku.” Kakek Liu Changhai memasang wajah kecewa.


Semua orang tersenyum dengan kehangatan ini. Kemudian Han Chen menerima laporan mengenai semua hal yang berkaitan pemasukan rumah dagang dan semua masalah di kota.


Setelah selesai mendengarkan dan memberikan solusi sampai tuntas. Han Chen, Fang Yin dan Fang Ho izin pamit untuk kembali ke sekte.


Han Chen dan Fang Yin akan kembali kesini di akhir bulan nanti, untuk berangkat menuju ke Konferensi Gubernur Tahunan.


*


*


*


Hari keberangkatan menuju ke ibukota kerajaan untuk pertemuan gubernur tahunan.


“Semua barang sudah aku siapkan, mulai dari hadiah yang pantas sampai semua hal yang berkaitan dengan penjualan barang serta promosi rumah dagang kita,” ucap Han Xue pada Han Chen.

__ADS_1


“Kamu memang bisa diandalkan, Kakak!” puji Han Chen.


“Paman Kong Yu! Kenapa Paman membawa semua senjata itu? Bukankah kita hanya melakukan pertemuan saja? Bukan untuk berangkat perang?” tanya Fang Yin melihat Paman Kong Yu yang membawa banyak senjata dengan cincinnya.


“Aku hanya ingin memastikan keamanan Tuan muda saja, aku tidak akan membiarkan para pak tua busuk itu melakukan apa pun padanya,” jawab Paman Kong Yu tegas.


“Baiklah, aku tidak terlalu mengerti dengan apa yang Paman Kong Yu katakan. Tapi, karena Paman dulu adalah Raja Kota ini, tentu saja Paman Kong Yu lebih mengerti, kalau begitu mari kita berangkat,” ajak Han Chen.


“Baik!”


Han Chen, Fang Yin, Han Xue dan Paman Kong Yu berangkat menggunakan kereta kuda. Dan selama perjalanan mereka semua tidak menemui hambatan yang berarti.


Setelah beberapa hari melakukan perjalanan, mereka semua sudah sampai di ibukota kerajaan. Mereka berempat langsung menuju ke sebuah penginapan.


“Kita masih memiliki waktu sekitar 3 hari sebelum pertemuan itu dimulai, lebih baik kalian semua tidak melakukan tindakan yang gegabah atau lainnya. Paham?” tegas Han Chen.


“Baik, Ketua Sekte!”


*


*


*


Tapi, begitulah yang namanya nasib. Tidak tahu karma apa yang menaungi Han Chen, selalu saja dia mendapat masalah yang tidak-tidak.


Bahkan seakan-akan alam tidak mengizinkannya untuk hidup tenang dan selalu membuatnya bertemu dengan sampah-sampah manusia.


Di sebuah toko barang-barang bekas.


Han Chen terlihat sedang membeli sebuah gulungan kertas, bertuliskan sebuah naga emas dan mengitari tempat penyimpanan gulungan tersebut.


“Terima kasih, Pak Tua!” Han Chen terlihat senang dengan barang tersebut.


“Hei rakyat jelata, cepat berikan barang yang ada di tanganmu itu padaku! Sebelum aku mematahkan tangan dan kakimu!” Seorang anak muda yang kurang lebih seumuran dengan Han Chen, membentak serta menargetkan Han Chen.

__ADS_1


__ADS_2