HEAVENLY SWORD SYSTEM

HEAVENLY SWORD SYSTEM
Bab 025 - Ketua Bandit Kabur.


__ADS_3

BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!


***


[Selamat! Host mendapatkan 100 ribu PS, karena telah membunuh musuh.]


Setelah berhasil membunuh bawahan musuh yang terdekat dengannya menggunakan pedangnya. Han Chen bergerak semakin cepat dan mengincar musuh terdekat kedua dan menebas tangan kanannya secepat kilat.


*SLASH!


Sebuah tangan terjatuh ke lantai, tidak berhenti di situ Han Chen dengan sigap bergerak ke kiri dengan mengalirkan energi qi miliknya ke pedang spiritualnya dan memberikan serangan area ke musuh yang berada di kanan tubuhnya.


“Tebasan Vertikal Tertinggi! Matilah kalian semua!”


*BOOOM!


Serangan Han Chen berhasil membunuh sekitar 6 orang lagi secara bersamaan karena tidak berhasil menghindari serangan yang sangat variatif barusan.


Ketiga bawahan ketua bandit itu langsung mundur ke belakang dan kali ini akan berhati-hati dalam menyerang Han Chen yang ternyata memang sangat kuat.


Ketua Bandit yang melihat 7 bawahan paling setianya mati mengenaskan di hadapannya sendiri sangat geram, dia langsung menerjang Han Chen dengan kekuatan penuhnya.


“Tombak Dewa Iblis! Seni Tombak Bunga Pembantai!” Ketua Bandit menyerang Han Chen langsung menggunakan semua serangan terbaik yang dimilikinya.


*TING!


“Ooo … dari mana kamu mendapatkan senjata spiritual itu? Bukankah hanya ada beberapa di benua ini dan aku tidak pernah mendengar mengenai tombakmu ini!” tanya Han Chen sambil menghindar ke kanan dan memberikan serangan balik dengan pedangnya.


*TING!


“Memangnya itu penting? Yang lebih aneh adalah seorang anak muda dengan Pedang Spiritual 5 Elemen dan Seni Pedang yang sangat kuat! Siapa kamu sebenarnya ha?” teriak Ketua Bandit sambil menahan serangan dengan Han Chen.


*TING!


Han Chen tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum penuh arti di balik topengnya. Dia sendiri merupakan seorang maniak pertarungan dan baru kali ini bertemu dengan seorang yang sama kuat dengannya.


Tidak heran ketika melatih Han Xue sebelumnya, Han Chen sering kali membuat Han Xue babak belur dan harus melakukan penyembuhan secara alami.


Bukan hanya karena memang itu bentuk pelatihan. Namun, Han Chen sendiri memang senang jika dihadapkan dengan sebuah pertarungan seperti saat ini.

__ADS_1


“Bagaimana jika kita mengakhiri percakapan ini terlebih dulu dan fokus bertarung, lagi pula bukankah hal lain tidak penting selain apa yang ada di hadapanku sekarang?” tanya Han Chen sambil terus melakukan serangan mematikan.


“Benar juga, kalau begitu mari kita lebih serius lagi,” jawab Ketua Bandit itu.


*TING!


*TING!


*TING!


Keduanya semakin mempercepat gerakan mereka menjadi sepuluh kali lipat dari biasanya, dinding-dinding gua ini menjadi saksi bagaimana pertempuran yang memanas itu.


Bahkan ketiga bawahan ketua bandit yang selamat sebelumnya juga tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana pertarungan itu berlangsung, padahal mereka merupakan seorang kultivator ranah Transformasi.


“Jika aku tidak salah, dari aura yang keluar dari musuh ketua, anak muda itu juga merupakan seorang ranah transformasi seperti kita. Tapi, bagaimana dia bisa bertahan dari serangan ketua kita yang sudah berada di ranah Kesengsaraan ✩ 10?”


“Apakah kamu bodoh? Jika, anak muda itu sama dengan kita, tentu saja tidak ada alasan dia bisa bertarung seimbang dengan ketua. Apalagi ketua tadi bilang bahwa dia tidak bisa melihat kultivasi anak muda itu, bisa saja anak muda itu lebih tinggi lagi kultivasinya.”


“Sudah-sudah, kenapa kalian memperdebatkan hal itu. Sekarang yang lebih penting adalah memperhatikan pertarungan ini. Andaikan nanti ketua kita terdesak, kita harus coba memberi serangan pada anak muda itu agar memberi ketua kita waktu, kalian berdua mengerti?”


“Mengerti!”


*BOOOM!


“Perwujudan Dewa Pedang!” teriak Han Chen, tak lama kemudian di belakang tubuhnya muncul siluet manusia dengan pedang yang memiliki aura yang mengerikan.


“Hawa membunuh yang mengerikan sekali! Kalau begitu aku tidak akan kalah! Dewa Tombak Abadi! Serangan Pemusnah!” teriak Ketua Bandit untuk menanggapi serangan yang akan dikeluarkan Han Chen.


“HYAAAAAAAH!” Kedua orang itu sudah mengeluarkan serangan masing-masing dan berniat untuk mengakhiri pertarungan dengan cepat.


Dan …


*BOOOM!


Kedua serangan berbenturan dan membuat hingga membuat langit-langit gua yang cukup tinggi sampai runtuh akibat tekanan yang tercipta dari kedua serangan tersebut.


*BRAK!


*BRAK!

__ADS_1


*BRAK!


Retakan di langit-langit gua semakin membesar dan kemudian banyak batu obsidian yang berjatuhan, dalam waktu kurang dari tiga tarikan nafas mereka semua sudah terkubur di ruangan aula itu.


Baik Han Chen, Ketua Bandit dan ketiga anak buahnya tidak sempat menghindari langit-langit yang runtuh itu dan terkubur bersama di reruntuhan aula pertemuan bandit tersebut.


Fang Yin yang baru sampai berteriak histeris.


“Chen Gege! Di mana kamu Chen Gege!” Fang Yin coba mengangkat batu-batu besar yang berjatuhan ke lantai itu, berharap bahwa kekasihnya masih bisa selamat.


Sampai beberapa menit kemudian, setelah runtuhnya langit-langit gua itu, dari sebuah tempat muncul getaran batu serta tiba-tiba batu itu hancur berkeping-keping.


Fang Yin langsung menghampiri suara itu dan betapa senangnya dia ketika melihat kekasihnya yang keluar dari reruntuhan gua tersebut.


“Chen Gege!” Fang Yin memeluk Han Chen sambil menangis, sebelumnya dia sudah sangat ketakutan jika sampai Han Chen tidak ditemukan atau kemungkinan paling buruknya adalah kematian.


Han Chen membalas pelukan Fang Yin dengan erat, dia membiarkan Fang Yin memeluknya sampai puas. Tapi, dia tidak habis pikir dengan kekuatan Ketua Bandit sebelumnya.


“Bagaimana dia bisa mengeluarkan kekuatan yang hampir setara dengan milikku ya? Atau jangan-jangan dia adalah salah satu jenderal iblis?”


“Karena tidak mungkin, dia bisa memiliki Tombak Spiritual dan memiliki seni bela diri sekuat itu jika dia bukan salah satu dari bawahan raja iblis secara langsung.”


“Sepertinya aku bertemu dengan salah satu calon bibit iblis tingkat tinggi seperti yang ada di buku informasi, tapi sudahlah, dia juga sudah kabur sekarang menggunakan kertas array teleportasi bersama dengan 3 sisa bawahannya.”


“Untung saja aku tadi menyiapkan dua serangan, dan serangan keduaku berhasil mengenai perutnya dan membuatnya kehilangan dantian juga. Aku pikir cukup sepadan dengan penggunaan setengah setengah energi internalku tadi.”


Han Chen berpikir mengenai semua kemungkinan yang terjadi dia tidak sadar bahwa Fang Yin memandangi wajah berpikirnya itu dengan kesal.


“Bahkan ketika dalam pelukanku, kamu masih memikirkan hal lain? Apakah kamu tahu seberapa khawatirnya aku tadi ketika melihat ruangan ini dan sekitarnya hancur?” tanya Fang Yin melotot.


Han Chen yang mendapatkan tatapan mengerikan dari Fang Yin langsung menelan ludahnya, dia tidak menyangka bahwa dia melakukan sebuah kesalahan lagi terhadap kekasihnya itu.


“Baiklah! Aku tidak akan membuatmu kebingungan lagi dan sepertinya kamu memang tidak benar-benar mencintaiku, dasar laki-laki tidak peka!” teriak Fang Yin yang lebih menakutkan daripada Ketua Bandit sebelumnya.


Han Chen mematung sebentar kemudian mengejar Fang Yin dari belakang, dia berkali-kali minta maaf.


Tapi, Fang Yin tidak merespon sama sekali dan malah meningkatkan kecepatannya menuju ke Pusat Provinsi Matahari Suci dan semakin menjauh dari gua para bandit tadi.


Tidak lupa Fang Yin sudah memasukkan semua harta dan hasil jarahan para bandit ke dalam cincin penyimpanannya.

__ADS_1


Dia sebenarnya ingin memberitahukannya pada Han Chen. Tapi, karena Han Chen sudah membuatnya marah, dia mengurungkan niat baiknya tersebut.


__ADS_2