HEAVENLY SWORD SYSTEM

HEAVENLY SWORD SYSTEM
Bab 077 - Berkunjung Ke Kediaman Jiang.


__ADS_3

BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!


UDAH CRAZY UP NIH! BOLEH KOK KOMEN HANYA HURUF ATAU EMOTE, YANG PENTING KOMEN, YOOOK KITA TEMBUSKAN 150 KOMEN PER BAB!!!


😄😄😄😄😄


***


Sampai di Kediaman Keluarga Jiang.


“Selamat datang di rumahmu, anggap saja ini rumah kalian sendiri. Aku akan memberitahu pelayan untuk mengantarkan kalian ke bangunan tamu.”


“Memangnya mau kemana kamu, Minghao? Bukankah sudah menjadi adat, kami semua harus bertemu dengan kepala terlebih dulu?”


Nuan Nuan yang polos memberikan pertanyaan, bisa diketahui dengan gerak-gerik Jiang Minghao, keluarga ini sedang mengalami sebuah masalah.


“Tidak apa-apa, mungkin ayahku sedang sibuk dengan beberapa urusan, kalian ikutlah dengan pelayan terlebih dulu, nanti aku akan menemui kalian.”


Karena Jiang Minghao memaksa, keempat orang lainnya hanya bisa mengikuti permintaannya dan diantar ke bangunan khusus tamu keluarga.


Sedangkan Jiang Minghao sekarang menuju ke aula keluarga, dia berniat menemui ayahnya, namun dia cukup terkejut melihat keadaan ayahnya itu.


*


*


*


“Ayah siapa yang membuat kamu seperti ini? Apakah Keluarga Bajingan itu kembali berulah?” tanya Jiang Minghao segera, setelah melihat ayahnya itu.


“Minghao, kamu akhirnya pulang anakku. Bagaimana dengan pengalaman hidup yang kamu dapatkan selama ini?”


Patriark Jiang mencoba mengalihkan pembicaraan pada hal lain, karena dia ingin menyembunyikan kondisinya dari anak satu-satunya itu.


“Ayah, jangan berkelit lagi, apakah ini semua gara-gara Keluarga Zhao Bajingan itu?” tanya Jiang Minghao memelankan suaranya.


Patriark Jiang sadar bahwa putranya sudah bukan lagi anak kecil, apalagi dia bisa melihat hanya dalam waktu satu tahun, anaknya bisa naik tingkat sampai ke ranah Kesengsaraan ✩ 8.


“Kamu pasti telah mengalami semua hal berat selama setahun lebih ini ya anakku? Ayah minta maaf, karena permasalahan keluarga ini, waktu itu ayah mengusirmu.”

__ADS_1


“Tapi, karena kamu sekarang sudah menjadi seorang kultivator yang kuat, sudah tidak ada lagi yang akan ayah tutupi darimu.”


“Seperti perkataanmu tadi, ini semua ulah Keluarga Zhao, lihatlah pamanmu yang lain, mereka juga terkena berbagai serangan kejam lainnya.”


“Bahkan sudah banyak nyawa anggota keluarga kita yang mati di bawah kekejaman keluarga mereka. Semua itu karena barang ini.”


“Sutra 12 Binatang Surgawi! Karena barang tidak berguna ini banyak nyawa dipertaruhkan, jika bukan karena ini adalah warisan keluarga, aku tidak akan sudi menjaganya.”


{Sutra 12 Binatang Surgawi adalah sebuah pusaka yang digunakan sebagai senjata, di dalamnya terdapat sebagian kecil roh binatang tingkat tinggi yang bisa dikeluarkan, jika pemilik memiliki energi qi yang sangat besar.}


Patriark Jiang merupakan salah satu orang yang memiliki rasa sayang pada keluarganya, melebihi rasa sayang pada dirinya sendiri.


Andaikan dia tidak dipaksa untuk menjaga warisan itu oleh semua anggota keluarga, maka dia akan dengan senang hati menyerahkan harta itu pada Keluarga Zhao.


Menurutnya, tidak ada yang lebih penting daripada nyawa keluarga. Tapi, lagi-lagi karena semua orang berharap menjaga warisan itu, dia hanya bisa menuruti.


“Aku akan menuntut balas! Keluarga bajingan itu hanya memiliki beberapa orang saja di ranah Surgawi, aku bisa mengatasinya!”


Baru kali ini Jiang Minghao terlihat sangat marah, dia bukan seperti Jiang Minghao yang selalu ceria dan berkelahi dengan Han Chen.


“Tunggu sampai kekuatanmu naik ke ranah Surgawi terlebih dulu, baru ayah mengizinkan kamu untuk membalas dendam,” pinta Patriark Jiang.


“Tidak ayah, aku akan membuat segel serangan yang bisa membunuh mereka semua dalam sekejap, meskipun nanti aku akan kehabisan energi qi.”


“Lebih baik aku menyerahkan saja warisan ini pada mereka, agar tidak mengganggu keluarga kita di masa depan.”


“Tidak bisa ayah, dengan ayah memberikan harta itu pada mereka. Mereka pastinya tidak akan membiarkan ada dua keluarga besar dalam satu kota.”


“Seperti yang sudah dikatakan oleh paman-paman sebelumnya, ayah juga pasti sudah paham mengenai konsekuensi itu.”


“Mereka akan malah semakin ganas untuk mengusir kita dari kota ini, serta kemungkinan terburuknya mereka akan membantai kita semua.”


Perdebatan mereka berdua terus berlanjut, dengan hasil Patriark Jiang tetap melarang keras tindakan yang akan diambil oleh Jiang Minghao.


Jiang Minghao tidak lagi bisa membantah, dia akhirnya keluar dari aula keluarga itu, tapi di dalam hatinya dia sudah bertekad untuk tetap pergi.


*


*

__ADS_1


*


“Dasar anak bodoh! Dia tidak menceritakan hal kecil seperti itu, apakah dia lupa bahwa kita semua adalah anak kuat?”


Han Chen yang menggunakan kesadaran spiritual untuk mendengar semua perdebatan Jiang Minghao dan ayahnya ikut kesal.


Ketiga orang lainnya juga sama, mereka sudah mendengar cerita dan akar permasalahan keluarga jiang, tentunya tindakan yang akan diambil Jiang Minghao juga.


“Kalau begitu kita tidak bisa membiarkan dia bertindak sendiri, bagaimana jika kita membantunya tapi diam-diam saja, agar dia tidak tersinggung?”


Han Yuwen memberikan ide yang tidak biasanya keluar darinya, bahkan ketiga orang lainnya cukup terkejut, jika yang mengeluarkan ide itu adalah Han Yuwen.


“Kenapa kalian melihatku tidak percaya seperti itu? Apakah aneh jika aku memberikan ide sesekali? Kalian meremehkanku ya?” protes Han Yuwen.


“Tidak kakak, hanya saja cukup aneh melihat orang yang biasanya kasar dan pendiam tiba-tiba mendapatkan ide yang cemerlang,” ejek Han Chen.


Han Yuwen kesal dan memukul kepala Han Chen, dia kemudian marah-marah seperti kakak yang sedang memarahi adiknya.


“Baiklah kak, lalu bagaimana cara kita untuk menolong anak tidak tahu diri itu? Kita perlu persiapan yang bagus bukan?”


“Jadi, kita akan mulai dengan mencari informasi keluarga itu siang ini, kita akan membuat sedikit keonaran di sana.”


“Setelah itu kita akan membuat mereka kehilangan uang yang sangat besar, entah dengan cara apapun.”


“Lalu kita akan menghilang begitu saja sambil menunggu malam, setelah malam tiba kita akan menunggu Jiang Minghao datang.”


“Ketika dia memulai serangan, kita akan membantunya untuk menguatkan segelnya secara diam-diam, bagaimana rencanaku?”


Han Yuwen bertanya dengan serius, namun reaksi semua orang masih sama seperti tadi, tidak ada yang percaya bahwa ini adalah ide seorang yang kasar sepertinya.


“Jangan meremehkanku, meski aku pendiam, aku adalah pengamat yang baik, aku belajar menyusun rencana juga berkat kalian semua melakukan ini setiap kali akan melakukan misi,” bela Han Yuwen.


“Sepertinya kakakku, sudah menjadi sangat hebat, tidak bodoh lagi seperti dulu,” ucap Han Chen sembarangan.


“Sudah-sudah, sekarang kita akan mulai dari Rumah Judi milik keluarga itu, kalian siap untuk melakukannya bukan?” Han Yuwen berniat memimpin rencana kali ini.


“Aku sangat menghargai rencana kakak, tapi bisakah aku tidak mengikuti rencana di siang hari ini terlebih dulu, aku ingin bertemu dengan Patriark Jiang untuk membicarakan sesuatu,” ucap Han Chen tiba-tiba.


“Tentu saja, aku tidak tahu apa yang kamu rencanakan sendiri, tapi aku yakin itu demi kebaikan kita bersama, kalau begitu kami bertiga akan pergi untuk melakukan rencana tadi, sampai jumpa nanti.”

__ADS_1


Han Yuwen memimpin, diikuti oleh Fang Yin dan Nuan Nuan. Sedangkan Han Chen masih terdiam sebentar di kamar itu dan meminta sistem untuk membuka statusnya.


“Aku akan menawar harta itu dengan barang yang ada di shop, sebelum itu, tolong buka statusku dulu, Sistem. Aku ingin tahu seberapa banyak poin sistemku sekarang!”


__ADS_2