HEAVENLY SWORD SYSTEM

HEAVENLY SWORD SYSTEM
Bab 029 - Kisah Sedih Seorang Ayah.


__ADS_3

BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!


***


“Kamu terlalu meremehkan aku perempuan licik, aku akan membuktikan bahwa Tetua Pertama Keluarga Kong bukanlah hanya sebatas nama saja. Terimalah serangan ini!”


“Pukulan 8 Arah Mata Angin!” Tetua itu memberikan serangan kekuatan penuh, dengan kultivasinya yang sudah berada dalam ranah Kesengsaraan ✩ 1, dia bisa membuat sebuah dampak serangan yang sangat besar.


Orang-orang yang menyaksikan pertarungan ini sudah membuat dinding pertahanan dengan energi internal masing-masing, mereka semua sangat tertarik dengan pertarungan dua kultivator kuat ini.


*SWOOSH!


Fang Yin berhasil menahan serangan tetua itu dengan pedang panjang miliknya yang indah, dampak dari benturan serangan itu terjadi sebuah angin kuat yang mengarah keluar dari pertarungan keduanya.


“Kamu boleh juga perempuan licik! Kalau begitu mari kita teruskan!”


Fang Yin hanya diam saja tidak menanggapi provokasi dari tetua itu. Dia dengan sigap mengeluarkan serangan kuat dari seni bela diri yang dimilikinya.


“Pedang Bunga Mawar!”


Serangan Fang Yin sangat kuat, dari bentuk seni bela diri itu muncul sebuah siluet gambaran pedang panjang yang memiliki duri-duri tajam dari energi qi.


Meskipun tetua itu berhasil menghindari serangan langsung dari siluet pedang Fang Yin. Namun, duri-duri dari siluet pedang itu tiba-tiba saja terlepas dari pedang dan menyerang tetua tersebut dengan ganas.


*JLEB!


*JLEB!


*JLEB!


“ARGH! Kenapa duri-duri energi ini bisa terlepas dari siluet serangan itu? Itu pasti adalah seni bela diri surgawi! Ka– kamu siapa? Tidak mungkin kamu seorang rakyat jelata?” tanya tetua itu perlahan, karena dia sudah sekarat.


Fang Yin kemudian membisikkan sesuatu pada tetua itu, dan mata tetua tersebut melotot, tapi sebelum dia bisa berkata-kata lagi, Fang Yin sudah menebas kepalanya dengan sangat rapi.


“Sekarang giliranmu tuan muda sombong yang tidak tahu diri! Aku memang sudah tahu bahwa para anak bangsawan biasanya selalu bermanja ria sepertimu, tapi kamu adalah salah satu yang terburuk, matilah!”

__ADS_1


Fang Yin menebaskan pedangnya dengan cepat dan tuan muda dari Keluarga Kong itu sudah kehilangan kepalanya.


“Chen Gege sudah selesai, mari kita pergi!” ajak Fang Yin yang tidak menunjukkan ekspresi apa pun setelah membunuh dua orang tadi.


“Ayo! Dan untuk kalian semua! Jika Keluarga Kong mencari siapa yang membunuh kedua orang penting di keluarganya itu, suruh mendatangi Penginapan Tapir Hijau. Aku akan di sana sampai sore hari. Jika tidak ada maka suruh cari aku di Sekte Matahari Tenggelam!”


Han Chen mengumumkan mengenai kematian kedua orang yang dibunuh oleh Fang Yin. Kemudian dia dan Fang Yin menuju ke penginapan yang dimaksud, tentu saja dengan membawa Pak Tua yang sekarang sudah tenang dan pingsan.


“Kita harus segera melaporkan kepada Patriark Kong, siapa tahu kita bisa dapat hadiah karena memberitahukan mengenai siapa pembunuh anak dan tetua kepercayaannya,” bisik seseorang yang menonton pertandingan tadi.


“Apakah kamu sudah gila? Lebih baik kita diam saja, kamu tidak melihat kekuatan dari perempuan tadi? Kamu ingin mati muda ya? Kalau begitu jangan ajak-ajak aku, aku akan pergi sekarang!” tolak temannya.


“Dasar bodoh, apa mereka pikir kedua anak muda itu bisa mengalahkan Patriark Kong? Biarlah, dengan aku melaporkannya, maka aku akan mendapat hadiah, kalau begitu aku sekarang akan berangkat ke kediaman Keluarga Kong,” ucap seseorang itu.


*


*


*


Di Penginapan Tapir Hijau.


“Nak! Kenapa kamu sangat baik denganku? Bukankah aku gagal melindungi kalian berdua? Bahkan kalian berdualah yang malah membantu dan menolongku, bisakah aku tahu alasannya?” tanya Pak Tua itu.


“Aku memiliki alasan sendiri, tapi kurang lebih aku bisa membaca kesedihan mendalam dari mata sendu Anda sebelumnya, dan mata itu mirip dengan mata seseorang beberapa tahun lalu, jadi saya merasa ingin menolong saja, tolong jangan dipikirkan terlalu dalam,” jawab Han Chen singkat.


“Kalian berdua adalah anak yang baik, andai saja anakku masih hidup, mungkin anakku akan sebesar kalian berdua,” ucap Pak Tua itu dengan sedih.


“Memangnya apa yang terjadi dengan anak Anda?” tanya Fang Yin yang cukup tertarik dengan kisah dari anak pak tua itu.


“Ceritanya panjang, apa kalian mau mendengarkan cerita dari pak tua ini?” tanya Pak Tua itu.


“Tentu saja kami mau, tapi sebelum itu bolehkan kami berdua tahu mengenai nama Anda?” tanya Han Chen.


“Oh, aku belum memberitahunya ya? Namaku adalah Zhao Junpeng, aku adalah bagian dari Keluarga Zhao yang terletak di bagian timur benua ini,” jelas Kakek Zhao Junpeng.

__ADS_1


“Kami berdua akan mendengarkan kisah Kakek Zhao, tapi jika kakek tidak nyaman kami berdua juga mengerti, tidak usah dipaksakan,” ucap Han Chen menanggapi.


*


*


*


Kakek Zhao Junpeng memulai ceritanya.


“Dahulu kala aku adalah seorang Jenderal Perang Terbaik dari Keluarga Zhao, keluarga kami adalah salah satu dari 7 Keajaiban Benua beberapa bulan yang lalu.”


“Cerita diawali beberapa tahun lalu, karena aku adalah seorang jenderal perang, aku sangat jarang sekali pulang ke rumah, tapi setiap kali aku pulang ke rumah aku selalu menyempatkan diri untuk melihat anakku.”


“Awalnya aku mengira bahwa anakku adalah seorang kultivator jenius, karena meskipun umurnya baru sekitar 12 tahun, dia sudah bisa mencapai ranah guru, tentu saja sebagai ayah aku sangat bangga.”


“Aku terus memotivasinya, dan anakku menjadi kebanggaan seluruh keluarga besarku, aku juga selalu menyombongkan anakku kepada yang lainnya.”


“Namun, setelah beberapa tahun kemudian kultivasi anakku semakin lambat. Dan aku terus memotivasinya dan terus memberikan sumber daya yang besar demi kultivasinya.”


“Setelah beberapa waktu kemudian, ternyata anakku tetap saja kesulitan melakukan penerobosan ranah, tapi aku terus coba memaksanya untuk melakukan kultivasi sampai akhirnya dia jatuh sakit.”


“Dan di sinilah semua peristiwa kelam datang kepadaku atau lebih tepatnya pada keluarga kecilnya, karena anakku tidak lagi menjadi jenius keluarga, dia tersingkir dari kandidat patriark selanjutnya.”


“Bukan hanya itu, setelah itu aku juga dicopot dari jabatan jenderal keluarga dan aku diasingkan bersama keluarga kecilku, karena istriku tertangkap basah sedang mencuri sebuah pil penyembuh dari balai pengobatan.”


“Seharusnya keluarga kecilku langsung dibunuh di tempat. Tapi, karena kontribusiku selama ini, patriark saat itu memutuskan untuk tetap membiarkan kami hidup tapi mengasingkan kami.”


“Kemalangan tidak berhenti, setelah kami diasingkan, keluarga kecilku mendapat perlakukan layaknya seorang budak keluarga, kami juga akhirnya menjadi keluarga cabang yang sangat rendah.”


“Karena aku tidak puas, aku melakukan balas dendam secara pribadi pada keluarga utama, bagaimana mungkin mereka melakukan sesuatu seperti itu pada keluargaku.”


“Tapi, tepat sebelum aku melakukan pembalasan ke keluarga utama, anak dan istriku ditemukan tewas di rumah pengasingan dan di sampingnya ada sebuah botol racun.”


“Aku sangat marah! Benar-benar sangat marah! Tapi lagi-lagi patriark saat itu, membuatku menyadari bahwa semua ini memang kesalahanku sendiri.”

__ADS_1


“Serta bodohnya, lagi-lagi aku juga mengilhami itu dan merelakan kematian anak dan istriku, hingga suatu ketika aku mendengar percakapan patriark dan para tetua keluarga utama.”


“Ternyata … ”


__ADS_2