
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
***
“Orang ini mencurigakan, tapi kebetulan sekali liburan singkat kami sudah selesai dan waktunya untuk menyelidiki Sekte Matahari Tenggelam, yang kebetulan juga merupakan sekte pak tua ini dan sekte tuan muda yang aku singgung tadi,” pikir Han Chen.
“Sepertinya menarik untuk mengadu domba kedua fraksi ini, kalau begitu aku akan menerima tawaran dari pak tua ini dan ketika sudah di sekte aku bisa lebih leluasa lagi untuk menyelidiki keterlibatan iblis di dalamnya,” pikir Han Chen.
“Baik, kami akan menerima tawaran Anda. Kalau begitu kami berdua akan dalam perlindungan Anda mulai sekarang? Dan tamu yang sudah ditunggu akhirnya datang!” ucap Han Chen tenang.
*DUAR!
“Siapa yang berani menyinggung Keluarga Kong? Apakah orang itu sudah bosan hidup di dunia ini? Sekarang beritahu aku, di mana orang yang telah membunuh tiga pengawal Keluarga Fang yang berharga ini!” bentak seorang pria berotot yang tiba-tiba masuk.
“Tetua Pertama Kong, apakah Anda tidak melihat sekitar bahwa banyak orang yang melihat kita dan apakah Anda mau menghancurkan Rumah Makan Phoenix ini? Anda tahu yang saya maksud bukan?” tanya Orang itu dengan tenang.
Tetua Pertama Kong paham dengan maksud dari orang yang baru saja menjawab pertanyaannya, pemilik asli dari rumah makan ini bukanlah orang yang bisa disinggung mereka berdua, bahkan oleh sekte sekalipun.
“Jadi, kamu yang membunuh tiga orang pengawal keluargaku? Sepertinya kamu memiliki sedikit kemampuan, melihat bagaimana bisa pak tua sepertimu bisa berbicara tenang denganku, kalau begitu mari kita keluar!”
Tetua Pertama Kong dan Orang yang berniat melindungi Han Chen dan Fang Yin itu kemudian keluar dari rumah makan dan akan melakukan pertarungan di sana.
“Chen Gege! Kenapa kamu menerima orang itu untuk menjadikan kita murid? Apakah kamu sudah lupa bahwa sekte itu patut kita curigai karena memiliki hubungan dengan iblis?” tanya Fang Yin.
“Apalagi dia tidak sekuat itu juga untuk bisa menjadikan kita berdua murid, apakah kamu memiliki rencana lain dengan hal ini?” tanya Fang Yin lagi.
__ADS_1
“Bukan begitu, aku melakukannya sebenarnya malah untuk membantunya. Selain aku bisa melihat kesedihan yang mendalam dari matanya, aku bisa yakin bahwa masa lalunya mirip denganku,” jawab Han Chen.
“Maafkan aku karena telah melakukan hal egois, tapi yakinlah jika semuanya tidak sesuai dengan rencanaku. Maka, aku sendiri yang akan memperbaiki semuanya,” imbuh Han Chen.
“Tapi, raut wajahmu tadi seperti ingin mengadu domba dua fraksi yang ada dalam sekte, apakah yang kamu katakan barusan memang benar atau masih ada yang kamu sembunyikan dariku?” tanya Fang Yin menyelidik.
“Awalnya aku ingin melakukan itu, tapi aku tersadar ketika tadi pak tua tadi ingin menerima tantangan pria berotot dari Keluarga Kong yang kita singgung tadi,” jelas Han Chen.
“Pak tua itu tidak akan bisa menang, tapi dia masih memaksakan diri untuk melawannya, demi untuk melindungi kita, aku sedikit kagum dengan tekad besarnya itu,” jelas Han Chen lebih lanjut.
“Sepertinya permasalahannya lebih besar dari yang kita bayangkan, serta kebetulan dia juga salah satu tetua di sekte yang kita tuju, bukankah ini sebuah kebetulan yang baik? tanya Han Chen mengakhiri penjelasannya.
“Baiklah aku percaya padamu, Chen Gege. Kalau begitu mari kita keluar, kita harus menolong pak tua itu, jika dia benar-benar akan kalah dalam pertarungan ini,” ajak Fang Yin.
*
*
*
Namun, seperti perkataan Han Chen, Pak Tua yang tadi ingin menolong mereka berdua terdesak dan pada akhirnya kalah secara menyedihkan.
Dan tak sengaja serangan Tetua Pertama Kong itu menyingkap baju dari Pak Tua itu. Di sana terlihat hal yang mengerikan, tubuh yang sudah sangat cacat dan memiliki banyak luka di sekujur tubuhnya.
Dari luka-luka lama tersebut keluar darah segar yang membuat Pak Tua itu sekarat. Tentu saja, Han Chen tidak membiarkan hal ini terus berlanjut. Ketika Tetua Pertama Kong itu hendak menyerang kembali, Han Chen dengan cepat bergerak dan menahan serangannya.
__ADS_1
*BOOOM!
Terjadi benturan kekuatan antara dua kekuatan yang sama kuatnya, sampai membuat pandangan kabur dan tiba-tiba muncul Han Chen yang tengah menahan pukulan Tetua Pertama Kong.
“Sudah cukup Pria Berotot Jelek, Pak Tua ini sudah sekarat, jika kamu meneruskannya lagi, nyawanya tidak akan tertolong, jadi mohon untuk tidak meneruskan,” tegas Han Chen sambil menambah kekuatan tangannya.
Tetua Pertama Kong yang melihat tangannya semakin dicengkeram, mencoba melepaskan diri dan mundur beberapa langkah ke belakang. Dia tidak mau mengambil risiko karena kekuatan anak muda di hadapannya tidak bisa dia lihat.
“Huh … kenapa kamu ikut campur urusan orang dewasa, anak muda! Apakah kamu tahu? Di pusat provinsi ini, tidak peduli siapa kultivator yang bertarung, tidak ada yang boleh mengganggu, apakah kamu tidak tahu aturan tidak tertulis itu?” tanya Tetua Pertama Kong.
Han Chen tidak memedulikan perkataan tetua itu, dia malah fokus memberikan energi qi murni miliknya pada tubuh pak tua yang berniat menolongnya itu. Dia juga meminumkan sebuah pil agar bisa meredakan sakit pak tua tersebut.
Sedangkan penjagaan dilakukan oleh Fang Yin, dia menatap mata Tetua Pertama Kong dengan tajam, dia juga memberitahukan bahwa dialah yang membunuh ketiga pengawal keluarga sombong itu tadi.
“Kalau kalian ingin balas dendam, lebih baik lakukan padaku saja. Aku yang telah membunuh ketiga pengawal tuan muda mu yang sombong itu. Bukan begitu tuan muda sombong?” tanya Fang Yin meremehkan.
“Be– benar tetua, dialah yang membunuh pengawal kita, dia juga yang pertama membuat masalah dengan kami, padahal kami sudah meminta dengan baik, perempuan dan pria itu malah melakukan provokasi pada kami dan membunuh pengawal yang aku bawa,” ucap Tuan muda sombong.
Tetua Pertama Kong geram, ternyata dia telah salah sasaran, orang yang seharusnya di tantang dan ajak bertarung adalah perempuan ini. Matanya sudah merah dan berniat untuk memulai pertarungan baru.
“Haish! Aku tidak menyangka melihat anak dari keluarga bangsawan masih pengecut seperti ini, ternyata bangsawan di mana pun tidak ada bedanya, mereka hanya mengandalkan kekuatan keluarganya saja, menjijikkan!” sindir Fang Yin.
“Tetua serang dia! Dia telah merendahkan Keluarga Kong kita, dia tidak boleh dibiarkan untuk terus hidup!” teriak tuan muda sombong Keluarga Kong itu.
“Yin’er! Bunuh saja mereka berdua, kita harus segera menuju ke penginapan untuk melakukan perawatan lebih lanjut pada pak tua ini,” pinta Han Chen.
__ADS_1
“Baik, Chen Gege. Aku tidak akan memakan waktu lama. Aku hanya butuh waktu maksimal 10 tarikan nafas saja.” Fang Yin melesat menuju kedua orang itu dan langsung menyerang dengan ganas.