
BIASAKAN LIKE DAN KOMEN SEBELUM MEMBACA!!!
UDAH CRAZY UP NIH! LIKE DAN KOMENNYA KAKAK PEMBACA SEMUA, JANGAN LUPA YAAAAAA!!!
😄😄😄😄😄
***
Han Chen kali ini, memang berniat menggunakan kemampuannya, untuk menarik perhatian.
Hal ini dilakukan setelah sistem mengonfirmasi bahwa Pemimpin Pusat Organisasi tengah mengawasi dari jauh.
Pemimpin itu mengawasi seluruh kandidat baru ini bersama dengan para petinggi organisasi lainnya.
Dan sebenarnya, merekalah yang memutuskan apakah para kandidat ini dapat lulus dan mendapat Lencana Platinum.
[Pemimpin pusat organisasi ini ada dalam radius 50 km, mereka di sebuah ruangan bawah tanah dan melihat tes masuk kali ini dengan transmisi gambar menggunakan Plat Array.]
“Terima kasih informasi, Sistem! Karena pemimpin itu sudah ada disini, maka aku akan menunjukkan semua kemampuanku agar bisa membuatnya kemari,” gumam Han Chen dalam hatinya.
*
*
*
Han Chen dan Monster Penghancur Kepala itu sudah saling berhadapan di arena. Keduanya memberikan salam hormat bela diri dan sudah mengeluarkan senjata masing-masing.
“Mohon bimbingannya senior! Terwujudlah Pedang Qi Panjang!” Han Chen mengeraskan pedang qi nya, dia menjadikan pedang raksasa qi biasanya menjadi pedang panjang layaknya seorang pendekar pedang.
“Hooo … menarik, seorang kultivator pedang. Tapi, apakah kamu yakin bahwa akan mengalahkan Gada Penghancur Bumiku hanya dengan pedang qi saja?”
Monster Penghancur Kepala itu mengatakan kalimat klise dan masih meremehkan Han Chen.
“Kita coba saja, Senior! Apakah aku bisa menghancurkan Gada tingkat spiritualmu itu atau tidak.”
“Tapi, jika aku bisa menghancurkannya, maka aku tidak bisa menggantinya, apakah tidak masalah?”
Han Chen menjawab dengan tenang. Dia sudah masuk dalam posisi siap bertarung dan dapat menebaskan pedang qi kapan saja.
“Besar juga omong kosongmu anak muda! Kalau begitu mari kita mulai dengan serangan ringan!”
Monster itu memberikan serangan langsung, perpindahan tempat miliknya sangat menakjubkan.
Dia bisa memotong jarak beberapa meter hanya dalam satu tarikan nafas. Hingga membuat Han Chen sedikit terkejut.
*BOOOM!
__ADS_1
Han Chen menahan serangan gada besar itu dengan pedang qi, gada itu terasa sangat berat dan bisa menembus pedang qi kapan saja.
Melihat hal ini, Han Chen mundur ke belakang dan membuat serangan balasan dan bergerak ke belakang Si Monster Penghancur Kepala.
“Sekarang giliranku, Senior!” Han Chen mengatakan itu, setelah tubuhnya sudah berpindah ke belakang tubuh lawan dan melancarkan serangan balasan.
Namun, serangannya bisa diblokir oleh lawannya hanya dengan menggunakan gadanya ke belakang tubuhnya.
*BOOOM!
“Berat juga seranganmu, Kawan kecil! Sekarang mari kita bertarung lebih cepat dan lebih kuat lagi, aku senang bisa bertemu kandidat yang menjanjikan sepertimu!”
Si Monster Penghancur Kepala tersenyum lebar, dia bisa merasakan kekuatan besar dari serangan Han Chen barusan.
Dia dan Han Chen langsung masuk ke dalam pertarungan sesungguhnya, sudah tidak ada lagi serangan ringan seperti awal tadi.
Kini setiap senjata keduanya bertemu, suara dentingan keras terjadi, aura yang kuat juga mulai merembes keluar dari arena.
Bahkan saking kuatnya pertarungan antara dua ranah Nirwana ini, Ketua Giok sebagai pengawas harus membuat penghalang agar dampak serangan keduanya tidak menyebar keluar.
Gada Penghancur Bumi milik senior itu mengeluarkan sebuah aura kuat dan elemen kayu di setiap serangannya.
Setiap pukulan gadanya selalu membuat tanah di sekitar arena bergetar hebat dan banyak akar besar yang muncul.
Sedangkan Han Chen selalu memotong, akar-akar pengganggu itu dengan cepat, dia kali ini sudah menggunakan lima pedang qi persis seperti miliknya yang pertama.
Han Chen berhasil menyelaraskan serangan lima pedang qi miliknya, dengan jumlah gerakan yang dilakukannya untuk menyerang dan bertahan.
“Sial! Kenapa energi qi milik anak muda ini tidak melemah sama sekali, atau memang kapasitas energi qi miliknya sangat besar saja?”
Si Monster Penghancur Kepala bergumam dalam hatinya, tentunya sambil terus memberikan serangan kuat dan menghalau serangan pedang Han Chen.
Dia merasa bahwa serangan Han Chen tidak melemah sama sekali dan malah cenderung semakin kuat dari waktu ke waktu.
Semua akar-akar dari elemen kayu miliknya sudah terpotong semakin banyak dan masih tidak bisa menjangkau tubuh Han Chen.
Akhirnya dia memutuskan untuk menghemat energi qi dengan cara menghilangkan tiap akar tersebut dan memindahkan energi qi penuhnya ke Gada Penghancur Bumi.
Han Chen bisa merasakan bahwa orang di depannya ini sedang mencoba mengganti gaya bertarung, dia ingin bertarung serius hanya dengan gadanya.
Han Chen bukannya memperkuat pertahanan, dia malah menambah jumlah pedang qi yang dimilikinya sampai 10 buah.
Dia memiliki prinsip, pertahanan paling kuat adalah menyerang. Meskipun agak gegabah, namun ternyata cukup efektif melawan kekuatan kasar seperti seniornya itu.
Han Chen tidak membiarkan senior itu, memiliki kesempatan untuk melepaskan energi qi yang terkumpul di gada miliknya.
Karena setiap kali si senior akan melakukan serangan penuh, pedang-pedang Han Chen sudah mengincar titik vitalnya dari segala arah.
__ADS_1
Hal ini membuat si senior harus terus bertahan dengan gadanya, sampai dia akhirnya sedikit kehilangan kendali dan membuat serangan besar mengincar tanah.
*DUAR!
Arena dan penghalang yang mengelilinginya hancur, semua serangan Han Chen lenyap seketika.
Senior itu sudah memasuki mode bertarung penuh, dia kehilangan kendali atas kesadaran tubuhnya selama beberapa saat.
Tapi selama masa-masa itu, dia akan menjadi orang yang sangat kuat dan julukan Si Monster Penghancur Kepala, karena mode bertarungnya yang satu ini.
“Jadi, Senior memiliki kemampuan khusus untuk melipatgandakan kekuatan dengan cara seperti ini, menarik sekali, aku akan mengalahkanmu, Senior!”
Han Chen tidak gentar sama sekali, dia malah senang bisa bertarung dengan orang yang sangat kuat seperti seniornya itu.
Han Chen dan Senior itu bertarung sekali lagi, mereka semua saling bertukar serangan di langit.
Terkadang salah satu dari keduanya jatuh ke tanah dan membuat lubang yang sangat besar dibarengi dentuman suara keras.
Para kandidat lainnya yang melihat pertarungan ini begitu takjub, bahkan para kandidat yang memiliki peringkat di atas Han Chen ternganga karena pendatang baru itu bisa menangani semua serangan senior itu.
Ketua Giok sebagai pengawas tidak bisa menahan kekuatan Si Monster Penghancur Kepala dalam mode ini.
Meskipun dia memiliki jabatan yang lebih tinggi. Jika soal kekuatan, dia masih sedikit di bawah Si Monster Penghancur Kepala itu.
“Anak muda ini sangat jenius, meskipun dia kalah dalam pertarungan ini, tapi Lencana Platinum sudah pasti menjadi miliknya.”
“Tapi, yang terpenting bukan itu sekarang. Kapan Ketua Giok Utama datang, aku tidak sanggup jika harus menghentikan Si Monster itu.”
“Dan jika ini terus berlanjut, maka markas dan desa ini akan hancur lebur. Dan kita akan kehilangan anak muda berbakat itu.”
Ketua Giok yang berlaku sebagai pengawas itu berharap Ketua Giok Utama atau Pemimpin Organisasi Pusat yang melihat kejadian ini dari kejauhan segera datang dan menghentikan pertarungan.
Seperti mengikuti kata hatinya, seseorang dengan jubah hijau berlukiskan naga terbang ke langit dan menghentikan pertarungan keduanya.
Dia juga memberikan totokan pelumpuh pada Si Monster Penghancur Kepala. Dalam waktu singkat, orang itu berhasil menghentikan mode bertarung gila si monster.
Sedangkan Han Chen menatap lamat-lamat orang di depannya itu, dia adalah orang yang selama ini dia tuju.
Alasan, tujuan serta kebenaran yang ingin diketahui selama ini bergabung dengan Organisasi Pemburu Iblis adalah karena orang itu.
“Selamat Anak Muda! Kamu sudah bisa menjadi Pemburu Platinum!”
“Dan perkenalkan aku adalah Ketua Giok Utama atau biasa dikenal sebagai Pemimpin Pusat Organisasi Benua ini.”
“Bagaimana jika setelah tes ini selesai, aku mengundangmu ke ruanganku untuk minum teh?”
Orang itu tersenyum ramah, tapi matanya tidak bisa menahan keserakahannya menjadikan Han Chen sebagai salah satu bidak terkuatnya.
__ADS_1
“Dengan senang hati saya menerima tawaran Anda, Pemimpin Pusat Organisasi!”
Han CHen tersenyum dalam hati dan senang karena tujuannya akhirnya tercapai.