
Assalaamu 'alaikum Readers
Selamat membaca cerita
"Hidayah Berukir Cinta"
Semoga kalian suka
❤❤❤
Semalaman suntuk Jevin terjaga. Ia sama sekali tidak memperbolehkan kedua matanya terpejam. Jevin takut jika dirinya tertidur nanti tidak bisa bangun untuk menunaikan sholat subuh. Meskipun kedua matanya tidak dibiarkan terpejam tetapi yang terpenting bagi Jevin tubuhnya direbahkan di ranjang. Seharian bekerja membuat tubuhnya lelah dan otot-ototnya tegang sehingga harus di istirahatkan dan otot-ototnya harus dilemaskan.
"Mas, Mas bangun Mas."
Gendang telinga Jevin menangkap suara Kasha yang sedang memanggilnya dan lebih tepatnya membangunkannya.
Kasha terkejut melihat Jevin yang mendadak langsung membuka lebar kedua matanya bahkan langsung terduduk.
"Astaghfirullahal adzim Mas kenapa?, Mas mimpi buruk?." Tanya Kasha cemas.
Jevin merasa seperti baru tersengat listrik. Ia terbangun dari tidurnya dan rasa kantuk sudah menghilang begitu saja. Namun tiba-tiba saja kepalanya sedikit pening. Jevin mencoba mengingat-ngingat sesuatu. Seingatnya ia sejak tadi tidak tertidur sama sekali namun mengapa Kasha membangunkannya dan ia benar-benar terbangun dari tidurnya.
Dua menit berlalu. Akhirnya Jevin mengingat semuanya. Tadinya Jevin memang sedang terjaga alias tidak tertidur namun dari rasa kantuknya yang sudah berlebihan Jevin akhirnya tidak tersadar bahwa dirinya sudah merakit mimpi meskipun hanya sejenak. Hanya lima menit saja. Karena Kasha sudah membangunkannya untuk mendirikan sholat tahajjud.
"Alhamdulillah aku senang lihat Mas langsung bangun dan nggak susah lagi seperti kemarin."
Jevin tersenyum bangga tentunya kepada dirinya sendiri karena sudah menyebabkan senyuman termanis merekah di wajah Kasha.
"Iya dong Sayang, Mas kan tulus mencintai Allah, ya sudah Mas ke kamar mandi duluan ya."
Kasha mengangguk patuh. Memperbolehkan Jevin untuk ke kamar mandi terlebih dahulu padahal Kasha yang bangun duluan. Tetapi Kasha mengabaikan hal itu justru saat ini Kasha sangat bersyukur karena Jevin menaikkan kualitas imannya secepat mungkin.
"Lho Mas, kok keluar lagi?." Tanya Kasha dengan bingung melihat Jevin keluar lagi dari kamar mandi.
Cup
Ciuman mesra di pagi buta mendarat di pipi Kasha. Pipi Kasha sudah seperti kepiting rebus usai mendapat ciuman dari kekasih halalnya yang sepertinya sudah menjadi rutinitas wajib di saat mereka bangun tidur atau bisa disebut dengan istilah morning kiss.
❤❤❤
Tok... tok... tok...
Suara ketokan pintu menimbulkan kebisingan di ruangan Jevin yang sunyi nan senyap. Jevin yang sedang tertidur dalam keadaan duduk pun terbangun. Awalnya kedua mata Jevin susah untuk terbuka lebar namun seketika kedua matanya terbuka dengan sangat lebar saat melihat seorang perempuan masuk ke dalam ruangannya.
"Assalaamu 'alaikum."
"Wa 'alaikumus salaam, eh Sayang."
"Lho Mas tidur?, memang Mas sedang nggak ada kerjaan?, sama nggak ada meeting?" Kasha sempat panik mendapati suaminya yang baru saja bangun tidur. Kedua matanya pun masih memerah efek bangun tidur.
"Tadinya ada meeting Sayang, cuma Mas cancel, soalnya Mas mengantuk banget dan ingin tidur."
"Lho kok Mas sampai mengantuk begini, bukannya tadi malam Mas tidur kan?" Kasha sedikit bingung lantaran suaminya itu mengaku sedang mengantuk padahal tadi malam sudah tidur.
"Iya Sayang, Mas memang tidur tapi cuma lima menit, itu pun ketiduran."
Kasha semakin dibuat kebingungan atas pengakuan suaminya yang diluar dugaannya. Bagaimana bisa suaminya itu tidak tidur semalaman suntuk padahal setahu Kasha, Jevin merebahkan tubuhnya di sampingnya.
"Lho bukannya Mas tidur kan?"
"Sebenarnya tadi malam itu Mas nggak tidur Sayang, Mas sengaja begadang karena Mas takut nggak bangun lagi untuk sholat tahajjud dan sholat subuh."
"Ya Allah Mas, kok sampai nggak tidur sih, kan sekarang jadinya malah seperti ini, Mas tidur di kantor dan pekerjaan Mas jadi terbengkalai."
Kasha patut mengacungi jempol atas usaha keras suaminya yang sampai terjaga semalaman suntuk agar tidak melewatkan waktunya untuk sholat tahajjud dan shubuh. Namun Kasha juga merasa kasihan melihat suaminya yang menjadi terkantuk-kantuk di siang hari bahkan ke kantor bukan untuk menyelesaikan pekerjaannya melainkan pindah tempat tidur saja.
"Ya sudah sekarang Mas ke masjid ya Mas, sudah waktunya sholat dzuhur lho Mas."
"Iya Sayang, Mas ke masjid dulu ya."
Jevin pun bergegas keluar dari ruangannya untuk pergi ke masjid, melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. Namun langkah Jevin terhenti dan berbalik lagi menghampiri Kasha yang sedang menyiapkan makan siang untuknya.
"Kenapa Mas?, bukannya tadi pagi sudah morning kiss kan?" Tanya Kasha terang-terangan.
Jevin langsung terkekeh. Menatap wajah istrinya dengan tersenyum geli. Mungkin dari seringnya Jevin memberikan ciuman mendadak kepada Kasha sehingga Kasha menganggap bahwa saat ini Jevin akan menciumnya.
"Ih Sayang pede banget sih, siapa yang mau cium Sayang."
Seketika Kasha tersentak. Rasa malu menjalar ke seluruh tubuhnya. Bahkan wajahnya bagaikan kepiting rebus akibat menahan malu yang menderu.
"Te-terus ke-kenapa Mas nggak jadi keluar?." Tanya Kasha dengan gugupnya.
"Mas cuma mau bilang, Sayang jangan rindu sama Mas ya, Mas cuma sebentar kok nggak lama."
__ADS_1
Penyakit lama Jevin kambuh lagi. Sepertinya Kasha sudah melupakan kalimat wajib yang pasti selalu diucapkan oleh suaminya ketika akan meninggalkannya. Kini Kasha akan mengingatnya baik-baik. Jika suaminya tidak menciumnya berarti suaminya akan mengucapkan kalimat wajib itu yang tentunya akan selalu membuat Kasha senyam-senyum sendiri.
"Sudah ah Mas, mending Mas cepat pergi ke masjid, nanti Mas malah ketinggalan sholat berjama'ah lho."
"Iya-iya Sayang, ini Mas mau ke masjid, tapi serius lho, Sayang jangan rindu dulu sama Mas ya, Mas cuma sebentar kok, nggak akan lama."
Kasha menghela napas jengah, suaminya ini masih saja membahas perkara rindu yang menurutnya berlebihan. Masa iya hanya ditinggal sebentar ia akan secepat itu merindukan Jevin. Dan Kasha juga tahu kalau ini hanya akal-akalan suaminya saja yang sengaja mengusili dirinya.
"Mas sana ke masjid."
"Iya tapi Sayang jangan rindu lho ya."
"MAS."
Jevin pun menghentikan kejahilannya. Usai mendengar istrinya memanggilnya dengan nada yang lebih tinggi yang menandakan bahwa sang istri sudah kesal. Namun hanya kesal candaan tidak sungguhan dan Jevin sudah tahu itu.
Akhirnya Jevin benar-benar keluar dari ruangannya meskipun Kasha harus meladeni kejahilan serta keusilannya terlebih dahulu. Namun justru Kasha senang jika dirinya dengan suaminya banyak bercanda dan bergurau dengan begitu percekcokan dan sebangsa temannya tidak akan pernah singgah dirajutan indah hubungan halal mereka karena candaan dan gurauan sudah lebih dulu menyapa.
❤❤❤
"Sayang, sepertinya hari ini Mas pulang saja deh."
Wajah Jevin terlihat pucat sekali. Dan tadi saja saat baru sampai di ruangannya usai selesai sholat dzuhur berjamaah di masjid, jalan Jevin lambat dan sempoyongan. Alhasil Kasha langsung cemas memperhatikan kondisi suaminya yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja.
"Mas, astaghfirullah." Kasha terkejut ketika menyentuh punggung tangan Jevin yang terasa hangat. "Badan kamu panas Mas, Mas sakit?"
"Nggak Sayang, Mas cuma merasa pusing saja dan badan Mas lemas banget." Suara Jevin terdengar serak membuat Kasha semakin cemas dan panik.
"Ya sudah Mas makan dulu saja ya, biar badan Mas nggak lemas lagi."
Jevin menggeleng pelan. Sepertinya selera makan Jevin bermasalah. Mungkin akibat dari kepalanya yang pusing serta badannya yang mulai kehilangan keseimbangan.
"Mas makan dulu ya Mas, biar ada yang masuk ke tubuh Mas."
Jevin menggeleng kembali. "Mas nggak mau makan Sayang, Mas mau istirahat, kepala Mas pusing banget Sayang." perlahan Jevin menyandarkan kepalanya di bahu Kasha.
"Ya sudah kita pulang sekarang saja ya Mas."
Tanpa berlama-lama lagi, Kasha beranjak dari duduknya, lalu membantu Jevin berdiri kemudian membantu Jevin juga untuk melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya menuju rumah mereka.
❤❤❤
Akhirnya Jevin dapat membaringkan tubuhnya di ranjang kamarnya. Tentunya dengan dibantu Kasha karena Jevin sudah kehabisan energi dan kepalanya terasa pusing sehingga tidak kuat untuk berjalan sendiri.
"Mas istirahat dulu ya." Kasha merapatkan selimut ketubuh Jevin. "Kalau begitu aku keluar dulu ya Mas, supaya Mas bisa istirahat dengan tenang."
Kasha pun keluar dari kamarnya karena tidak ingin mengganggu suaminya yang sedang istirahat. Kasha berharap semoga Allah segera mengangkat rasa sakit yang sedang mendera tubuh suaminya. Dan Kasha juga berharap semoga rasa sakit itu dapat menggugurkan dosanya.
Usai keluar dari kamarnya tidak lantas membuat Kasha hanya berdiam diri saja. Ia langsung menuju dapur dan mengeluarkan sayur-sayuran di dalam kulkas. Kasha harus membuatkan sayur sop untuk Jevin. Apalagi Jevin belum makan siang. Jadi nanti saat Jevin sudah terbangun Kasha dapat langsung menyajikan sayur sop kepada Jevin.
❤❤❤
Sebenarnya Kasha tidak tega untuk membangunkan Jevin yang saat ini sedang tertidur apa lagi bukan tertidur biasa melainkan sedang istirahat karena sakit. Namun Kasha harus membangunkannya lantaran suaminya itu belum makan sejak tadi siang dan sekarang ini sudah menjelang waktu adzan ashar. Kasha takutnya jika suaminya tidak kunjung makan sakitnya malah tambah parah.
"Mas, Mas bangun Mas." Dengan lembut Kasha membangunkan suaminya.
Jevin pun mulai terbangun. Tidak membutuhkan waktu lama bagi Kasha untuk membangunkan Jevin karena dalam keadaan tidak enak pasti tidur Jevin tidak nyenyak.
"Mas makan dulu ya, Mas kan belum makan siang."
Jevin mengangguk patuh. Kemudian berganti posisi untuk duduk bersandar di kepala ranjang tentunya dengan bantuan Kasha yang sangat perhatian sekali.
Kepucatan di wajah Jevin kian memudar. Kasha dapat bernapas sedikit lega, karena kondisi suaminya berangsur membaik.
"Sayang masak apa?." Tanya Jevin ketika melihat Kasha mengambil mangkok yang tadinya ia letakkan di meja kecil samping ranjang.
"Aku masak sayur sop buat Mas, aku suapkan Mas ya."
Jika kemarin Jevin harus merengek terlebih dahulu agar Kasha menyuapkannya namun saat ini Kasha sendiri yang berinisiatif untuk menyuapkan Jevin makan. Bukan tanpa alasan namun karena kondisi Jevin yang sedang kurang enak badan jadinya Kasha merasa tidak tega dan disaat-saat seperti ini suaminya memang membutuhkannya.
"Bismillahirrohmaanirrohiim." Jevin berucap basmalah sebelum satu suapan sayur sop masuk ke dalam mulutnya.
"Sayur sopnya enak Sayang." Puji Jevin usai lidahnya disuguhkan dengan sayur sop buatan istrinya.
"Alhamdulillah kalau enak Mas, kalau begitu Mas habiskan ya."
Jevin mengangguk antusias. Kelezatan cita rasa sayur sop buatan sang istri membuat selera makannya kembali hadir. Dan hangatnya sayur sopnya juga membuat tubuh Jevin ikut menghangat dan tidak lemas lagi.
Akhirnya Jevin benar-benar menghabiskan sayur sopnya bahkan sampai kuahnya juga ludes tak bersisa hanya mangkok dan sendoknya saja yang tersisa.
Allahu Akbar
Allahu Akbar
__ADS_1
Suara adzan terngiang di telinga Jevin dan Kasha. Menandakan bahwa waktu sholat ashar sudah menyapa. Keduanya saling terdiam beberapa menit untuk mendengarkan serta menjawab lantunan adzan yang syahdu terdengar di telinga mereka.
"Sayang tolong siapkan pakaian sholat Mas ya, dan tolong kabari Abang ipar sama Haziq, bilang kalau Mas mau berangkat ke masjid bareng mereka, Mas mau ambil wudhu dulu."
"Lho, Mas mau sholat di masjid?, tapi kan Mas masih sakit?, Mas sholat di rumah saja ya, nggak apa-apa kok Mas."
Jevin menggeleng. Ia tersenyum untuk membuktikan kepada istrinya bahwa saat ini kondisinya sudah membaik dan tidak usah dirisaukan lagi.
"Alhamdulillah Mas sudah membaik Sayang, kepala Mas sudah nggak pusing lagi dan badan Mas juga sudah bertenaga karena kan sudah mendapat asupan sayur sop penuh cinta dari Sayang."
Kasha pun tersenyum. Sudah tidak ada lagi guratan kecemasan yang menghiasi wajah cantiknya. Kini Kasha percaya bahwa suaminya sudah dalam kondisi baik, buktinya ia sudah bisa bergombal ria lagi.
❤❤❤
"Sayang Mas ke masjid dulu ya."
Jevin berpamitan kepada Kasha setelah Nufael dan Haziq sudah berada di depan rumah mereka. Tentunya sudah bersiap untuk berangkat ke masjid.
"Mas yakin sudah nggak apa-apa?, sudah nggak pusing lagi Mas?" Kasha tetaplah perempuan yang berperasaan lembut sehingga kecemasan masih diadaptasi di hatinya.
"Lho Om Jev lagi sakit?, kalau Om Jev sakit sholatnya di rumah saja, ya kan Buya?"
Haziq mendengar pembicaraan Jevin dan Kasha yang dapat didengar olehnya bahkan Nufael juga mendengarnya.
"Iya Jevin, kalau kamu lagi sakit nggak apa-apa sholatnya di rumah saja, Allah tidak pernah membebani hambaNya untuk beribadah." Nufael ikut menyuruh Jevin untuk sholat di rumah saja jika kondisi tubuhnya tidak baik.
"Haziq, Om Jev sudah nggak apa-apa kok, ini lihat wajah Om Jev tampan berseri kan, bukan pucat pasih, itu artinya Om Jev sudah sehat wal afiat."
"Abang ipar aku sudah nggak apa-apa kok, tadi siang memang pusing dan lemas tapi sekarang alhamdulillah sudah lumayan membaik."
Nufael dan Haziq pun dapat bernapas lega jika memang Jevin sudah tidak sakit dan baik-baik saja. Terbesit rasa kagum dibenak Nufael ketika melihat adik iparnya itu semangat sekali untuk beribadah kepada Allah meskipun kondisi tubuhnya masih didera rasa sakit. Nufael semakin tenang karena adiknya hidup bersama laki-laki yang sholih dan bersemangat untuk beribadah kepada Allah.
"Maa syaa Allah, Om Jev hebat, meskipun sakit tetap mau sholat di masjid." Ucap Haziq sambil mengacungkan kedua jempolnya kepada Jevin untuk menunjukkan bahwa ia bangga sekali kepada Jevin.
"Haziq juga hebat, masih kecil sudah rajin sholat di masjid, masa Om Jev kalah sih sama Haziq."
Akhirnya suasana menjadi pecah. Gelak tawa Haziq yang riang nyaring terdengar. Jevin berhasil membuat suasana tidak tegang mencekam akibat membahas tentang dirinya yang sedang kurang enak badan. Kasha pun ikut terbawa suasana dan tertawa serta tidak mencemaskan kondisi suaminya yang dirasa memang sudak membaik.
Alhamdulillah, bukan hanya kondisi tubuh Jevin yang membaik namun juga iman dan ibadahnya ikut membaik pula. Tentunya karena ada dorongan dalam diri Jevin sendiri yang berkeinginan untuk meningkatkan kualitas keimanannya dan mengembalikan semangat beribadahnya. Jevin berharap semoga kualitas keimanannya semakin membaik dan merosot tinggi serta tidak pernah terjun bebas sampai menurun lagi.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Assalaamu 'alaikum
Warohmatullah Wabarokaatuh
Selamat sore duniaaa
Semangat untuk kalian semuaaa
Senyuman merekah menghiasi sore hari kita
🤗🤗🤗
Apa kabar kalian semua???
Semoga sehat wal afiat
Aamiin
Apa kabar juga dengan iman kalian hari ini???
Semoga tetap naik merosot tinggi ke langit
Bukan malah menurun terjun bebas ke bumi
Aamiin
Iman naik turun itu hal yang wajar
Tapi jika sedang turun jangan dibiarkan ya
Harus semangat menaikkan lagi iman kita
Seperti Jevin mulai menaikkan lagi kualitas keimanannya
Tidak mudah memang
tapi jika kita tulus mencintai Allah
Allah akan memberikan kemudahan untuk kita mengkokohkan dinding iman kita agar semakin tebal
Intinya tetap semangat
__ADS_1
💪💪💪
Wassalaamu 'alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh