Hidayah Berukir Cinta

Hidayah Berukir Cinta
31. Salah Paham


__ADS_3

Assalaamu 'alaikum Readers


Selamat membaca cerita


"Hidayah Berukir Cinta"


Semoga kalian suka


❤❤❤


Seorang perempuan cantik sedang memoles bibir tipisnya dengan lipstik warna baby pink sambil bercermin di kaca mobilnya. Polesan lipstik di bibirnya menambah kecantikan  wajahnya. Ia tersenyum puas melihat penampilan wajahnya kini semakin cantik nyaris sempurna. Perempuan itu adalah Zaila yang saat ini mobilnya sedang berada di parkiran perusahaan Alhusayn.


"Sekarang kamu sudah kelihatan cantik Zaila, dan saatnya bertemu dengan pujaan hatimu, Jevin Alhusayn." Ucap Zaila kepada dirinya sendiri sembari mengulas senyum usai menyebut nama lengkap Jevin diakhir ucapannya.


Rasa rindu yang membuncah di hatinya membuat Zaila berani untuk menemui seorang CEO muda yang siapa lagi jika bukan Jevin Alhusayn. Zaila tidak berpikir panjang terlebih dahulu sebelum melancarkan aksinya untuk bertemu dengan Jevin. Bahkan Zaila tidak peduli jika nantinya Jevin mengusirnya yang terpenting saat ini ia bertemu dengan Jevin untuk melerai rasa rindu yang sedang bergejolak di hatinya.


Kini Zaila sudah berdiri tepat di depan ruangan yang sudah tidak asing baginya. Belum masuk ke ruangan itu saja hati Zaila berdesir apa lagi nantinya jika ia masuk ke dalam dan bertemu dengan pelaku yang sudah mencuri hatinya selama kurang lebih 10 tahun lamanya. Meskipun 5 tahun mereka tidak bertemu namun nyatanya hati Zaila masih terpaut kepada Jevin.


Tidak ingin berlama-lama lagi, akhirnya Zaila membuka pintunya. Lalu memberanikan diri melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan itu.


Zaila mengedarkan pandangannya hingga pandangannya berhenti pada satu titik, yaitu kepada seorang laki-laki dengan setelan jasnya yang sedang berdiri membelakangi pintu ruangannya dengan tatapan fokus ke ipadnya yang memunculkan desain-desain bangunan rumah. Dari sangat fokusnya ia sampai tidak menyadari bahwa ada seseorang yang masuk ke dalam ruangannya.


Zaila tersenyum manis. Dan ia langsung mendekati laki-laki itu bahkan tanpa ragu ia memeluknya dari belakang tentunya tentang perasaan yang berbunga-bunga karena sudah 5 tahun lamanya ia tidak merasakan kehangatan serta kenyamanan berada di pelukan laki-laki yang dicintainya.


Jevin terkejut seketika. Konsentrasinya buyar begitu saja. Jevin merasa ada seseorang yang memeluk dirinya dari belakang. Jevin bukannya menoleh ke belakang untuk melihat seseorang itu namun Jevin malah mengulas sebuah senyuman seolah-olah ia mengetahui siapa seseorang yang kini sedang memeluknya dengan penuh kehangatan.


"Sayang mengejutkan Mas saja."


Sementara di luar ruangan. Terlihat Kasha sedang berjalan ke arah ruangan Jevin. Sesekali ia tersenyum ketika melihat rantang makanan yang ia bawa dari rumah. Makan siang untuk Jevin yang Kasha masak dengan penuh cinta.


Perselisihan tadi malam sangat menyadarkan Kasha bahwa ia tidak seharusnya menghindar dari Jevin. Sekecewa apapun kepada suaminya, Kasha tidak semestinya menuruti egonya untuk merajuk kepada suaminya. Untuk menebus rasa bersalahnya Kasha sengaja datang ke kantor Jevin dengan membawa makan siang untuk Jevin bahkan ia tidak memberitahu Jevin terlebih dahulu.


Kreggg


Pintu terbuka. Dengan raut wajah sumringah Kasha masuk ke dalam ruangan Jevin. Dan betapa terkejutnya Kasha ketika menyaksikan kejadian yang sangat tidak mengenakkan hatinya. Jevin sedang dipeluk dari belakang oleh seorang perempuan. Dan perempuan itu adalah Zaila. Dan lebih menyakitkan lagi ketika Kasha menangkap raut wajah suaminya yang memancarkan senyuman lebarnya. Namun tatapannya lurus ke depan.


Seketika bulir air mata meluruh begitu saja. Dada Kasha sesak. Hatinya perih seakan teriris. Tubuhnya bergetar hebat seperti sedang disetrum. Sampai ia tidak bisa memegang rantang makannya dengan kuat, dan terjatuh.


Jevin dan Zaila sama-sama terkejut mendengar suara rantang terjatuh tepat di belakang mereka. Keduanya sama-sama menoleh ke arah sumber suara itu. Dan dilihatnya Kasha yang sudah banjir air mata.


Jevin sangat terkejut. Dan ia langsung menoleh kebelakang tubuhnya. Terlihat Zaila sedang memeluknya dan juga menatapnya. Sontak Jevin langsung menghentakkan tubuhnya sehingga Zaila melepas pelukannya dan nyaris terjatuh karena kerasnya Jevin menghentakkan tubuhnya.


"Sayang, ini nggak seperti apa yang Sayang lihat."


Kasha tidak berkata-kata. Ia bungkam seribu bahasa, hanya air mata yang mewakili perasaannya saat ini. Kasha tidak sanggup mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Dan Kasha langsung memilih pergi meninggalkan ruangan itu.


Jevin berlari untuk menyusul Kasha. Namun Kasha sudah lebih dulu keluar dari ruangannya dengan langkah yang sangat cepat.


Sementara Zaila masih di posisinya. Awalnya ia terdiam dan nyaris tertegun. Namun detik berikutnya ia tertawa sepuas-puasnya. Zaila senang bukan kepalang. Kejadian baru saja itu di luar rencananya. Zaila sama sekali tidak kepikiran untuk membuat Kasha memergokinya sedang berpelukan dengan Jevin namun ternyata semesta berada dipihaknya sehingga kejadian romantis yang baru saja terjadi membuat Kasha menangis sampai tidak bisa berkata-kata lagi.


"Waw, AMAZING."


"Thanks God."


"Ini diluar rencana aku, ternyata Tuhan mendukungku untuk merebut Jevin kembali. Itu artinya Jevin memang milikku, bukan milik perempuan kampungan itu, semoga saja dengan kejadian ini perempuan kampungan itu langsung minta cerai dan aku akan menjadi, nyonya Jevin Alhusayn, hahaha."


Zaila puas sekali menertawai apa yang baru saja terjadi. Zaila berharap Kasha, yang disebutnya dengan  perempuan kampungan langsung meminta cerai kepada Jevin karena Jevin kepergok sedang berpelukan dengannya. Zaila juga yakin tidak mungkin seorang perempuan apa lagi seorang istri akan diam saja melihat suaminya bermesraan dengan perempuan lain. Pasti Kasha akan meminta cerai seketika itu juga. Saat ini Zaila hanya menunggu kabar terbaru saja yang akan menyatakan bahwa Kasha telah menggugat cerai Jevin.


Sementara di luar kantor, Jevin gagal menghentikan Kasha yang sudah masuk ke dalam mobil taxi yang sudah meluncur jauh dari kantornya.


"Sayang tungguuuu-"


Jevin mengusap wajahnya dengan sangat kasar. Ia marah, sangat marah kepada dirinya sendiri karena sudah membuat istrinya sangat sedih atas kejadian yang dilihatnya tadi. Sungguh Jevin tidak menyangka akan kejadian seperti ini dan sama sekali tidak terbesit dipikiran Jevin bahwa tadi yang memeluknya bukan istrinya. Jevin mengira yang memeluknya itu adalah Kasha namun diluar dugaannya, ternyata yang memeluknya adalah Zaila. Berani sekali Zaila memeluknya. Lihat saja Jevin tidak akan diam saja. Ia berjanji kepada dirinya sendiri usai menyelesaikan masalahnya dengan Kasha, Jevin akan memberi pelajaran kepada perempuan tidak tahu diri itu.


"Jevin ada apa?"


Nufael baru saja keluar dari dalam kantor dan segera menghampiri Jevin yang sedang memperhatikan kepergian mobil taxi yang membawa Kasha pergi.


"Kasha marah sama aku Abang ipar."


"Marah?, marah kenapa?." Tanya Nufael dengan rasa penasaran. Tadi Nufael sempat melihat Kasha berjalan dengan cepat menuju luar kantor dan Kasha nampak menghapus air matanya yang berjatuhan.


"Abang ipar maaf aku nggak bisa jelaskan sekarang. Aku harus susul Kasha."

__ADS_1


Nufael menyetujui tindakan Jevin yang ingin segera menyusul Kasha. Jevin pun langsung mengeluarkan kunci mobilnya dan dengan gerakan yang cepat ia sudah mengemudikan mobilnya di atas kecepatan rata-rata.


Mobil taxi yang membawa Kasha berhenti tepat di rumah Nufael. Dan Niswah sangat terkejut melihat Kasha turun dari taxi dengan wajah yang sangat sedih bahkan air mata membasahi pipinya.


"Assalaamu 'alaikum."


"Wa- waalaikumus salaam, Kasha kamu kenapa?" Niswah sangat panik apa lagi Kasha langsung memeluknya dengan isak tangis yang semakin menjadi.


Tidak ada satu katapun yang Niswah dengar. Hanya isak tangis Kasha yang semakin histeris. Perlahan Niswah mengerti akan keadaan Kasha yang sedang tidak baik-baik saja. Niswah hanya bisa mengelus kepala Kasha untuk menenangkannya. Namun Kasha belum berhenti menitikkan air matanya.


Sebuah mobil berhenti di depan rumah. Pemiliknya keluar. Kasha yang melihatnya langsung melepas diri dari Niswah. Bahkan ia langsung masuk ke dalam rumahnya dengan langkah secepat mungkin.


Perlahan Niswah mengerti penyebab sang Adik ipar menangis histeris. Sorotan matanya yang menghasilkan kilatan tajam tertuju kepada Jevin. Ia langsung menghadang Jevin agar tidak bisa masuk ke dalam rumahnya.


"Assalaamu 'alaikum."


"Wa 'alaikumus salaam, kamu apakan Adik ipar kesayangan aku?!"


"Kakak ipar aku ingin bertemu sama Kasha."


"Kamu apakan Adik ipar kesayangan aku?!"


Niswah marah besar kepada Jevin karena berani sekali membuat Kasha menitikkan air matanya yang tidak seharusnya berjatuhan begitu saja.


"Kak, Kasha itu istri aku, aku berhak bertemu sama istri aku."


"Hei, kamu itu belum jawab pertanyaan aku, nggak sopan sekali." Niswah sudah tidak bisa menahan amarahnya. Namun ia masih bisa mengontrolnya agar tidak terlalu tumpah ruah.


"Aku yakin kamu pasti sudah berbuat kesalahan yang besar sampai Kasha menangis seperti itu. Bahkan saat kamu datang Kasha langsung masuk,  itu artinya untuk saat ini Kasha nggak mau bertemu sama kamu."


"Tapi Kak-"


"Pergi!!!"


"Kak-"


"PERGI!!!"


Jevin akhirnya mengalah. Ia tidak ingin suasana semakin menengangkan jika masih berada di depan rumah Kakak iparnya. Apalagi saat ini Kakak iparnya sedang marah kepadanya. Yang ada Jevin malah menambah masalah saja.


❤❤❤


"Ya Allah Mas, aku nggak menyanga kamu setega itu mengkhianati aku, dan aku nggak menyangka kamu berkhianat dengan sepupu kamu sendiri, dengan Mbak Zaila."


"Sekarang aku tahu, ternyata ini alasan kamu menyuruh aku untuk menjauhi Mbak Zaila. Karena kamu dan Mbak Zaila..."


"Kalian berselingkuh dibelakang aku, astagfirullahal adzim."


Dalam isak tangisnya, otak Kasha berputar. Mencoba mengingat kembali kejadian kemarin-kemarin dan ia bisa menyimpulkan sebuah alasan tak terduga dari suaminya yang menyuruhnya untuk menjauhi Zaila. Dibalik itu semua nyatanya adalah alasan yang sungguh mengiris hati Kasha sampai berdarah-darah. Terbukti sudah bahwa Jevin dan Zaila berselingkuh dibelakang Kasha.


❤❤❤


"ZAILA!!!"


"ZAILA, KELUAR KAMU!!!"


Jevin berteriak-teriak memanggil Zaila. Baru saja ia menobrak pintu rumah yang berhasil dimasukinya saat ini. Rumah itu adalah rumah Zaila. Jangan ditanya bagaimana raut wajah Jevin saat ini. Sorotan mata tajam seakan ingin membunuh seseorang. Dan wajahnya memerah sangat menyeramkan seperti seramnya malaikat pencabut nyawa.


Tidak berapa lama kemudian, keluarlah semua penghuni rumah itu yang tak lain adalah kedua orang tua Zaila termasuk Zaila juga.


"Jevin." Ucap Arshad dan Lubna nyaris bersamaan, seakan tidak percaya bahwa kini Jevin sedang berada di rumah mereka.


Zaila antusias sekali melihat kedatangan Jevin di rumahnya saat ini. Bahkan Zaila sampai tidak menyadari bahwa wajah tampan Jevin sedang diselimuti kabut-kabut amarah. Dan penyebabnya mutlak adalah Zaila.


"Darling, kamu tumben ke sini, pasti kamu mau bertemu aku ya?"


"Iya aku mau bertemu sama kamu." Ujar Jevin datar.


Kedua mata Zaila langsung berbinar-binar. Ia tidak menyangka Jevin sungguhan ingin bertemu dengannya.


"Oh iya?, ada apa Darling kamu mau bertemu sama aku?"


"Perempuan nggak punya malu!!!"

__ADS_1


Zaila terkejut. Namun ia nampak biasa saja. Berbeda hal dengan kedua orang tuanya terumata Arshad yang saat itu juga langsung tertuju ke arah Jevin.


"Je-Jevin ada apa ini?." Dengan gugup Arshad mencoba menanyakan ucapan Jevin barusan kepada Zaila.


Tatapan Jevin langsung beralih ke arah Arshad yang nampak sedikit gelisah karena baru kali ini melihat Jevin semarah itu dan wajahnya sangat menyeramkan sekali.


"Lihat anak Om!, anak kebanggaan Om yang prestasinya menghancurkan rumah tangga orang. Anak seperti ini yang Om banggakan?, nggak punya malu!!!"


"A-aapa?" Arshad semakin gugup. Ia panik karena Jevin membongkar perangai buruk Zaila kepadanya. Sebagai seorang Ayah, Arshad merasa bersalah sekali kepada Jevin karena Zaila membuat onar di kehidupan Jevin.


"Sebagai keponakan Om, saya hanya ingin mengingatkan Om, didik anak Om dengan baik, ajari dia tentang urat malu. Jangan sampai dosa anak kesayangan Om ini mengatarkan Om ke NERAKA."


Seketika itu juga Jevin pergi tanpa permisi. Derap langkahnya yang terdengar keras menandakan bahwa ia sedang berapi-api amarah dan itu semua ulah Zaila.


Setelah kepergian Jevin. Pandangan Arshad langsung tertuju ke arah Zaila. Zaila sama sekali tidak merasa bersalah sedikitpun padahal nyatanya ia telah berbuat kesalahan besar dan amat fatal.


"ZAILA-"


"Darling, ayo kita masuk." Ajak Lubna secepat mungkin dengan sengaja untuk mendahului suaminya yang siap menelan Zaila hidup-hidup.


Arshad tidak bisa menghentikan keduanya karena mereka sudah lebih dulu menuju ruang tengah. Meninggalkan Arshad yang tidak diizinkan untuk berbicara sepatah kata pun. Sungguh keterlaluan istrinya itu yang sama sekali tidak menghargai dirinya sebagai suaminya, sebagai kepala rumah tangga di keluarga mereka.


"Ibu sama anak, sama saja!." Ujar Arshad dengan helaan napas kasar.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Assalaamualaikum Warohmatullah Wabarokaatuh


Hay readersss


Apa kabarnya???


Semoga kalian semua sehat wal afiat yah


Aamiin


Ohya apa kabarnya dengan iman kita???


Tambah naik atau malah turun


Semoga naik terus


dan istiqomah selalu


Aamiin


Btw gimana nih masih pada setia sama Jevin❤Kasha???


Atau malah berpindah ke lain hati???


🤓🤓🤓


Gak papa itu hak kalian kok Readers


Kalau emang cerita ini dirasa gak berfaedah dan buang-buang waktu kalian


Tinggalin saja Readers


WAJIB malahan


Tapi kalau dirasa cerita ini ada faedahnya yang tentunya berasal dari Allah dan Ukhfira hanya sebagai perantaranya saja


Maka silahkan setia dan terus pantengin Jevin❤Kasha ya


🤗🤗🤗


Diakhir sapa menyapa ini


Ukhfira mau mengingatkan sama kalian


Jangan lupa taat sama Allah ya


Jangan lupa menomorsatukan Allah

__ADS_1


Jangan sampai melupakan Allah


Wassalaamu 'alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh


__ADS_2