Hidayah Berukir Cinta

Hidayah Berukir Cinta
24. Menantu Sholihah


__ADS_3

Assalamualaikum Readers


Selamat membaca cerita


"Hidayah Berukir Cinta"


Semoga kalian suka


❤❤❤


Weekend minggu ini, Jevin dan Kasha menghabiskannya dengan bertandang ke rumah kedua orang tua Jevin, Rozin dan Rifda. Ini kali perdana Kasha mengunjungi rumah mertuanya. Maklum suaminya orang sibuk jadi baru saat ini bisa berkunjung ke rumah yang menjadi tempat suaminya dibesarkan.


"Assalaamu 'alaikum."


"Wa 'alaikumus salaam."


Rozin beserta Rifda menyambut kedatangan anak dan menantunya dengan binar-binar bahagia. Mereka pun saling memeluk Jevin dan Kasha. Rozin memeluk Jevin, Rifda memeluk Kasha.


"Mama sama Papa sehat?." Tanya Jevin usai memeluk kedua orang tuanya dengan singkat.


"Alhamdulillah kami sehat."


"Apalagi setelah kedatangan kalian, Mama jadi semangat nih." Ucap Rifda dengan senyuman yang terpancar tak pernah pudar setelah kedatangan anak dan menantunya.


"Ya sudah ayo masuk, ayo Kasha masuk ke dalam."


Kasha mengangguk patuh. Lalu mengikut saja ketika Rifda merangkulnya serta membawanya masuk ke dalam. Rozin pun juga mengajak Jevin masuk ke dalam rumah mereka.


"Sayang, katanya ada yang mau diberikan kepada Mama." Usai mendudukkan dirinya, Jevin mengingatkan Kasha yang ke rumah mertuanya itu membawa goody bag yang rencananya akan diberikan kepada Mama mertuanya.


Rifda menoleh ke arah Kasha yang duduk tepat disampingnya. "Memangnya Kasha bawa apa untuk Mama?, kok repot-repot sih."


Kasha pun teringat dan segera memberikan goody bagnya kepada Rifda. Dengan senang hati Rifda menerimanya bahkan Rifda tidak sabar ingin membukanya. Ini pertama kalinya ia mendapatkan sesuatu dari menantunya jadi wajar saja jika ia begitu antusias sekali.


"Ini untuk Mama."


"Terima kasih ya Kasha." Rifda membawa Kasha ke dalam pelukannya. Pelukan penuh kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.


Kasha merasa bahagia sekali. Pelukan kasih sayang dari Rifda memberikan kenyaman serta ketenangan di hatinya. Seperti inikah rasanya dipeluk oleh seorang ibu, meskipun bukan ibu kandung, namun Kasha sudah merasa bahagia sekali. Dan Kasha bersyukur karena Allah mengirimkan Kasha seorang ibu mertua yang menyayanginya seperti menyayangi anaknya sendiri.


Perlahan Rifda membuka goody bagnya yang isinya adalah setelan gamis+khimar syari berwarna navy beserta buku tafsir Al-Quran yang sudah pernah Jevin baca. Rifda senang sekali mendapatkannya.


Bukan hanya Rifda yang mendapatkan buah tangan dari Kasha. Namun Rozin juga mendapatkan goody bag dari Jevin yang isinya setelan baju+celana taqwa warna navy beserta buku tafsir Al-Quran. Jevin dan Kasha sengaja membelikan kedua orang tua mereka sepasang baju syari plus buku tafsir Al-Quran karena mereka ingin mengajak kedua orang tuanya menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada Allah subhanahu wata'ala.


"Papa sama Mama dicoba dong bajunya, Jevin sama Kasha ingin lihat."


Rifda menoleh ke arah suaminya lalu menganggukkan kepala seakan ingin mengikuti permintaan Jevin untuk mencoba baju yang dibelikan oleh Jevin dan Kasha.


Rozin beserta Rifda pun beranjak dari tempat duduknya menuju kamar mereka untuk mencoba baju yang dibelikan oleh anak dan menantunya. Jevin dan Kasha saling melempar senyuman. Bukan hanya senyuman tapi Jevin langsung berpindah tempat tepat di samping istrinya, duduk sambil merangkul Kasha sembari menunggu kedua orang tuanya kembali. Kasha hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sang suami yang tidak bisa berjauhan dengannya.


Tiga menit kemudian. Secara bersamaan Rozin dan Rifda keluar dari kamarnya. Keduanya nampak bersinar dengan baju syari yang dikenakannya, khususnya Rifda yang kini membaluti kepalanya dengan khimar syari. Sangat cantik nan elegan.


Jevin dan Kasha saling terpukau melihat sepasang suami istri di hadapannya. Rozin dan Rifda nampak nyaman mengenakan pakaian syarinya tanpa keluhan sedikitpun.


"Maa syaa Allah, Mama cantik sekali." Ucap Kasha memuji kecantikan sang Mama mertua yang kian bertambah saat mengenakan pakaian syari.


"Iya Ma, Jevin sampai pangling banget nih lihat Mama." Sambung Jevin yang tidak mau kalah untuk memuji sang Mama.


"Cuma Mama nih yang dipuji, Papa nggak dipuji nih?." Rozin mengoceh tidak terima lantaran tidak ikut dipuji padahal Rozin juga sudah berganti setelan pakaian koko pemberian Jevin.


"Papa pasti ganteng lah Pa, sudah nggak diragukan lagi kok." Ucap Jevin memuji Rozin agar tidak mengoceh lagi.


Suasana pun menjadi riang dengan gelak tawa yang bermunculan. Rifda kembali memeluk Kasha yang sepertinya mulai saat ini Jevin akan kalah dengan Rifda soal peluk memeluk Kasha.

__ADS_1


❤❤❤


Kasha membawa nampan berisikan jus buah mangga segar ke ruang keluarga di mana Rifda sedang fokusnya membaca buku tafsir yang baru saja ia dapatkan dari sang menantu. Jevin dan Rozin sedang tidak di rumah mereka pergi ke masjid untuk sholat dzuhur berjamaah, sementara Rifda dan Kasha lima menit yang lalu sudah selesai melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di rumah, dan Kasha imam sholat bersama sang Mama mertua.


"Mama, ini jus mangganya diminum dulu." Kasha menaruh segelas jus mangga di meja tepat di hadapan Rifda.


Rifda pun menutup bukunya. Lalu menoleh ke arah jus mangga dan Kasha secara bergantian. Kasha pun memilih duduk di samping sang Mama mertua.


"Kasha kok repot-repot sih."


"Kasha nggak repot kok Ma, ayo Ma silakan diminum."


Dengan senang hati Rifda pun meneguk jus buah mangga buatan Kasha dengan sedikit demi sedikit. Rasa segar langsung terasa ditenggorokannya. Menantunya ini tahu saja jika disaat siang-siang seperti ini enaknya minum jus yang segar namun tetap sehat.


"Alhamdulillah, segar banget jusnya Kasha, tahu saja nih Kasha kalau Mama sedang haus."


Kasha tersenyum manis melihat Rifda sangat senang dibuatkan jus olehnya. Mungkin ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan ketulusan Rifda yang mau menerima Kasha sebagai menantunya. Jujur saja selama ini Kasha juga berdoa kepada Allah agar diberikan mertua yang sayang kepadanya, karena menurut Kasha percuma jika hanya suaminya yang sayang kepadanya namun mertuanya tidak menyayanginya. Dan sekarang Kasha bersyukur karena Allah telah berbaik hati kepadanya, mengabulkan doa yang selama ini tidak pernah lepas Kasha panjatkan.


Seketika itu suasana menjadi hening. Rifda meraih tangan Kasha lalu mengelusnya dengan lembut, seraya berucap. "Kasha, Mama ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih sama kamu, kamu adalah cahaya bagi keluarga kami, kehadiran kamu menyatukan keluarga kami lagi. Bahkan karena kamu Jevin sudah berubah. Mama sangat besyukur mempunyai menantu sebaik kamu Kasha, kamu adalah menantu yang sholihah."


Kasha menggeleng pelan. Kasha merasa ucapan sang Mama mertua sangat berlebihan kepadanya. Kasha bukannya tidak suka dengan penututan Rifda hanya saja seperti terdengar berlebihan.


"Mama, jangan ucapkan terima kasih sama Kasha, tapi ucapkan terima kasihnya sama Allah, Jevin berubah karena Allah, bukan karena Kasha, Kasha hanya sebagai perantara saja."


Rifda mengerti akan ucapan bernada lembut dari Kasha. Rifda semakin bersyukur karena Kasha adalah perempuan yang rendah hati. Ia tidak besar kepala lantaran Rifda memujinya terus-menerus justru Kasha tidak lepas berucap bahwa semua ini karena kuasa Allah bukan karena dirinya. Itulah yang membuat Rifda semakin menyayangi menantu kesayangannya.


"Iya Kasha, Mama berterima kasih sama Allah, Mama bersyukur sama Allah, tapi Mama juga harus berterima kasih sama kamu, kamu adalah perantara dari Allah yang memberikan cahaya untuk keluarga ini. Terima kasih ya menantuku."


Kasha pun menganggukkan kepala seraya tersenyum tulus. Kasha menerima ucapan terima kasih dari Rifda karena Rifda sudah lebih dulu berterima kasih serta bersyukur kepada Allah sebagaimana Kasha mengingatkannya tadi.


"Assalaamu 'alaikum."


"Wa 'alaikumus salaam."


Disaat Kasha dan Rifda saling melempar senyuman disaat itulah kedua lelaki mereka datang menghampiri mereka. Kedua lelaki tersebut yang tidak lain adalah Rozin dan Jevin saling bertanya-tanya melihat kedua perempuan mereka yang saling melempar senyuman.


"Rahasia ya Kasha, Jevin sama Papa nggak boleh tahu." Ucap Rifda yang lebih dulu membuka suara ketimbang Kasha.


Jevin menghela napas. Ia tidak kehabisan cara ingin mengetahui obrolan sang Mama dengan sang istri yang katanya rahasia.


"Sayang, beri tahu dong, Mas penasaran nih."


Kasha hanya tersenyum melihat Jevin nampak ingin tahu sekali. Kemudian Kasha menoleh ke arah Rifda yang menggelengkan kepala untuk mengisyaratkan kepadanya agar tidak memberitahu Jevin. Alhasil Jevin langsung memeluk Kasha dengan erat dari samping. Kasha terkejut bukan main bahkan kedua bola matanya terbelalak menatap ke arah Jevin yang tersenyum puas penuh kemenangan.


"Mas lepaskan, aku nggak enak dilihat Mama dan Papa." Bisik Kasha pelan. Karena ia malu sekali ketika Mama dan Papa mertuanya melihat adegan romantis mereka.


"Siapa suruh Mas nggak diberi tahu, lagi pula untuk apa harus malu sih Sayang, Mama sama Papa senang tuh lihat kita romantis seperti ini, ya kan Ma-"


Kasha langsung menutup mulut Jevin yang dengan santainya berbicara seperti itu. Kedua pipi Kasha langsung memerah menahan malu yang disebabkan oleh tingkah konyol sang suami yang tidak bisa ditebak sebelumnya.


Gelak tawa Rifda dan Rozin mencairkan suasana hati Kasha yang bergemuruh hebat lantaran mendapat pelukan tanpa ampun dari sang suami.


"Jevin sudah memeluknya, kasihan menantu sholihahnya Mama sesak napas tuh."


Akhirnya Jevin menyudahi acara pelukannya dengan sang istri. Lalu memastikan bahwa sang istri sudah tidak sesak napas dan baik-baik saja. Kasha pun menertalkan deruan napasnya yang sempat terengah-engah karena memberontak ingin melepas diri dari pelukan maut sang suami.


"Oh iya, ada yang ingin Mama bicarakan, terutama sama Papa."


Suasana menjadi hening dan serius. Rifda ingin membicarakan sesuatu kepada anggota keluarganya terutama sang suami, Rozin. Sebagai seorang anak sudah dipastikan Jevin langsung dibuat bertanya-tanya.


"Mama ingin bicara apa?." Tanya Rozin yang sejak tadi hanya berdiam diri saja.


Rifda beranjak dari tempat duduknya. Menghampiri sang suami yang masih berdiri sejak tadi. Rifda meraih tangan Rozin denga lembut. Senyuman manis pun terukir di wajah cantiknya yang tak termakan oleh usia.

__ADS_1


"Pa."


"Dengan mengucap bismillah Mama ingin menutup aurat, Mama ingin berhijab, Papa mengizinkan Mama kan untuk menutup aurat seperti Kasha, menantu sholihah kita?"


Jevin dan Kasha sudah lebih dulu merespon ucapan Rifda yang berniat untuk menutup auratnya. Bahkan keduanya saling berucap "Alhamdulillah." Secara bersamaan.


Rifda sangat senang melihat anak dan menantunya merespon baik niatan baiknya yang ingin menjalankan perintah Allah sebagai perempuan muslimah yang menutup auratnya.


Kini Rifda kembali menatap ke arah Rozin yang wajahnya masih datar seakan belum memberikan respon apapun atas niat baik yang baru saja Rifda sampaikan.


Perlahan Rozin mengembangkan senyumannya kepada istri tercintanya. "Papa mengizinkan Mama, dengan senang hati."


"Alhamdulillah." Ucap Rifda dengan penuh syukur dan disusul oleh Jevin yang tidak kalah bersyukurnya karena Papanya mengizinkan Mamanya untuk menutup auratnya.


"Terima kasih pa, sudah mengizinkan Mama untuk menutup aurat."


"Sama-sama Ma, menutup aurat adalah kewajiban jadi sudah seharusnya Papa mengizinkan Mama."


Kini pasangan suami istri yang sudah berpuluh-puluh tahun hidup bersama bahkan sudah dikaruniai Putra setampan Jevin saling berpelukan dengan penuh keharuan.


Bukan hanya mereka saja. Jevin dan Kasha pun ikut terharu dan Jevin langsung memeluk Kasha dengan erat. Kasha pun tidak malu-malu lagi untuk memeluk sang suami yang telah berhasil menebarkan hidayah kepada kedua orang tuanya. Kini baik Jevin dan Kasha sama-sama mendoakan semoga kedua orang tua mereka istiqomah di jalan Allah. Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Assalaamu 'alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh


Ada yang sudah rindu dengan ukhfira kah???🙈


Eh salah


Maksudnya ada yang sudah rindu dengan Jevin❤Kasha kah???


🤗🤗🤗


Mon maap ya Ukhfira baru muncul lagi


Karena kemarin mood nulis lagi kurang bersahabat dengan semangatnya Ukhfira nih


Tapi Alhamdulillah di hari jumat Ukhfira update lagi dan semoga bermanfaat


🤗🤗🤗


Btw Selamat hari jumat


Untuk para jomblo terhormat


Semoga menjadi manusia yang bermanfaat


Aamiin Allahumma Aamiin


Di hari Jumat ini jangan lupa ngedate sama Al-Kahfi ya


Masa baca cerita ini sempat


Tapi baca Al-kahfi gak sempat???


Sungguh terlaaalu


😱😱😱


Rugi lho kalau sampai gak baca Al-Kahfi, rugi serugi ruginya


مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

__ADS_1


"Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat." (HR. Hakim 6169, Baihaqi 635, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami', no. 6470)


Wassalaamu 'alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh


__ADS_2