Hidayah Berukir Cinta

Hidayah Berukir Cinta
39. Keputusan


__ADS_3

Assalaamu 'alaikum Readers


Selamat membaca cerita


"Hidayah Berukir Cinta"


Semoga kalian suka


❤❤❤


Ancaman Zaila tadi siang cukup membuat Kasha terdiam tak berkutik. Bahkan berhasil membuat Kasha kepikiran sampai-sampai ia tidak sadar bahwa sang suami sudah pulang dari kantor.


"Assalaamu 'alaikum."


Jevin memasuki rumahnya yang suasananya sepi nan senyap. Ia pun segera mencari keberadaan sang istri tercinta. Akhirnya Jevin menemukan keberadaan sang istri yang kini sedang duduk di sofa ruang tengah dengan tatapan terfokus ke depan.


"Assalaamu 'alaikum Sayang." Jevin mendudukkan dirinya di samping sang istri. Lalu menyandarkan kepalanya di bahu istrinya. "Mas lelah sekali Sayang, hari ini kerjaan Mas banyak sekali." Ucap Jevin sedikit menceritakan kesibukannya di kantor seharian penuh kepada istrinya. 


Merasa salamnya tidak terjawab dan ceritanya tidak mendapatkan respon lantas Jevin mendongakkan kepalanya. Menatap wajah sang istri yang sedari tadi tidak berekspresi apapun.


"Sayang?, Sayang kenapa?" Jevin menegakkan tubuhnya seraya mengelus lembut pundak sang istri untuk menyadarkan lamunannya. Dan benar saja Kasha langsung tersadar dan secepat mungkin ia beralih menoleh ke arah sang suami yang entah sejak kapan sudah berada di sampingnya. Kasha sama sekali tidak menyadarinya karena sejak tadi ia kepikiran terus dengan ancaman Zaila yang tidak main-main.


"Lho Mas kapan yang datang?, kok aku nggak tahu?" Tanya Kasha sengaja mengalihkan kefokusannya agar ancaman Zaila yang masih terngiang-ngiang di telinganya segera menghilang tanpa bekas.


"Sayang melamun ya dari tadi?, sampai-sampai Mas datang Sayang nggak sadar, bahkan ucapan salam Mas belum dijawab."


"Wa 'alaikumus salaam." Balas Kasha menjawab salam suaminya yang memang tadi tidak terdengar.


"Sayang sedang melamunkan apa?, ayo cerita sama Mas, Mas siap dengarkan." Kemudian Jevin bersiap-siap memasang ketajaman telinganya untuk mendengarkan cerita dari istrinya.


Kasha menggeleng pelan. "Aku nggak apa-apa kok Mas. Oh iya aku buatkan Mas teh ya." Kasha beranjak dari duduknya namun Jevin berhasil menarik tangannya sehingga Kasha terjatuh tepat di atas pangkuan Jevin.


Kasha terperanjat. Matanya terbelalak ketika mendapati dirinya sedang duduk di pangkuan suaminya. Jangan ditanya bagaimana ekspresi wajah yang sedang memangkunya, Jevin sudah tersenyum manis dengan menyimpan seribu arti.


"Sayang sengaja ya mau menggoda Mas?" Goda Jevin kepada istrinya yang wajahnya sudah seperti merah tomat.


Kasha hendak beranjak dari pangkuan suaminya. Namun pergerakannya terhenti karena Jevin sudah lebih dulu mengangkatnya alias menggendongnya ala bridal style.


"Mas turunkan aku." Linta Kasha sembari memberontak namun percuma karena tenaga suaminya sangat kuat. Bagaimana tidak kuat jika setiap harinya nge-gym untuk menyehatkan badannya sembari menguatkan otot-ototnya agar tetap kuat saat menggendong istrinya yang sekarang sedang hamil.


"Siapa suruh menggoda Mas, Sayang harus tanggung jawab!"


"Siapa yang menggoda Mas sih, tadi Mas sendiri kan yang sengaja menarik aku supaya aku jatuh di pangkuan Mas, iya kan?" Kasha meminta suaminya untuk mengakuinya. Namun Jevin malah sengaja berbohong.


"Mas nggak mau tahu pokoknya sayang harus tanggung jawa, oke?"


"Tanggung jawab apa sih Mas?." Tanya Kasha sengaja memperpanjang obrolannya agar suaminya menggendong dirinya dengan lama dan nantinya akan menurunkannya.


"Tanggung jawab karena sudah menggoda Mas."


"Tapi aku kan sedang hamil Mas."


"Memangnya kalau sedang hamil nggak boleh?"


Kasha menggelengkan kepalanya dengan pelan. Sepertinya Kasha sudah salah bicara sehingga ia merutuki dirinya sendiri. Pasti obrolannya ini akan kemana-mana dan ujung-ujungnya Kasha sendiri yang menanggung malu akibat kesalahannya dalam berbicara. 


"Eh tapi nggak boleh apa nih Sayang?, kok jadi ambigu ya?." Tanya Jevin yang mulai memancing istrinya.


"Ya aku nggak tahu Mas, lebih baik sekarang Mas turunkan aku, memangnya Mas nggak capek ya dari tadi gendong aku?, apa lagi sekarang aku kan sedang hamil, pasti berat badan aku bertambah Mas."


Jevin menggeleng, pertanda ia tidak akan menurunkan istrinya dari gendongannya. Jevin sama sekali tidak merasa keberatan bahkan Kasha sedang hamil ataupun tidak, beratnya sama saja seperti tidak ada perubahan, mungkin karena kehamilan Kasha masih memasuki satu bulan sehingga perubahan belum menampakkan dirinya.


"Mas nggak merasa keberatan tuh, berat badan Sayang sama saja dari kemarin-kemarin buktinya nih Mas kuat gendong Sayang."


Sepertinya Kasha gagal untuk membuat suaminya menurunkan dirinya dari gendongannya. Hingga akhirnya Kasha pasrah saja. Dan perlahan ia mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami. Sekaligus membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.


❤❤❤


Sebegitu hebatnya ancaman Zaila tadi siang sampai-sampai membuat Kasha enggan memejamkan kedua matanya. Kasha menoleh ke arah samping, di mana sang suami sudah terlelap satu jam yang lalu sementara Kasha masih terjaga sampai detik ini.


"Ya Allah tolong hamba, apa yang harus hamba perbuat, secepatnya hamba harus mengambil keputusan,  tapi hamba bingung karena kedua pilihan dari Mbak Zaila sama-sama tidak baik, dan besok sore hamba sudah harus memilih kedua pilihan yang sama-sama tidak baik itu." Tutur Kasha dalam hati


"Allahu akbar." Kasha berucap takbir dengan suara yang serak akibat menahan gejolak hati yang dilema akan dua pilihan yang harus ia pilih. Sangat tidak mudah dan teramat sulit.


Suara takbir Kasha rupanya mengusik tidur Jevin. Perlahan kedua mata Jevin terbuka. Ia terkejut mendapati sang istri sedang bersandar di kepala ranjang dengan tatapan lurus ke depan.


"Lho Sayang kok belum tidur sih?". Tanya Jevin dengan suara serak, khas bangun tidur.

__ADS_1


Kasha terkejut. Ia langsung menoleh ke arah suaminya sambil otaknya bekerja mencari alasan yang tepat atas dirinya yang belum mengistirahatkan tubuhnya.


"Lho Mas kok bangun?" Kasha mulai mengalihkan pembicaraan.


Dengan rasa kantuk yang menyerangnya Jevin berusaha untuk tetap membuka kedua matanya untuk menanyakan sang istri yang ternyata belum menyusul dirinya ke alam bawah sadarnya.


"Sayang kenapa belum tidur sih?"


"Ayo sekarang Sayang harus jawab jujur, Sayang sedang memikirkan apa?" Jevin membawa sang istri ke dalam rangkulannya.


Kasha menggelengkan kepalanya. Berbohong.


Jevin menghela napas jengah. Ia tahu bahwa istrinya sedang berbohong. Jevin yakin istrinya sedang memikirkan sesuatu sampai-sampai ia terjaga di malam hari dan ini kedua kalinya Jevin memergoki istrinya sedang melamun. Tadi di ruang tengah, sekarang di kamar.


"Jangan bohong Sayang, Mas nggak suka Sayang menyembunyikan sesuatu dari Mas."


Kasha tetap tidak mau mengakuinya. Suaminya tidak boleh tahu bahwa tadi Zaila datang ke rumah mereka dan mengancamnya sampai membuatnya ketakutan dan jadi kepikiran sampai saat ini.


Kasha bukannya tidak mau menceritakan masalah besar ini. Namun saat ini bukan waktu yang tepat untuk menceritakan masalah sebesar itu dan nanti jika Kasha sudah menemukan solusinya barulah Kasha akan menceritakannya kepada suaminya.


"Iya aku mengaku Mas, aku memang sedang kepikiran sesuatu, tapi aku nggak bisa cerita sekarang, karena kita kan harus istirahat, besok saja ya aku ceritakan sama Mas." Akhinya Kasha mengakui bahwa ia sedang memikirkan sesuatu namun Kasha tidak menjelaskannya secara detail lantaran malam sudah semakin larut dan mereka harus istirahat apa lagi saat ini Kasha sedang hamil, tidak baik jika ia terjaga semalaman.


"Oke Sayang, ya sudah ayo tidur, kasihan calon bayi kita, Sayang harus istirahat yang cukup, dan nggak boleh lagi memikirkan apapun."


"Iya-iya Mas."


Akhirnya mereka sama-sama membaringkan tubuhnya. Semula Kasha membaringkan tubuhnya menghadap kanan tetapi tiba-tiba saja suaminya menariknya dengan lembut hingga akhirnya posisi tidur Kasha berubah, yaitu terbaring menghadap kiri.


"Tidurnya kok memunggungi suami sih." oOeh Jevin yang masih bisa-bisanya mempermasalahkam posisi tidur Kasha. Padahal ia sudah mengatuk sekali sampai-sampai kedua matanya sulit untuk terbuka lebar.


Kasha bukannya kesal lantaran seenaknya suaminya menariknya namun Kasha malah terkekeh melihat suaminya yang sudah mengantuk parah sampai-sampai mengoceh dengan mata tertutup.


"Awww sakit Mas." jerit Kasha hendak melepaskan pelukan erat suaminya.


Jevin terkejut. Rasa kantuknya setengah menghilang usai mendengar  jeritan istrinya yang cukup nyaring.


"Kenapa Sayang?"


"Memeluknya jangan kencang-kencang Mas, kasihan calon bayi kita,  nanti di dalam dia sesak napas."


Jevin langsung tersadar bahwa saat ini istrinya sedang hamil. Lantas Jevin langsung merenggangkan pelukannya sembari mengelus lembut perut sang istri.


Akhirnya Jevin dan Kasha dengan kompaknya memejamkan kedua mata mereka. Hingga akhirnya mereka kembali bertemu di alam bawah sadar mereka.


❤❤❤


Usai sholat tahajjud berjamaah dengan imam sholat sekaligus imam di hidupnya, kemudian Kasha menengadahkan kedua tangannya, berdoa kepada sang ilahi Robbi yang tidak pernah mengecewakan Kasha atas doa-doa yang selama ini Kasha panjatkan. Dan Kasha berharap doanya kali ini akan dengan cepat terkabulkan.


"Ya Allah tolonglah hambaMu ini yang bukan apa-apa tanpa belas kasih sayang dariMu. Ya Allah bantu hamba dalam mencari solusi atas permasalahan yang sedang menimpa hamba, berilah hamba petunjuk untuk mengambil keputusan atas dua pilihan yang ada, izinkan keputusan yang hamba ambil nantinya adalah keputusan yang terbaik untuk hamba, untuk suami hamba dan untuk kehidupan hamba kedepannya. Dan lindungilah hamba, lindungilah suami hamba serta lindungilah calon anak kami dari kejahatan di luar sana. Aamiin Allahumma aamiin." Doa Kasha dalam hati.


Kasha menutup doanya dengan mengusap kedua tangannya ke wajahnya. Perlahan ia membuka kedua matanya. Kasha terperanjat di posisi duduknya saat mendapati suaminya sudah berada di dekatnya dengan ekspresi mengerutkan dahi.


"Astaghfirullahal adzim, Mas sedang apa?." Tanya Kasha dengan mengelus dadanya akibat terkejut dengan kehadiran suaminya tepat di hadapannya.


"Sayang berdoa apa sih?, khusu' sekali, sampai menutup mata." Jevin penasaran sekali. Kira-kira istrinya ini sedang bercerita tentang apa kepada Allah sampai-sampai ia begitu khussu'nya bahkan menutup kedua matanya.


"Mas mau tahu saja deh." Jawab Kasha yang mulai pintar mengalihkan pembicaraan.


"Ya Mas kepolah Sayang, oh ya katanya tadi malam Sayang ada yang mau diceritakan sama Mas, ayo sekarang cerita Sayang, Mas sudah sangat siap nih untuk mendengarnya." Jevin membenarkan posisi duduknya senyaman mungkin untuk mendengarkan cerita dari istrinya. Entah itu cerita apa dan Jevin sudah sangat penasaran sekali.


"Nggak sekarang Mas, nanti saja setelah Mas pulang dari masjid ya."


Jevin menggelengkan kepalanya. "Nggak mau, Mas maunya sekarang Sayang, Mas sudah penasaran sekali nih, Sayang mau Mas hidup penasaran."


Kasha terkekeh. Suaminya ini ada-ada saja mengubah kata mati penasaran dengan kata hidup penasaran. Memang meskipun hanya sebuah ucapan namun tetap harus berhati-hati karena ucapan bisa menjadi doa.


"Mas sebentar lagi adzan subuh lho, lebih baik sekarang Mas ke masjid saja, pasti Abang El sama Haziq sudah mau menuju ke sini untuk memanggil Mas."


Jevin tetap saja menggeleng. Ia sudah terlanjur penasaran akan sesuatu hal yang ingin istrinya ceritakan.


Kasha tidak berucap lagi untuk menyuruh suaminya agar segera pergi ke masjid. Kasha malah mengelus perutnya.


"Sayangnya Ummy, Abby nggak mau pergi ke masjid nih Nak, nanti kalau kamu sudah lahir dan sudah besar jangan seperti Abby ya."


"Iya-iya, ini Mas mau ke masjid kok."


Jevin hendak beranjak dari tempat duduknya untuk bergegas menuju masjid namun ia masih sempat-sempatnya ikut mengelus perut istrinya.

__ADS_1


"Sayangnya Abby yang nomor dua, Abby ke masjid dulu ya Sayang, kamu baik-baik di dalam perut Ummy ya." Jevin pun mengakhiri obrolannya dengan buah cintanya.


"Sayang. Mas ke masjid dulu ya, assalaamu 'alaikum."


"Wa 'alaikumus salaam."


❤❤❤


Usai mengerjakan sholat subuh. Kasha tidak lantas beranjak dari hamparan sajadah yang ia duduki. Melainkan ia melantunkan ayat suci Al-Qur'an yang sudah menjadi rutinitas sehari-harinya.


وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا.


Disela-sela melantunkan ayat al-Qur'an, tiba-tiba saja Kasha terhenti. Lebih tepatnya terhenti usai melantunkan surah an-Nisa' ayat tiga.


Untuk beberapa saat Kasha terdiam. Kemudian ia kembali menundukkan wajahnya. Menatap kitab suci al-Qur'an yang sedang terbuka lebar. Kasha beralih membaca terjemahan dari surah yang baru saja ia baca. Surah an-Nisa' ayat tiga.


Setelah beberapa menit kemudian. Kasha sudah selesai membaca terjemahan dari ayat suci al-Qur'an tersebut. Dan seketika Kasha terpikirkan akan sesuatu. Ia seperti mendapatkan jawaban atas doa yang baru saja ia minta kepada ilahi Robbi. Namun Kasha ragu dan belum sepenuhnya percaya dengan jawaban yang berada di dalam kitab suci al-Qur'an tersebut.


"Ya Allah, apakah ini jawaban dari doaku?" Ucap Kasha mencoba berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Assalaamu 'alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh


Malam-malam gini masih ada yang melek kah seperti Ukhfira???


😅😅😅


Emang sengaja update malem-malem gini mumpung otak encer banged


🤓🤓🤓


Dan siapa tau ada yang menunggu part ini


(Berharap syekalyy😅)


Dan siapa tau yang sekarang sudah bermimpi indah


besoknya bergembira ria liat notipp dari Jevin ama Kasha


🤓🤓🤓


Btw masih pada setia gak nih sama Jevin dan Kasha???


Atau udah pada pindah haluan???


Berikan alasan yang akurat


Jika memang sudah tak setia dengan Jevin dan Kasha


(Iyyak bahasanya Thor😅)


Btw jilid II nih, feelnya dapet gak sih di cerita ini???


Dapet


Nggak


Biasa aja


Dapet banged


Hambar


Pilih yang mana nih diantara pilihan diatas


Tentunya pilihan kalian, dimulai dari, sekarang


😂😂😂


(Udah kayak acara take me out di indosiar yakk😂)


Yang tau berarti anak legend nih


😂😂😂


Sampai bersapa ria kembali di lembaran selanjutnya

__ADS_1


Wassalaamu 'alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh


__ADS_2