
Assalamualaikum Readers
Selamat membaca cerita
"Hidayah Berukir Cinta"
Semoga kalian suka
❤❤❤
Swing swing
Dengan lihainya Kasha mengulak-alik nasi goreng mentaga yang sedang memenuhi wajan penggorengannya. Kasha membuatkan sarapan untuk suami kesayangannya yang akan berangkat kerja pagi ini.
Aroma wangi khas nasi goreng sudah tercium semerbak memenuhi ruangan dapur bahkan sudah merembak ke penjuru ruangan lainnya. Kasha berharap suaminya akan menyukai nasi goreng mentega buatannya.
Disaat sedang fokus memasak tiba-tiba Kasha dikejutkan oleh seseorang yang memeluknya dari belakang. Kasha tersentak seolah tubuhnya sedang dialiri sengatan listrik.
"Astaghfirullah." Ucap Kasha sembari menoleh sejenak belakang.
Jevin memeluk Kasha dari belakang. Bahkan Jevin menyandarkan dagunya di pundak Kasha seraya mencium aroma nasi goreng yang semakin membuat selera makannya bertambah.
"Maa syaa Allah wanginya Sayang." puji Jevin sembari menatap wajah istrinya dari samping.
Kasha menenangkan dirinya yang hampir saja jantungan karena suaminya datang secara tiba-tiba bahkan langsung memeluknya. Meskipun ini bukan pertama kalinya Jevin memeluknya. Namun tetap saja Kasha masih merasakam gugup dan berkeringat dingin. Tetapi Kasha tidak menampakkan kegugupannya karena ia takut nanti suaminya malah semakin menggodanya. Seperti yang sudah-sudah.
"I-iya Mas wanginya nasi goreng." Ucap Kasha yang sempat gugup.
"Bukan wanginya nasi goreng, tapi wanginya aroma tubuh Sayang." Jevin kembali mencium aroma tubuh istrinya yang tercium semerbak masuk ke hidungnya.
Kasha sedikit menghindar. Ia semakin gugup saja dengan tingkah suaminya yang mendekatkan wajahnya untuk mencium aroma wangi yang katanya berasal dari tubuhnya.
"Sayang wangi banget deh, pakai parfum apa sih Sayang?." Tanya Jevin yang malah membahas aroma wangi yang bersumber dari tubuh istrinya.
Kasha tidak menanggapinya. Ia malah fokus memindahkan nasi goreng di atas wajah ke wadahnya yang sudah disediakan.
"Sayang kok nggak jawab Mas sih?"
"Mas, aku kan lagi sibuk buat sarapan untuk Mas, lebih baik mas tunggu saja di ruang makan ya."
Jevin langsung melepas pelukannya. Lalu ia beralih menarik lembut kedua pundak Kasha sehingga mereka akhirnya saling berhadapan. Kasha terkejut dan ia menurut saja. Karena apa yang baru saja dilakukan Jevin itu diluar dugaannya sehingga ia tidak memiliki kesempatan untuk menghindar.
Jevin semakin menghapus jarak dintara mereka. Kasha tidak dapat menghindar karena tubuhnya terkunci dengan kedua tangan Jevin yang sengaja mengalungkan ke tubuhnya.
"Mas nggak butuh sarapan, Mas butuh Sayang."
Kedua mata Kasha langsung terbelalak. Apa maksud dari ucapan suaminya itu?, namun Kasha tidak ingin berpikiran yang macam-macam apa lagi mengarah kesatu titik daja. Kasha takut seperti waktu itu yang mana ujung-ujungnya ia sendiri yang menanggung malu.
"Ma-Mas butuh apa?." Tanya Kasha untuk memperjelas keinginan suaminya yang ambigu.
"Mas butuh Sayang." Ucap Jevin melembut.
"Ma-maksud Mas?." Tanya Kasha sekali lagi. Jangan ditanya saat ini Kasha sudah berkeringat dingin. Bahkan Jevin yang melihatnya segera menghapus keringat di wajah Kasha.
"Masih pagi kok Sayang sudah berkeringat sih?"
"Mas, nasi gorengnya sudah jadi, ayo kita ma-"
Kasha langsung terdiam. Ucapannya terpotong begitu saja karena jari telunjuk suaminya sudah beridi tegak di bibirnya. Jevin berisyarat bahwa Kasha tidak boleh berbicara apapun. Akhirnya Kasha benar-benar terdiam dan perlahan Jevin menurunkan jari telunjuk dari bibir Kasha.
"Mas butuh Sayang di hidup Mas, Mas butuh Sayang di setiap saat, di setiap hari, di setiap jam bahkan di setiap detik, selain Mas gak bisa hidup tanpa Allah, Mas juga nggak bisa hidup tanpa Sayang, karena Sayang adalah pelengkap hidup Mas, serta pelengkap separuh agama Mas."
Kasha terharu sekali akan kata-kata manis yang terucap dari bibir suaminya. Tetapi Kasha tidak bisa berbuat apa-apa. Di satu sisi Kasha ingin sekali berhambur ke pelukan suaminya yang kini berdiri sangat dekat dengannya. Namun di sisi lain perasaan malu masih menguasai hatinya sehingga ia mengurungkan niatnya untuk berhambur ke pelukan suaminya.
"Cukup kemarin Mas tersiksa karena berjauhan dengan Sayang, cukup kemarin saja ya Sayang merajuk sama Mas, jauh dari Sayang itu nggak enak rasanya, dan menanggung rindu sama Sayang itu berat, Mas nggak kuat Sayang."
Kasha hanya bisa tersenyum dan kedua matanya mulai berkaca-kaca. Ingin sekali Kasha memeluk suaminya saat ini juga, namun ia tidak seberani itu. Rasa malu kian menghalangi keinginannya. Alhasil Kasha hanya dapat berdiam diri saja.
Karena melihat sang istri yang hanya berdiam diri saja. Akhirnya Jevin langsung membawa sang istri ke dalam pelukan penuh cinta serta kasih sayang. Dipeluknya sang istri dengan sangat erat sebagai pembalasan hari kemarin yang jangankan memeluk istrinya, berada di dekatnya saja tidak bisa.
Kasha senang sekali karena ia bisa memeluk suaminya untuk melampiskan rasa bahagianya usai mendengar kata-kata manis dari suaminya. Kasha tidak malu lagi untuk membalas pelukan suaminya karena yang terpenting bukan Kasha duluan yang memulai pelukannya itu.
__ADS_1
Pelukan yang cukup lama itu akhirnya tersudahi juga dengan Jevin yang menyudahinya. Meskipun sebenarnya tidak ada kata puas untuk Jevin memeluk istrinya. Namun alarm alami yang berasal dari perutnya sudah berbunyi.
"Sayang ayo kita sarapan, Mas sudah lapar sekali nih."
Kasha terkekeh melihat suaminya yang ternyata sudah kelaparan sekali bahkan ekpresi wajahnya sangat lucu ketika mengisyaratkan bahwa dirinya sedang dilanda rasa lapar.
❤❤❤
Jevin yang ditemani Kasha keluar dari rumah mereka. Jevin sudah siap untuk berangkat kerja. Dan sudah menjadi aktivitas wajib bagi Kasha untuk mengantarkan suaminya yang akan berangkat kerja sampai ke depan rumah mereka.
"Sayang Mas berangkat kerja dulu ya, Sayang baik-baik di rumah ya, kalau ada apa-apa langsung telepon Mas, apa lagi kalau Sayang sudah rindu sekali sama Mas, langsung telepon Mas ya, nggak usah ditahan."
Kasha mencolek lengan Jevin setelah Jevin berhasil menggodanya untuk yang kesekian kalinya.
"Oh iya Sayang mau apa?." Tanya Jevin disela-sela acara berpamitannya sebelum berangkat kerja.
Kasha terdiam sejenak. Ia memikirkan maksud dari ucapan suaminya yang baru kali ini bertanya seperti itu sebelum berangkat kerja.
Kasha pun menggeleng. Pertanda ia tidak mau apa-apa.
Jevin malah menghela napas usai melihat respon sang istri yang menggelengkan kepalanya.
"Harusnya Sayang jawab seperti ini, aku mau Mas, begitu Sayang." Ucap Jevin membenarkan jawaban yang seharusnya keluar dari mulut sang istri.
Kasha kembali menggelengkan kepalanya akibat ucapan suaminya yang ada-ada saja.
"Itu mah kemauan Mas, bukan kemauanku."
"Ya sekali-kalilah Sayang gombali Mas, Mas pasti senang sekali kalau Sayang gombali Mas."
"Nggak mau Mas, memangnya aku Mas yang Raja gombal."
"Ih kenapa nggak mau Sayang, gombali suami dapat pahala lho."
Kasha tetap tidak mau menuruti permintaan suaminya yang ada-ada saja. Mana bisa Kasha menggombali suaminya dengan kata-kata manis. Kasha tidak mahir dalam bidang itu.
"Aku kan nggak bisa Mas."
"Ya sudah kalau Sayang nggak bisa menggombali Mas, tapi Sayang bisa kan peluk Mas?"
Kasha langsung menggeleng cepat. Sesekali ia menoleh ke arah sekitar. Kasha takut ada orang yang melihat mereka berdua apa lagi posisi Jevin yang saat ini sedang merentangkan kedua tangannya.
"Mas, ini di luar." Ucap Kasha dengan merendahkan volume suaranya agar tidak terdengar ke mana-mana.
"Oh ya sudah kalau begitu kita ke dalam saja ya."
"Untuk apa Mas?"
"Ya Sayang mau peluk Mas kan?"
"Nggak Mas."
"Lho kok nggak?, tadi kan Sayang yang bilang ini di luar, berarti Sayang maunya peluk Mas di dalam rumah, iya kan Sayang?"
Kasha langsung menghentikan langkah suaminya yang hendak masuk ke dalam rumahnya lagi. Jevin benar-benar sudah salah paham dengan ucapan Kasha sehingga Kasha harus menjelaskannya sejelas mungkin, lebih tepatnya Kasha mencari peralihan agar suaminya tidak membahas soal pelukan lagi.
"Mas ini sudah siang lho, lebih baik sekarang Mas berangkat saja ya."
"Nggak mau, Mas nggak mau berangkat sebelum Sayang peluk Mas."
Kasha menghela napas pelan. Suaminya masih saja membahas soal pelukan yang harus Kasha lakukan.
"Mas, Mas harus berangkat sekarang, Mas nggak boleh terlambat masuk kantor Mas."
"Boleh kok, kan kantor itu punya Mas, jadi terserah Mas dong mau masuk kapan saja."
Kasha kehabisan alasan untuk menyuruh suaminya agar cepat-cepat berangkat kerja lebih tepatnya agar suaminya tidak membahas soal pelukan lagi. Namun sepertinya Kasha gagal dan harus keluar dari zona nyamannya selama ini sekaligus mendobrak penghalang rasa malu yang selama ini menghalanginya.
"Ya sudah."
"Ya sudah apa Sayang?"
__ADS_1
"Ya sudah, aku..., mau..., peluk Mas."
"Nah begitu dong Sayang."
Kini Jevin merentangkan kedua tangannya lagi dan sepertinya kali ini tidak akan gagal lagi karena istrinya sudah menyetujui permintaannya untuk memeluknya. Sejarah baru akan segera terukir di kehidupan Jevin mana kala istrinya yang pemalu mulai memberanikan diri untuk memeluknya lebih dulu.
Kasha mulai melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah Jevin. Kasha mencoba untuk tetap tenang dan bersiap-siap untuk memeluk tubuh atletis Jevin. Seperti keong sedang berjalan mungkin itulah perumpamaan Kasha saat ini. Lama sekali berdiam diri dan belum kunjung memeluk Jevin.
Akhirnya Jevin mengalah dan ia yang memeluk Kasha dengan sangat erat. Kasha terkejut dan mau tidak mau ia menerima pelukan hangat dari suaminya. Namun Kasha dapat bernapas lega karena ia tetap berada di zona nyamannya.
"Mas maafkan aku ya, sampai saat ini aku belum bisa peluk Mas lebih dulu."
"Iya Sayang nggak apa-apa, Mas paham kok."
"Istri Mas ini kan si putri malu." Ucap Jevin seraya mengelus puncak kepala Kash yang terbalut kain khimar yang syar'i.
Kasha malu mendengarnya. Suaminya baru saja menyematkan julukan baru kepadanya. Julukan yang unik nan lucu namun benar-benar menggambarkan sosok dirinya yang pemalu seperti tumbuhan yang bernama putri malu.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Assalaamu 'alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh
Alhamdulillah wasyukurillah
Ukhfira hadir kembali
Untuk menyapa kalian semua readersss
🤗🤗🤗
Mana nih suaranya Team Gercep
Udah pada greget nan gak sabar nungguin part ini yakkk
🤓🤓🤓
Maapken ya baru muncullll
biasalah Ukhfira harus pintar membagi waktu dengan dunia nyata
Hehehehe
Btw jangan lupa untuk follow akun ukhfira ya
Untuk menyambung tali ukhuwah diantara kita
hehehe
Tapi kalau misalnya kalian keberatan dan gak ada manfaatnya untuk follow akun ukhfira ini justru ukhfira sendiri nyaranin mending gak usah follow. Tapi mendingan follow aja untuk menambah saudara
itu jauh lebih bagus
Hehehehe
Tapi Ukhfira gak berharap difollow sama kalian
Karena yang terpenting kalian suka dengan karya-karya Ukhfira
apalagi beri dukungan dengan
vote dan komen
Itu yang penting banget
Berarti kalian mengapresiasi karya-karya penulis pemula yang masih banyak kekurangan seperti Ukhfira ini
sudah dulu ya sapa menyapanya
Sampai ketemu di part selanjutnya
Dan Ukhfira menunggu sapaan para team gercep di kolom komentar
__ADS_1
🤓🤓🤓
Wassalaamu 'alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh