Hidayah Berukir Cinta

Hidayah Berukir Cinta
35. Buah Cinta


__ADS_3

Assalaamu 'alaikum Readers


Selamat membaca cerita


"Hidayah Berukir Cinta"


Semoga kalian suka


❤❤❤


Kasha sedang mempersiapkan pakaian kantor untuk dipakai Jevin hari ini. Sembari menunggu kepulangan Jevin dari masjid usai menunaikan sholat subuh berjama'ah.


Disaat Kasha hendak mengambil kemeja di lemari tiba-tiba saja pandangannya perlahan mengabur. Kasha mengerjap-ngerjapkan kedua matanya untuk memfokuskan kembali pandangannya namun sama saja bahkan tambah mengabur dan Kasha hampir saja roboh karena kehilangan keseimbangannya.


"Astaghfirullahal adziim."


Kepala Kasha terasa pening dan sangat pusing. Perlahan ia menuju ranjangnya dan mendudukkan dirinya di atas ranjang dengan terus memijit lembut pelipisnya untuk meredakan kepalanya yang pusing.


"Assalaamu 'alaikum Sayang."


Jevin masuk ke dalam kamarnya seraya mengucap salam dan menyapa istrinya yang sedang berada di kamar mereka. Seketika Jevin langsung terkejut dan menghampiri Kasha ketika melihat Kasha sedang duduk di atas ranjang dengan memiji-mijit kepalanya.


"Wa 'alaikumus salaam Mas." Jawab salam Kasha dengan lemas.


"Sayang kenapa?, wajah Sayang pucat sekali?, Sayang sakit?"


Jevin terus mencerca Kasha dengan beberapa pertanyaan. Jevin sangat panik sekali mendapati sang istri duduk dengan lemas dan wajahnya pucat pasih.


"Aku nggak apa-apa Mas, cuma nggak tahu kenapa tiba-tiba saja kepala aku pusing Mas."


"Ya sudah kalau begitu kita ke rumah sakit ya Sayang."


Kasha menggeleng lirih. "Nggak usah Mas, aku istirahat saja, sepertinya aku cuma kelelahan dan butuh istirahat saja Mas."


Jevin ikut menggeleng. "Nggak Sayang, kita harus ke rumah sakit, Mas nggak mau kamu kenapa-kenapa, sudah kamu menurut saja ya?"


"Tapi Mas-"


"Sudah Sayang nggak usah tapi-tapian." Ujar Jevin yang sudah bersiap diri menggendong Kasha untuk membawanya ke rumah sakit.


"Mas ganti baju dulu ya, Mas kan lagi pakai sarung, nanti ribet Mas."


"Nggak Sayang, Mas nggak ribet kok, sekarang kita ke rumah sakit ya, kesehatan kamu lebih penting dari segalanya." Dari karena paniknya Jevin sampai tidak ingin membuang waktu hanya untuk berganti baju terlebih dahulu. 


Tanpa berlama-lama lagi Jevin langsung menggendong Kasha usai mendapat anggukan kepala dari Kasha pertanda Kasha mau diajak ke rumah sakit untuk mengecek kesehatannya. Jevin tidak ingin terjadi apa-apa dengan istrinya. Mungkin Jevin terlihat berlebihan karena Kasha hanya pusing saja tetapi Jevin tidak ingin nantinya ia menyesal jika ternyata keluhan pusing yang diderita istrinya adalah pertanda buruk. Namun Jevin tetap berpikiran positif bahwa istrinya akan selalu baik-baik saja.


❤❤❤


"Jadi bagaimana Dokter, istri tercinta saya nggak apa-apa kan Dokter?"


Jevin langsung bertanya perihal keadaan Kasha usai seorang Dokter perempuan baru saja selesai memeriksa kondisi Kasha dan duduk di kursi kebanggannya, yaitu di depan Jevin dan Kasha yang baru saja ikut duduk di samping Jevin dengan dibantu Jevin.


Dokter perempuan itu tersenyum. "Bapak tenang dulu ya, istri Bapak baik-baik saja dan dia hanya kelelahan saja, dan alhamdulillah calon bayi kalian juga baik-baik saja."


Jevin dan Kasha langsung terkejut. Lebih tepatnya terkejut atas pernyataan terakhir dari Dokter perempuan tersebut.


"Apa Dokter?." Tanya Jevin tak percaya.


"Iya Bapak, istri dan calon anak Bapak baik-baik saja."

__ADS_1


"Apa Dokter?" Jevin bertanya lagi tetapi bukannya ia tidak mendengar, hanya saja Jevin tidak percaya atas perkataan "calon anak" yang dilontarkan oleh Dokter perempuan tersebut.


"Calon anak?." Tanya Jevin ingin memastikan kembali.


"Iya Bapak, istri Bapak saat ini sedang hamil, apa Bapak tidak tahu?"


Jevin terdiam sejenak kemudian ia beralih menatap Kasha yang tidak percaya juga sama dengan dirinya.


Jevin dan Kasha pun saling menatap ke arah Dokter dan saling menggelengkan kepala mengisyaratkan bahwa mereka memang tidak mengetahui bahwa saat ini Allah sedang menitipkan calon anak untuk mereka di rahim Kasha.


Dokter perempuan itu tersenyum heran karena sepasang suami istri di hadapannya tidak mengetahui bahwa sebentar lagi mereka akan menjadi orang tua.


"Jadi Bapak dan ibu tidak tahu kalau saat ini Ibu sedang hamil?"


"Iya Dokter, saya nggak tahu kalau ternyata istri saya sedang hamil, dan istri saya juga nggak tahu kalau dia sedang hamil, tapi apa benar Dokter saat ini istri saya sungguhan hamil?"


Seakan tidak percaya sama sekali, Jevin pun kembali menanyakan kebenarannya kepada sang Dokter.


"Iya Bapak benar, istri Bapak sedang hamil dan usianya sekarang sudah tiga minggu"


"Saya ucapkan selamat atas kehamilan Ibu ya, nanti saya akan berikan surat rujukan kepada Dokter kandungan agar Ibu dan Bapak bisa mengecek secara langsung bahwa saat ini Ibu benar-benar sedang hamil."


Kini Jevin dan Kasha saling menatap satu sama lain. Kedua mata Kasha sudah berkaca-kaca. Jevin tidak kalah terharunya ketika baru saja Dokter yang memeriksa kondisi istrinya menyatakan bahwa saat ini istrinya sedang hamil buah cinta mereka yang pertama. Dan mereka sama-sama tidak mengetahuinya bahwa saat ini Allah menitipkan calon anak di dalam rahim Kasha.


"Mas."


"Sayang."


Keduanya seakan masih tidak percaya bahwa sebentar lagi mereka akan menjadi seorang Ibu dan Ayah. Ini suatu kejutan istimewa bagi mereka berdua. Dan kejutannya langsung dari Allah subhanahu wata 'ala.


"Ma-Mas, a-aku hamil." Ucap Kasha terbata-bata dan air mata sudah mengalir bebas membasahi kedua pipinya.


"Alhamdulillah." Keduanya saling berucap syukur atas rezeki tak terduga yang baru saja mereka dapatkan langsung dari Allah subhanahu wata'ala.


Jevin langsung memeluk Kasha dengan rasa bahagia bercampur haru. Bahkan tak terasa air matanya menetes begitu saja. Sama halnya dengan Jevin, Kasha juga sangat terharu mendengar kenyataan bahwa saat ini di dalam rahimnya ada calon bayi, buah hatinya bersama Jevin. Berkali-kali air mata mengalir di wajah Kasha. Berkali-kali juga Kasha mengucap rasa syukur atas rezeki tak ternilai yang diamanahkan kepada dirinya dan suaminya.


❤❤❤


Mobil yang dikemudikan oleh Jevin terhenti di depan rumah Nufael. Tak berapa lama kemudian Jevin keluar dari mobilnya lalu segera membuka pintu mobil di sebelahnya dan keluarlah Kasha dari mobil itu. Dengan penuh kehati-hatian Jevin merangkul Kasha sambil berjalan dengan kehati-hatian juga menuju rumah Nufael dan Niswah.


"Sayang hati-hati, itu ada batu awas Sayang, aduh Mas gendong saja ya." Jevin tidak tenang melihat Kasha berjalan. Ia takut Kasha mengijak sesuatu yang licin dan nantinya akan berakibat fatal.


"Mas aku nggak apa-apa kok, lagi pula ini kan sudah sampai." Kasha menolak keinginan Jevin untuk menggendongnya apa lagi mereka sudah sampai di depan rumah Nufael.


"Assalaamu 'alaikum."


"Wa 'alaikumus salaam, Tante Kasha sama Om Jev tumben pagi-pagi ke sini?." Tanya Haziq yang baru saja memunculkan dirinya yang sudah rapi dengan seragam putih dan celana panjang berwarna merah.


"Haziq, Umma sama Buya ada?"


"Ada Om Jev, Imma sama Buya ada di dalam, ayo masuk Om Jev Tante Kasha."


Jevin dan Kasha segera masuk ke dalam rumah Nufael usai Haziq mempersilakan mereka masuk. Dan selang beberapa menit Nufael dan Niswah dengan kompaknya keluar menemui Jevin dan Kasha usai Haziq memanggil mereka dengan mendatangi mereka yang tadinya berada di ruang makan.


"Eh Kasha, Jevin, ada apa ini pagi-pagi tumben ke sini?." Tanya Nufael dengan ramahnya.


"Anak dan Bapak sama saja ya pertanyaannya." Ucap Jevin dengan bercanda.


"Abang, Kakak ipar, kedatangan kami ke sini, kami ingin memberitahu kabar bahagia untuk kalian, untuk Haziq juga."

__ADS_1


"Oh iya?, memangnya kabar bahagia apa?." Tanya Nufael yang mulai penasaran.


"Iya, kabar bahagia apa sih?." Sambung Niswah yang ikut penasaran juga.


"Alhamdulillah sebentar lagi Haziq akan punya sepupu baru." Ucap Jevin sembari mengelus perut Kasha dengan lembut.


Nufael dan Niswah beserta Haziq sama-sama terkejut bercampur rasa bahagia bahkan wajah keluarga kecil tersebut menampilkam ekspresi gembira tiada tara. Rasa syukur juga tidak luput mereka ucapkan secara hampir bersamaan.


"Alhamdulillah, akhirnya sebentar lagi Adikku Sayang akan menjadi seorang Ibu, selamat ya."


Niswah langsung menghampiri Kasha bahkan ia memeluk Kasha dengan suka cita. Dan mau tidak mau Jevin harus menjauh dulu dari Kasha agar sang kakak ipar bisa memeluk istrinya.


"Alhamdulillah selamat ya Jevin, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ayah, Ayah yang sholih in syaa Allah."


"Aamiin, jazakallah khoiron Abang ipar, minta doanya juga semoga anak aku sama Kasha nanti menjadi anak yang sholih seperti Haziq."


"Aamiin Allahumma aamiin."


"Haziq sini Nak, sini elus perut Tante Kasha, ada calon sepupu Haziq di dalam perut Tante Kasha."


Haziq segera menghampiri Umma dan Tantenya. Haziq tidak kalah senangnya mendengar kabar bahagia bahwa sebentar lagi ia akan mempunyai sepupu baru.


"Assalaamu 'alaikum, hai Adik sepupu, kenalkan aku Abang Haziq." Ucap Haziq sembari mengelus lembut perut Kasha seakan-akan sedang mengajak bicara calon sepupunya yang masih berada di dalam perut Tantenya. "Baik-baik ya di dalam perut Tante Kasha, nanti Abang Haziq akan mengajak Adik menghafal Al-Qur'an dan setiap hari kita muroja'ah bersama ya."


"Aamiin Allahumma aamiin." Ucap semuanya secara bersama-sama.


"Maa syaa Allah Haziq, Tante Kasha terharu dengarnya." Kasha mengelus kepala keponakannya dengan rasa bangga dan kagum. Kasha sangat berharap semoga calon anaknya nanti menjadi anak yang sholih seperti Haziq, tentunya Kasha akan belajar banyak dari Abang dan Kakaknya yang telah berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang sholih.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Assalaamu 'alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh


Alhamdulillahirobbil Aalamiin


Hari ini Ukhfira diberikan waktu luang plus otak encer nih sama Allah sehingga bisa menyapa kalian kembali dengan part terbaru


🤗🤗🤗


Dan Ukhfira terharu nih dengan part ini karena ternyata Jevin❤Kasha dititipkan amanah oleh Allah tanpa disangka-sangka alias kejutan


Maa Syaa Allah


❤❤❤


Btw Ukhfira mau tanya nih part ini menurut readers kedikitan atau sudah pas???


Soalnya part-partnya sebelumnya kayak banyak banget gitu


Jadi part ini Ukhfira ngerasa kurang banyak menurut kalian gimana readersss???


Mau dikit atau nggak sebenarnya nggak masalah sih yang penting kalian senang ukhfira juga senang dan yang paling penting syekali ada manfaat yang bisa diambil dari kisah cintanya Jevin❤Kasha


Sampai bersapa menyapa lagi di part selanjutnya readersss


Doakan Ukhfira ya semoga bisa melanjutkan kisah cintanya Jevin❤Kasha sampai tamatttt


Aamiin Allahumma Aamiin


Wassalaamu 'alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh

__ADS_1


__ADS_2