Hidden Crown Prince

Hidden Crown Prince
Bab 38


__ADS_3

Sementara di tempat yang berbeda, Jae Sung melangkahkan kakinya menuju kamar Yu Hwa. Dia segera masuk kamar dan menutupnya kembali.


Perlahan dia menaruh tubuh lemas Yu Hwa di atas kasur, kondisinya saat ini sangat menyedihkan.


Entah mengapa hati Jae Sung merasa bersalah ketika melihat kondisi Yu Hwa saat ini.


'Kenapa kau sangat bodoh sekali!" batin Jae Sung kesal.


Jae Sung segera berbalik dan keluar kamar, tak butuh waktu lama Jae Sung kembali dengan membawa seember air panas.


Dirinya duduk di samping Yu Hwa, jemarinya mulai mendekati baju Yu Hwa yang kotor akibat bercak cairan merah. Akan tetapi akitivitasnya terhenti, Jae Sung segera berdiri dan keluar kamar.


Tak berapa lama beberapa pelayan masuk, dan mulai merawat luka-luka Yu Hwa. Sementara Jae Sung masih berdiri di depan pintu, dia tak percaya begitu saja dengan pelayan-pelayan istana.


Melihat ada banyak pelayan yang iri dengki dengan Yu Hwa, akibat kedekatannya dengan permaisuri Miyong.


Apalagi setelah pernikahan Miyong dengan Pangeran, otomatis pangkat Nona akan naik Begitupula Yu Hwa.

__ADS_1


Menyadari kenyataan ini, Jae Sung yakin. Pasti ada seorang yang sedang menjebak Yu Hwa. Tidak mungkin pangeran sebegitu marah kepada Yu Hwa hanya karena alasan sepele.


Meskipun pangeran mencurigai Yu Hwa, dan entah apa alasannya. Dia pasti selalu menyeleksi masalah dulu sebelum mengambil sebuah tindakan.


Dia adalah pangeran yang tidak begitu bisa bermain pedang, akan tetapi dia cukup bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan.


Tidak lama kemudian, para pelayan yang merawat Yu Hwa keluar kamar. Mereka memberi hormat kepada Jae Sung dan melangkah pergi.


Jae Sung memang tidak memiliki pangkat tinggi, dia hanyalah seorang panglima perang. Akan tetapi tidak sedikit pelayan yang tertarik padanya.


Beberapa pelayan tersebut segera pergi dengan memendam amarah.


"Sebenarnya apa sih kelebihan Yu Hwa, merepotkan sekali!" ucap salah satu pelayan meremas tangannya.


"Mungkin dia sudah melayaninya, bagaimanapun Jae Sung juga pria biasa kan?" ucap salah satu pelayan dengan senyum mengejek.


"Meskipun hanya melayaninya, Yu Hwa sangat tidak pantas." ucap pelayan tersebut, kemudian melangkah menjauhi kamar Yu Hwa.

__ADS_1


Jae Sung masuk ke kamar, kakinya perlahan mendekati Yu Hwa yang masih terbaring lemah.


Matanya menatap nanar sosok yang masih terlelap tersebut, bajunya sudah bersih. Tidak ada noda merah lagi, bahkan lukanya juga sudah di obati.


Dengan lembut Jae Sung menarik selimut dan menutupi sebagian tubuh Yu Hwa,


"Kau masih berhutang penjelasan padaku gadis bodoh." ucap Jae Sung melangkahkan keluar kamar Yu Hwa.


Jae Sung melangkahkan kakinya melewati para prajurit yang sedang berjaga, dia melangkah menuju danau. Tepatnya di sudut istana, tempat tersebut kerap kali dia gunakan untuk pertemuan rahasia dengan beberapa orang suruhannya.


Kian hari kondisi istana kian ricuh, semoga saja saat Miyong telah menjadi Ratu, dia bisa segera menemukan pembunuh ibu dan pamannya.


Saat ini yang membuat bingung adalah ... tusuk konde yang ada di rumah Yu Hwa, setiap ukiran nya sangat mewah.


Lamunan Jae sung terpecah saat melihat sekelebat bayangan hitam yang terbang dan mendarat di hadapannya.


"Lapor tuan, ternyata Pelayan tersebut adalah anak dari seorang selir pangeran yang di sembunyikan keberadaannya," ucap seorang yang berpakaian serba hitam.

__ADS_1


__ADS_2