Hidden Crown Prince

Hidden Crown Prince
Bab 45 ( Tamat )


__ADS_3

"Ae Cha" gumam Jae Sung Dan Yu Hwa bersamaan.


"Namaku Yu Hwa, bukan Ae Cha." bantah Yu Hwa.


Entah mengapa nama yang baru saja di sebutkan Jae Sung mengingatkan seseorang. Sepertinya nama itu familiar baginya.


"Iya, Nama aslimu Ae Cha. Ayah kita Haneul dan ibu kita Ahnjong. Orang tua kita terbunuh karena permaisuri Raja yang tidak tau malu itu," ucap Pria tersebut melempar pandangan ke Jae Sung.


Mengerti maksud dari ucapan Pria tersebut Jae Sung mencengkram ganggang pedang dan hendak mengayunkan ke arah pria tersebut.


"Lakukan, bukankah itu hobimu yang paling mengasikan?" ucap Pria tersebut.


"Apa?" Yu Hwa tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Dia adalah pemberontak, tak sedikit nyawa orang yak bersalah yang melayang di tangannya," lanjut pria tersebut berkisah.


Yu Hwa menutup mulutnya yang menganga setelah mendengar kabar itu, dia tak menyangka orang seperti Jae Sung melakukan hal demikian.


"Itu tidak benar Yu Hwa," ucap Jae Sung menatap Yu Hwa yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Aku, Hwan. Satu-satunya keluargamu yang masih hidup. Dan aku akan membawamu ke rumah kita, kau sudah terlalu lama menghilang." ucap Hwan.


"Ayah kita menolong Ibu orang ini, Namun dialah yang di hukum atas kesalahannya. Ibu yang mendengar kabar kalau Ayah berkhianat, dan di hukum mati mendadak sakit. Dan itu terus berlanjut sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya." ucap Hwan dengan mata berkaca.


"Bibi Kyo yang tau kalau kedua orang tua kita meninggal ber inisiatif untuk merawat mu, Namun sang Ratu mengetahui hal ini. Dia segera membawamu ke istana, dia hanya ingin mengambil kesempatan untuk menjadikanmu mata-mata." ucap Hwan sambil turun dari kuda.


"Keluarga kita memiliki pengaruh penting pada tiap kerajaan, banyak orang yang menghormati kita dulu. Hanya karena wanita rendahan ..." ucapan Hwan terputus.


"Cukup ..." Jae Sung segera turun dari kuda dan menyerah Hwan.


Hwan segera menepis serangannya, peperangan pun tak dapat di hindari. Dentingan pedang terdengar menyayat hati.


Satu persatu prajurit tumbang, bercakap cairan merah memenuhi jalan bersedu. Aroma anyir mulai menusuk hidung.


Beberapa tubuh Jae Sung tergores pedang dan meninggalkan luka yang cukup dalam, aliran cairan merah mengalir dari pundak dan perut Jae Sung.


Mereka akui Jae Sung memang hebat, puluhan prajurit dengan susah payah melumpuhkannya. Tapi dia tetap bisa bertahan.


Hingga pada akhirnya, hanya tertinggal Jae Sung dan Hwan. Mereka saling tatap, memancarkan amarah yang terpendam

__ADS_1


Dengan susah payah Jae Sung kembali berdiri dan mengangkat pedangnya, karena kondisinya yang lemah dengan mudah Hwan merobohkannya.


"Kau harus mati," ucap Hwan dengan mata memerah.


"Iya, aku akan mati. Tapi tidak di tanganmu!" ucap Jae Sung terbata.


"Takdir mengetakan lain ..." ucap Hwan.


Jleb ...


Sebilah pedang menancap di perut Jae Sung dan mengalir cairan merah segar ...


"Tidak ..." teriak Yu Hwa ketika melihat kejadian ini. Dia berlari mendekati Jae Sung yang terkapar tak berdaya.


Pandangan Jae Sung mendadak kabur, semuanya terasa berkabut di matanya. Kepalanya tiba-tiba pusing.


Yang dia lihat hanyalah seorang gadis cantik. Gadis itu tersenyum lembut kepadanya.


"Yu Hwa" bisik Jae Sung yang nyaris tak terdengar.

__ADS_1


__ADS_2