
Kae Sung terbelalak ketika mendengar informasi yang di terimanya, apa mungkin ini semua ada hubungannya dengan tusuk konde yang dia lihat beberapa hari yang lalu?
Tidak mungkin Pangeran memiliki selir dan memiliki seorang putri dengan umur yang hampir sama dengannya.
Pasti ada sebuah rahasia besar di balik ini semua,
"Maaf Tuan, kabar buruknya. Sekutu kita berkhianat dan akan melangsungkan pemberontakan malam ini!" ucap prajurit tersebut
"Apa!, siapkan prajurit sekarang. Amankan pelayan nyonya Miyong, kita tidak tau apa yang mereka incar," ucap Jae Sung segera melangkahkan kakinya pergi.
Jae Sung segera menuju base camp para prajurit dan segera menyuruh mereka untuk bersiap, dia memberi arahan agar jangan terlalu mencolok.
Mereka harus tenang dan rapi, seolah pihak istana tidak tau akan adanya pemberontak malam ini.
Beberapa pasukan prajurit berpakaian ninja serba hitam segera bersembunyi di balik atap-atap istana, terutama di kediaman petinggi. Seperti Raja, Ratu, beberapa Pangeran dan tentunya para selir spesial.
Beberapa prajurit lainnya bersembunyi di balik semak, mereka sudah bersiap dengan anak panah yang mereka bawa.
__ADS_1
Setelah semuanya siap, Jae Sung segera melangkahkan kaki menuju kediaman Pangeran dan Raja. Mereka harus segera bersiap sebelum musuh sampai ke istana.
Langkahnya terhenti saat melihat sekelebat bayangan hitam yang berlari menuju kamar Yu Hwa.
Sekilas Jae Sung tampak biasa saja, karena dia pikir itu adalah anak buahnya yang sedang mengerjakan tugas. Namun kenyataannya, ada orang yang berbeda sedang melompat dari atap dan memberi hormat kepadanya.
"Saya akan menjemput pelayan Nona Miyong," ucap Seorang yang sebagian wajah di tutupi kain hitam.
Tak ada jawab dari Jae Sung. Dia masih menatap lekat seorang prajurit di hadapannya. Dia segera mengayunkan pedangnya ke arah prajurit tersebut.
Prajurit tersebut segera membalas tebasan pedang Jae Sung, tersedengar bunyi menyayat hati dari gesekan kedua pedang.
"Sialan, kita terlambat!" ucap Jae Sung segera berlari menuju kamar Yu Hwa.
Prajurit segera mengikuti Jae Sung di belakang, matanya membulat sempurna ketika melihat pintu kamar Yu Hwa sudah terbuka.
Dia segera mempercepat langkahnya dan masuk ke kamar, benar saja. Gadis yang tadinya terbaring lemah sudah menghilang.
__ADS_1
"Cari dia sampai ketemu, pasti mereka belum jauh!" ucap Jae Sung.
Mereka berpencar, Jae Sung segera naik ke atap. Mencoba mencari sebuah petunjuk. Pasti penculik itu belum berada jauh dari sini.
Jae Sung tersenyum kecil ketika melihat seorang berpakaian hitam sedang menggendong seorang gadis.
Dengan cepat dia segera mengikuti langkah penculik itu, dengan mudah Jae Sung melompati atap demi atap. Hingga akhirnya, hanya tinggal beberapa langkah lagi dia mampu meraih Yu Hwa.
Namun langkahnya harus terhenti ketika melihat penculik itu masuk ke sebuah kediaman,
"Apa lagi ini, bukankah harusnya dia pergi keluar istana?" Jae Sung bermonolog.
Jae Sung segera turun dari atap, dia bersembunyi di balik semak. Hal yang paling mencengangkan adalah, dia baru sadar kalau ini adalah kediaman Ratu Jiang Li.
Jae Sung menyapu setiap sudut kediaman dengan tatapan tajam, mencari celah untuk bisa masuk ke dalam.
Otaknya terpecah ketika sadar kalau akan ada pemberontak yang akan segera tiba di istana,
__ADS_1
"Argh, mana yang harus aku utamakan!" bisik Jae Sung sambil mengepalkan tangan.