Hidden Crown Prince

Hidden Crown Prince
bab 7


__ADS_3

Angin malam bertiup membawa hawa dingin yang menusuk kulit hingga lapisan terdalam, suasana malam ini semakin membawa Wang Ye ke dalam luka hati terdalam.


Mengingat peristiwa yang menimpa Ibunya membuatnya sangat sulit melupakan rasa dendam yang semakin lama semakin membara.


"Aku akan kembali ke istana paman!" Pamit Wang ye.


"Jangan lakukan hal yang merugikan dirimu kelak Wang, Ibumu pasti menagis melihatmu seperti ini," ucap Paman menatap punggung Wang yang semakin menjauh.


Wang tak mempedulikan ucapan Pamannya, dirinya terus melangkah menuju istana dan hilang di gelapnya malam


***


Wang dengan mudah melompati dinding istana hanya dengan satu kali panjatan, tubuhnya melompat dan mendara ke dalam.


Mata tajamnya menyapu keadaan di sekelilingnya, setelah di rasa aman dirinya melepas kain yang menutupi sebagian wajahnya tersebut.


Dengan langkah tegak Wang Ye menyusuri jalanan setapak yang menuju tempat istirahat para prajurit istana.


Langkahnya terhenti saat dirinya melihat Pangeran Mahkota sudah berada di depan kamarnya.

__ADS_1


Hatinya sudah sangat resah melihat Sang Pangeran yang datang tiba-tiba, semoga pangeran tidak mengetahui kejadian barusan.


Langkahnya dia percepat mendekati pangeran, dia segera membungkuk dan menekuk lututnya. Seperti biasa dia harus memberi salam hormat kepada pangeran.


"Semoga Pangeran selalu berjaya, apa yang membawa pangeran kesini?, Saya bisa keruangan Anda."


"Tinggalkan kami," perintah putra mahkota.


Setelah para prajurit mundur beberapa langkah, sehingga mereka tidak dapat mendengar percakapan Pangeran Tae dan Wang Ye.


"Jadi bagaimana perkembangan semuanya?"


"Masih di selidiki Pangeran, kami belum menemukan titik terang!" ucap Wang menunduk.


Contohnya seperti saat ini, tumbangya perdana Mentri Yang menambah daftar rumit masalah di istana.


Entah apa motif di balik ini semua, apakah tentang perjodohan pangeran?, atau dengan sengaja melengserkan pangkat Tuan Yang.


Tuan Yang adalah seorang mentri keuangan yang sangat jujur, semua pajak telah sukses di kelolah olehnya sehingga negara ini lebih maju.

__ADS_1


Sehingga banyak pengurus kerajaan yang merasa dirugikan, bagi mereka semua usaha mereka sia-sia karena tidak bisa mengambil keuntungan lebih dari pajak rakyat.


Ini yang mengakibatkan banyak sekali Mentri yang bersekongkol untuk melengserkan mentri Yang dari pangkatnya.


"Selidiki semua perdana Mentri Istiana, aku khawatir kalau salah satu dari mereka adalah dalang dari semua masalah ini"


"Baik pangeran, Saya mengerti," Wang Ye menundukkan kepala.


Seperti inilah kekacauan istana, Semua sibuk dengan kepentingan pribadinya. Termasuk itu Wang ye saat ini.


Dia bersedia mencari kebenaran bukan tanpa sebab, Dia yakin bahwa kelompok yang membunuh Ibunya saat itu pasti ada sangkut pautnya dengan orang dalam istana.


"Kau terluka?" pangeran melihat ada goresan di leher Wang ye.


"Hanya goresan kecil pangeran, terimakasih atas perhatiannya," Wang Ye memberi hormat.


"Segera obati dan beristirahatlah, kabari perkembangan masalah ini. Jangan sungkan meminta bantuan bila di perlukan!" ucap pangeran kemudian berlalu di ikuti para pengawal yang berjejer di belakangnya.


"Huft ... hampir saja," Wang Ye mengembuskan nafas leganya.

__ADS_1


Wang Ye melangkah memasuki kamar istirahatnya dan perlahan membuka bajunya, terpampang sudah semua luka yang cukup dalam menghiasi punggung dan dada Wang Ye.


Luka ini cukup perih, tapi tidak seperti sebelumnya. Obat yang di balurkan oleh pelayan istana itu membuat luka dalam ini terasa lebih baik.


__ADS_2