Hidden Crown Prince

Hidden Crown Prince
Bab 43


__ADS_3

Jae Sung melaju dengan kudanya hingga dia menemukan sebuah cahaya api unggun. Dia segera mengehentikan laju kudanya dan bersembunyi di balik semak.


Dengan hati Jae Sung melangkah mendekati segerombolan prajurit tersebut, matanya mengawasi sekelilingnya.


Tak ada tanda-tanda keberadaan Yu Hwa di sini, hingga dia matanya tertuju pada sebuah tenda yang berdiri di sisi api unggun.


Tenda tersebut di jaga banyak prajurit,


'Tak salah lagi, pasti Yu Hwa berada di sana,' Jae Sung menerka.


Dia menghitung jumlah prajurit yang saat ini beristirahat,


"Sial ini terlalu banyak," keluh Jae Sung sambil meremas jemarinya.


Dia berusaha sabar dan menunggu prajurit-prajuritnya datang, matanya terus memantau segala pergerakan prajurit tersebut.


Tak lama kemudian terdengar suara detakan kaki kuda, dan muncul seorang prajurit dengan tubuh kekar.


Postur tubuh tegap dengan jubah hitam yang menutupi sebagian tubuhnya. Dia turun dari kuda dengan angkuh dan menatap smeua prajurit.


Semua prajurit membungkuk memberi hormat, sepertinya dia adalah orang penting. Ataukah dia memang ketua kelompok ini?

__ADS_1


Jae Sung semakin resah karena para prajuritnya tidak segera datang, matanya semakin terbelalak ketika melihat para rombongan itu sudah bersiap meninggalkan tempat.


Salah seorang prajurit masuk ke tenda dan apa yang di duga Jae Sung benar, Yu Hwa ada di dalam. Namun, dia sudah terbangun dari tidurnya. Tampak dia melangkah dengan lemas.


"Yu Hwa ..." bisik Jae Sung lirih.


Suara lirih Jae Sung bagaikan hembusan angin yang menerpa tubuh lemah Yu Hwa, seolah dia tau di mana keberadaan Jae Sung. Dia segera melempar pandangan ke arahnya.


Tatapan mata Yu Hwa sama persis ketika sang ibu menatapnya di peristiwa naas itu, penuh ketidak berdayaan


"Ada apa? Kau menunggu panglima pembunuh Ayahmu hah!" ucap Pria bertubuh besar itu.


"Kakak?" Yu Hwa masih tak bisa mencerna kalimat yang di lontarkan pria di hadapannya.


Pria itu menarik nafas panjang dan membalikkan badan.


"Ibu kita memang gila, aku juga menyesal telah lahir dari rahimnya. Dia menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya." Pria itu terus menjelaskan semua fakta yang baru saja dia tau.


Yu Hwa memasang wajah kebingungan, sama halnya dengan Jae sung. Pria kekar bilang kalau dia membunuh ayahnya.


Akan tetapi, dia tidak pernah merasa membunuh orang yang bersalah. Dan orang yang mana di maksudnya?

__ADS_1


"Aku menitipkan mu kepada Bibi Kyo, dan ternyata Ibu sudah tau. Sehingga pihak istana menjemputmu dan akhirnya kau berada di istana."


"Kau tau, kalau kau tidak keluar sekarang hidupmu bisa musnah saat ini juga," ucap Pri tersebut membalikkan badan.


"Apa? tunggu sebentar. Bibi Kyo, Kakak, Ibu, Panglima yang membunuh Ayah. Aku tidak tau semua ini, kau pasti salah orang," ucap Yu Hwa untuk memberikan penjelasan.


Mungkin segerombolan orang seram ini salah menangkap seseorang, Yu Hwa juga bingung sejak kapan dia pergi dari istana. Terakhir yang dia lihat hanyalah sebuah cambuk.


Pria itu tersenyum manis menatap Yu Hwa dan mengelus pucuk kepalanya.


"Yang jelas saat ini kau sudah ada bersama ku, akan ku ceritakan satu persatu masalah ini," ucap Pria tersebut kemudian melangkah mendekati kuda.


"Maksudmu Panglima tadi? Apakah Jae Sung," tebak Yu Hwa dengan mata membulat.


"Kau sudah kenal?" tanya Pria tersebut terbelalak.


"Iya, dia banyak membantuku," jawab Yu Hwa singkat


"Mulai detik ini kau harus menjauhinya, dia mendekati mu hanya untuk balas dendam," ucap Pria itu dingin tanpa eskpresi.


"Apa? Dendam," Yu Hwa semakin tak mengerti.

__ADS_1


__ADS_2