Hidup Kembali: Night At Paradise

Hidup Kembali: Night At Paradise
10


__ADS_3

Kembali ke masa kini,


Kath dan gengnya menghabiskan waktu di basecamp North, tertawa terbahak bahak setelah membakar semua bukti dan mengganti pakaian mereka. Bisa mereka pastikan, Chalrotte telah mati dan Mark terluka karena tembakan pistol dari George.


Tanpa mereka sadari, sosok bayangan hitam tengah mengawasi mereka dari balik jendela, hawa dingin kembali menyelimuti area itu membuat mereka semua merinding ketakutan tapi berusaha sebaik mungkin untuk menjaga image mereka.


“sial, di sini sepetinya banyak hantu, aku harus segera pulang,” Batin Bianca seraya mengusap lehernya yang terasa dingin.


Kath dan yang lainnya juga menjadi gelisah, seolah ruangan itu kini dipenuhi dengan mahluk astral yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang.


“ Sebaiknya kita pindah lokasi, tempat ini tidak nyaman,” ucap Won Woo mulai gelisah, lehernya seperti di hembus oleh seseorang tapi yang ada di belakangnya hanya dinding.


Kath juga merasakan hal yang sama, seolah ada tangan yang sedang menyentuh kakinya di bawah sana. Beberapa kali dia menarik kakinya karena tidak nyaman dan menakutkan.


“ Iya sebaiknya kita pindah,” ucap Kath setuju.


Mereka semua setuju, perlahan-lahan mereka berlajan kaluar dengan membawa semua barang mereka dari sana. Mereka tak pernah merasakan hal buruk seperti ini seumur hidup mereka.


Bianca keluar paling terakhir, dia adalah seorang gadis yang memiliki garis keturunan cenayang. Sebut saja dia memiliki indra yang lebih sensitif terhadap dunia orang mati jika dibandingkan dengan teman temannya.


Setelah yang lain keluar, dia berjalan sambil membawa tasnya, gadis itu berjalan dengan pelan sampai tiba-tiba..


Grep..


crrhshhhhh...


“ ka.. kakiku..” ucapnya dengan mata membulat sempurna saat dengan jelas dia bisa merasakan sentuhan tangan yang sangat dingin dan berarir di kedua pergelangan kakinya. Bainca terdiam sambil mengulum bibirnya ketakutan.


Rasa dingin di kedua kakinya semakin nyata, suara aliran air yang mengalir terdengar di bawah sana, perlahan Bianca menoleh ke bawah dengan mengulum bibirnya.


“ arkhhh... too... tolong ermmmmkkkk hiks hiks hiks...." Bianca gemetar ketakutan saat melihat dua tangan yang sangat pucat , berair dan berlendir tengah mencengkarm kedua kakinya di bawah sana.


Gadis itu menangis dalam diam, “ arkhhhhh..... han.. hantu air..” dia akhirnya berteriak histeris dan berlari dari sana hingga tangan itu lepas.


Bianca berlari dengan cepat sambil menangis ketakutan, tapi kedua netranya menangkap cairan merah yang mengalir dari kedua pelupuk mata di foto besar Charlotte yang mereka pajang.


Mata yang mengeluarkan air mata darah itu tampak menatapnya dengan tatapan kosong seolah tengah menelan jiwanya .


“ Tidak.. tidak.. Arhhh tiiidakkk. ... aku tidak mau!!!” pekik Bianca sambil berlari keluar dari kamar itu dengan tangisan histeris.

__ADS_1


Dia menangis, pikirannya kacau dan sangat syok saat melihat kejadian mistis itu untuk pertama kali seumur hidupnya.


“ Yakkk.. Bianca , bangun kau!" Suara teriakan Ji An terdengar.


Seseorang memukul mukul wajah gadis itu.


Hingga dia terbangun dengan wajah syok sambil berteriak histeris,” arkhhh ada setaannn!!!" pekik Bianca dengan keringat dingin yang membasahi sekujur tubuhnya. Bianca menangis histeris sampai membuat teman temannya menatap dia heran.


” Heh kau kenapa ? ada apa denganmu bodoh?” teriak Sofia kesal.


“ Hantu.. aku tadi melihat hantu.. di ruangan bar ada hantu!!” ucapnya terengah-engah.


“ hantu?” tanya Kath sambil menaikkan sebalh akisnya.


‘ Pfthhhbwahahahhahahahaha...


Mereka semua tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Bianca. Mereka kini tengah berada di ruang tamu rumah millik George yang luar bisa besar.


“ Bianca kau kebanyakan minum sih ahhahaa, sampai pingsan dan halusinasi lagi,” ucap Kath menertawakan Bianca.


Pasalnya beberapa menit sebelum ke rumah itu, mereka terkejut saat melihat Bianca keluar dengan wajah mabuknya dan terhuyung jatuh sampai tak sadarkan diri di depan piuntu keluar dengan wajah merah karena mabuk.


“ A.. apa yang sebenarnya terjadi? Aku tadi benar benar melihat tangan pucat berlendir memegangi kakiku, itu sangat nyata dan aku tahu mana mimpi mana tidak!” ucap Bianca membantah kata kata mereka.


Jelas yang dia rasakan tadi adalah sebuah rasa takut yang sangat nyata. Tak pernah dia merasakan hal seperti itu sebelumnya, tetapi kali ini dia merasakannya lebih jelas.


“ Hahahaha...” lagi lagi mereka tertawa dan tidak percaya dengan ucapan Bianca.


“apa kemampuan cenayang keluargamu sudah berkurang sampai kau lemah begini? Ayolah Bainca, mana ada yang namanya hantu, kau mimpi dan terlalu banyak minum obat itu,” jelas Kath sambil duduk anteng di sofa dan menatap Bianca.


Yang lain juga tidak percaya dengan adanya hantu. Hal ini malah membuat gadis itu merasa dirinya seperti sedang ditipu, padahal sangat jelas kalau tadi dia telah melihat tangan dan air mata darah di ruangan itu.


“ ehhhrrhhh aku takut, sangat menyeramkan,” gumamnya sambil memeluk dirinya sendiri dan menatap ke kanan dan kiri.


Sementara itu, duka yang sangat dalam kini telah menggerogoti hati seorang pria yang tertembak di lengan kanannya. Mark keluar dari permukaan air setelah menemukan tubuh Charlotte yang tenggelam dan perlahan menjauh ke dasar sungai. Mark sekuat tenaga menolong kekasihnya.


“ Van bangunlah hiks hiks hiks.... Jangan begini Van” pekiknya sambil melakukan CPR pada gadis malang itu.


Mark sangat syok ketika melihat tubuh Chalrotte yang dipenuhi dengan luka bahkan wajahnya hancur. Lehernya masih terikat dengan tali sepatu bekas itu dan luka lukanya masih mengeluarkan darah.

__ADS_1


“ Van bangun...” teriak Mark. Air matanya bercucuran, dadanya terasa sangat sesak melihat gadis yang sangat dia cintai tak sadarkan diri bahkan denyut nadinya pun tak terasa lagi.


Dup... dup.. dup...


Berkali kali dia lakukan CPR dan nafas buatan tapi tak satu pun yang berhasil. Mark resah, dia menangis sesenggukan sambil menekan nekan dada Charlotte.


“ BANGUN VAN.. JANGAN TINGGALKAN AKU!!!" Teriaknya sambil menangis. Berkali kali dia lakukan tapi tak bisa juga, bahkan sampai teman yang mendampingi dia ke sana terkejut dan menghentikannya, Charlotte tak kunjung bangun,


“ Mark berhenti, dia sudah meninggal!!" teriak temannya.


“ awas kau, BERANINYA KAU BILANG KEKASIHKU MATI.. AWAS... AWAS KAU!!!” Teriak Mark menggila . dia menangis histeris. Tangannya juga terluka, tapi dia tidak peduli.


Dia menatap Charlotte yang telah kehilangan nyawanya di sungai Han yang dingin itu.


“ Van bangun Van aku pulang, aku datang Van!!" ucapnya. Patah hati terbesar kini dialami pria muda itu. Mark hancur lebur, kekasihnya meninggal tak sempat dia selamatkan.


“ Van... arkhhh BANGUNLAH KUMOHON, JANGAN BEGINI VAANNN....” teriaknya lagi.


Teman Mark menariknya dari atas tubuh Chalrotte,” lepaskan Mark, dia sudah meninggal, jangan lakukan ini lagi!!" ucap mereka menahan Mark.


Pria itu jatuh lemas, dia menatap Charlotte yang tak lagi bernyawa. Dia merangkak dengan tangan gemetar, mengangkat tubuh Charlotte dan menatapnya dengan tatapan duka.


“ Van hisk hiks hiks... bangun vaannn, aku pulang Vaaannn.. apa yang terjadi padamu, siapa yang lakukan ini arrrhkkk Vannn bangun Vaaann...” teriaknya lagi sambil memeluk tubuh Charlotte yang sangat dingin.


“ Van... tidak... jangan tianggalkan aku Van... aku tidak bisa Van bangun Van... BANGUN VAANN!!!!


Mark terus menangis, hingga tiba tiba angin kencang menyelimuti mereka, sebuah cahaya keluar dari tubuh gadis itu, membumbung tinggi ke atas seperti bintang timur yang sangat terang.


Tanpa Mark sadari, roh Charlotte berdiri di belakangnya sambil menangis sesenggukan, Roh gadis itu telah keluar dari tubuhnya,” Mark... kau datang... maafkan aku Mark... maafkan aku...”


“ arrkhhhh aku ingin memelukmu sekali saja, aku.. aku sangat merindukanmu Mark, maafkan aku..” ucapnya sambil menangis dan berusaha menyentuh Mark, tapi sayang dia hanya roh yang tak berwujud.


"Van, sayang jangan tinggalkan aku, arkhhh hiks hiks hiks ... Vaan Tiidaaaaakkk!!!!!!"


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2