Hidup Kembali: Night At Paradise

Hidup Kembali: Night At Paradise
29


__ADS_3

“ Ahahahah aku hanya bercanda, kenapa wajah kalain tegang seperti kolor baru!?” celetuk Max seraya menatap sinis ke arah Won woo dan George.


“ Atau kalian memang pernah membunuh seseorang !? hahahhaha...” balas Philip yang juga sudah selesai dengan lukisannya.


“ Aku selesai, silahkan dilihat,” ucap pria itu sambil meregangkan tubuhnya, melompat lompat bahkan seolah tulang tulangnya patah karena suara renyah dari peregangan yang dia lakukan.


“ Aku juga sudah selesai,” ucap Charlotte sambil berdiri di antara kedua pria itu, menatap dingin dan datar sambil menahan dirinya untuk tidak pingsan.


Max merangkul bahu Charlotte, dia tahu ini sangat berat bagi gadis itu, menghadapi para pelaku bullying dan trauma berkepanjangan bahkan setelah dia berpindah tubuh, menyakitkan sekali.


“ Kau hebat,” bisik Max.


“ benar nona, Anda hebat,” balas Philip.


Charlotte hanya menarik nafas dalam dalam sambil menenangkan dirinya.


Lukisan kontemporer milik mereka telah selesai di buat. Kini saatnya bagi Mark yang sejak tadi mengawasi Kath dan gengnya melakukan penilaian terhadap karya mereka sebagai syarat masuk ke kelompok mereka.


“ Mark saatnya penilaian, kau sedang apa di sana?” teriak Jay saat mendapati Mark malah melamun dan terus menerus menatap ke arah Charlotte.


“ Mark, woi.. gue tahu ini cewek cantik tapi jangan melamun dong!!” teriak Jay lagi.


Mark tersadar dari lamunannya, yang dia lihat bukan gadis itu tapi yang dia lihat adalah bayangan kekasihnya.


“ Ahh... sorry,” ucapnya pelan lalu bangkit dari kursinya dan tampaklah tubuh tinggi dan proporsi mempesona pria itu. Dia mendekati tiga kanvas yang sudah selesai di lukis, sangat cepat dan membuat semua orang takjub.


Seluruh mata tertuju pada lukisan itu, sangat menakjubkan, dan bagaimana bisa mereka bertiga melukis dalam waktu secepat itu?


“ Wahh ini benar benar luar bisa!” ucap salah satu rekan mereka.


“ kau benar, ini luar biasa, mereka menyelesaikannya tak sampai satu jam,” ucap Mereka takjub.


Mahasiswa yang berkumpul di sana juga dibuat terpana dengan lukisan ketiga orang itu.


yang pertama adalah milik Philip, dia melukis Sebuah pemandangan laut yang seolah bisa dilihat melalui mata serangga yang bersegi enam.

__ADS_1


Pemandangan menakjubkan dengan sentuhan warna yang menarik, dimulai dari sentuhan ringan hingga paling berat membuat lukisan itu seolah bersinar.


“Wahh ini benar benar luar bisa, “


Lukisan kedua adalah milik Max. Sebuah lukisan kontemporer dengan aura gelap yang mencekam tetapi seolah menunjukkan sebuah cahaya di dalamnya. Kota mati yang tak ditinggali lagi, suasana mencekam yang membuat orang orang merinding sekaligus penasaran dengan kota kecil itu.


Dan yang terakhir, Mark berjalan menatap lukisan milik Charlotte. Dia menatap lukisan itu, seorang pria yang berdiri membelakangi mereka, berdiri di tengah taman bunga lili dengan sebuah pedang di belakangnya. Pedang berkilau yang menunjukkan gambar penyiksaan dan pertumpahan darah.


Misterius, sekalipun ada bunga lili tetapi segala sesuatu yang ada di depannya gelap dan tampak suram. Hanya sebuah titik cahaya terang yang ada di sana. Mark mendekatkan wajahnya ke detail penting itu.


Sosok gadis berambut panjang dengan segenggam bunga lili, berdiri di sana seolah menunggu kedatangan pria berpedang itu.


Degh..


Mark termangu, dia menatap gambar itu berkali kali, menatap detail pentingnya, dadanya terasa sesak. ingatan mengerikan itu muncul lagi, bagaimana dia mengeluarkan kekasihnya yang tak lagi bernyawa dari dalam air.


Mark tidak sanggup, dadanya sesak, dia rapuh lagi. Tetapi dia sadar dia harus profesional, dia tidak boleh mengacaukan hari ini.


“ Kau dapat dari mana tema ini?” tanya Mark sambil menatap Charlotte dengan tatapan dinginnya.


Charlotte menoleh dan menatap lukisannya,” Sesuatu yang sedang ku hadapi saat ini, terinspirasi dari itu, hanya saja tokohnya diubah, balas dendam, tarian pedang berdarah, menuju seseorang yang ku rindukan,” jawabnya singkat sambil berdiri dengan tegap dan menatap kedua mata Mark.


“ Baiklah,” Mark menatap ke depan sambil menenangkan dirinya. Meski harus mencubit kakinya agar tetap sadar, Mark berusah agar tidak menunjukkan kelemahannya dengan menggunakan wajahnya yang dingin dan datar itu.


Semua orang menantikan pengumuman itu, pasalnya belum ada seorang pun dari mahasiswa baru yang masuk ke kelompok itu. Dan semuanya gagal di uji lukisan.


“ Mereka pasti akan gagal lagi, ayo pergi, buat apa kita di sini,” ucap Kath.


“ Tidak, tunggu dulu, gadis itu sangat menarik,lihat dia begitu cantik, kau saja kalah,” ucap Won woo sambil terus menatap Charlotte dengan tatapan nya yang penuh hasrat itu.


Merasakan alarm merah, Moon Yi dan Timothy langsung berdiri di depan Won Woo dan menutup pandangan pria itu dengan tinggi badan mereka.


“ Dasar cebol jelek,” ejek Moon Yi padahal pria itu tinggi tapi dia sebut cebol.


Mark menatap ketiga orang itu,” Kalian lulus” ucapnya.

__ADS_1


“ Apa!??” Semua orang yang mendengar itu tidak percaya, padahal beberapa saat lalu mereka juga menerima calon anggota yang luar biasa hebat dalam melukis, tetapi yang diterima malah ketiga orang ini.


“ Yang benar saja, padahal lukisanku jauh lebih baik dari itu,” ucap seseorang yang merasa paling hebat.


“ Wahh cuih,... grup yang aneh...”


Banyak yang kecewa, bahkan Kath tampak sangat kecewa karena Mark menerima mereka bertiga terutama menerima seorang gadis dalam kelompoknya.


“ Wohhooo akhirnya.. hahah ini menyenangkan,” teriak Philip sambil tersenyum bangga.


Charlotte, Max, Timothy dan Moon Yi tertawa melihat tingkah random pria itu. Setelah mengumumkan keputusannya Mark berjalan keluar dari kerumunan itu dengan perasaan kacau.


“ Jay uruslah, beritahu tentang kelompok pada mereka,” ucap Mark tepat sebelum dia pergi dari sana dan meninggalkan kerumunan itu dengan sesak yang bergejolak di dadanya.


Charlotte juga tampak pucat, gadis itu sampai terhuyung saat berdiri, beruntung ada Max dan Philip yang menopang dia.


“ besok temui kami di auditorium, kami akan memberikan informasi tentang ekskul ini besok,” ucap Jay sambil merapikan alat alat mereka.


“ apa kalian akan mengakhirinya hari ini?” tanya Philip.


Jay mengangguk,” Sudah sesuai dengan target kami, “ ucapnya singkat. Mereka membereskan stan mereka dan membiarkan stan lain untul mendapatkan kesempatan menerima anggota baru bagi tim mereka.


“ Kita bawa char dahulu,” ucap Max sambil merangkul bahu Charlotte dengan erat.


Dia, Charlotte, Moon Yi, Philip dan Timothy berjalan menjauh dari kerumunan. Charlotte mengalami gangguan panik, dia mulai sesak dan berkeringat. Ingatan akan perundungan itu membuat dia hancur belum lagi ingatan ketika dia melihat sendiri Mark mengambil tubuhnya dari dasar sungai.


“ Aku ingin istirahat, bawa aku ke mobil,” ucap Charlotte dengan suara serak. Mereka langsung membawa gadis itu menuju mobil Van besar yang mereka naiki.


Charlotte harus beristirahat, kepanikan membuatnya sakit dan lemah.


Dari seberang sana, Kath menatap Charlotte dengan tatapan tidak suka,” Kenapa dia malah masuk ke kampus ini? Sialan... Mama dan Papa kenapa membiarkan ini terjadi, seharusnya dia mati waktu itu... menyebalkan sekali,” batin gadis itu sambil menatap sosok sepupunya yang tidak dia sadari kalau sosok itu berisi jiwa Charlotte.


.


.

__ADS_1


.


Like vote dan komen


__ADS_2