
Tiga sekawan rockstar tersebut berdiri di depan stan ekstrakurikuler yang dipimpin oleh Mark. Gaya nyentrik mereka tentu saja menarik perhatian semua orang. Ketiganya berdiri di sana sambil menatap stan itu.
Sesuai perintah nona muda, salah satu di antara mereka akan ikut dalam ekstra tersebut sebagai mahasiswa baru. Dan di sinilah bang Philip si lawak dari gua hantu tengah berdiri dengan aksi songongnya di depan stan seni kontemporer semi modern yang dipimpin oleh Mark.
“ Jangan banyak bicara dan tunjukkan saja apa yang kau punya,” ucap rekan Mark dengan nada ketus. Pasalnya sejak membuka Stan, mereka hanya menemukan anak-anak dengan bakat tempe yang sedikit dibentak dan diuji tentang teori karyanya sudah menangis tersedu sedu dan malah berakhir mengundurkan diri dari ekstra itu.
Bukan hanya puluhan, bahkan mungkin saja hampir seluruh isi kampus itu sudah mereka tolak karena tidak sesuai dengan keinginan mereka.
Philip tersenyum dengan bangga, dia mengambil kuasnya dan duduk dengan anteng di depan kanvas yang berdiri tegak di hadapannya. Moon Yi dan Timothy hanya memperhatikan, mereka berdua jelas tahu sebagus apa pria gila yang di depan mereka itu, bahkan mungkin akan mengimbangi salah satu dari anggota kelompok itu.
Mark, pria tampan berkulit putih dengan tubuh kekar, hidungnya yang mancung dan rambutnya yang dia warnai menjadi blonde tampak sangat tampan dalam balutan pakaian kasual itu. Terlihat sangat serius membuat auranya semakin terpancar.
Tetapi seperti apa pun orang-orang memuji ketampanannya, dia tidak pernah merasa se spesial itu sampai dia teringat dengan ucapan kekasihnya yang memuji dia tampan, baru lah dia tersenyum dnegan getir sambil menatap lukisan lukisan luapan hatinya yang pedih.
“ Marak, jika kita terlalu ketat, maka tak akan ada mahasiswa yang berhasil masuk ke ekstra ini, aku takut para dekan akan menuntut menutup ekstra ini lagi, mana mau aku kehilangan kegiatan ini,” ucap teman pria itu.
Mark hanya melirik pria itu,” Jika kau tahu akan begitu, maka berusahalah mencari anggota baru.” Ucapnya dengan nada datar dan ketus.
Lim Jay hanya mendengus kesal, Mark selalu sedingin dan seketus itu bahkan pada teman temannya sendiri.
“ Dasar menyebalkan,” ketus pria itu.
Philip memulai pertunjukannya yang meriah dan heboh sampai membuat para mahasiswa berbaris ke sana menyaksikan kelakuan random pria yang tengah melukis dengan banyak gaya itu.
Banyak gayanya seimbang dengan lukisannya yang menakjubkan bahkan hanya dalam bentuk sketsa saja.
“ Aku juga akan ikut Ekstra ini,” suara seorang perempuan membuat semua yang ada di sana menoleh.
Aroma Bunga lili yang harum dan menenangkan sontak menyeruak ke hidung Mark yang tengah asyik melukis potret kekasih hatinya. Waktu seolah berhenti, seolah musim mekar telah tiba dan hati pria itu dihangatkan dengan memori indah di musim bunga saat dia dan kekasihnya bermain bersama di taman .
“ Hahaha.. aku suka bunga lili, sangat harum dan elegan,” seru Charlotte sambil tersenyum mengangkat sebuah pot kecil berisi bunga lili yang masih kecil.
Mark tersenyum sambil memeluk kekasihnya dari belakang, sinar matahari yang sangat cerah kala itu menyinari dan menghangatkan mereka berdua, dia menatap bunga lili itu, bunga kesukaan sang kekasih bahkan Charlotte sangat menyukai parfum dari bunga lili yang dia racik sendiri.
Deg.. deg deg..
Jantungnya berdebar, rasa rindu memenuhi hati pria itu. Tangannya yang menggerakkan kuas dengan begitu lembut ke atas kanvas seketika itu juga berhenti. Kedua netranya menatap ke langit yang cerah, sinar matahari menyinari wajahnya yang tampan.
“ van?” ucapnya sambil berbalik.
__ADS_1
Dan didapatinya seorang gadis cantik berambut blonde tengah berdiri di depan meja stan mereka sambil tersenyum manis menatap semua karya yang mereka pamerkan di sana. Dan lagi lagi gelang bermanik rose itu tersemat di pergelangan tangan gadis cantik yang mengubah warna rambutnya bahkan memakai softlens biru .
“ Van..” ucap Mark, bahkan dia sampai berdiri menatap gadis yang dikenal sebagai Charoline. Wajahnya berbeda, tetapi selera berpakaian dan selera fashion gadis itu persisi sama dengan mendiang kekasihnya. Rambut blondenya yang berkilau, dan mata biru yang sangat cantik.
Mark terdiam membisu sampai dia tersadar kalau orang yang di hadapannya bukan kekasihnya.
“ Ahhh.. van aku merindukanmu, lagi-lagi aku melihat dirimu di dalam gadis ini, aku pasti sudah gila,” Mark mengumpat dirinya sambil melanjutkan gambar miliknya.
Sementara itu di depan sana kehebohan terjadi, kedatangan dua mahasiswa baru yang memesona berhasil menarik perhatian seluruh kampus. Kedatangan Charlotte dan Max alias orang yang dikenal dengan sebutan Kim So Eun dan Hyun jin itu membuat seluruh mata tertuju pada mereka.
Dua visual luar biasa yang auranya terpancar kuat, tentu saja mereka menjadi pusat perhatian karena penampilan mereka yang luar biasa indah dan aura mereka yang mampu mengalahkan keindahan sekolah itu.
“ Wahh siapa mereka, sangat luar biasa, aku seperti melihat artis papan atas,”
“ Mereka luar biasa, visualnya sangat menawan dipandang dari sudut mana pun, apa mereka manusia?”
“ Wah yang benar saja, angkatan tahun ini benar benar monster of visual, luar biasa cetar..”
Moon Yi langsung menggandeng tangan Charlotte dan tersenyum seraya memeluk gadis itu,” kalian terlambat, Philip sudah memulai aksinya,” ucap gadis itu.
“ Baguslah,” ucap Charlotte seraya tersenyum tipis menatap ke arah Mark.
Dia menatap Mark sejenak, meluapkan kerinduannya hanya dengan menatap sang kekasih. Mark sangat dingin, sangat datar bahkan tidak peduli dengan sekitarnya.
“ Jadi yang mau mencoba siapa?” Jay berdiri di depan para mahasiswa yang ingin mencoba dan sekaligus menatap dua visual baru di kampus itu.
“ Kami berdua,” jawab Max dengan deep Voicenya yang begitu maskulin.
Jay mengangguk sambil menaikkan jempolnya, dia memberikan kanvas pada kedua orang itu. Max dan Charlotte duduk di posisi yang telah ditentukan dan memulai lukisan mereka. Hening sejenak menyelimuti area itu. Mahasiswa baru berkumpul di sana karena penasaran dengan orang-orang baru yang masuk ke kampus mereka.
Semua orang terpana bahkan bagaikan terhipnotis dengan kehadiran dua manusia yang keindahannya bak pahatan alam yang menakjubkan. Tak hanya mereka yang penasaran, Kath, George dan Bianca yang berkiprah di bidang teater juga dikejutkan dengan hal ini.
Sonia, Ji-An bahkan dua idola terkenal yang baru tiba saja tak lagi menjadi pusat perhatian sebagaimana seharusnya. Sepertinya in bukan hanya pekerjaan manusia.
Max menatap ke arah Kath dan teman temannya berdiri dengan wajah melongo. Dia tersenyum sini, untuk pertama kalinya stan orang-orang jahat itu kosong.
“ Pembalasannya sudah di mulai, aku penasaran apakah orang-orang ini akan siap?” bisik Max pada Charlotte.
Gadis itu tampak diam membeku, kedua matanya tak sengaja melihat tali sepatu orang orang di sana, bahkan kerumunan yang berdiri dengan mata terbuka lebar itu berhasil memicu traumanya kambuh.
__ADS_1
“ Char..” Max menarik tangan gadis itu dan menggenggamnya. Gadis itu menoleh dengan mata berkaca-kaca, dadanya sesak dan kepalanya sakit.
“ Kau mau melanjutkan ini atau tidak? Jika tidak kita bisa pergi dari sini,” ucap Max tidak tega melihat Charlotte yang terpukul begitu.
“ Aku.. aku akan melakukannya,” ucap Charlotte sambil menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya.
Sementara itu, Bianca si gadis cenayang tengah duduk dengan cermin di depan wajahnya, dia sibuk memperbaiki bedaknya yang tebal.
Tiba-tiba saja lehernya terasa dingin, mata gadis itu membulat sempurna saat dia merasakan hawa buruk di sekelilingnya. Dia menegang, jantungnya berdegup kencang. Selama lima tahun sejak kejadian di Basecamp North dia selalu mengalami mimpi buruk yang sama.
Matanya melirik ke arah bahunya melalui cermin itu, tangan pucat yang berlendir, dengan kuku-kukunya yang menghitam tampak memegang bahunya di sana. Tiba-tiba saja semuanya gelap, lalu suara mendesis terdengar di telinga wanita itu.
“ shhhhh.. hihihihi... Hihihihi.... Haa... Looo...” Sosok itu perlahan muncul dari balik bahu Bianca, kepalanya yang basah dan berlendir, rambutnya tak terawat, hitam dan dekil, perlahan lahan wajah itu muncul dari belakang tubuhnya, Wajah keriput, pucat dan gigi tajam bak vampir tersenyum menatap dia dari belakang.
“ Ekehhihihihihi... kita bertemu lagi Bianca, mulai sekarang penderitaanmu akan semakin menyakitkan eihhihihihihi... eihihihihihi.. eihhihihiii..”
“ Arrkhhhh.... tiidaaakkkk...”
.
.
.
Like, vote dan komen
Charlotte Van a.k.a Kim So Eun
The Main event, Maximum Boile a.k.a Hyun Jin
Sweet and Hillarious Philip Hoffman
__ADS_1
Manly Asher Wang, si pecinta uang.