Hidup Kembali: Night At Paradise

Hidup Kembali: Night At Paradise
22


__ADS_3

Setelah beristirahat selama beberapa hari, kondisi Charlotte semakin membaik. Ternyata efek berbaring selama lima tahun sangat mempengaruhi tubuh itu.


Hanya keajaiban yang sedikit tidak masuk akal yang mampu membuat Charlotte bisa bangkit begitu cepat.


"Kau yakin akan masuk ke sekolah itu?" tanya Max tak percaya.


Charlotte mengangguk," Siapa yang menyangka kalau mereka semua berkumpul di sana, akan lebih mudah bagiku untuk membalaskan semua perbuatan keji mereka sembari membantu pemilik tubuh ini membalas dendam pada keluarga munafik ini!" ucap Charlotte sambil menatap dinding lebar di hadapannya.


Dinding bidang di hadapan mereka tak lagi kosong seperti pertama kali Charlotte dan Max tiba di rumah itu.


Max membantu gadis itu mencari semua informasi terkait Kath, George, Bianca , Ji An, Won Woo dan semua yang terlibat dalam kematian Charlotte.


Foto mereka berjejer di dinding bidang itu, dengan sederet informasi yang dikumpulkan oleh keduanya dalam beberapa hari terakhir.


Siapa sangka Max memiliki kemampuan sebagai mesin pencari informasi. Dia menggunakan semua fasilitas yang ada di dalam rumah itu dan mencari tahu keberadaan setiap nama yang disebut oleh Charlotte.


Tak terkecuali dengan misteri kematian Charoline. Semua pihak yang terlintas di ingatan gadis itu digunakan oleh Charlotte untuk mendata masing-masing orang yang menyebabkan kematian pada gadis muda itu.


Mereka berdua menatap dinding itu dengan seksama. Orang-orang yang berhubungan dengan Charoline juga berhubungan dengan pria pemilik tubuh asli yang ditempati oleh Max saat ini.


" Tapi aku penasaran, kenapa tuan besar Kim memberikan seluruh kekayaannya pada gadis muda ini? bukannya dia punya seorang putra yang bisa mengelola nya ?" tanya Max seraya menatap Charlotte.


Mendengar ucapan Max, Charlotte juga merasa curiga, apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu sampai tuan besar Kim mengalihkan seluruh kepemilikan hartanya pada cucunya bukan anaknya.


"Teka teki lagi Kak Max, banyak yang tidak kita ketahui, sudah lima tahun berlalu dan gadis ini juga sudah menderita lebih lama dari itu!" ucap Charlotte.


Misteri apa yang sebenarnya terjadi di kediaman keluarga Kim itu? Banyak pertanyaan yang melintas di kepala Charlotte.


" Ahhh tapi untuk sekarang, aku butuh guru untuk melatih kekuatan tubuhku!" ucap Charlotte.


"Jika kemampuanku rendah, bela diri pun tak bisa, mana bisa aku melawan mereka," ucap Charlotte seraya menghela nafas lelah. Baru beberapa menit berdiri dia sudah merasa letih.


"Efek berbaring selama lima tahun ternyata membuat tubuh ini jadi lemah, padahal kemarin aku bisa melompat dari jendela, tapi sekarang berdiri pun aku merasa lelah!" keluh Charlotte.


Max terkekeh," Dasar manja, tapi kau ada benarnya, Karena tubuhku juga begitu, sebaiknya kita cari tempat latihan bela diri yang bisa membantu kita untuk jadi lebih kuat!" usul Max.


"Apa kau tahu sebuah tempat di mana kita bisa melakukannya?" tanya Charlotte.


Max mengangguk dengan senyuman yang tak bisa ditebak.


"Ayo, ikut aku!" ucapnya sambil menarik tangan gadis itu.


Mereka berdua keluar dari kamar. Keduanya tidur di kamar yang sama karena mereka belum tahu isi otak semua pelayan yang ada di rumah itu.


Charlotte berjalan dengan normal, kali ini dia akan membuat gempar kembali rumah itu. Sejak kedatangannya ke kediaman milik Charoline, keluarga perem berambut cokelat itu tak pernah lagi menampakkan batang hidungnya di depan Charlotte.

__ADS_1


Sejak kejadian mistis yang terjadi di ruang makan beberapa hari lalu, mereka tak lagi mau datang berkunjung ke rumah itu karena merasa ketakutan bahkan sampai detik ini pun masih dihantui rasa takut yang teramat sangat.


Tidur mereka tidak nyenyak, bulu kuduk mereka merinding seolah ada makhluk halus yang gentayangan di sekitar mereka.


Menghantui dan merusak hari-hari dan kegiatan mereka bahkan sampai membuat Ibu dari Kath harus menjalani perawatan di rumah sakitnya sendiri karena mengalami syok berat akibat kejadian mistis tersebut.


Charlotte berjalan bersama dengan Max. kali ini dia tidak menunjukkan dirinya sebagai gadis lemah yang buta dan dapat ditindas dengan mudah.


Charlotte menatap seluruh isi rumah itu dengan bebas tanpa harus ragu untuk menyatakan kepada semua yang ada di sana bahwa dia bisa melihat.


"Victor Han!!" teriak Charlotte menggelegar bak suara petir memenuhi rumah mewah nan besar itu.


Tak seorang pun pelayan yang tampak di rumah itu.


Terdengar suara langkah kaki yang tertatih-tatih mendekat ke arah Charlotte dan Max.


Tampak Victor Han berjalan dengan wajah takut dan gugup bahkan terlihat jelas kalau di bawah matanya ada lingkaran hitam pertanda dia tidak bisa tidur semalaman Karena mimpi buruk.


"Saya menghadap nona muda!" ucapnya dengan penuh hormat.


Charlotte tersenyum sinis," ternyata kau bisa menghargai orang lain juga ya? Lalu ke mana selama ini tata kramamu terhadap majikanmu sendiri VIC. TOR. HAN!??" senggak Charlotte.


Degh...


Aura kegelapan menyelimuti rumah itu. setiap hari mereka merasakan mahluk halus datang ke mimpi mereka bahkan tidur di samping mereka.


Seketika pria itu duduk berlutut memohon ampunan dari sang nona muda. Demikian halnya dengan para pelayan.


"Maafkan kebodohan kami nona!!" ucap mereka semua memohon ampun.


Charlotte menatap dingin ke arah mereka, dia telah menunjukkan pada orang-orang di rumah itu siapa yang sebenarnya berkuasa.


"Di mana Papa dan Mama? Saat aku kembali ke tempat ini, mereka sama sekali tidak pernah melihatku, di mana mereka?'" tanya Charlotte.


Victor Han tampak gugup, entah apa yang mereka rahasiakan, tetapi tampaknya pria itu menyimpan sesuatu terkait kedua orangtua gadis itu.


"Itu... tuan dan Nyonya tidak berada di negara ini nona muda," ucapnya tergagap gagap.


"Ahh baik, aku paham!" ucap gadis itu lalu langsung pergi dari hadapan mereka.


Victor Han dan para pelayan dibuat termangu dengan kondisi sang nona muda yang normal, dapat berjalan sendiri tanpa alat bantu dan menatap mereka dengan kedua matanya.


"Nona Muda bisa melihat!?" ucap salah atau pelayan tak percaya.


Yang lain juga berpikir demikian, mata mereka membulat sempurna saat menyaksikan Charlotte berjalan tanpa bantuan Max.

__ADS_1


Gadis itu tidak mempedulikan ucapan mereka, dia dan Max berjalan keluar dari rumah itu dengan membuat geger semua penghuninya


Victor Han dan yang lainnya hanya bisa menganga melihat apa yang baru saja terjadi, Charoline bisa melihat!!


"Tuan Jordan harus tahu ini!!!" ucap pria itu yang langsung melaporkan informasi terbaru ini pada tuan Jordan, paman tiri Charoline.


Sementara itu, Charlotte dan Max pergi bersama dengan menaiki salah satu mobil di rumah itu. Max yang mengemudi untuk mereka.


"Kita pergi ke mana?" tanya Charlotte.


Max hanya menggidikkan bahunya " lihat saja nanti!" ucap pria itu.


Max membawa mobil mereka menuju sebuah gedung tempat latihan bela diri. Tempat latihan yang cukup terkenal di kota itu.


"Kita sudah tiba!" ucap pria itu sambil menarik tangan Charlotte keluar dari sana.


"Max? kau...


Pria tersenyum lalu menyeret Charlotte ke gedung itu. Gadis itu hanya terdiam membisu menatap gedung yang sangat familiar baginya.


Mereka berdua berjalan bersama, di saat yang sama seorang pria berjalan ke arah mereka dengan langkah yang cepat tanpa melihat Charlotte di depannya hingga...


Bruk!


Pria itu menyenggol tubuh Charlotte bahkan sampai membuat gadis itu terjatuh..


" Arkhh...


"Cahrl...


Pria itu menatap dingin ke arah Charlotte," Lain kali perhatikan langkahmu, menyebalkan!" ketus Mark dengan tatapan datar tanpa ekspresi nya.


"Kau baik-baik saja!??" Max langsung menolong Charlotte.


Gadis itu mengangguk tapi kedua netranya tak lepas dari Mark yang berjalan masuk begitu saja tanpa peduli dengan keberadaannya.


"Mark... dia berubah, dia sangat dingin!!" gumam Charlotte.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2