
Charlotte sama sekali tidak menyangka bahwa Max akan membawanya ke tempat di mana Mark melatih bela dirinya sejak pria itu duduk di bangku SMA.
Mereka berdua masuk ke dalam gedung itu, Max menggandeng tangan Charlotte persis seperti seorang kakak yang membawa adiknya ke tempat permainan yang baru pertama kali mereka datangi.
Mata Charlotte tak bisa lepas dari Mark, pria yang sangat dia rindukan itu ada di sana sedang berlatih di ring tinju dengan pelatihnya.
"Ku sengaja membawamu ke sini, kau terus menerus memanggil namanya dalam mimpimu, " batin Max sambil menatap Charlotte dengan tatapan penuh kasih.
Max mendaftarkan diri mereka di tempat pelatihan itu. Pelatihan full akan mereka lakukan setiap hari untuk meningkatkan kemampuan bela diri mereka.
"Tuan Jang Hyun Jin, wahh lama tidak bertemu!!" suara seseorang membuat Charlotte dan Max terkejut, terutama saat mereka mendengar nama pemilik tubuh yang ditempati oleh Max disebut oleh orang itu.
Max berbalik, dia memiringkan kepalanya, tak ingat dengan orang itu sama sekali.
"Tuan muda Hyun jin, nona So Eun senang bertemu dengan kalian!!" ucap pemilik tempat latihan bela diri itu.
"Anda...." Max tampak sangat kebingungan, dia tidak mengenal orang itu sama sekali.
"Sialan, ternyata ada yang mengenal wajah pemilik tubuh ini, tamatlah riwayat ku!!!" batin Max muka panik. Dia menoleh noel lengan Charlotte untuk mencari solusi, benar benar bingung dirinya melihat hal ini.
"Ahh hahahha... ha.. halo pak, kami kurang ingat dengan bapak," ucap Charlotte dengan senyum canggung seraya menyenggol lengan Max yang sama sama tidak tahu apa-apa.
Pria itu tertawa," Nona dan tuan, mungkin sudah lama kita tidak bertemu, saya Park Jae Kyung instruktur bela diri anda berdua beberapa tahun lalu, " jelasnya sambil tersenyum.
"Sejak kecelakaan yang menimpa kalian berdua, saya tidak tahu kabar kalian, ahh dan syukurlah tampaknya nona So Eun semakin membaik, bahkan sepertinya donor mata anda berhasil," ucap pria itu sambil tersenyum ramah.
Max dan Cahrlotte sangat gugup, mereka saling melirik satu sama lain dan tersenyum kikuk.
"Emmm.. Pak, tolong rahasiakan ini dari siapa pun, kami baru pulih dan baru memulai aktivitas lagi, " ucap Charlotte.
"Tentu saja, sama seperti dulu, saya akan menjaga privasi kalian berdua," ucap pria itu .
"Ahh tuan Hyun Jin, pasti berat membiarkan adik anda mengambil keputusan untuk donor mata, anda berdua sangat beruntung, adik tuan Hyun jin orang yang hebat, bahkan setelah koma pun dia telah meninggalkan wasiat untuk mendonorkan matanya pada nona muda," ucap Pak Jae Kyung sambil tersenyum bahagia menatap mereka berdua.
Charlotte dan Max semakin bingung. Sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu, dan kenapa pria itu tampak sangat mengenali Hyun Jin pemilik tubuh asli yang ditempati Max?
Merasa tak aman dengan percapakan mereka, Charlotte langsung mengubah topik pembicaraan.
" Pak Park, kami akan mulai latihan di tempat ini lagi, apa prosedurnya?" tanya Charlotte dengan gamblang.
"Ahhh baiklah, silahkan ikut saya untuk registrasi terlebih dahulu," ucap Pak Park.
"Saya terlalu senang melihat kalian berdua lagi setelah kecelakaan itu, kalian pasangan yang manis," ucap pria itu sambil menuntun mereka berjalan menuju ruang registrasi.
Max melirik Charlotte demikian juga dengan gadis itu.
__ADS_1
"Bagaimana ini? apa akan aman jika kita berada di sini? pria ini sepertinya tahu banyak hal tentang orang ini!" ucap Max sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Tenang Max, kita akan cari tahu perlahan-lahan, untuk sekarang kita katakan saja kalau kita banyak lupa, sejenis amnesia, dia bisa jadi teman atau mungkin musuh kita, ingat ini, jangan percaya pada siapa pun!" ucap Charlotte dengan nada pelan.
Max mengangguk paham, dia menatap tempat itu sejenak, ruangan latihan dan berbagai media yang bisa dipakai untuk latihan.
Melihatnya saja sudah membuat Max bersemangat. Matanya menyisir seluruh ruangan itu sampai tak tersisa satu bagian pun.
Saking semangatnya, Max sampai memperhatikan langkahnya dan...
Bruk!
Dia malah membentur samsak tinju yang menggantung di depannya.
" Max!??' Charlotte dan pak Park terkejut saat melihat pria itu terhuyung begitu saja setelah menabrak samsak hitam nan besar itu.
"Arkhhh....ahhhh kepalaku!!" Max menyerngitkan keningnya, kepalanya terasa sakit dan sampai membuatnya berjalan sempoyongan.
Charlotte langsung mendekati pria itu dan merangkulnya," Kau baik baik saja?" tanya Charlotte.
Max menyerngitkan keningnya, tangannya dia buat menekan kepalanya, sungguh sakit rasanya, seperti dihantam oleh batu.
Suara melengking terdengar di kepala pria itu, dia meringis kesakitan.
^^^"Hahah... ayo kejar aku Charol!! ayo sini kalau berani hahahaha...."^^^
Suara suara itu terdengar jelas di telinga Max, membuatnya sakit kepala dan berkeringat dingin.
"Max?" panggil Charlotte.
Pria itu menarik nafas dalam-dalam, dia berdiri tegap, menatap perempuan berambut cokelat di depannya.
Dia terdiam membisu menatap Charlotte, entah apa yang dia lihat, rasanya sangat sakit ketika melihat bayangan itu.
" Kau baik-baik saja? atau kita pulang saja? kau tampak tidak sehat," ucap Charlotte.
Max menggelengkan kepalanya,"tak apa, aku baik-baik saja, kita lakukan dulu registrasi nya," ucap Max .
Charlotte merasa aneh sekaligus penasaran, tapi dia percaya saja pada Max.
Mereka berdua mengikuti Pak Park dan meregistrasikan diri mereka sebagai anggota tempat latihan itu.
Sementara itu, sejak mereka masuk ke ruangan itu, sepasang mata terus menerus memandang mereka meskipun dia sedang berlatih dengan pelatihnya.
Mark menatap Gadis berambut cokelat dan pria berambut pirang itu dengan tatapan yang penasaran.
__ADS_1
Terkahir dia melihat keduanya di kediaman mewah keluarga Kim dan mereka berhubungan dan Katherine Maladeva.
Matanya tak bisa fokus Karena gelang pasangan yang terus dipakai oleh gadis itu. Gelang yang persis sama dengan gelang milik mendiang kekasihnya.
Sementara itu pertemuan dua keluarga anak tiri tuan besar Kim tampak sangat menegangkan. Mereka sedang makan siang bersama, hal yang sering mereka lakukan untuk membahas mengenai masalah seluruh harta dan kekayaan Senda Grup yang kini menjadi milik gadis muda Charoline Kim.
Tampak Victor Han berdiri di sana dengan wajah gugup sambil menunduk di hadapan kedua keluarga. Kath dan Tom juga ada di sana, mereka turut ambil peran dalam hal ini.
"Jadi kau bilang anak sialan itu kembali melihat!??" mata tuan Maladeva membulat.
Victor Han mengangguk,"benar tuan, nona muda sudah bisa melihat," jawab Victor Han.
Brakk!!
" Bagaimana bisa!??" teriak taun Maladeva.
" Ahh sialan, kenapa dia bisa bangun dari koma selama bertahun-tahun!? apa yang sebenarnya terjadi!?" balas nyonya Maladeva dengan wajah kesal.
"Bukannya kalian sudah menaruh obat itu?" tanya Tuan Maladeva pada tuan Jordan .
Pria itu mendengus kesal," Sudah, tapi siapa sangka dia malah bangun keesokan paginya, sangat sial!"
"Lalu apa yang akan kita lakukan? dia pasti akan mengambil semua nya!!" ucap istri tuan Jordan.
"Kita amati dahulu perkembangan nya, kita awasi dia!!"
"Victor Han jangan sampai kau kecolongan satu tindakan kecil sekalipun tentang So Eun, laporkan sengaja sesuatu tentang dia dan juga teman laki-laki nya itu!!" titah nyonya Maladeva.
Tampak kobaran api di atas kepala mereka masing-masing.
"Lihat saja, aku akan merebut semuanya!!" geram Nyonya Maladeva.
Tanpa mereka sadari para roh tengah duduk di dekat mereka, bahkan ada yang sampai berdiri di atas kepala tuan Jordan .
"Hihihi... mereka ini bodoh ya, masih mau mengganggu Gadis itu, bagaimana bisa mereka mengalahkan Charlotte saat dia punya kita,"
Para hantu tampak tertawa melihat tindakan konyol orang-orang itu.
"Kerjain lagi yuk!" seru yang lain.
" Ashiap whahahahahha....... rasakan mimpi buruk ini wahai manusia jahanam!!!!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗