
Leher Charlotte di cekik, tubuh gadis itu di angkat ke atas, nafas Charlotte mulai tercekat, wajahnya sampai membiru . dia jelas melihat dendam kesumat di mata gadis itu.
“ bau melati..” gumam Charlotte . itu adalah aroma yang dia cium, begitu masuk ke kampus tersebut. Aroma yang ternyata datang dari ruangan hitam di ujung sana.
Aroma yang sangat kuat seolah sedang memanggil- manggil dia untuk segera datang ke ruangan itu.
“ Charlotte, kemarilah..” Tampak mark berdiri di sana sambil melambaikan tangannya dan tersenyum menatap gadis itu. Dia melambai dan menyapa Charlotte dengan senyuman yang sangat manis.
“ Charlotte kemarilah, aku merindukanmu..” ucap Mark sambil berteriak dengan suara bahagia.
Kedua kaki Charlotte berhenti bergerak, roh tadi tak lagi di depannya, cengkeraman di lehernya telah lepas. Air mata Charlotte mengalir deras, dia menatap nanar ke arah Mark yang tersenyum sambil menggenggam bunga Mawar merah.
“ Charlotte kemarilah, ini bunga kesukaanmu,” ucapnya sambil tersenyum di dalam ruangan yang dilarang untuk di masuki itu.
Charlotte tertegun,” A.. apa kau mengenaliku Mark? Apa kau kenal denganku?” Charlotte mulai melangkah kan kakinya secara perlahan lahan. Dia tak bisa membendung air matanya, dia sangat merindukan kekasihnya.
“ Tentu saja, bagaimana mungkin aku tidak mengenali kekasihku?” ucap Mark sambil tersenyum manis dan menggerakkan tangannya memanggil Charlotte ke ruangan itu.
Charlotte berjalan dengan tubuh lemahnya, seolah dia di hipnotis, gadis itu berjalan mendekati Mark, orang yang sangat dia rindukan saat ini.
“ mark.. aku merindukanmu, kenapa kau tidak langsung mengenaliku? Mark.. hiks hiks hiks... aku sangat merindukanmu..” ucap Charlotte.
“ kemarilah Charlotte, aku juga sangat merindukanmu.” Ucap pria itu lagi sambil tersenyum.
Charlotte berjalan selangkah demi selangkah sambil menangis sesenggukan. Akankah penderitaannya berakhir hari ini?
Mark ternyata mengenalinya. Gadis itu berjalan terus hingga dia berdiri di depan kamar itu. Charlotte menatap pintu yang terbuka, kedua netranya memerangkan Mark yang mengenakan pakaian kasual, berdiri di sana sambil menggenggam seikat bunga mawar.
“ mark, kenapa baru mengenaliku sekarang? Saat itu apa kau tidak mengenaliku?” tanya Charlotte sambil mengusap air matanya dan tersenyum menatap kekasihnya.
“ Ahhh maafkan aku Charlotte, aku tidak lupa, aku hanya ingin membuatmu terkejut,” ucapnya sambil tersenyum.
“ ke marilah, ayo masuk aku ingin menunjukkan sesuatu di sini,” ucap pria itu.
__ADS_1
Charlotte terhenyak sejenak.” Kau tahu tidak kenapa aku bisa mati?” tanya Charlotte.
“ Ehh itu... aku ... aku akan sedih jika membahasnya, aku tidak bisa melupakan kejadian itu ,” ucap Mark memasang wajah murung sambil menunduk ke bawah.
“ Aku mati karena disiksa mark, aku mati di sungai Han yang dingin dan kau yang mengangkat tubuhku dari dalam air, aku berubah jadi hantu mark, aku berubah menjadi Hantu air..” ucap gadis itu sembari menatap Mark tetapi kali ini dia tersenyum menatap pria itu, tersenyum dengan senyuman yang tidak biasa.
“ Ahh iya aku ingat itu, kemarilah, aku ingin memelukmu,” ucap Mark lagi.
Charlotte mengangguk, dia berjalan mendekati pintu yang terbuka itu, tampaklah di depan matanya seorang gadis tengah berbaring lemah dengan tangan bersimbah darah dan sebuah briket batu bara yang baru di bakar tampak berasap hitam dan asapnya berkumpul di dalam ruangan tanpa pentilasi khusus itu.
“ Apa itu Mark?” tanya Charlotte yang masih berdiri di ujung pintu.
“CK.. KAU SANGAT CEREWET, KEMARILAH DAN LIHAT DENGAN MATAMU SENDIRI ..” Mark berteriak dan membentak gadis itu dengan kasar.
“ Kau pikir aku bodoh, dasar penipu..” ucap Charlotte sambil menarik pintu yang terbuka sendiri itu dan,...
Bammm...
Pintu itu tertutup, suara teriakan melengking terdengar jelas di depan ruangan kamar itu.
Charlotte menarik nafas dalam-dalam, dia melukai ujung jarinya dengan cara menggigitnya,” aku tidak tahu apa ini akan bertahan lama, tapi tetaplah di sana sampai kami membantumu membalaskan dendammu, jangan salahkan kau jangan merebut tubuhku karena aku akan menghancurkan mu jika kau melakukan itu lagi sialan.” Umpat Charlotte sambil menggambar tanda bintang dengan darahnya di pintu itu untuk menyegel roh tersebut di dalam ruangan itu.
Brakk... brak.. brak..
Suara pintu digedor gedor terdengar sangat mengerikan, teriakannya juga melengking dan menyakitkan. Roh jahat penuh dendam itu berteriak histeris, dendam kesumat yang harus dia balaskan harus terhenti.
“ lepaskan aku hiks hiks hiks.. ku mohon, sudah dua tahun aku menunggu media untuk balas dendam, dan kau datang, aku hanya akan pakai tubuhmu sebentar, kau juga kan pernah jadi hantu, jangan begini tolonglah aku.... huwaaa.... aku dibunuh.. aku diperkosa, aku harus balas dendam...” ucap gadis itu sambil menangis meraung raung.
Dia menundukkan kepalanya sambil menangis dan terus berbicara dia mengintip dari bawa celah pintu,” aku melihat kakik mu hehehe... tidak tolong aku... heheheh.. hehhheee...
“ Ck ... DIAMLAH BANGSAT...”
BRAKKK..
__ADS_1
Pekik Charlotte sambil meninju pintu dengan lambang segel bintang itu sampai tangannya cedera .
Nafas Charlotte naik turun, kesal marah dan dendam berkumpul menjadi satu di dalam kepala gadis itu. Sangat menjengkelkan mendengar balas dendam para hantu yang akan melakukan hal tidak masuk akal.
“ Aku akan menyelesaikannya untukmu, jadi tunggu di sana, dan jangan berulah, jika tidak aku akan membuatmu merasakan neraka sebelum kau kembali ke tempatmu.” Ancam Charlotte.
“ Atau mungkin aku akan menyegelmu selamanya di tempat ini,” ucap gadis itu lagi . tak ada suara, aura hitam di ruangan itu seolah menghilang. Charlotte menenangkan dirinya, dia terdiam sejenak memikirkan ketidakadilan yang didapatkan oleh korban pembunuhan dan pelecehan seperti dirinya dan gadis di dalam kamar itu.
“ Dan satu lagi, kau sangat bodoh sampai menggunakan Mark sebagai umpan, dia tidak pernah memanggilku dengan sebutan itu dan aku benci bunga mawar, liciklah sedikit,” ejek Charlotte.
Charlotte duduk bersandar sambil mengusap air matanya yang tak berhenti mengalir,” aku akan melakukannya untukmu, aku akan mengejar pelakunya, katakan saja siapa dia,” ucap Charlotte sambil menengadah ke langit.
Di dalam ruangan itu, gadis penunggu ruangan itu duduk di posisi yang sama dengan Charlotte, penampilannya kembali seperti terakhir kali dia meninggal, mengenakan gaun selutut dengan jaket kampus.
“ Dia adalah orang yang berdiri di podium tadi, pria yang dipasangi gips itu, dialah pelakunya, hanya saja tidak ada bukti yang memberatkan dia, ayahku.. hiks hiks dan ibuku, juga kakakku menderita karena kehilangan aku saat mereka diberitahu kalau aku meninggal karena bunuh diri,” jelasnya.
“ Bahkan aku tak bisa keluar dari lingkungan kampus ini, melihat mereka pun aku tak bisa kecuali di hari pemakamanku, menyakitkan, ini sangat menyakitkan bagiku,” ucap gadis itu sambil menangis sesenggukan.
Charlotte tak bisa mengatakan apa-apa lagi. Dia menghela nafas berat, dia berdiri lalu menatap pintu itu. Tangannya bergerak menuju engsel pintu. Dibukanyalah pintu yang disegel itu.
Di saat yang sama seorang pria bertopeng hitam muncul dari dalam ruangan itu , pria tinggi dengan hoodie dan celana hitam. Wajahnya di tutupi dengan topeng, berdiri di depannya.
“ Siapa... “ Charlotte terperangah melihat orang yang sangat tinggi itu, dia sampai mendongak ke atas ketika melihat pria itu di sana.
“ shhhh......” Pria itu menunduk dan menaruh jarinya di depan topeng , menyuruh gadis itu untuk diam.
Charlotte terhenyak, tiba tiba saja pria itu memukul tengkunya dan dia terjatuh ke lantai.
Charlotte pingsan tak sadarkan diri.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen.