
Mark membawa Charlotte ke gym tempat mereka latihan sejak dulu.
" Pelatih Park!!" suara teriakan pria itu terdengar menggelegar menguasai ruangan gym yang luas dan lebar dengan semua perangkat yang ada di dalamnya.
Mata orang orang tertuju pada pria tampan dan gadis cantik itu.
"Astaga, ada apa? kenapa suaramu keras begitu? ini pertama kalinya aku melihat kau tergesa gesa seperti ini bahkan...." pelatih Park menatap Mark yang bergandengan tangan dengan Charlotte. Bahkan menggenggam tangan gadis itu sangat erat.
" sampai menggandeng tangan gadis cantik ini," celetuk pelatih Park sambil menaikturunkan alisnya.
Mark dan Charlotte tertawa geli melihat perilaku pelatih Park yang selalu membuat anak didiknya tertawa dengan ucapan dan tingkah konyolnya.
"Dia pacar saya pak," ucap Mark dengan bangga.
Pelatih Park menaikkan jempolnya sambil tersenyum menatap kedua orang itu.
" Ngomong-ngomong ada apa? kenapa kalian terburu-buru, dan di mana si rambut blonde itu? aku ingin menghajarnya karena merusak ring tinjuku!!" ucap pelatih Park mencari keberadaan Max.
"Ada yang mau kamu bicarakan pelatih Park, Max sedang ada urusan, kami juga tidak tahu dia ke mana," jelas Charlotte.
Pelatih Park mengangguk paham.
"Pak apa anda mengenal orang ini?" tanya Mark sambil menunjukkan foto lukisan Max yang dibuat oleh Charlotte.
Pelatih Park menatap lukisan itu, mengamatinya dengan seksama karena wajah yang memang terlihat sangat familiar bagi pria itu.
"Orang ini..." pria itu mengamatinya dengan sangat seksama untuk memastikan siapa orang itu.
" Dia pernah berlatih di tempat ini, seingat ku orangnya cupu dan pemalu, dia sangat kurus dan terlihat Seperti anak yang kurang kasih sayang," ucap pelatih Park.
" Benar perkiraan ku!!" ucap Mark
" Aku juga pernah melihatnya di gym ini, hanya saja tidak lama setelahnya dia menghilang, apa anda tahu ke mana dia?" tanya Mark.
Pelatih Park mencoba mengingat kembali,"Coba ku ingat lagi, sepertinya dia mengalami sesuatu di masa lalu, ada yang terjadi pada nya, tapi apa ya..."
Beberapa saat dia mencoba mengingat kembali hingga kedua netranya tertuju pada gedung besar di depan tempat pelatihan miliknya.
"Dia... dia pernah ke gedung itu, sepertinya dia tinggal di gedung besar itu, coba kalian tanya ke sana," ucap pelatih Park.
" Sudah lama tidak ada kabar tentang dia, dulu sempat diberitakan kalau dia mengalami kecelakaan besar, jika kau ingat Mark, setelah kematian gadis itu ada beberapa kejadian yang diberitakan dan terjadi di jembatan itu juga," jelas pelatih Park.
__ADS_1
"Seingatku ada seorang anak SMA yang dikatakan bunuh diri di malam yang sama dengan kematian anak perempuan malang itu, tapi bapak tidak yakin jika siswa itu adalah Maximum, " ucapnya sambil menatap ponsel itu.
Charlotte dan Mark saling menatap, mereka cukup terkejut dengan penjelasan Pak Park yang di luar perkiraan mereka.
Jika benar demikian maka Max meninggal di tempat yang sama dengan Charlotte.
" Apa dia meninggal pak?" tanya Charlotte penasaran.
"Seingatku tidak, dia tidak mati! seorang wanita mengaku keluarganya dan membawa dia dari rumah sakit untuk mereka pindahkan perawatannya ke tempat yang lebih baik," jelas pelatih Park.
" Jadi dia belum meninggal!??" Mark dan Charlotte terbelalak tak menyangka dengan penjelasan pelatih Park.
Tetapi sudah lima tahun berlalu, mereka tidak tahu bagaimana keadaan pria itu saat ini, entahlah dia seperti kondisi Charoline dan Hyun jin yang mengalami koma atau dia telah benar benar mati.
"Belum, yang pasti dia belum meninggal, tetapi tidak tahu sekarang," ucapnya.
Mark dan Charlotte tidak menyangka kalau mereka akan mendengar hal mengejutkan ini. Beruntung pelatih Park masih mengingat kejadian itu dan mengingat Max.
" Jika demikian kita bisa menemukan tubuhnya !!!" ucap Charlotte bahagia.
Mark tersenyum sambil mengangguk setuju," benar, kita bisa menemukan keluarga atau kehidupannya yang dulu!!!" ucap Mark.
" Aku tidak tahu apa yang sedang kalian bicarakan, tetapi pria itu tidak punya keluarga lagi, dia hidup sebatang kara, setahuku dia hidup seorang diri, tapi ada perempuan yang mengaku kalau mereka adalah keluarganya, "
Pak Park tahu semuanya, ketika dia mendengar berita itu, karena sedikit khawatir dengan keadaan Max, dia berencana menjenguk pria itu di rumah sakit ketika dia membawa putrinya yang sakit saat itu. Tetapi saat menemui pihak rumah sakit, mereka mengatakan bahwa tubuh Max sudah dibawa oleh seorang perempuan yang mengaku sebagai keluarga nya.
"Apa bapak tidak melihat wajah orang itu?" tanya Charlotte.
Pelatih Park menggelengkan kepalanya," Bapak tidak tahu, karena saat itu bapak tahu informasinya dari pihak rumah sakit, tetapi yang jelas anak itu tidak meninggal," jelas pelatih Park.
Mark dan Charlotte semakin terkejut. Jika demikian, maka Max bisa kembali ke tubuhnya dan mendapatkan kembali ingatan yang terlupakan oleh pria itu.
"Ahhh... Teman-teman, kalian ternyata di sini, kepalaku sakit sekali!!!" suara Max terdengar, sontak mereka berdua berlaku dan menatap Max yang tiba di gym itu setelah menanyakan pada Asher ke mana kedua orang itu pergi.
Max berjalan sempoyongan dengan wajah pucat pasi. Pria itu tampak kurang sehat. Setelah memata matai nyonya Min dan putrinya Bianca dia malah diserang sakit kepala yang teramat sangat.
Dia menghampiri Mark dan Charlotte sambil menarik nafas berat berkali-kali.
Melihat Max yang tiba di tempat latihan itu, Charlotte dan Mark merasa turut sedih dengan keadaan Max di masa lalu.
" Max!!" seru mereka berdua sambil berlari dan memeluk pria itu dengan erat.
__ADS_1
"Eghh.. uhuk!!"
"Kalian kenapa woi!?? sesak tau!? aku sedang tidak sehat, kenapa dipeluk begini!!!' teriak Max kesal, sambil mendorong mereka berdua.
Dia sudah terlalu lelah, saking lelahnya dia berbaring terlentang di atas matras dengan keringat bercucuran di keningnya.
" Dari mana saja kau!? apa yang terjadi padamu!?' tanya Charlotte khawatir.
" Kau baik baik saja kan? apa ka mengingat sesuatu lagi tentang masa lalunya, " tanya Mark.
Max tertawa, dia menatap langit sambil tertawa cekikikan.
" Arkhh aku baru saja melakukan hal yang sangat gila hahahha... kalian tidak akan percaya jika ku ceritakan detailnya!!" ucap Max sambil tertawa mengingat apa yang dia lakukan selama beberapa minggu ini sangat konyol dan gila.
" Ada apa? apa terjadi sesuatu?" tanya Mark.
"aku.. hahah..nanti saja ku ceritakan," ucapnya seraya melirik pelatih Park yang super kepo berdiri di sana menguping pembicaraan mereka.
"Ahh baiklah, kalau begitu ikut kami!!" ucap Mark sambil menarik tangan pria itu.
" Pak Park kami pergi dulu ya, " teriak Charlotte. Dalam sekejap mereka pergi dari tempat itu.
" Wehh ada apa ini? kenapa main tarik tarik segala!?" tanya Max heran.
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil wajah pasangan itu mengatakan bahwa ada hal besar yang ingin mereka beritahu pada Max.
" Max, kami menemukan siapa dirimu sebenarnya!!! dirimu yang sebenarnya bukan pemilik tubuh ini!!!" ucap Charlotte dengan serius.
" Aku pernah melihatmu di masa lalu, dan kau salah satu siswa pelatihan Pak Park!" jelas Mark .
Deghh!!
Max terdiam membatu menatap mereka bergantian dengan wajah syok.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1