Hidup Kembali: Night At Paradise

Hidup Kembali: Night At Paradise
36


__ADS_3

Charlotte memasuki ruangan itu sambil menatap nanar ke seluruh ruangan. Senyuman manisnya tak pernah tertinggal, dia menatap seisi ruangan itu dengan hati yang gembira.


"Char jangan asal nyelonong masuk, dasar kau ini!" tegur Max seraya menarik tangan Charlotte dan merangkulnya di depan Mark.


Mark menatap Charlotte dan Max dengan tatapan datar. Jelas dia menatap Max dengan tatapan kesal,"Kenapa dia pegang pegang begitu!?" batin Mark sambil menatap tangan Max yang menempel di bahu Charlotte.


"Lihat Max itu lukisan taman Lili!!!" seru Charlotte sambil melepaskan tangan Max dari bahunya dan berlari menuju lukisan bunga lili di pojok ruangan itu, lukisan yang belum selesai, setengah sketsa dan sisanya sudah diwarnai.


"Uwahhh...


Max dan Philip hanya bisa terperangah melihat kegilaan Charlotte pada Lukisan.


Sedang di tempat yang sama, Mark menatap gadis itu dengan jantung berdebar debar. Segurat senyum tipis tergambar di wajahnya. puas rasanya saat melihat Charlotte melepaskan tangan Max dari bahunya.


Dia menatap Gadis itu. Seolah waktu terhenti, dia ingin segera memeluk Charlotte dan mengatakan kalau dia mengenalinya. Mungkin orang akan berpikir kalau Max gila, tapi dia percaya, Kekasihnya akan kembali padanya.


"wahh lukisannya boleh ku lanjut!???" gadis itu tampak sangat bersemangat sampai lupa kalau dia sedang berada di tubuh orang lain.


" ini bagus," gumam Charlotte yang tangannya sudah gatal ingin mulai mewarnai lukisan indah itu.


"itu milik Jay, kau akan disembur jika menyentuhnya, dia belum selesai," ucap Mark yang ternyata sudah berdiri di samping Charlotte sambil menatapnya dengan tatapan yang lembut.


Charlotte menggembungkan pipinya sambil memainkan dagunya, kebiasaan yang tidak bisa hilang dari gadis itu.


"Bahkan kebiasannya masih sama," batin Mark.


"Huh... baiklah, tapi ini bagus kak," ucapnya spontan menoleh dan tersenyum pada Mark.


Pria itu terdiam membatu, debaran di dadanya semakin keras. Senyuman, tataoan mata dan bahasa tubuh yang dia rindukan ada di depannya.


Mark menatap Charlotte dengan rasa rindu yang teramat besar. Dia yakin,sangat yakin kalau sosok di depannya itu adalah Charlotte, tak peduli bagaimana caranya, dia akan percaya bahwa kekasihnya hidup kembali setelah lima tahun.


Mark telah menunggu, Mark mengingat janji mereka, sekalipun Charlotte dalam sosok berbeda, Mark akan memastikan dia mengenali gadis itu terlebih dahulu sebelum Charlotte mengatakannya.


Spontan dia menarik gadis itu dan memeluknya dengan erat tanpa mengatakan apa apa.


Mark memeluk Charlotte, ingin dia segera menangis, mengungkapkan kerinduannya. Sejak awal dia tahu bahwa gadis itu adalah Charlotte, hanya saja dia ragu dan takut kecewa jika dia bukan Charlotte.

__ADS_1


Charlotte terkejut saat melihat apa yang dilakukan Mark.


Max, Philip dan teman-teman Mark yang ada di sana juga sama terkejut melihat Mark yang tiba-tiba memeluk Charlotte di depan mereka.


"Ehh ngapain peluk-peluk!??" Max tak senang, dia langsung menarik Charlotte dan memisahkan mereka, menatap Mark dengan tatapan curiga. Dia tidak tahu siapa kekasih yang dimaksud Charlotte, dia takut Charlotte dekat dengan orang aneh.


"Dasar orang mesum!" ketus Philip yang juga berdiri di depan Charlotte.


Mark tampaknya diam, dia terlihat malu sambil menatap Charlotte.


Sedangkan gadis itu terdiam membeku. Jujur saja, dia merasakan debaran jantung pria itu tadi, sama seperti miliknya yang berdebar kencang.


"Mark...." Lirih Charlotte di dalam hati. Rasanya sesak, dia masih menatap pria yang dia cintai, tapi ini belum saatnya dia mengakui siapa dirinya sebelum Mark benar benar mengenal dan membicarakannya terlebih dahulu.


"Maaf, aku hanya teringat dengan seseorang yang sudah lama meninggal, seseorang yang sangat kurindukan dan kucintai," ucap Mark sambil menatap Charlotte dengan tatapan yang dalam.


"Ba..baiklah, tidak apa," ucap Charlotte sambil menarik nafas dalam-dalam untuk menghilangkan rasa gugupnya.


"Sekali lagi kau peluk sembarangan, ku ikat kau!" ketus Max.


Mark menatap pria itu,"Dia saja tidak keberatan, dasar aneh, apa kau menyukainya?" ejek pria itu.


"Baiklah!" Mark menatap mereka dan duduk di meja kerja yang bidang dan luas di dalam ruangan kelompok seni lukis itu.


Charlotte masih gugup, dia mencuri curi pandang dari Mark yang tiba-tiba aneh menurutnya.


Tetapi ketika menyadari pelukan Mark tadi, Charlotte merasa sedih. Karena Mark pasti berpikir sedang memeluk Charoline bukan Charlotte.


"Apa dia menyukai gadis ini? apa... apa aku sudah digantikan?" batin Charlotte yang tiba-tiba sedih.


Dia duduk dengan wajah murung di sisi paling ujung meja,diapit oleh dua penjaganya, Max dan Philip yang posesif.


Mark menatap gadis itu sambil memikirkan ekspresi sedih Charlotte,"Kenapa dia murung?" batin Mark.


"Mark aku datang!!" suara Jay terdengar, tampak pria itu tiba bersama anggota mereka yang lain dan langsung bergabung bersama mereka di sana.


"Baiklah, karena semua sudah berkumpul," Mark mulai membuka pembicaraan.

__ADS_1


Jay dan teman-temannya hanya menatap heran pada pria itu.


"Apa yang terjadi? kenapa dia berbeda hari ini!?" bisik Tommy si pria berjanggut panjang dengan rambut gondrong yang datang bersama Jay .


"Aku juga tidak tahu, tapi ini benar benar aneh, dia tiba-tiba berubah!" ucap Jay.


Mereka memperhatikan Mark, pria itu tampak sangat berseri.


"Kegiatan kita akan dilakukan dua kali seminggu, setiap Rabu dan Jumat. karena ini semester baru, kita akan memulai Minggu depan, ekstra ini akan mewakili kampus dalam perlombaan seni, namun tidak semua dari kita yang bisa ikut serta," jelas Mark.


" Tapi kenapa? bukankah bagus jika semua ikut serta?" tanya Philip yang terlalu antusias.


"Sudah menjadi tradisi kelompok ini, yang mengikuti perlombaan adalah mereka yang memiliki karya terbaik dan terpilih berdasarkan voting suara kampus, oleh karena itu persiapkan diri kalian," ucap Mark.


"Selain itu kita akan punya beberapa kegiatan yang daftarnya akan dikirimkan oleh Tommy nanti, "tambah Mark.


Charlotte dan yang lainnya tampak bersemangat mengikuti kegiatan ini. Sementara itu, di perusahaan Senda Grup, kekacauan sedang terjadi.


"Kami ingin segera memilih Presdir Senda Grup, tidak boleh dibiarkan terlalu lama dan hanya dikelola oleh Tim pengembangan program dan strategi!!!" tuan Jordan mengamuk.


Presdir terdahulu harus bertanggung jawab, yaitu ayah Charoline yang sudah lama tak terlihat. Kabar terakhir dari orangtua gadis itu, mereka berada di Belanda tapi tak diketahui kenapa sampai saat ini mereka belum kembali.


"Benar, tim Pengembangan Program dan Strategi tidak bisa memegang kendali atas perusahaan ini!!" tegas yang lain.


Keributan yang tidak diinginkan terjadi, Asher Wang, ketua departemen pengembangan program dan Strategi hanya duduk diam dan mendengarkan celotehan mereka tanpa membalas sepatah kata pun.


"Asher Wang jangan hanya diam dan baut keputusan!" tegas tuan Jordan.


"Keputusan tidak ada di tanganku bahkan aku tidak berhak, Satu satunya yang berhak memutuskan hal ini adalah nona muda Kim So Eun pemilik perusahaan, " ucap Asher sambil berdiri dan menatap dingin ke arah mereka.


" Kalian tahu kan, bahwa nona muda sudah kembali, dan dia bisa melihat!" ucapnya sambil tersenyum lalu pergi dar sana tanpa mengucapkan apapun lagi.


" Si.. sialan!!! tidak boleh begini, Charoline kau harus mati!!!!"


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2