
"Charlotte kita siap, semua sudah dibereskan!" Max berjalan memasuki ruang latihan Charlotte sambil membawa dokumen dokumen resmi yang sudah dia urus.
Mereka akan memulai pembalasan dendam dan tarian pedang penuh darah yang siap untuk menebas mereka semua yang terlibat dalam kematian Charlotte.
Banyak misi yang harus mereka selesaikan. Setelah mengikuti kegiatan di tempat latihan fisik hampir sebulan penuh, kemampuan mereka mulai terasah.
Siapa yang menyangka tubuh kedua orang pemilik aslinya ternyata sudah terbiasa dengan bela diri. Bahkan Tubuh Charoline sangat mudah dilatih dan cepat beradaptasi.
Berdasarkan keterangan Pak Park, Charoline dan Hyun Jin sebelumnya Sudah 2 tahun mengikuti kegiatan beladiri dan latihan fisik di tempat itu sehingga tidak mengejutkan bahwa ketika Charlotte dan Max melatih kembali tubuh itu mereka cepat beradaptasi.
Charlotte yang sedang berlari di atas treadmill menghentikan aktivitasnya dan menghampiri Max.
"Apa semua sudah disiapkan?" tanya Charlotte.
Max mengangguk," Nama kita sudah terdaftar di Kampus itu, bertepatan dengan penerimaan siswa baru tahun ini, kita akan masuk sebagai mahasiswa di tempat tersebut!" jelas Max.
Charlotte mengangguk paham. Balas dendam nya akan dimulai. Semua perbuatan keji mereka terhadap dirinya di masa lalu akan dia balaskan dengan pembalasan yang berkali lipat lebih kejam.
Perpisahan yang menyakitkan dengan kekasihnya Mark, masa depannya yang hancur, tubuhnya yang dilecehkan berkali-kali, kematiannya yang mengerikan.
"Masih jelas ku ingat tali sepatu yang mereka gunakan untuk membunuhku,asih sangat jelas di kepalaku saat mereka menyetrika punggungku, " Charlotte mengepalkan kedua tangannya, mengeraskan rahangnya dengan mata berkaca-kaca.
Dendam itu terus berkobar, mungkin bagi mereka sudah lima tahun berlalu, tetapi bagi Charlotte kejadian itu terasa seolah baru terjadi dua bulan yang lalu.
Charlotte menangis lemah, dia terduduk di atas lantai sambil menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak," Kath,George, Bianca, Bella, Sonia dan Kalian semua yang terlibat!!!" Ucapnya.
" Lihat saja apa yang akan kuberikan pada kalian!!" ucap Charlotte yang menangis dengan nafas tersengal-sengal.
Max merangkul gadis itu, membawanya bangkit berdiri. Dia tahu ini berat untuk Charlotte, dia akan menemani gadis itu dan menjaganya sampai balas dendam itu benar benar terealisasi.
" Charlotte, kau pasti bisa, ingat ada aku di sisimu," ucapnya sambil menepuk punggung Charlotte dengan lembut.
Charlotte setidaknya bersyukur, karena dia menghadapinya dengan penuh niat dan ada Max yang menolongnya untuk bangkit dari keterpurukan.
"Tapi aku punya satu informasi penting lagi," ucap Max.
Charlotte mengusap air matanya dan menatap Max," Ada apa?" tanya gadis itu.
"Kita akan dibantu oleh tim Senda!" ucap Max sambil tersenyum menatap ke arah pintu masuk ruangan latihan itu.
"Tim Senda? bukannya Senda itu nama grup milik perempuan ini?" tanya Charlotte.
__ADS_1
"Benar, Senda adalah milik Kim So Eun dan orang-orang di dalamnya adalah orang yang setia pada nona muda mereka!" ucap Max.
"Bagaimana kau tahu? jelas kita tidak boleh mempercayai orang lain, kau ingat bukan dengan ucapan ku?" tanya Charlotte mulai tidak tenang.
"Aku ingat dengan jelas, oleh sebab itu aku minta bantuan mereka untuk mencari tahu!'" ucap Max sambil menunjuk ke arah segerombolan roh yang membantu Max mencari informasi tentang orang orang di tim Senda.
"Kalian masih di sini? bukannya kalian mengganggu orang-orang sialan itu!?" tanya Charlotte heran.
" Ehehe... begini kami mengganggu mereka sambil mencari informasi tentang grup Senda," ucap salah satu roh.
"Apa kalian melakukan kekacauan!?" tanya Charlotte curiga mengingat betapa hancurnya rumah itu saat para Hantu beraksi.
"Hehe... emm... i..itu... se..sedikit...." ucap mereka sambil tersenyum kikuk sambil mengingat kejadian sebulan ini.
Sebulan yang lalu,
Teror mengerikan terjadi di Grup Senda tepat setelah berita kembalinya sang nona muda. Teror itu menghantui semua orang di grup itu bahkan membuat Tuan Jordan yang merasa berkepentingan dan merasa berhak di Senda Grup tak bisa melakukan aktivitas dengan baik karena diteror hal hal mistis.
Para roh mulai menganggu seisi gedung dan mencari orang yang bisa dipercaya. Alhasil mereka menemukan tim inti Senda Grup yang bekerja dalam departemen pengembangan progam dan perencanaan strategis perusahaan.
Mereka adalah ujung tombak perjuangan Senda Grup yang membuat grup itu bertahan di kala pemimpin resmi belum resmi dinyatakan.
"Jadi kau sudah menemukan mereka?" tanya Charlotte.
"Wahhh kau.. bagaimana bisa melakukan itu?" tanya Charlotte heran.
"Bakat alami hahahahhaha..." Jawabnya dengan bangga.
"Baiklah, Tim Senda masuklah!" ucap Max seraya melirik ke luar ruang latihan yang hanya dibatasi dengan kaca tebal sehingga siapa pun bisa melihat ke dalam termasuk mata mata Keluarga Maladeva dan keluarga tuan Jordan.
Di ujung ruangan itu, tampak Victor Han beberapa kali mondar mandir sambil melirik penasaran ke dalam ruang latihan, mencari tahu dan mencuri dengar pembicaraan mereka.
Max mengawasi gerak gerik pria itu, dan mereka tahu kalau Victor Han adalah pengkhianat terbesar di rumah itu.
Lima orang anggota inti tim Senda memasuki ruangan itu. Berpakaian serba hitam, sangat cocok dengan citra mereka sebagai pengembang program dan penyusun strategi.
Berjalan dengan tubuh mereka yang tinggi dan tegap. Empat orang pria dan satu orang perempuan memasuki ruangan itu dengan wajah mereka yang kaku .
Charlotte menatap mereka, sangat takjub karena usia mereka terbilang sangat muda tetapi sudah menjadi bagian inti grup Senda.
"Wah hahahah.... akhirnya kita bisa berjalan serentak seperti pasukan tentara!" teriak salah satu dari mereka sambil melompat seperti anak kecil.
__ADS_1
" Assahhhhh!!" seru yang lain sambil mengangkat kedua tangan mereka dan melompat girang.
" Kau benar, pembukaan yang bagus untuk kita hahaha!!"
"Wohooo... lain kali kita gunakan seragam pegawai, akan sangat keren jika berjalan rapi dengan wajah ketat seperti semp@k baruku yang masih ketat ini !!!"
Kletak!!!'
"Baru dan harum!!" celetuk pria bertubuh tinggi besar sambil menarik karet kolornya sampai berbunyi garing di telinga semua yang ada di sana.
" Hahahahah... mantap bos!!!"
Charlotte sangat terkejut melihat kelakuan mereka yang absurd, dikira akan menegangkan seperti film film action tau taunya drama ini berubah menjadi komedi horor.
"Max, mereka bukan orang aneh kan?" bisik Charlotte seraya menatap Mereka dengan tatapan curiga.
"Emmm kalau itu sudah jelas kau lihat kan? sedikit gila," ucap Max seraya memutar mutar jari telunjuknya di dekat kepala.
" Hahahha lihat ini masih ada mereknya!!!" teriak pria berbadan besar itu sambil menunjukkan merek kolor yang masih tergantung di pinggangnya.
"Astaga memalukan, tapi aku juga sama, lupa cabut mereknya!!" celetuk gadis cantik berkepang dua itu sambil menyingsingkan kaosnya dan..
Jreengg...
Tampak kacamata kuda berwarna merah dengan merek yang masih bergelantungan di antara belahan pakaian itu.
"Acca... acca.. acca... wajah baru, jiwa baru, kooooooolor baru hahahahahah!!!!" teriak mereka sambil melompat dan membentuk lingkaran.
Max dan Charlotte mengalami culture syok lokal, ini kali pertama mereka melihat manusia segila kelima orang yang saling pamer pakaian dalam itu.
"Max... kau membawa orang gila ke sini, apa apaan ini!!!??" ucap Charlotte sambil menutup kedua matanya dan berbalik karena malu sendiri melihat kelakuan mereka.
"Astaga aku juga tidak tahu kalau gila yang dimaksud para hantu adalah benar benar gila seperti ini!!!"
Max dan Charlotte tak habis pikir, bagaiman bisa ada orang gila seperti mereka?!
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗