
"Charlotte!! Apa kau baik-baik saja!? Apa yang terjadi?? Seseorang mengatakan pada kami bahwa kau pingsan!!" Suara khawatir Max terdengar memenuhi ruangan UKS.
Timothy, Philip dan Moon Yi juga ada di sana, berdiri sambil menatap khawatir akan keadaan Charlotte yang tiba-tiba tidak baik seperti ini.
Charlotte membuka kedua matanya, dia baru saja sadar setelah kejadian di depan pintu tadi. Masih jelas dia ingat pria berpenampilan misterius itu keluar dari ruangan di mana roh gadis malang itu berada.
Pria bertubuh tinggi dan berbadan tegap. Bahunya bidang dan kakinya jenjang. Hanya saja tidak nampak wajah di balik topeng hitam itu.
"Siapa dia?" Pikir Charlotte.
"Charlotte!!" Panggil Max sambil mengguncang bahu gadis itu.
"nona anda kenapa melamun lagi!? Ada apa sebenarnya!?" Teriak Moon Yi panik.
Charlotte terkesiap, dia menatap mereka seperti orang bodoh,"Maaf aku sedikit pusing tadi," ucap gadis itu sambil menggelengkan kepalanya.
Dia menatap ruangan UKS, entah siapa yang membawanya ke sana. Gadis itu ingat jelas kalau dia dipukul sampai pingsan tapi tak tahu bagaiman bisa sampai di tempat ini.
"apa yang terjadi?" Tanya Timothy.
"Bukan apa-apa, mungkin kelelahan, itu sebabnya aku pingsan," jawab Charlotte dengan santai.
Mendengar jawaban Charlotte membuat Max curiga, dia yakin pasti terjadi sesuatu dengan gadis itu beberapa jam yang lalu.
"Berapa lama aku di sini?" Tanya Charlotte.
"Kau sudah pingsan selama 5 jam nona, " balas Philip yang duduk anteng di atas kursi sambil menatap Charlotte dengan serius.
"Lima jam!?" Gadis itu tak percaya, mereka semua mengangguk sambil menatap Charlotte.
Charlotte sama sekali tidak sadar, setelah berbicara dengan roh itu, dia sudah bangun di sini.
"Apa kalian melihat orang yang membawaku ke sini? Pria bertopeng dan berpakaian hitam!??" Tanya Charlotte.
"Anda melihat orang itu nona!?" Moon Yi dan yang lainnya terbelalak tak percaya.
"Maksud kalian?" Tanya Charlotte.
Beberapa jam lalu terjadi hal menggemparkan di auditorium!" Jelas Philip.
Kejadian beberapa jam yang lalu,
Lee Won Woo sedang berpidato dengan angkuh dan sombong. Pidatonya sangat panjang tetapi tampaknya para mahasiswa berusaha mencari perhatian untuk membangun jaringan dengan pria itu.
"Mari kita bangun Eden menjadi kampus terbaik beri tepuk tangan untuk kita semua!!!" Seru pria itu.
Prok! Prok! Prok!
__ADS_1
Suara tepuk tangan yang meriah terdengar menggema di seluruh ruangan auditorium.
Para Dosen juga sangat senang dengan kehadiran anak calon presiden yang kerjanya nyata selama menjabat sebagai gubernur. Mereka berpikir kalau Lee Won Woo juga akan menjadi orang yang sama seperti ayahnya, berkharisma dan bijaksana.
Di saat yang sama, tiba-tiba terjadi sesuatu yang membuat semua orang berteriak.
Lampu mati!!
"arkhh apa itu!!' para mahasiswa dan dosen terkejut.
Lee Won Woo menatap ke sembarang arah, dia kebingungan mencari jalan keluar," hei siapa i sana!? Siapa itu!?" Suara pria itu terdengar serak.
Tiba-tiba saja...
Bughh!
Sebuah pukulan telak mendarat di wajah pria itu," arkhhh!!! Siapa kau bajingan!!!" Terika orang itu histeris.
Bughh bughh.. bugh!
Won Woo dipukuli dengan brutal oleh seseorang yang tak tahu jelas siapa itu.
“ Arkhhh siapa kau!!!" pekik Lee Won Woo histeris saat merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Sudah patah tulang malah di pukuli lagi oleh orang tak dikenal, sungguh miris nasib pria itu.
“ Siapa kau bajingan, beraninya kau melakukan ini!! " teriak Lee Won Woo.
“A rrkhh.. uhuk uhuk.. si.. siapa kau...” teriak Lee Won woo lemah saat tali itu diikat semakin kencang di lehernya.
“Hihhh....lihat saja, penderitaanmu akan semakin banyak Lee won woo, matilah, kau akan mati di tanganku!!" ucap orang itu.
“ Arkhhh..... a... ampun..” teriak Lee Won Woo yang mulai lemas karena nafasnya tercekat.
“ Siapa kau ... siapa kau bajingan..” teriaknya histeris.
Orang itu melepaskan ikatannya, dia mengambil sebuah papan berisi spanduk dan..
Brakkk...
Pria itu memukulkan spanduknya ke kepala Won Woo, sampai spanduk itu tembus di kepala pria itu. Lee won woo terhuyung, para mahasiswa dan dekan panik, tidak ada yang bisa melakukan apa apa, mereka menggunakan senter pun tak kelihatan siapa di sana.
Yang tampak hanya sosok seorang pria bertubuh tinggi dengan helm hitam di kepalanya.
Lee Won woo di hajar habis habisan, tak diberi ampun.
Di saat yang sama lampu di auditorium itu menyala, pria berpakaian serba hitam itu naik menggunakan tali dan berayun di auditorium yang sangat luas itu.
“ Siapa itu!??” mereka semua terkesiap melihat pria itu tetapi lebih ngeri lagi ketika mereka melihat Lee Won woo sudah babak belur berlumuran darah di depan sana. Merintih kesakitan dan menangis tak kuasa menahan rasa sakti di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Tetapi yang lebih mengejutkan adalah gambar tak senonoh di spanduk besar yang tembus di kepala pria itu.
...“ Aku adalah seorang pecinta ****, mau bermain denganku?”...
Tulisan itu ticetak tebal denagn gambar pria yanghanya mengenakan pakaian dalam segitiga, bagian kepalanya langsung berada tepat di bagian yang bolong karena kepala Lee Won woo, sehingga seolah tubuh itu adalah tubuh Lee Won Woo.
“ Arrkjhhhh apa apaan itu..” teriak para gadis menjerit, mereka berbalik karena malu dan jijik melihat pemandangan itu. Wajah Lee won Woo hancur dan pria yang menghajarnya tadi melarikan diri menggunakan tali yang terhubung ke lantai dua.
“ Siapa orang itu.. kejar dia!!" teriak George yang tak terima temannya dipukuli. Kath, Ji An, Bella , Bianca dan yang lainnya juga sampai syok saat melihat kejadian mengerikan itu. Siapa yang bisa melakukan hal tak masuk akal seperti ini? Dan tulisan menohok itu membuat mereka terdiam.
“ Hahahhaa... tunggu giliran kalian!!” teriak pria itu dengan suara yang sudah diubah dengan alat pengubah suara yang tertempel di lehernya.
Max dan tiga sekawan teman Charlotte juga menatap pria itu dengan tatapan heran, di barisan para mahasiswa, tampak Mark berdiri menatap ke arah Lee Won Woo dengan tatapan dingin, senyum tipis tergambar di wajahnya, lalu dia pergi dari sana .
“ Lee Won Woo kau baik baik saja, astaga wajahmu penyok..” teriak George dan teman temannya menghampiri pria itu.
“Arrkhh huhuk uhuk... sialan, lepaskan aku, lepaskan aku dari sini, dasar sialan!!” teriak pria itu. Dia sangat marah, dia benar benar tidak habis pikir kalau ada seseorang yang mampu melakukan hal ini pada dirinya yang adalah aset kebanggaan negara.
Dan lagi lagi orang orang di sana bersimpati dengan Lee Won Woo yang terluka, mereka merasa iba dan berusaha mengejar pria tadi. Tetapi sayang, pria itu tak terkejar, dia cepat dan dia sangat profesional.
“ mark, kau mau ke mana? Lee Won Woo adalah teman sekelas kita, kau bagian organisasi mahasiswa. Bantulah kami,”ucap Kath saat melihat Mark melangkah keluar,.
Tetapi pria itu hanya diam dan tak menggubris sama sekali, dia berjalan begitu saja dan keluar dari sana.
Kath mendengus kesal, Mark semakin dingin padanya.
“ kalian lihat ini,” ucap Ji An mengangkat tali sepatu itu.
Seketika mereka terdiam membisu, tali sepatu? Orang itu menggunakan tali sepatu? Siapa dia sebenarnya?
“ He... Hei jangan mengaitkannya dengan hal yang tidak mungkin, “ ucap Sonia tak senang.
“ aku hanya menunjukkannya, tak mungkin ada hubungannya dengan masa lalu,” balas Ji An.
Mereka hanya bisa diam, kejadian ini sangat janggal, siapa yang menaruh dendam pada Lee Won Woo? Apa mungkin salah satu dari korbannya?
Di UKS, Charlotte cukup terkejut mendengar penuturan mereka, berarti kejadian itu terjadi setelah dia pingsan di pukul oleh ornagberpakaian hitam dan misterius itu.
“ Siapa dia? Dan apa motifnya menyerang Lee Won Woo?” batin Charlotte.
Tanpa mereka sadari, pria berpakaian hitam itu kini berdiri di balik pintu masuk UKS, menatap Charlotte dari sana sejenak lalu setelahnya dia pergi dari tempat itu.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen