Hidup Kembali: Night At Paradise

Hidup Kembali: Night At Paradise
41


__ADS_3

Kondisi Charlotte sudah stabil. Masa kritis telah lewat, hanya saja dia akan dirawat selama beberapa hari di rumah sakit karena patah tulang di kakinya.


Mark duduk dengan tenang di samping brankar Charlotte sambil terus menatap gadis itu.


"Dia akan segera sembuh, kakak pergi pergi dulu," ucap Leo.


"Nona, saya titip adik saya," ucap Leo sambil tersenyum seraya menepuk bahu Mark.


"Kak, jangan lebay, ingat umur!!" ejek Mark.


"Hmmm...


Leonardo keluar dari ruangan itu, dan masuklah Max dengan wajah masam.


"Bagaimana keadaannya!? kenapa kau melarang kami masuk!!!" Max masuk dengan amarah menggebu-gebu di wajahnya.


Mata Mark melirik ke samping,"Ahh aku lupa, ku pikir kalian sudah pulang, baiklah aku akan keluar dulu," Mark berdiri dan mendekat ke arah Charlotte sambil mengusap wajah dan pucuk kepala gadis itu.


"Aku keluar sebentar ya, kalian bicaralah," ucapnya sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada gadis itu.


Setelah berhasil mengubrak Abrik hati seorang Charlotte, Mark berjalan keluar dari ruangan itu dengan senyuman kemenangan sambil melirik Max yang dibuat kesal dengan tingkahnya yang songong.


"Charl.. kenapa kau bersama orang sinting itu!?? wajah songongnya itu sangat menyebalkan!!!" ketus Max.


Charlotte yang diajak bicara hanyabterdiam melongo seperti orang bodoh yang tidak tahu apa apa, seolah dia sedangd alam dunia mimpi, tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi pada dirinya.


"Max... Max!!" teria Charlotte sambil menarik tangan pria itu dan menatap nya dengan tajam.


"Ka..kau kenapa!??" tanya Max gugup, pasalnya wajah mereka sangat dekat, Charlotte menariknya sampai kedua wajah itu saling berdekatan.


" Pukul aku!!" ucap Charlotte tiba-tiba.


"pukul?" tanya Max.


"Cepat Pukul aku, atau cubit aku, sepertinya aku akan jadi gila!!!" ucap Charlotte panik.


"Kau kenapa!? apa benturan itu terlalu keras sampai kau jadi gila seperti ini hah!??" balas Max heran.


Charlotte menggelengkan kepalanya," tidak, cepat pukul aku, pukul sekarang!!!" teriak Charlotte.


Plakk!!


"Arrwwkhhhhh siapa yang memukul kakiku!!!" pekik Charlotte kesakitan .


"Ehh kan kau yang minta nonamuda, " celetuk Philip sambil tersenyum kikuk seraya menggaruk garuk kepala sumber ketombenya itu.

__ADS_1


"Arrkhhh sakit!!!" kesal Charlotte.


"Tapi ini artinya aku tidak mimpi!!!" seru gadis itu sambil menatap mereka dengan tatapan berbinar-binar.


"Max, dia mengenaliku, dia kenal padaku!!!!" ucap Charlotte dengan senyuman yang sangat bahagia.


Ini pertama kali mereka melihat gadis itu tersenyum begitu bahagia tanpa beban sama sekali.


"No..nona, anda tersenyum begitu bahagia,ada apa gerangan!?" tanya Moon Yi.


"Benar nona, anda terlihat sangat bahagia, selama ini anda selalu murung dan tersenyum pun penuh dengan beban," ucap Asher sambil menatap serius pada gadis itu.


Charlotte tersenyum menatap mereka dengan mata berkaca-kaca. Entah ini mimpi atau kenyataan, tetap yang dia dengar dan dia alami ternyata adalah kenyataan.


Mark mengenali dia!


Max terdiam sejenak. Dia menatap gadis itu dengan tatapan sendu," kenapa secepat itu? " batin Max tak suka.


"Max dia,dia kenal padaku," ucap Charlotte..


Max hanya tersenyum, dia sudah menyukai gadis itu, tetapi sejak awal dia tahu kalau Charlotte mencari kekasih nya danbternyata orang itu adalah Mark.


"Ahh kau yakin? dia mungkin hanya memanfaatkan dirimu karena tau kau Kim So Eun, pewaris Senda Grup, ingat Cahrlotte, jangan percaya pada siapa pun!!" tukas Max tak senang.


"Sekalipun dia kekasihmu di masa lalu, Lima tahun sudah berlalu, siapa yang tahu dia seperti apa dan dia sudah berubah sejauh mana, jangan mudah dibohongi pria buaya seperti dia!! " ucapnya lagi.


"Ekhmm...ciee ada yang cemburu niee..." goda Kang Jin seraya menyenggol lengan Max.


" piuuyuiiiuut... Max cembokur wehh wahahhahahahaa.....


"Si.. siapa yang begitu, dasar kalian mengesalkan!"


Wajah Max memerah, dia terlalu malu Mendengar godaan mereka yang tidak tandingannya.


" Max, dia bukan orang yang seperti itu," ujar Charlotte.


"Aku yakin padanya," ucapnya lagi sambil menatap ke arah pintu masuk di mana Mark telah datang dengan troli pembawa hidangan makanan.


"Ini saatnya makan, kalian semua keluar dulu!' ucap Mark.


"Tidak!" Tolak Max sambil duduk anteng di salah satu sofa dalam ruangan itu.


"Kami juga akan di sini!" balas Tim Senda yang masih penasaran dengan apa hubungan nona mereka dengan Mark.


"Ya terserah, semoga kalian tidak gerah," ucap pria itu seraya menatap dingin ke arah Max yang juga memberikan tatapan yang sama padanya.

__ADS_1


"Van, saatnya makan," ucap Mark yang terang-terangan mulai memanggil kekasihnya dengan nama itu.


Charlotte masih terhenyak,"Kau.. apa kau tahu siapa aku?" pertanyaan konyol itu keluar begitu saja dari mulut Charlotte.


Mark tersenyum sambil mengangguk, dia duduk di samping Charlotte lalu menggenggam tangan kekasihnya," Kekasihku, Kekasihku yang lama tak pulang, kau pikir aku sebodoh itu sampai tidak mengenalimu?" ucap Mark sambil menggenggam tangan itu dengan erat.


Tatapan mata Mark tak bisa bohong, dia terus menerus menatap intens kedua mata gadis itu.


"Ma...Mark? Kau benar benar menepati janjimu!!!" ucap Charlotte.


Air matanya lolos begitu saja dari kedua pelupuk matanya. Gadis itu menangis dengan tangan gemetaran.


Mark juga sama, air mata kebahagiaan mengalir dari kedua matanya, dia menatap Charlotte dengan jantung yang berdegup kencang.


"Tentu saja, maaf sedikit lama Van, maafkan aku," ucapnya dengan tulus.


Charlotte mengangkat tubuhnya, dan memeluk pria itu dengan erat sambil menangis sesenggukan.


Keduanya menangis sesenggukan, Tim Senda dan Max yang melihat hanya terdiam membisu tanpa mengganggu urusan sepasang kekasih yang lama tak bertemu .


Lima tahun sangat berat bagi Mark. Sakit dan penderitaan yang dia rasakan selama lima tahun serta harapan yang dia selalu sampaikan pada langit dan keyakinan bahwa kekasihnya akan kembali.


Hidupnya kosong, hingga di hari ia berpapasan dengan gadis yang dikenal sebagai Charoline. Di hari itu dia sudah yakin bahwa kekasihnya telah kembali.


"Aku menantikan mu sangat lama, tak Masalah orang bilang aku ini gila, tapi aku mengenal kekasihku, aku mengenalmu Van!" ucao Mark sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah sang kekasih. Jarinya jarinya mengusap lembut air mata Charlotte.


"Hiks hiks hiks... maafkan aku... maaf membuatmu menderita kak Mark .. huwaaaaa. ku pikir kau jatuh cint pada Charoline.... kupikir kau berpaling!!!!" gadis itu menangis sesenggukan.


"Hahahah... kau cemburu? dasar gadis tengil, aku hanya menggodamu, kau sudah begitu kesal," ucap Mark sambil tertawa.


Max menatap mereka dengan tatapan kesal. Pria itu berdiri dengan wajah kesal lalu meninggalkan ruangan itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Kenapa semua roh sialan ini berkumpul di ruangan ini!!!??" batin Max menarik perhatian para roh jahat agar mengikutinya. Sebenarnya sejak tadi, selain panas karena melihat keromantisan sepasang sejoli, Max merasakan hawa buruk yang mencekam berkumpul di sana.


Pria itu keluar, "Keluar dari ruangan ini sekarang juga!!!" kecam Max sambil menghardik roh roh hitam yang berputar di langit-langit ruangan itu.


Di saat yang sama, kedua netra Max menangkap sosok seorang gadis tengah mengintipnya dari balik dinding.


"Siapa di sana!!" ucap pria itu langsung berlari ke arah di mana perempuan berambut panjang dan hitam itu baru saja berdiri.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2