
Bianca berteriak kencang dengan wajah ketakutan sampai membuat setiap orang yang ada di dekat mereka menoleh dan menatap heran pada gadis itu.
“ Bianca kau kesurupan lagi? Astaga kau gila? “ omel Won Woo sambil menepuk bahu gadis itu hingga dia tersadar dari lamunannya barusan.
“ Hah... hahh... hah.. sialan, hantu hantu sialan itu membuatku tidak tidur nyenyak dan sekarang mereka menggangguku, lihat saja apa yang akan ku lakukan, arkrhhh sial!!" teriak Bianca sambil mengentak-entakkan kedua kakinya ke atas tanah.
Gadis itu jelas tahu kalau yang barusan itu bukan khayalan semata, tetapi ia terlalu malu untuk mengatakan pada teman temannya jika sekolah itu sekarang dipenuhi dengan makhluk halus beraura gelap.
“ Sial, kenapa tiba tiba begini, kenapa para roh sialan itu malah datang ke sekolah ini, kalau sudah mati, ya mati saja, kenapa harus mengganggu kami di sini,” Bianca gelisah, sedikit dia bisa melihat kalau ada makhluk lain di sana.
“ Hei ada apa? Kenapa semua orang berkerumun di sana?” tanya Ji An penasaran, dia baru tiba dan hanya sibuk dengan riasan tebalnya. Tentu dia harus menunjukkan citranya sebagai aktris baru dan menunjukakn pada orang orang kalau dia adalah bintang baru untuk perfiliman di masa depan.
“ benar kenapa mereka berkumpul di sana? “ tanya Ruto yang juga seorang Idola yang tengah naik daun namanya di kalangan masyarakat. Dia dan Yuta berada di grup yang sama. Orang orang ini tampak sukses bahkan seolah tak tergangu hidupnya setelah membunuh seorang gadis tak bersalah, membunuhnya dengan menggunakan tali sepatu.
Entah hukuman apa yang cocok mereka terima nantinya.
“ Di sana ada mahasiswa baru yang mencoba masuk ke kelompok Mark, seni kontemporer, aku yakin mereka akan gagal,” ucap Kath meremehkan.
“ Wahh tapi kenapa sampai semua orang berkupul di sana?” tanya Yuta.
“ Katanya ada pria dan gadis mempesona, mereka bersinar bahkan lebih dari Kath dan Mark,” balas Sonia.
“ kalau penasaran ayo ke sana,” ajak gadis itu.
Sontak mereka berjalan ke arah kerumunan itu. Tentu saja mereka pensaran dengan sosok sosok yang bisa membuat semua orang berpaling dan tidak mempedulikan mereka.
Bianca berjalan paling belakang, dia masih bergelut dengan pikirannya dan hawa buruk yang mengganggunya.
Gadis itu dan teman temannya berjalan melewati kerumunan itu. Mereka adalah orang berkuasa, jadi siapa pun yang melihat mereka akan membukakan jalan untuk mereka.
Kath dan George, Won Woo, Ji An, Sonia , idola idola bajingan itu berjalan dengan angkuh.
“ Apa yang terjadi?” tanya Kath pada salah satu yang berdiri di sana.
“ Mereka menakjubkan, kau lihatlah sendiri ,” ucap orang itu lalu pergi dari sana karena tak senang dengan wajah menyeramkan kath.
Tatapan mata Kath mengatakan dia penasaran, sama halnya dengan yang lainnya, mereka ikut berbaris dan menatap siapa yang ada di sana.
__ADS_1
“ Siapa mereka?” tanya Sonia.
Entah angin apa, mata orang orang itu langsung tertuju pada gadis berambut blonde dengan mata biru yang menakjubkan itu. Senyuman dan aura yang membuat mereka merasa familiar dengan orang itu sekaligus merasakan ketakuan yang mengerikan.
“ Di... diia..” mata Won Woo membelalak tak percaya melihat siapa yang ada di depannya.
“ Charlotte ?” ucap Kath spontan dengan mata membulat sempurna.
Jantung mereka berdegup kencang. Wajah mereka pucat pasi terutama Ji An, Ruto dan Yuta yang berkiprah dalam dunia entertainment.
Keheningan mencekam memenuhi tempat itu, sekujur tubuh mereka seolah membeku saat melihat wajah Charlotte secara langsung di sana, wajah gadis yang mereka bunuh lima tahun yang lalu.
“ Ba.. bagaimana bisa!?” ucap Kath terdiam membisu.
“ Ti.. tidak mungkin.. aku tidak mungkin melihat hantu!" ucap George tak percaya.
Bianca yang berjalan terakhir menatap ke arah kerumunana itu. Setelah merasa tenang dia mencoba menatap siapa gerangan yang membuat semua orang tampak melongo.
Mata gadis itu menangkap sosok itu, sosok gadis yang berdiri di depannya dengan wajah tersenyum, tetapi kulitnya pucat pasi dan berlendir seolah air terus menerus mengalir keluar dari tubuhnya.
Mata Bianca membulat sempurna saat melihat Charlotte berdiri di hadapannya sambil tersenyum dengan wajah menyeramkan.
“ Arrhhhhkk ti... tidak... tidakkk!!! ada hantu.. arkhhh tiiidakkk!!!” Bianca berteriak histeris bahkan dia sampai terjatuh ke atas tanah.
Dia gemetar ketakutan, menangis sambil menunjuk ke arah sosok yang hanya bisa dia lihat itu. Rasa takut menjalar sampai ke tulang tulangnya, dia bergetar sambil menangis sesenggukan.
“ PERGI.. PERGI DARI SINI.. PERGI KAU CHARLOTTE... PERGI KAU DARI SINI KAU SUDAH MATI!!!" teriak Bianca hiteris sambil menangis sesenggukan di antara kerumunan itu. Semua orang yang ada di sana seolah terhipnotis, tak ada yang memperhatikan dia sampai seseorang mengulurkan tangan padanya.
“ Hey ada apa? Kau baik baik saja?” tanya perempuan cantik berwajah lembut dengan suara emasnya itu.
Dia menepuk bahu Bianca dan...
“ Arjjhhhh hah.. hah... apa tadi itu.!?” teriak Bianca sambil mengusap air matanya.
Charlotte tersenyum sinis sejenak lalu mengubahnya menjadi senyuman ramah,” berdirilah, kau baik baik saja?” tanya gadis itu dengan suara lembutnya.
Bianca termangu. Barusan dia melihat wajah Charlotte yang asli di sana, wajah menyeramkan yang seolah mengatkan bahwa dia akan melakukan balas dendam sekarang.
__ADS_1
Tetapi yang dia dapati di sana adalh wajah seorang perempuan cantik yang sangat mempesona.
“ Astaga dia lagi lagi kesurupan sepertinya, Bianca berdiri lah,” senggak Won Woo.
Gadis itu tersadar, dia berdiri dan menolak ulruan tangan Charlotte.
“ Jangan dekat dekat denganku!!" ketus Bianca seraya menatap kesal pada gadis cantik di depannya itu.
Bibir Charlotte tersungging ke atas, dia menatap Bianca dengan taapan dingin dan mencekam, tetapi sedetik kemudian dia lansgung berbalik dan melewati mereka tanpa mengucapkan apa pun lagi,hanya melanjutkan lukisannya.
“ Charoline bagaimana kau bisa masuk ke kampus ini? Dan kau tidak buta?” mata Kath membulat sempurna.
Charlotte menoleh sambil tersenyum tipis, dia menaruh jarinya di depan bibir,” hushhh jangan kampungan Kath, malu dilihat orang, dasar kolot!!” ejek Charlotte dengan senyuman sinisnya.
“ ka.. kau...
"Pfhh hahahha...
Orang-orang mulai berbisik dan membicarakan mereka. Semuanya melirik Kath yang terlihat kesal dengan kehadiran gadis cantik yang sangat jauh dari Kath.
“ Kath tenanglah, kau akan membuat namamu buruk, jangan sampai kita terlibat skandal,” bisik George.
Kath menghela nafas kesal. Tetapi ketakutan yang cukup lama barusan jelas sekali mereka semua rasakan.
“ Siapa dia sebenarnya, kenapa juga penampilannya mengingatkanku pada gadis sialan itu?”batin George.
“ Arkhhh aku selesai, hei minggir kalian orang orang bodoh dan kolot, dasar tidak tahu seni, bau busuk kalian, apa kalian pernah membunuh orang, dasar menjijikkan,” Max berdiri sambil meregangkan tangannya dan berdiri menatap sinis ke arah Kath dan yang lainnya.
“ kalian pernah membunuh ya?” ucap pria itu sambil tersenyum jahat seraya menatap mata Kath, George, Won Woo dan semua yang terlibat dengan pembunuhan itu.
Kath dan yang lainnya terdiam membeku, apa ada orang yang tahu rahasia mereka?
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen.