Hidup Kembali: Night At Paradise

Hidup Kembali: Night At Paradise
35


__ADS_3

Pria berpakaian serba hitam itu naik ke atap kampus, dia membuka helmnya, perlahan-lahan hoodie-nya juga dibuka dan terakhir adalah topengnya.


" hei aku hampir mati tadi, aku takut gagal!!" Mark masuk ke dalam ruangan itu sambil menatap pria berpakaian hitam itu dengan tatapan jengah.


Pria bertopeng itu menarik topengnya, tampaklah senyuman sinis di wajahnya," hah kemampuanmu melemah kak? yang benar saja, kau tidak bisa melakukan itu saja?" ucapnya sambil meletakkan topeng itu.


Tampaklah dua wajah Mark di sana. pria berpakaian serba hitam itu adalah Mark dan yang di hadapannya adalah kakak laki lakinya yang sangat mirip dengan dia. Bukan kembar, tetapi mereka memiliki wajah yang persis sampai sering dibilang kembar, wajah mereka sama tetapi usia mereka terpaut 5 tahun.


" hah... kau hebat," ucap Leonardo, kakak Mark yang adalah seorang dokter hebat. Dia hanya menambahkan sedikit riasan di wajahnya untuk membuat penampilannya persis sepeti Mark sehingga tak ada yang curiga.


Tidak ada yang tahu kalau wajah Mark begitu mirip dengan saudaranya.


Mark menghela nafas sambil mendaratkan bokongnya ke atas kursi di dalam ruangan itu, dia menenggak sekaleng bir sambil menatap lukisan Charlotte yang terpampang di depannya, lukisan yang sangat indah saat terkena sinar matahari.


" mau sampai kapan kau akan melakukan ini?" tanya Leonardo sambil melepaskan jaketnya dan berganti pakaian di sana.


" ahh ayolah kak, aku baru saja mulai, aku tidak akan berhenti sampai mereka hancur, perbuatan mereka pada Van tidak akan pernah ku lupakan," ucap Mark .


Leo mengangguk paham, balas dendam pria itu di dukung oleh kedua orangtua bahkan Leonardo sendiri, alasannya karena perbuatan mereka pada Charlotte sangat keji.


Lima tahun lalu saat Leo melakukan otopsi pada tubuh Charlotte, dia menemukan banyak hal mengejutkan. Tubuh itu Syok berat, organ organnya stress bahkan tidak bekerja dengan baik.


Lambungnya kosong dan ada kapas di dalamnya. Yang lebih mengerikan di tubuh Charlotte ditemukan beberapa bekas luka jarum suntik yang disuntikkan berkali kali, gadis malang itu menderita penyakit aneh bahkan sebelum dia mati.


Sangat mengerikan, bahkan Leo yang memeriksa tubuh itu saja sampai tak sanggup melanjutkannya. Dia ikut syok, bahkan tak bisa tidur selama berhari hari karena tidak sanggup membayangkan penderitaan Charlotte saat dia menerima luka dan trauma itu.


Leo menepuk bahu adiknya," aku hanya bercanda, lakukanlah dengan baik tapi jaga keselamatanmu, aku akan membantumu," ucapnya sambil tersenyum menguatkan adiknya.


Dia tahu kalau pria itu hancur, setelah kematian Charlotte, Mark sama sekali tidak mau pindah dari kota itu, dia terus di sana dan setiap hari mengunjungi makam Charlotte bahkan hampir gila karena tak terima dengan apa yang terjadi pada Charlotte.


Waktu terus berjalan. Setelah Mark menghajar Lee Won woo dan mempermalukan pria itu di depan semua orang beberapa saat lalu, dia berjalan keluar dari gedung kampus itu dengan hati yang kacau.


Di saat yang sama, Charlotte dan teman temannya lewat.


" Nona, ayolah saya gendong, anda tadi pingsan kan? biar abang ganteng, bang philip yang membawa nona," celetuk Philip sambil berdiri dan membungkuk membelakangi Charlotte.


" ck.. dasar si kampret ini, sembunyikan dulu kolormu itu.." ketus Timothy sambil menendang bokong Philip. Bagaimana tidak kesal, kolornya kelihatan ketika dia membungkuk.


" Hei kalian tenanglah, aku baik baik saja, kita pulang, aku mau langsung ke gym," ucap Charlotte.

__ADS_1


" mau latihan lagi hari ini?" tanya Max dan dibalas anggukan kepala oleh Charlotte.


Mark menatap mereka , tatapan matanya tidak bisa diartikan, dia terus mengamati Charlotte, jantungnya berdebar lagi. Sudah berkali kali dia mengalami hal itu sejak bertemu gadis yang dipanggil Charoline itu.


"Apa itu kau? apa benar ucapanmu di lantai tiga tadi? apa itu kau Van?" gumamnya dengan dada yang terasa sesak dan pedih.


Kejadian di lantai tiga tadi jelas di dengar oleh Mark. keseluruhan percapakan itu dia dengarkan, dia tidak bisa melihat hantu dan yang anehnya hantu pun tidak bisa mengganggu pria itu, bahkan seolah tidak tahu keberadaannya.


Dia juga sama terkejutnya saat melihat gadis berambut blonde itu ketika dia membuka pintu ruangan yang jadi tempat pelariannya. Ruangan itu tidak pernah dikunjungi, dia hanya memanfaatkan nya untuk melarikan diri ketika dia beraksi..


Saat mendengar pem Charlotte, Mark sangat ingin bertanya pada gadis itu, tetapi melihat dia yang syok, terpaksa Mark memukul gadis itu sampai pingsan.


Dia yang membawa Charlotte ke UKS, bahkan duduk di sana sejenak menemani gadis itu.


Masih mencerna yang terjadi tadi, dia jelas sadar ada yang aneh, semua tanda yang ditunjukkan gadis itu mengarahkan nya untuk mengenali kekasihnya.


"Aku akan mencari tahu sendiri, apa itu benar dirimu Van, dan kenapa kau tidak bilang apa-apa padaku," batin Mark sambil berjalan mendekati mereka .


"Tim Seni lukis, ikut denganku, kita ada pembicaraan hari ini!" Ucap pria itu sambil berjalan mendahului mereka ke arah Auditorium kampus.


"Ehh tapi kami punya jadwal...


"Ehh kita kumpul hari ini? Baiklah, ayo Max Philip, ini akan menyenangkan!!" Seru Charlotte memotong ucapan Mark sambil tersenyum manis.


Dia tidak akan melepaskan satu kesempatan pun untuk tetap dekat dengan Mark. Sekalipun hanya bisa melihat dari jauh dan tidak bisa memberitahukan bahwa dirinya ada di sana, di sisi Mark, dia akan terus mendekati pria itu.


Charlotte tampak sangat ceria, seolah tadi tidak terjadi apa-apa di lantai tiga. Max menyadari gadis berambut pendek di lantai tiga menatap mereka dari dalam ruangan itu, wajahnya pucat dan sendu.


"Apa Charlotte bertemu roh itu?" batin Max.


Mark sendiri berjalan mendahului mereka, sebenarnya hari ini dia tidak ingin mengadakan pertemuan, tetapi karena kejanggalan yang dia rasakan, dia ingin memastikan siapa sosok gadis itu sebenarnya.


"Jay, panggil teman-teman yang lain, kita ada pertemuan klub!" ucap Mark melalui ponselnya.


"Sekarang!? bukannya kau bilang dibatalkan? aku menyuruh anak anak baru pulang tadi? kau ini kenapa!??" protes Jay dari seberang sana.


"Mereka bersamaku, datanglah, aku akan bawa mereka ke markas," ucap Mark.


" Markas!? wahh kau benar benar aneh hari ini, tapi baiklah!" ucap Jay.

__ADS_1


Mark menutup panggilannya, dia membawa Charlotte dan yang lainnya masuk melewati auditorium, berjalan menuju ke arah jalan sempit di samping auditorium lalu berjalan lagi sangat jauh sampai ke ujung lantai dua sebelah kanan dan berakhir di depan sebuah dinding kosong.


"Kita mau ke mana?" tanya Charlotte. Timothy dan Moon Yi sudah pulang lebih dahulu karena ada jurusan dengan kantor, mereka mendapatkan panggilan dari Asher.


"Ini cuma dinding kosong, ke mana sebenarnya?" tanya Philip heran.


Mark berhenti sejenak, dia menarik penutup kecil yang sewarna dengan dinding putih yang nyatanya adalah sebuah pintu.


pip... pip... pip!


Pria itu memasukkan kode akses masuk dan ...


Jrenngg!!


Terbukalah pintu masuk menuju markas tim Seni lukis kontemporer. Markas harta Karun dan tempat para pelukis muda itu menciptakan karya luar biasa mereka.


"Uwahhhhh......


Charlotte, Philip dan Max menganga takjub melihat isi ruangan luas itu.


" Luar biasa!!!" seru Charlotte dengan wajah sumringah, belum diijinkan masuk, gadis itu langsung menerobos duluan saking semangatnya melihat lukisan lukisan dan karya seni yang ada di sana.


"Waahhhhh ini luar biasa!!! Cantik!! keren, luar biasa keren!!!" seru gadis itu sambil berlari ke sana ke mari melihat semua karya seni itu.


Dua pria anggota yang sudah nangkring di dalamnya sampai dibuat kaget dengan kemunculan gadis itu.


"Charlotte.. ekhmm.. So Eun kenapa kau menerobos masuk!!!" teriak Max mengejar gadis itu.


Mark hanya diam, dia menatap Charlotte, tatapan mata penuh kerinduan.


"Van... aku menemukanmu," ucapnya pelan.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2