
Keputusan Charlotte telah bulat. Tuan Jordan dikeluarkan dari manajemen perusahaan bersama semua orang yang berpihak dan terbukti melakukan pengkhianatan terhadap grup Senda.
Pergolakan besar besaran terjadi di perusahaan itu, tetapi Charlotte sama sekali tidak tergoyahkan. Dia telah menetapkan dan memikirkan semuanya dengan matang sekalipun resiko yang dia terima sangat besar.
Benar saja, kejadian ini mengundang amarah tuan Maladeva dan keluarganya demikian keluarga tuan Jordan. Mereka marah dan kesal tetapi tidak bisa berkutik karena sejak awal Senda grup adalah milik Kim So Eun pewaris satu-satunya grup itu.
Belum lagi kekuatan tim Senda, Hyun Jin dan Max yang mendukungnya dari belakang membuat mereka seketika terdiam membisu tanpa bisa melakukan campur tangan apa pun terhadap manajemen perusahaan.
"Kath, apa yang kau lakukan sebenarnya!? bukannya kau memata matai perempuan sialan itu hah!? tapi kenapa bisa jadi begini dasar bodoh!!;" teriak nyonya Maladeva ibu gadis itu.
Tuan Maladeva juga tampak kesal pada cara kerja putrinya. Seharusnya Kath mendekati Charlotte bukan membuat permusuhan dengan gadis itu, tetapi yang dia lakukan malah merugikan mereka dan bahan mereka tidak tahu gerakan apa yang sudah dilakukan gadis itu.
Kini tak ada yang bisa mereka lakukan, seluruh harta kekayaan grup Senda sepenuhnya menjadi milik Charlotte si penguasa sesungguhnya.
"Dasar bodoh, kau memang tidak berguna Kath, sial sekali, anakku yang di Amrik selalu bisa diandalkan tetapi dirimu adalah bibir paling busuk yang menjijikkan!!!" kesal tuan Maladeva menghina anaknya sendiri.
" Benar, dia bahkan lebih bodoh dari Tom, kenapa kau tidak bisa diandalkan, bahkan paman sekarang dipecat dari perusahaan, dasar sinting!!" tuan Jordan turut membentuk gadis itu.
Kini semua orang menyudutkan Kath yang tidak bisa apa-apa. Gadis itu terdiam dengan dendam berkarat di hatinya. Dia marah, kesal dan dendam pada sepupu nya yang telah membuat dirinya berada pada posisi ini.
Di saat yang sama ponsel gadis itu berdering, pesan masuk dari George di dalam ruang obrolan grup mereka dia buka.
" Teman-teman, gadis itu masih hidup, datang ke tempat ini sekarang! dia.. dia masih hidup, kita harus membunuhnya!!!" isi pesan darurat dari George.
Jelas arah pembicaraan George adalah sosok gadis yang mereka bunuh Lima tahun yang lalu. Jantung Kath berdebar kencang, jika sampai dia ketahuan membunuh, dan berbuat ini tersebar ke publik maka dia sia sudah semua yang dilakukan orangtuanya untuk menutupi kejahatannya.
"Aku pergi!!' ucapnya dengan ketus dan keluar begitu saja dari rumah itu. Tanpa sadar kalau orang orang yang dia lihat barusan bukanlah orangtuanya tetapi roh yang menyamar menjadi orangtuanya untuk membuat dia tertekan.
Kath melaju dengan kecepatan tinggi menggunakan mobilnya. kesal dan marah bercampur aduk, dia berbagai menuju mystic bar di mana dia dan yang lainnya sering berkumpul bersama menghabiskan waktu mereka.
Sama halnya dengan temannya yang lain. Mereka juga pergi menuju bar itu, tanpa tahu apa yang sedang menunggu mereka di sana.
Suasana bar terlihat suram dan menyeramkan. Gelap gulita seolah sedang terjadi pemadaman listrik.
Kath menatap area itu dengan wajah terkejut.
"Kenapa semua lampunya mati!?" batin Kath heran.
__ADS_1
" Kath, kau datang!?" suara Bianca terdengar, dia sedikit terkejut dan bulu kuduknya merinding saat mendengar suara gadis itu.
" Sialan, kau membuatku takut bodoh!!" umpat Kath.
Bianca Hanya terkekeh," ayo masuk, memang sedang padam listrik, mereka sedang memperbaiki nya," ucap Bianca sambil menggandeng tangan gadis itu, hal yang jarang dilakukan oleh Bianca.
Kath dengan polosnya ikut ke dalam ruangan gelap itu tanpa tahu apa yang sudah menantinya di sana.
"B..Bi.. kenapa gelap sekali, aku tidak bisa melihat apa-apa!" ucap Kath mulai gugup dan takut.
Rasanya jantungnya mau meledak karena suasana horor dan dingin yang mencekam.
" Kenapa, apa kau takut dasar aneh, yang lain sudah menunggu kita, ayo cepat ke dalam!" Bianca menarik tangan gadis itu menuju arah ruangan dengan cahaya merah.Terdengar musik yang tidak terlalu jelas.
Kath mencoba mengingat apa di bar itu ada ruangan seperti itu? biasanya ruangan pesta adalah aula besar tetapi tampaknya mereka sedang menuju ruangan khusus di salah satu bagian gedung bar itu.
"Ayo hahaha..semuanya sudah menunggu!! ayo!!!" Bianca tertawa bahagia, sambil menarik tangan Kath, dia memasuki ruangan itu.
Seketika terdengar suara musik yang sangat keras, semua orang sedang menari kegirangan, melompat lompat di dalam ruangan itu, berpesta bersama sama di tengah lampu merah remang-remang yang membuat suasana sedikit horor.
" Hahaha..... Kath kau datang juga, kenapa lama sekali!!" Ji An juga ada di sana ,tetapi penampilannya membuat Kath terkejut.
Ji An mengerucut bibirnya," Aku diberitahu kalah ini cocok untukku, apalagi kalau menari di sepanjang sungai Han!!" ucap gadis itu seraya berbisik.
Kath terhenyak, bagaiman bisa di sini terasa aneh tetapi terasa seperti biasa saja, seperti suasana biasanya hanya saja memang perasaannya tidak enak.
"Wohooo!!! semuanya!!!" George berdiri di meja DJ, memutar musik dan meracik suasana sebaik mungkin.
Semuanya menari dan melompat bersama sama, berteriak kegirangan dengan malam yang begitu ramai ini.
"Hahaha...ayo Kath!!" Ji An dan Bianca menarik gadis itu ke tengah tengah kerumunan, Ruto, Yuta, Sonia dan Bella juga ada di sana, mereka mengenakan pakaian yang semuanya dengan Ji An, berwarna warni seperti pakaian ritual.
" Ayo menari!!!" teriak mereka.
" Kenapa kalian pakai baju itu, aneh sekali!?!" tanya Kath lagi sambil menatap mereka .
Tiba-tiba Sonia dan Bella memasangkan baju yang sama pada gadis itu," Hahaha ini untuk bersenang-senang Kath, ayo pakai saj, semuanya juga pakai!!!" ucap Sonia.
__ADS_1
Kath memakai kaos warna warni itu, dia merasa aneh , tetapi karena ini adalah teman-temannya dia ikut saja memakai kaos yang sama sekali tidak sesuai dengan kepribadiannya itu.
Lama kelamaan Kath menikmati pesat, dia dan semua yang ada di sana menari dan melompat kegirangan sambil menikmati malam mereka yang penuh dengan tawa.
" Wohhooo!!!! semuanya ini menyenangkan!!!" teriak Kath sambil tertawa menatap kerumunan itu.
Seketika, baru dia berkedip Tak ada siapa pun di sana.
" Tu.. tung..gu!!" Kath terdiam.membeku dengan bulu kuduknya yang merinding tak karuan, menatap ke kanan kiri," Ji..Jian, so..nia, kalian di mana.. teman teman!!! hey kalian di mana!!!" teriak Kath di tengah kegelapan itu sambil meraba raba ke sana kemari mencari di mana keberadaan temannya.
Tetapi tak ada seorang pun yang berada di sana.
Gadis itu melangkah pelan, tak bisa melihat apa-apa, hanya bisa meraba hingga...
Crrkk...
"A.. apa yang ku pegang ini!!" Kath terdiam membatu saat merasakan tangannya menyentuh sesuatu seperti rambut tetapi basah dan sedikit berlendir.
Dia menarik tangannya, " Apa itu, Sonia, George, teman teman kalian di mana jangan buat aku takut!!!" pekik Kath histeris.
Dia berjalan mundur tanpa cahaya sampai...
dugh...
Dia membentur sesuatu yang basah dan berlendir di belakangnya.
" A.. apa itu!?" ucapnya dengan tubuh gemetaran sambil menoleh ke belakang dan...
" Arrkhhhhhhh Charlotte!!!!!" pekik Kath saat melihat sosok mayat Charlotte digantung di depan wajahnya dengan belatung, lendir dan air yang basah, lehernya diikat tali sepatu dan tubuhnya penuh bekas luka.
"Hihihihi... hihihihi... kau harus mat,u sama seperti teman-temanmu!!!" ucapnya sambil menarik Kath. Tiba tiba saja cahaya terang menyinari ruangan itu dan tampaklah di depan Kath, semua temannya telah sekarat dalam keadaan yang sama persis dengan keadaan Charlotte ketika gadis itu mati..
" Ini giliranmu Kath, kau.. kau harus mati!!!!"
"TIDAAAKKKK!!!"
......END......
__ADS_1
Note: maaf untuk Ending yang tidak selesai, ini bukan genre author, masalah psikis jadi alasannya, ternyata tidak semua berbakat menulis cerita berbau horor, mohon maaf yang sebesar-besarnya.