
Berita mengejutkan menggemparkan seluruh negeri hari ini. Lee Won woo ditemukan babak belur di bawah jembatan yang membentang sepanjang sungai Han. Pria itu ditemukan oleh petugas kebersihan yang mendengar suara teriakan minta tolong dari bawah jembatan. Dan betapa terkejutnya orang itu saat menemukan Lee Won Woo.
Pihak kepolisian tiba di tempat itu bahkan ayahnya, tuan Lee langsung mengemudi menuju tempat itu untuk melihat keadaan putranya yang seingatnya dia kurung di rumah.
Lee Won Woo hampir mati sesak nafas dengan tali sepatu yang terikat di lehernya, bekas luka bakar di sekujur tubuhnya dan kakinya yang patah . Entah siapa yang melakukan hal keji itu tetapi dia pantas mendapatkannya mengingat betapa jahatnya manusia ini.
Lee Won WOo segera dilarikan ke rumah sakit, siapa yang akan menyangka kalau ada orang yang dendam pada Lee Won Woo yang dikenal memiliki citra baik sebagai pemain voli nasional dan anak dari calon presiden berikutnya.
Kath dan teman temannya mendengar kaar itu, mereka segera mengunjungi Won Woo dan syok melihat keadaan mengenaskan pria itu belum lag i melihat foto keadaan Lee Won woo sebelum dia di selamatkan.
Tali sepatu dan luka bakar membuat mereka semua terdiam dan teringat dnegan kejadian lima tahun yang lalu.
Diantara pengunjung rumah sakit, Mark ada di antara mereka, menatap dari kejauhan sambil mengamati keadaan Lee Won Woo. Dia menatap mereka sejenak lalu tersenyum tipis,” Itu masih belum setimpal Lee Won Woo, mengingat apa yang kau lakukan pada kekasihku, kau merusak, melecehkan dan membunuhnya,” ucap Mark.
“ Jika hukuman mu tidak berasal dari Tuhan, maka aku yang akan menghukum mu sebagai perpanjangan tangan Tuhan, tak peduli aku masuk neraka selama dendamku terbalaskan,” batin Mark.
Beberapa hari yang lalu, Mark melaksanakan aksi balas dendamnya yang berikutnya setelah menyerang Lee Won Woo di kampus. Dia memancing pria itu untuk datang ke jembatan dengan menggunakan nomor ponsel George yang dia sadap.
Pesan masuk ke ponsel Lee Won Woo membuat pria itu ingin melarikan diri dari rumah.
“ Datang ke jembatan sungai Han, aku dan Kath menunggumu di sni, kami menemukan orang yang mempermalukan mu di auditorium, kita hajar dia bersama sama,” isi pesan yang membuat Lee Won Woo murka dan memaksakan dirinya pergi dari rumah tanpa sepengetahuan siapa pun.
Lee Won Woo menyelinap keluar dari jendela kamarnya saat malam tiba. Sesuai pesan itu dia keluar di malam hari untuk bertemu dengan George dan Kath.
Dendam yang menguasai hatinya, gelap mata sampai pikirannya yang bodoh mengelabui dia, membawanya kepada maut yang akan membuatnya hancur dan tersiksa.
Lee Won Woo berangkat menuju jembatan han dengan dendam yang berapi-api. Marah dan kesal bersatu, dia sangat benci dengan kejadian yang menimpanya beberapa hari lalu.
Pria itu dengan murka yang berapi api tiba di sungai Han tanpa sadar kalau malaikat maut telah mengawasinya di dalam kegelapan.
Lee Won woo turun dari mobilnya, menatap tempat itu dengan tatapan bingung.
“ George, Kath kalian di mana,” teriak Lee Won Woo , tapi sialnya tak ada seorangpun yang datang. Lee Won Woo mencari ke sana ke mari, dia sampai mengorbankan dirinya yang mungkin akan di pukuli dan dihajar oleh sang ayah lagi karena melarikan diri tetapi dia tak menemukan George maupun kath di sana, di tempat di mana Charlotte mati.
Mark berjalan dengan penampilan misteriusnya, penampilannya yang serba hitam dan helem yang selalu dia pakai menjadi ciri khasnya. Pria itu menyalakan senter dan membuat Lee Won Woo menatap ke arahnya.
__ADS_1
“Siapa di sana, George? Kath? Itu kalian? Hah kalian membuatku takut, kenapa tidak menjawab saat ku panggil?” ucap Lee Won Woo yang berpikir kalau orang itu adalah temannya.
Pria itu semakin mendekat, dan tidak bicara apa pun. Lee Won Woo malah semakin takut, dia merasa ada yang aneh dan tidak beres. Hingga terlihatlah pantulan cahaya di helem hitam itu.
“ ka... kau.. si.. siapa?”ucap Lee Won Woo dengan mata membulat sempurna.
“ Kita berjumpa lagi,” ucap Mark dnegan suara besar yang diubah dengan alat yang dia tempel di lehernya, suaranya seperti suara robot dan jelas Lee Won Woo mengingat suara itu, suara orang yang sama dengan suara yang menghajarnya di auditorium.
“ Si.. sialan, siapa kau sebenarnya bajingan, beraninya kau melukaiku, apa kau tidak tahu aku siapa hah?” teriak Lee Won Woo dengan murka.
“ aku tahu, Lee Won Woo, anak tuan Lee si calon presiden terkuat, bagaimana jadinya jika karir ayahmu hancur karena mu? Kau akan mati di tangannya bukan?” ucap Mark.
Lee Won Woo terdiam membisu, bagaimana orang itu tahu, siapa dia sebenarnya,” sialan kau,. Ma.. mau apa kau..” teriak lee Won Woo mulai ketakutan, dia belum sembuh total dan matanya langsung tertuju pada pemukul bola kasti di tangan pria itu.
“ aku..” Mark melangkah mendekati lee Won Woo yang berjalan mundur denagn wajah panik.
“ akan membuatmu merasakan apa ayang kau lakukan pada seseorang lima tahun lalu di jembatan ini,” ucap Mark sambil menyeringai di balik helmnya.
“ ka.. kau siapa? Bagaimana kau tahu..” teriak lee Won Woo.
Mark berlari dan mengayunkan pemukul kasti itu ke arah lee Won Woo.
Bughh..
Kepala pria itu di hantam dengan pemukul besi sampai berdarah. Lee Won Woo berjalan sempoyongan, dia pusing, dan kesekian kali dia dihajar habis habisan oleh orang misterius itu.
“ Kau akan mati di tanganku!” ucap Mark sambil menarik kepala pria itu dan menjambak rambut Won Woo, menyeretnya bagaikan menyeret sampah sampai mereka tiba di bawah jembatan.
“ Le.. lepaskan aku.. arrkhh lepask... hempkkk... errkhhhkkk... erkkkkhhh...” suara mulut yang di bekap mewarnai malam gelap yang sepi itu. Mulut Lee Won Woo di tutup dnegan kain. Mark memukuli pria itu sepuas hatinya, sampai Lee Won Woo benar benar hancur di tangan Mark.
“ Kenapa kau membunuhnya, kenapa kau membuat dia menderita, dia juga manusia, dia juga keluarga seseorang dan sekarang dia tak bisa lagi bisa hidup seperti dulu, kau harus merasakan penderitaannya,” ucap Mark.
Arkggggg emmphjkkk.. empppkkhhh
Lee Won woo berteriak sambil menangis dengan tubuh bergetar ketakutan. Mark menggila, dia menghajar Lee Won Woo dengan brutal. Api dinyalakan, dia membakar sebuah lempengan besi yang dia bawa di kantongnya, sambil tersenyum sinis di balik helmnya, dia menatap Won woo yang sudah dia patahkan kakinya dan ikat di sana.
__ADS_1
“ Besi panas, bukankah ini mirip dengan setrika yang kau letakkan di atas tubuhnya?” ucap Mark .
Pria itu mengambil pelepah besi itu dan meletakkannya di kulit Lee Won Woo.
Ceeshhhhh..
“ arrkhhhhhh...
Mark membakar kulit lee Won Woo dengan besi panas itu, berkali kali tanpa ampun. Penderitaan terakhir adalah tali sepatu. Mark mengeluarkannya dan menunjukkannya pada Lee Won Woo.
“ kau tahu apa ini?”
Lee Won woo gemetar, dia menggelengkan kepalanya dan menangis histeris, saat ini dia merasakan penderitaan yang dialami oleh Charlotte karena perbuatannya.
“ ampuni aku.. aku menyesal,. Aku menyesal...
“ Terlambat,” ucap Mark sambil mengikat tali itu ke leher Won Woo dan mencekiknya sampai Won WOo kehabisan nafas.
“ arkrhhh... uhuk.. uhuk.... arrkhhhh...
“ Kau tidak akan mati.. kau harus menderita selama kau hidup,” ucap Mark .
Bruk..
Lee Won woo pingsan. Mark menghela nafas, dan menatapnya dengan tatapan penuh kebencian,” bahkan roh sekalipun tak bisa menggangguku,” ucapnya sambil menatap para roh yang ada di sana menyaksikan perbuatannya.
Aura Mark menjadi hitam, dendam berkarat yang bahkan membuat para roh ketakutan padanya. Jenis manusia penuh dendam yang tidak boleh mereka dekati. Mark, bisa melihat hal hal mistis itu.
Mark pergi dari sana, dia menghancurkan mobil Won Woo dan mengambil kamera serta ponsel pria itu laku membakarnya di sana.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen