
Auditorium kampus itu kini dipenuhi oleh mahasiswa baru dan lama yang berkumpul di tempat itu menyaksikan dan mendengar pengarahan dari rektor, para dekan, dan senior tingkat yang turut serta merayakan penyambutan mahasiswa baru di kampus itu.
Charlotte duduk di samping Max, dia berada di tengah tengah ratusan mahasiswa baru yang tampak bersemangat dengan mulainya ajaran baru di kampus ternama itu.
Sembari mendengarkan ceramah para dekan, Charlotte mengamati sekolah itu. Ketika baru masuk ke auditorium itu, Charlotte kembali mengalami Tremor.
Auditorium luas itu membuatnya teringat dengan penyiksaan dan pelecehan yang dia dapatkan disana.
"Waktu itu, jelas seseorang menolongku, itu sebabnya aku sadar ketika aku sudah di rumah, tapi siapa orang itu!?" Batin Charlotte mengingat kembali kejadian waktu itu.
Dia merasakan hawa buruk di lingkungan kampus itu. Aura hitam perlahan muncul di sekeliling ruangan auditorium itu.
Beberapa mahasiswa mulai merinding saat merasakan hawa dingin seolah berjalan melewati leher mereka.
"Apa kalian tidak kedinginan? Kenapa tiba tiba suasananya mencekam!?" Salah satu mahasiswa di depan Charlotte mulai berbisik-bisik.
" aku juga kedinginan, dan merinding, kenapa begini ya?" Balas orang itu.
Hawa aneh terasa, bertepatan dengan itu Lee Won Woo naik ke atas panggung meskipun kondisinya terluka.
" Ketua tim ekstra kulikuler Volly akan memberikan beberapa wejangan, dia salah satu anak berbakat yang membangun nama Eden, beri sambutan meriah untuk Lee Won Woo anak Tuan Lee Seung Chul gubernur kita!!!" Seru pembawa acara.
tepuk tangan meriah menemani langkah kaki Lee Won Woo, semua orang di auditorium itu berseru menyambut Lee Won Woo sang atlit nasional yang dibanggakan negara.
Nama keluarganya dikenal sebagai keluarga terhormat, ayahnya mencalonkan diri sebagai calon presiden untuk tahun depan, dan dikenal baik oleh masyarakat sebagai pemimpin yang mengayomi masyarakat nya.
namun apa jadinya jika publik dan keluarga pria ini tahu apa yang dia perbuat di masa lalu bahkan masih dia lakukan sampai saat ini? Namanya bukan hanya tercoreng, tapi seluruh kehidupannya mungkin akan hancur sampai ke titik terendah.
Lee Won Woo maju dengan senyuman bangga, semua orang bersimpati padanya karena dia terluka.
"Maaf keadaanku sedang tidak baik, Karena kalian sangat bersemangat aku memaksakan diri untuk datang," ucapnya sambil berdir dengan senyuman lembut di wajahnya.
"Awwhww... So sweetnya!!!" Para mahasiswa berteriak memuji kerendahan hati pria itu. padahal mereka sama sekali tidak tahu siapa yang mereka elu elukan itu.
__ADS_1
"Bajingan tengik, hahah aku suka gayamu Won Woo!!" Ucap Kath sambil tertawa geli melihat penampilan Won Woo hari ini, bukan hanya dia tapi teman-temannya yang lain juga merasa terhibur dengan kepiawaian Won Woo mengelabui orang-orang di sana dengan karakternya yang dikenal 'ramah'.
Won Woo menyampaikan pidatonya dengan panjang lebar, mencari perhatian sekaligus menyenter para gadis cantik di kampus itu.
" Ulalala... Semakin banyak gadis cantik di kampus ini!!!" Batin pria itu sambil menatap nanar ke arah target yang akand ia dekati.
Lima tahun berlalu, satu hal yang berubah tentang Lee Won Woo adalah dia semakin menggila dengan hasrat se*sualnya. Dia berminat dengan cara yang halu, mendekati para gadis muda dan lugu, menjadikannya teman dekat lalu bermain dengan mereka.
Setelahnya para gadis malang itu akan diancam disebarkan video hubungan tak senonoh mereka bahkan sampai diancam di bunuh.
namun ada satu kasus paling misterius yang sudah diketahui beberapa orang tapi seolah mereka tidak tahu. Mereka menutup mata dan menutup mulut mereka atas kejadian mengerikan yang terjadi dua tahun yang lalu ketika Lee Won Woo dan teman seangkatannya masuk ke kampus itu.
Seorang gadis dari kampus itu ditemukan meninggal di ruangan paling Kanan lantai tiga. Penyebab kematiannya diketahui karena menghirup asap briket batubara dan juga memotong pembuluh darah di pergelangan tangan dan lehernya.
Dia ditemukan beberapa hari setelah dinyatakan hilang oleh keluarganya. Kala itu kampus sedang libur musim dingin, karena pembusukan terkesan lambat pada musim dingin, mayat gadis itu baru ketahuan setelah tercium bau busuk dari ruangan yang dulunya hanya sebuah ruang konsultasi yang jarang dikunjungi.
Pihak kampus kala itu sangat terkejut, bahkan kejadian ini sampai menggegerkan publik. Semua orang penasaran dengan siapa penyebab kematian gadis itu, tetapi tak ada ditemukan tanda tanda perlawanan atau perundungan.
Tak ada tanda kekerasan dan bukti yang cukup untuk menarik pelaku. Sehingga kepolisian menetapkan gadis itu bunuh diri karena depresi. Alasan depresi ini mereka simpulkan melalui buku harian dan postingan media sosial yang berisi tentang kesedihan.
Pria itu masih menyampaikan pidatonya di hadapan para siswa. Charlotte yang merasa tidak nyaman dengan ruangan itu berjalan perlahan dari sana meninggalkan ruangan,” Max aku mau ke toilet,” ucap gadis itu .
“ Biar ku temani,” ucap Max.
“ Nggak perlu, aku bisa sendiri, tetaplah di sini,” ucap Charlotte.
Max mengangguk saja, dia hanya menatap kepergian gadis itu. Charlotte berjalan perlahan melewati barisan kursi yang berjejer di seluruh ruangan itu. Dia merasakan sesuatu mengikuti di sadari belakang. Ekor matanya mendapati seorang gadis tengah menatapnya dari pintu masuk auditorium di bagian samping panggung di mana Lee won woo berdiri.
“ ada apa dengan dia? Kenapa dia terus menatapku?” batin Charlotte heran.
Dia mempercepat langkah kakinya, gadis itu mengikutinya dan mengejarnya . Maka semakin paniklah Charlotte. Ada beberapa hantu yang tidak boleh mereka ladeni tanpa tahu tujuannya, salah satunya adalah roh yang penuh dengan niat balas dendam seperti yang dirasakan Charlotte saat ini.
Semakin cepat dia melangkah semakin dekat pula gadis itu.
__ADS_1
“ Berikan aku tubuh mu..” teriak perempuan misterius itu tiba-tiba. Dia berteriak histeris, hanya Charlotte seorang yang mendengar teriakannya yang melengking dan menyakitkkan telinga.
Mata Charlotte membulat sempurna, dia menatap Max yang duduk tenang di barisan para siswa, tak mungkin dia mengacaukan pengarahan ini dengan berteriak di sana.
“ Sialan!” umpat Charlotte, dia berlari keluar dari pintu auditorium dan gadis itu juga ikut mengejarnya dengan tangan yang bersimbah darah, ada asap hitam keluar dari kepalanya, dia sangat menyeramkan.
“ Kenapa kau mengejarku sialan!!” kesal Charlotte .
“ Berikan tubuhmu padaku, berikan itu padaku... arkrhhhh.!!” Gadis itu tiba-tiba menghilang . Charlotte menatap ke sana ke mari, tak ada siapa pun di sana, lorong kampus tampak kosong.
Entah bagaimana dia sudah tiba di lantai tiga dan berdiri di hadapan ruangan yang gelap dan menyeramkan dengan garis polisi di depannya pertanda tempat itu tidak boleh di masuki.
Mata Charlotte membulat sempurna, dia tahu tidak boleh datang ke sana, tapi roh itu sepertinya menuntun dia untuk datang ke ruangan itu.
“ kau pikir aku akan menurut dengan permintaanmu? Kau hanya hantu,” ucap Charlotte sambil berlari ke arah lain dari ruangan itu. Di saat yang sama seluruh kampus mati, tak ada suara, Charlotte berlari sekencang kencangnya dengan jantung berdebar.
Dia tidak takut hanya saja ada yang aneh karena beberapa hantu mengejarnya belakangan ini dan mengatakan hal yang sama.
“ Mereka ingin tubuh ini? Hah.. sialan..”
Semakin dia berlari maka semakin jauh tujuannya, dia menatap ke sisi kiri di mana ada ruangan tampak perempuan itu menunjukkan wujud aslinya, rambut panjang yang terlihat gimbal, wajah pucat, gigi hitam yang tajam dan gaun lusuh yang mengerikan terbang di sampingnya sambil tersenyum dan memiringkan kepalanya dengan mata membulat,” Eheihihihihihih aku akan mengambil tubuh itu aku akan balas dendam, aku akan balas dendam!!" teriak perempuan misterius itu sambil menyerang Charlotte.
Grep...
“ uhuikkk.. mphh.... ka...kua...
Roh itu mencekik Charlotte, menatapnya dengan tatapan menyeringai, wajahnya terbakar dan tangannya berlumuran cairan hitam.
“ Aku akan mengambil tubuh ini.. hihihiihihi..
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen