Hidup Kembali: Night At Paradise

Hidup Kembali: Night At Paradise
7


__ADS_3

Kepala charlotte ada di genggaman Kath.


Dengan kasar dia menarik rambut gadis itu tanpa rasa kemanusiaan sedikitpun. Dia menatap wajah charlotte sambil menyeringai.


“ Kau akan habis di tangan kami Charlotte, dasar lont*!!" ucapnya sambil tertawa menatap wajah menyedihkan gadis malang itu.


George dan Won Woo menatap tubuh gadis itu dengan tatapan intens sambil tersenyum licik,” wahh tubuhnya boleh juga,” ucap Won woo dengan senyuman jahat.


“ kau gila? Kau mau menyentuh tulang belulang ini? Dasar pria bajingan , fosil pun ingin kau embat hahahaha..” George menertawakan Won Woo yang bisa bisanya masih ingin menyentuh gadis yang sangat lusuh itu.


“ Dasar kalian bajingan,” ejek Kath.


“ Seret dia ke auditorium,” ucap kath.


Di pagi hari yang masih gelap itu, Charlotte di tarik paksa dengan rambutnya yang dijambak oleh George, memasuki lingkungan sekolah itu dan mereka langsung menuju ke auditorium.


Gadis itu tak bisa melawan, tubuhnya terlalu lemah dan semuanya terasa sangat sakit. Dengan kejam mereka menyeretnya tak peduli kalau kedua kakinya terkena serpihan batu kecil di jalanan yang membuat luka luka baru di kaki gadis malang itu.


“ kenapa kalian melakukan ini padaku!!!?! hiks hiks hiks..” Charlotte menangis sambil meringkuk di atas lantai.


Kedua netranya menatap Kath dan yang lainnya tengah duduk di kursi dalam auditorium itu sambil tersenyum jahat melihat dirinya yang menyedihkan. Sofia dan Bianca asyik mengambil gambar gadis itu.


Pria pria lain yang ikut dengan mereka asyik membicarakan tubuh gadis malang itu seolah dia adalah alat pelampiasan pikiran kotor mereka.


“ Kenapa?” ucap Kath dnegan bibir melengkung ke bawah dan aslinya yang naik ke atas .


“ George jawab itu, dia tanya kenapa hahahahha..” celetuk Kath sambil memandang Setrika yang sedang dipanaskan oleh siswa lain yang ikut merendahkan gadis itu.


George berdiri sambil mengeluarkan belati kecil dari kantongnya, dia tersenyum menatap belati itu lalu mendekat ke arah Han Ji an gadis berambut panjang dengan paras cantik khas negeri ginseng yang sedang memanaskan setrika itu.


“ alasan katamu?” George menaruh belati itu di bawah setrika panas itu sampai panasnya menyebar ke ujung belati kecil bertangkai kayu ukir itu.


“ Ji an, apa kita perlu alasan untuk manusia sampah seperti dia?” tanya George sambil tertawa.


“ Hihihi.. alasannya tentu saja karena dia lahir di dunia ini, dan berani menginjak tanah berharga yang tidak diperuntukkan baginya,” ucap Ji an sambil tertawa.

__ADS_1


“ Jangan menyalahkan kami Charlotte,” Ji An berdiri dengan membawa setrika panas itu. Dia berjalan menyeret kabel yang tersambung ke listrik lalu duduk berjongkok di dekat Charlotte.


“ hey kalian tahan dia,” ucapnya pada dua siswa laki laki yang ada di sana.


Keduanya tertawa, “ Ayo kita tahan Ruto,” Dua pria berkebangsaan Jepang dan china yang juga terkenal karena paras tampan yang digadang gadang menjadi calon idola di masa depan itu ikut dalam perundungan memalukan ini.


mereka berdua menahan tangan dan kaki Charlotte yang berbaring dalam posisi tengkurap. Sofia datang membantu dengan menyibakkan kaos gadis itu dan tampaklah punggungnya yang ditutupi dengan tank top hitam.


Ji An mengangkat setrika panas itu dan dengan senyuman mekar di wajahnya, dia menaruh benda itu di atas punggung gadis itu masih dengan tank top yang menutupnya.


Hingga benda panas itu melelehkan kain pembatas setrika dengan kulit Charlotte.


Chessshhhhhhhhhh.........


“ arkhhhhhh sa...kiiit.... arkhhh hempkkk..”


Charlotte berteriak kesakitan tetapi Bianca langsung datang dan menutup mulut gadis itu dengan sepatunya. Charlotte menangis histeris merasakan sakit di kulit punggungnya. Rasanya perih dan panas. Terbakar sudah kulitnya bersatu dengan kain yang meleleh karena setrika panas itu.


“ erkhhhh..... erkhhhh .....


Charlotte menangis histeris menahan rasa sakti yang teramat sangat. Tapi sekuat apa pun dia menangis, orang orang itu tidak peduli. Charlotte hanya Bisa pasrah.


Bagi mereka Charlotte tak lebih dari sekedar mainan yang bisa mereka siksa sepuas hati mereka. George menarik rahang gadis itu dan mendekatkan kameranya ke wajah Charlotte,” uh sayang, seharusnya aku tidur denganmu tapi kau sudah jelek hihihi mana sudi aku anak konglomerat ini tidur dengan sampah masyarakat seperti mu,” ucap George sambil tertawa.


Rahangnya naik turun, suara tawanya itu jelas dihapal oleh Charlotte. Dia menatap merkea semua dengan tubuh lemas. Kurang cairan dan kelaparan. Satu persatu dia ingat nama dan wajah mereka.


Setelah terkena setrika panas itu mereka memaksa Charlotte meminum air kotor yang mereka siapkan.


Kath mencengkram rahang gadis itu sampai mulutnya terbuka.


“ Kenapa... ka.. Kau melakukan ini padaku... apa salahku..” ucap Charlotte dengan suara terbata bata.


“ Salahmu karena lahir di dunia ini, salahmu karena kau miskin dan tidak punya orang tua hihihihih...” ucap Kath sambil mengambil botol minuman berisi air kotor nan bau itu.


“ Kau haus kan? Ayo minum ini sampai habis..” ucap Kath sambil menuangkan air itu ke mulut Charlotte.

__ADS_1


Gadis malang itu ditahan oleh kedua pria tadi, didudukkan di atas lantai. Charlotte gemetar dan menangis, di memberontak tapi tenaganya tak cukup kuat. Hancur sudah seluruh hidupnya di tangan mereka. Gadis itu menangis histeris, tak bisa lepas sampai mereka semua benar benar puas menyiksa dirinya.


“ Ahhhahahahhaa.......”


Semuanya hanya tertawa dan tertawa lagi menikmati penderitaan Charlotte yang begitu menyakitkan. Tak peduli mereka dengan nasib buruk yang akan menimpa mereka nantinya.


Puas mengerjai Charlotte, orang-orang itu berjalan keluar dari auditorium dan meninggalkan gadi situ di sana. Charlotte meringkuk di atas lantai yang dingin. Pakaiannya terbuka, kulit tubuhnya terasa pedih dan sakit. Dia menangis sesenggukan tak bia melakukan apa pun.


Melapor pada guru tak ada gunanya karena mereka pun membencinya. Melapor pada polisi tak berguna karena ayah Kath adalah kepala kepolisian, melapor pada kepala yayasan akan menyebabkan panti asuhan tempatnya dulu dihancurkan, melapor pada Mark hanya akan menghancurkan perasaan kekasihnya.


Charlotte Menangis dalam kesendiriannya. Sesak rasanya, ingin dia segera pergi dari sana. Wajah sang kekasih yang selalu menjaga dan menyemangati nya terus terbayang di kepalanya.


“ Kak Mark, setiap kali aku memikirkan mu, setiap kali senyummu muncul di pikiranku, aku semakin takut.. hiks hiks..” Charlotte mengigau.


“ Aku semakin takut kalau aku akan pergi untuk selamanya, meninggalkanmu dan pergi ke tempat yang jauh tanpa bisa memelukmu untuk terakhir kali,” ucap gadis itu.


Charlotte terus menerus menangis. Hatinya hancur, dia mantap gelang pemberian Mark, gelang dengan hiasan bunga mawar perak yang cantik tersemat di pergelangan tangannya.


Perlahan dia mengusap tangannya dan tersenyum menatap gelang itu,” maafkan aku kak Mark, maafkan aku karena lahir di dunia yang tidak seharusnya ku jalani,” ucapnya tepat sebelum dia kehilangan kesadarannya.


Charlotte pingsan, di saat yang sama ada sosok bayangan hitam yang muncul dari pintu masuk auditorium. Berjalan perlahan hingga semakin dekat dengan gadis itu. Duduk di dekatnya dan menatapnya di sana.


“akan tiba waktunya keadilan bagimu, namun saat ini kalian harus menderita," ucapnya. Hawa dingin menyelimuti auditorium itu, bayangan hitam bermunculan dan bergabung menjadi satu.


Kath menatap gedung auditorium itu dengan buku kuduk yang merinding.


"Aku tiba tiba merinding!" ucap Kath.


" Gedung itu berhantu, sangat menyeramkan!!" timpal Bianca.


Mereka semua merasakan hawa dingin mencekam yang sama. Seketika rasa takut menyelimuti mereka, cepat-cepat mereka pergi dari sana.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2