
Lee Won Woo pulang ke kediamannya dengan wajah ketakutan. Sepanjang jalan dia mengalami hal hal menakutkan, pria itu diganggu oleh para roh yang membencinya. Malam telah tiba dan dia benar benar hancur karena rasa takut yang menyelimuti dirinya.
Berjalan dengan terseok seok, tak berani pergi ke rumah sakit karena akan jadi sorotan. Dia takut sang ayah akan marah besar karena kejadian memalukan yang dia alami di kampus tadi.
Lee Won Woo tak lagi punya ibu. Ibunya sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu. Sejak saat itulah dia berubah menjadi anak yang nakal dan pembangkang. Tetapi sangat takut pada ayahnya. Segala perbuatannya selalu ditutupi dan perbuatan nakalnya dia sembunyikan serapat mungkin dari sang ayah yang pasti akan marah besar dan berakhir menghajarnya sampai babak belur.
Lee won woo juga menjalani kehidupan yang keras, tapi sayang karena kekurangan kasih sayang dia mencoba menarik perhatian orang orang di luar sana dengan menyakitii dan belagak jagoan di hadapan semua orang bahkan sampai terjerat dalam pergaulan bebas.
Lee Won Woo tampak sangat kacau, sudah beberapa hari dia tak pulang, bersembunyi dari ayahnya, dan kini dia pulang dalam kondisi yang lebih baik meski masih banyak luka yang belum kering di tubuhnya.
Jam menunjukkan pukul 9 malam, pria itu berjalan oelan pelan sambil menatpa ke kanan dan kiri.
Krakk...
Suara batang pohon yang patah mengejutkannya, suasana rumah sangat gelap karena dia kembali pukul 12 malam, saat semua orang sudah terlelap dalam tidur mereka.
Won Woo berjalan pelan pelan, bulu kuduknya merinding, dia menoleh ke sisi kanan bangunan rumah, ada sosok hitam yang berdiri di depan taman, tetapi tak tahu sosok apa itu.
Dia gemetaran, rasa takut menghantui pria itu,” si.. sial, apa itu hantu!?” batin pria itu tak mau melihat ke arah itu dan mempercepat langkahnya.
Tetapi di saat yang sama suara langkah kaki terdengar di belakang tubuhnya.
Sarkkk... srakkk... srakk... ssrrhhhssss...
Langkah kaki yang diseret seret seolah sedang berjalan di atas air. Tiba tiba saja suara tangisan seornag wanita menghentikan langkah kaki pria itu.
“ huhuhuhu... to.. tolong aku... aku tercekik... akrhhh tolong aku.. lee won woo... to.. tolong aku..” suara itu terdengar sesak , tangisan pilu yang menyakitkan meminta tolong untuk segera di selamatkan oleh Lee Won woo.
Air yang sangat dingin mengalir diantara kedua kaki pria itu, seperti ada benda berlendir yang melewati kakinya, lalu diliriknya ke arah bahunya yang terasa sangat dingin.
“ Ta.. tangan siapa..” Lee Won Woo membelalak sempurna, dia gemetar ketakutan sambil menahan tangisannya saat melihat sebuah tangan yang terputus menempel dan menyentuh bahunya sambil menari nari di sana.
Tangan yang pucat, penuh bekas luka bahkan ada bekas luka setrika di sana, sudah berbelatung dan berlendir.
__ADS_1
“ Arkhhhh... to.. tolong aku... tolong aku Lee Won woo!!!
Seorang wanita muncul dari belakangnya, bergerak perlahan dengan rambutnya yang panjang, wajahnya pucat dan matanya hitam. Berteriak dan menangis di belakang Lee Won Woo dengan tangan yang buntung.
“ “Tolong aku... TOLONG AKU TOLONG AKU ARRKHHHHH TOOOLOOONG AKU!” wanita itu memekik kencang sampai membuat telinga Lee Won Woo berdarah, dia tak bisa bergerak, tubuhnya terasa beku.
“ Tidak.. tidak jangan dekat-dekat denganku sialan!!" lee Won woo tak mau melihat, dia berusaha bergerak tapi tak bisa.
“ Lee Won Woo... ini aku.. Charlotte, gadis yang kau bunuh di sungai Han waktu itu... ini aku... selamatkan aku...” bisik suara itu. Tiba tiba saja dia sudah berada di belakang telinga Lee Won woo.
Tangan tangan yang tak bertubuh itu mulai menggerayangi tubuh Won Woo. Pria itu gemetar, menangis pun tak bisa, tubuhnya tak bisa digerakkan, dia sampai kencing celana, ingin dia belrari tapi dia tak bisa.
“ Ti.. tidak... ampun ampuni aku arrkhh ampuni aku... tolong aku..” Won Woo beteriak dalam hati saat tangan tangan itu menjalar dan mejamah seluruh tubuhnya.
“ Hei ini aku yang kau bunuh beberap tahun lalu, hihihi anak kita akan sangat sedang melihat ayahnya, sayang aku merindukanmu, hihihihih.. hihihi lihat ini, aku pakai pakaian yang kau berikan, aku cantik kkan? Aku cantik kan? A. KU. CAN. TIK. KAN?”teriak sosok perempuan yang melayang layang di hadapannya.
Mengenakan gaun berwarna biru dan jaket kampus, dengan perutnya yang membuncit tetapi berlumuran darah.
" Tidak.. arkkhhh tidak... ampuni aku... aku salah, aku salah..... arrkhhh tollongg.....
“ anak sialan bangun kau!!"
Lee Won Wo terkejut, dia merasakan tubuhnya dingin dan basah, seseorang berteriak dan menyiramnya dari depan.
Lee Won Woo terkesiap, dia menarik nafas dalam dalam, rasanya sangat mengerikan, takut dan stress saat melihat sosok sosok menyeramkan itu.
“ Pa.. papa... Pa... aku takut.. hiks hiks hiks... to.. tolonhg aku.. tolong aku Pa..” Lee Won Woo menangis histeris sambil menengadah dan mendapati ayahnya berdiri depannya dengan sebuah gayung yang dia gunakan menyiram Lee Won Woo yang dia temukan tertidur di depan pntu masuk rumah mereka.
Plak!!
“ Anak sialan kurang ajar, kau membuat malu seluruh negeri dengan tingkah memalukanmu itu, dasar kurang ajar, tidak tahu diri, anak durhaka, kau hanya melukai hati mendiang istriku sialan!!” teriak tuan Lee ayah Won Woo.
Dia memukul Lee Won Woo, menendang perutnya dan menghajarnya sekuat tenaga. Dia menyiksa putranya sendiri padahal orang orang tahu kalau tuan Lee sangat sayang pada putranya.
__ADS_1
“ Ampun Pa.. maafkan Won woo Pa.. ampun pa... hiks hiks hiks, ampun pa.. Won woo bersalah, tolong Won Woo hiks hiks..” Lee Won woo habis ditendangi oleh ayahnya, dia menangis sesenggukan di depan sang ayah yang kejam dan tak punya hati.
Tuan Lee menyalahkan Lee Won woo atas kematian istrinya. Ibu Lee Won Woo meninggal karena menyelamatkan pria itu dari kecelakaan. Dia mengorbankan dirinya dan mendorong Won Woo yang marah saat itu sampai tubuhnya dihantam oleh mobil yang seharusnya mengambil nyawan Lee Won Woo saat itu.
“ Arkhhh sialan, kau membuat duka, kau duri bagiku dan istriku, kau membunuh istriku dan sekarang kau membuat duka hatinya dengan bertingkah seperti ini?” Tuan lee melemparkan beberapa foto kelakuan Lee Won Woo tepat di wajah pria itu.
Lee Won Woo terdiam, dia menatap foto- foto dirinya di klub dan saat memakai obat obatan terlarang.
Pagi tadi seseorang yang tidak dikenal mengirimkan foto foto itu pada tuan Lee di kantornya. Dia sangat terkejut saat melihat isi foto bahkan rekaman suara Lee Won Woo yang berbicara kasar dan mengumpat beberapa orang terkenal bahkan mengumpat ayahnya sendiri.
“ Pa.. pa.. bi..bisa ku jelaskan, ini tidak seperti yang papa pikirkan, maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya!!!” Lee Won Woo memeluk kedua kaki ayahnya dan memohon maaf.
“ Jangan sebuat aku ayahmu sialan, kau hanya membawa kesialan ke rumah ini,” kesal tuan Lee sambil menendang putranya.
“ bawa dia dan kurung di kamarnya, “ ucap tuan Lee pada dua pengawla yang ada bersama dia.
“ baik tuan,” ucap mereka.
“ Nggak pa.. Won Woo gak mau di kurung lagi, toolong pa, aku hanya butuh perhatian papa, tolong pa...aku takut, aku sedang di teror tolong aku pa..” teriak Won Woo menangis.
Tapi tuan Lee tak mau mendengar, dia berjalan masuk ke rumah itu begitu saja tanpa menoleh sama sekali.
“ paaa...
Di atas rumah mereka, sebuah drone pergi begitu Lee Won Woo di bawa oleh penjaga.
“ apa yang akan kita lakukan selanjutnya untuk bajingan ini Charlotte?”
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen