Hidup Kembali: Night At Paradise

Hidup Kembali: Night At Paradise
47


__ADS_3

Setelah kejadian mengerikan itu, Lee Won Woo masih dirawat di rumah sakit selama sebulan penuh. Dia tidak bisa melakukan aktivitas normal seperti biasanya.


Seluruh tubuhnya selalu sakit dan berat setiap kali dia bangun dari tidurnya.


tentu saja hal ini sering terjadi, karena tanpa sepengetahuan dia, roh jahat berkumpul di dalam kamarnya dan naik ke atas tubuhnya.


Lee Won Woo terbangun dari tidurnya yang tidak nyenyak lagi lagi dia mimpi buruk!


Setiap malam dia melihat wajah Grace yang dia bunuh dengan tangannya sendiri, berjalan menghampirinya sambil mengusap perutnya yang bolong karena Ditusuk oleh Won Woo sendiri.


"Hah!! hah!! hah!!! Mimpi buruk lagi!!!" ucap pria itu sambil menarik nafas dalam-dalam.


Tetapi sesaat kemudian dia menyadari sesuatu, bahwa tubuhnya tidak bisa bergerak. Lagi!


"Akhh... si..sial!! be..berat! tubuhku berat, arkhh to...tolong aku!!! tolong aku!!!!"


Lee Won Woo tak bisa bergerak, suaranya tercekat, tubuhnya seperti ditimpa batu yang sangat besar. Dia tidak bisa menggerakkan bahan seujung jari pun.


Mulutnya terasa sangat kaku, ingin dia berteriak tetapi tidak bisa dia bersuara.


jantungnya berdegup kencang, merasakan sesuatu yang dingin menyentuh kedua kakinya di ujung sana, tetapi dia tidak tahu apa itu.


" To..tolong.. hiks hiks hiks... jangan lagi!!! aku minta maaf, aku menyesal, arrkhhhh Grace jangan... Jagan lagi!!!!" pekik pria itu saat kedua matanya menangkap sosok perempuan berambut panjang yang terlilit ke mana mana. Gaun putih lusuh dan darah yang berceceran ke mana mana.


lampu di kamar itu berkelap-kelip, kursi, meja dan barang lainnya bergerak ke sana kemari.


Bulu kuduk Lee Won Woo merinding, dia benar benar ketakutan tangisannya tak bisa terdengar, suaranya dikunci .


"Lepaskan aku! akrhhh aku tidak bisa bersuara bagaimana ini!!!!" Lee Won hanya bisa menangis ketakutan melihat apa yang terjadi.


Tiba-tiba saja aroma bunga terompet tercium sangat menyengat di hidung pria itu.


Matanya tertuju ke arah pintu masuk.


Brakk!!! Brakkk!!!Brakk!!!


Pintu kamarnya digedor-gedor dari luar. Aroma bunga terompet malam semakin kuat.


" Apa itu!!!'


"Siapa di sana jangan menggangguku!!!" pekik Lee Won Woo histeris.


kali ini suaranya keluar. Dia bisa berteriak.


Suara pukulan di pintu itu semakin kuat, semakin lama semakin terasa kuat bahkan pintu itu bisa bergetar sedemikian kerasnya .


Kraakkk... crriiittt... cratttt...


saudara benda besi berujung tajam yang digoreskan ke dinding terdengar begitu nyata di telinga Lee Won Woo.


Benda itu terdengar seperti suara besi , digoreskan ke dinding sapu mengeluarkan suara suara mengerikan.

__ADS_1


Lee Won Woo tiba-tiba bisa bergerak. Seketika pria itu berdiri dar kasurnya. Dia menenggak salivanya menatap pintu itu.


" Si..sial! jangan ganggu aku!!!" teriak Lee Won Woo dengan jantung berdebar kencang.


Dia mengambil botol Tumbler di mejanya dan berjalan dengan benda itu mendekati pintu keluar.


Kedua kakinya melangkah perlahan menuju pintu. Dengan rasa gugup yang membludak dia berjalan ke pintu itu.


Tak ada suara, pintu itu tak lagi digedor gedor, dia menenggak salivanya berkali-kali bahkan sampai bibirnya kering.


"Siapa di sana!??" gumam Lee Won Woo sambil mendekatkan matanya ke kaca buram yang ada di pintu itu. Ada sedikit celah baginya untuk bisa mengintip.


Perlahan dia mendekat, sambil membungkuk dia membuka pintu itu perlahan lahan.


Sara bisik bisik yang sangat ramai terdengar jelas di telinga Lee Won Woo.


Bau amis dan rasa dingin kembali lagi seperti tadi. Semakin jelas dia mendengar suara langkah kaki yang berjalan ke sana ke mari.


Matanya tertuju pada lantai, jelas sekali ada kaki yang berjalan di sana bahkan meninggalkan jejaknya, tanpa alas sepatu. Tetapi yang membuatnya semakin menyeramkan adalah, kaki kaki itu tidak punya tubuh.


Kaki yang terpotong berjalan ke sana ke mari.


Lee Won Woo terbelalak!


Jantungnya berdetak kencang," ti..tidak!!!' batinnya


Lee Won terdiam membeku, kaki kaki itu berjalan ke sana ke mar lalu tiba-tiba semuanya berhenti.


Swohhhhss...


" Hihihihi... halo papa... halo Lee Won Woo...kau harus mati!!!!"


Wajah menyeramkan muncul tepat di depan wajah Lee Won Woo. Sosok perempuan dengan wajah hitam dan membusuk tertawa menatap Lee Won Woo .


"Arrkhhhh hantu!!!!" pekik Lee Won Woo histeris .


" Lee Won Woo sadarlah!! hey ada apa denganmu!!!!" teriakan George terdengar menggelegar di ruangan Lee Won Woo.


" Hantu!! aku melihat hantu, tidak tidak pergi pergi kalian pergi kalian!!!!!" pekik pria itu sekuat tenaga. Dia histeris, menangis dan gemetar ketakutan.


"Lee Won Woo tenanglah ini aku dan Kath!!" teriak George sambil menarik tangan pria itu.


" hahh ..hah!!..hah!!!"


Lee Won Woo terengah-engah, nafasnya naik turun, tubuhnya berkeringat. Dia sangat tersiksa selama sebulan penuh.


Mimpi buruk terus menerus menghampiri dirinya.


"Teman-teman kalian.. kalian berhati-hati lah, gadis itu, gadis itu akan balas dendam hiks hiks hiks... berhati-hatilah!!!" ucap Lee Won Woo sambil menangis.


Kath dan George syok!

__ADS_1


Merry berdua tidak tahu harus berbuat apa. Setiap kali berkunjung, Lee Won Woo pasti akan terlihat bermatakan. Tubuhnya semakin kurus dan setiap hari dia meracau tentang hantu dan hal hal mistis.


Padahal teman-temannya bahkan Bianca sendiri tidak merasakan apapun selama sebulan terakhir.


" Hey tenanglah, kau harus cepat sembuh, itu hanya mimpi buruk, lagi pula hari ini kau sudah bisa keluar dari tempat ini!!!" ucap Kath.


" Benar, kau sudah bisa pulang, kau tidak akan mimpi buruk lagi!!" tegas George.


" Aku bisa pulang!? benarkah!?" tanya Lee Won Woo.


"Benar tuan, anda sudah bisa kembali ke rumah!'


Leonardo masuk ke ruangan itu sendirian. Dia yang menangani pemulihan Lee Won Woo sekaligus memperlancar aksi balas dendam adiknya.


Leonardo berjalan masuk sambil menatap sisi bawa tempat tidur Won Woo yang ditempeli jima kuning .


dia mendekati Lee Won Woo dan mengambil jimat itu.


" Bukannya kau...


" Ahh anda pasti berpikir saya Mark, saya ini kakaknya, dokter yang memeriksa jenazah kekasihnya yang meninggal beberapa tahun lalu!' ucap Leonardo dengan sengaja.


Sontak mereka semua terdiam membisu.


"Anda kakak nya Mark? kenapa kami tidak pernah tahu?" tanya Kath.


" Karena kalian bodoh!' ucapnya sambil tertawa cekikikan.


" Hahah maaf, mungkin karena kami mirip, kalian jadi berpikir kalau aku adalah Mark," ucapnya sambil menyuntikkan sesuatu ke tubuh Won Woo.


"Baiklah, pasien sudah boleh pulang hari ini, ku harap kalian punya har yang menyenangkan, nikmati saja semuanya selagi bisa," ucap Leonardo sambil memberi salam lalu berangkat dari sana.


" Karena sebentar lagi, kalian juga akan gila seperti bajingan itu!' batin Leonardo yang juga menaruh dendam pada Lee Won Woo atas perbuatannya yang keji.


Kath dan George menatap Leo dengan tatapan heran," Kenapa aku merasa seperti sedang diingatkan akan sesuatu!!'


" Tidak, dia seperti sedang mengancam, aku merasa curiga dengan ornag itu!" ucap George.


" Dia dokter terbaik di rumah sakit ini, ayahku yang memilihnya karena dia pintar jaga rahasia!' ucap Lee Won Woo sambil bangkit berdiri.


Kath dan George hanya mengangguk saja. Tetapi rasanya ada yang janggal saat melihat pria itu tadi.


Tanpa sadar, simbol bintang di cermin Lee Won Woo perlahan memudar.


"Saatnya pertunjukan paling besar!!"


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2