
Charlotte duduk lemas di atas brankar dengan kaki yang menggantung di atas brankar sambil menatap dirinya di dalam cermin.
Lingkar matanya menghitam karena tak bisa tidur semalaman memikirkan apa yang terjadi padanya. Gadis itu duduk melamun, kepalanya miring ke kanan, rambut panjangnya terurai begitu saja, acak acakan seperti hantu, mata pandanya terlihat jelas dan mulutnya menganga tak percaya dengan apa yang dia hadapi.
“ Hanya satu malam aku di tempat yang dia sebut Paradise,” Charlotte menunjuk dirinya sendiri tak percaya dengan yang terjadi.
Bagaimana bisa dia hanya satu malam di tempat yang disebut ‘PARADISE’ itu tetapi saat kembali dia sudah melewati waktu lima tahun. Bukankah ini sangat konyol?
“ yang benar saja, bagaimana aku akan membalaskan dendamku jika begini, aku mana tahu di mana mereka sekarang arrkhhh apa yang terjadi, huwaaaa!!!!!" teriak gadis itu frustasi sambil menjambak rambutnya sendiri.
“ Dasar berisik, kau manusia paling berisik yang pernah kujumpai,” ucap pria itu.
Charlotte menunduk lesu, dia menggelengkan kepalanya saking kesal dengan fakta yang harus dia hadapi.
Dia kembali ke dunia, hidup lagi dengan tubuh baru dan kesempatan baru seperti yang diucapkan gadis itu bahkan mungkin memliki semua yang dikatakan oleh perempuan pemilik tubuh yang asli, tetapi dia kembali setelah 5 tahun kematiannya dan tidak tahu apa apa tentang semua perundung itu setelah 5 tahun.
Kacau, rencananya tentu saja kacau karena kembali setelah begitu lama dia meninggal, padahal jelas dia ingat kalau baru semalam dia ikut gadis berambut cokelat itu tapi tak tahunya sudah lima tahun berlalu di bumi.
“ Katakan padaku, kenapa ini bisa terjadi? Apa kau tahu ? aku ingin balas dendam tapi kalau begini jadinya bagaimana aku tahu di mana mereka saat ini?” kesal Charlotte sambil menendang-nendangkan kedua kakinya ke udara saking kesalnya dengan apa yang terjadi.
Pria itu hanya geleng-geleng kepala, “ setidaknya kau bisa hidup lagi, apa itu masih kurang? Dasar bodoh,” ketus pria itu.
Charlotte berbaring di atas tempat tidur dan menatap wajahnya di cermin kecil yang dia pegang,” huffhhh... apa yang harus ku lakukan setelah ini, Mark.. sudah lima tahun ternyata, bagaimana keadaanmu sekarang? Apa kau masih mengingatku?” ucap Charlotte dengan mata berkaca kaca setiap kali mengingat sang kekasih yang hancur karena dia meninggal.
“ Hey pak tua, kau bilang sudah berapa lama kau di sini? " Tanya Charlotte.
“ Pak Tua katamu? Aku masih muda, kau tidak lihat wajahku?” kesal pria itu.
“ hmmm iya iya, terserahmu pak tua, siapa namamu?” tanay Charlotte.
Pria itu menggelengkan kepalanya,” aku tidak ingat,” jawabnya sambil menggaruk garuk kepalanya.
Charlotte menatap roh pria muda yang memakai seragam SMA itu, “ kau sepertinya sekolah di Korea juga, tapi kau kehilangan seluruh ingatanmu,” ucap Charlotte sambil menatap seragam pria itu.
“ Maximum Boile,“ ucapnya tiba tiba ketika sesuatu muncul di name tag yang tadinya kosong itu.
“ Maximum?” tanya pria itu.
Charlotte duduk lalu menatap name tag itu lebih dekat,” namamu muncul, wahh kau punya nama yang bagus, Maximum, namamu Max,” ucap Charlotte.
__ADS_1
Pria itu menatap name tad yang tadinya kosong dan kini berisi nama persis seperti yang diucapkan oleh Charlotte tadi.
“ bagaimana kau melakukannya?” tanya pria itu.
“ ahh mana ku tahu, kok tanya saya, itu muncul sendiri pak tua...” jawabnya dengan nada gamblang.
Tetapi tiba-tiba Max merasakan sesuatu!
“ Gadis berisik, ada yang datang, kau sebaiknya kemabli berpura pura tidur, sepertinya itu para dokter yang merawatmu,” ucap pria itu panik dan langsung menghilang begitu saja.
“ Ehh Max.. woi pak Tua!! ke mana kau, ya elah si kampret main hilang segala, mereka kan gak bisa lihat kau!!" celetuk Charlotte langsung memperbaiki posisinya dan kemabli berbaring lalu asal menempel jarum suntik infus itu agar tidak ketahuan kalau dia sudah bangun.
“ Sial.. sial sial... aku belum tahu apa apa tentang pemilik tubuh ini, tidak boleh ketahuan, aku harus berdiam diri,” batin gadis itu .
Tak beberapa lama, seperti ucapan Max, beberapa petugas medis masuk ke dalam kamar perawatan gadis itu.
Mereka memeriksa keadaan Charlotte, tak ada yang aneh, bahkan mereka tidak curiga kalau gadis itu sudah bangun karena mereka tidak lagi memeriksa dengan detail.
“ Keadaannya masih sama,” ucap dokter pria berambut putih, terlihat jelas kalau ia adalah seorang profesor, kepalanya sudah botak di bagian depan, belum lagi kacamata bulat tebal yang bertengger di depan hidungnya yang mancung itu.
“ Dok, apa ada kemungkinan sepupu saya akan segera bangun?" Suara salah satu pria yang masuk ke dalam kamarnya semalam terdengar.
“ Kemungkinannya sangat kecil bahkan tidak ada harapan, dia dalam kondisi vegetatif, hanya jantungnya yang berdetak tapi seluruh tubuhnya sudah mati, ahh kasihan nona Charoline, seharusnya dia hidup tenang, tapi kecelakaan itu membuatnya begini,” jelas si profesor itu.
“ Woi pak tua, apa yang terjadi pada gadis ini? Dan kenapa kalian mempekerjakan bajingan itu, dia hampir membunuhku semalam!!!” batin Charlotte mengomel dan berteriak kesal.
Setelah memastikan kondisi Charlotte tetap sama, mereka semua berjalan keluar dari dalam ruangan itu namun Tom tampak berjalan belakangan. Dia menatap Charlotte dengan senyuman licik di wajahnya,” Kau..” Tom menunduk ke dekat telinga Charlotte.
“ pasti akan mati...” ucap pria itu sambil tersenyum.
Gruukkk... gryukkk.. grukkk..
Tiba tiba suara meja yang bergerak sendiri mengejutkan pria itu.
“ Sialan, apa ada hantu di sini, arrkhh membuatku merinding!!" pria itu terkejut saat mendengar suara meja yang digeser geser di dalam ruangan itu tapi pelakunya tak berwujud.
Padahal Max berdiri di sana mendorong meja itu di ujung sana untuk membuat Tom segera pergi dari sisi Charlotte.
Tom berjalan cepat sambil mengusap bulu kuduknya yang merinding.
__ADS_1
“ tcihh.. dasar pembual besar... mengesalkan sekali, dasar kau pria jelek, ingin ku hancurkan wajahmu itu arkrhhh sialan sialan sialan!!!" Charlotte berteriak dalam diam sambil menendang udara begitu Tom keluar dari kamarnya.
“ Kau baik baik saja?” tanya Max mendekati Charlotte.
“ Ishhh kau juga sama mengesalkan nya , pergi kau sana, dasar pengacau..” ketus Charlotte sambil melempar Max dan....
Swoshhh pria itu menghilang sesuai perintahnya.
“ Ehhh aku.. aku...... Charlooooo....
Charlotte terkejut, karena roh itu pergi begitu saja saat dia memintanya.
“ Huffthhh.. aku harus keluar dari sini dan mencari tahu apa yang terjadi, dan kenapa perempuan ini mengalami hal seperti ini,” Charlotte menyemangati dirinya sendiri.
Dia bangkit berdiri, kedua kakinya sudah cukup kuat, dia memeriksa ruangan itu, mencari cari apakah ada yang bisa dia pakai dan gunakan.
Gadis itu membuka lemari dan....
Jreng!!
Sebuah tas selempang biru ada di sana, dia membukanya,” wahh uangnya cukup banyak dan ada catatan di sini, kau hebat juga nona manis, kau benar benar sudah mempersiapkan semuanya dengan baik,” celetuk Charlotte sambil mengambil tas dan sebuah buku bersampul hitam usang itu.
Dia membuka buku itu,” Catatan Charol..” ucapnya.
“Ahh jadi namanya Charoline, baiklah!! ini saatnya kita beraksi,” celetuk gadis itu dengan senyuman menyeringai di wajahnya. Dia membaca sekilas isi buku itu, mencari tahu siapa Charoline dan menggali semua informasi yang bisa dia dapat dari buku kecil itu.
Charlotte menatap jendela dan seprai di dalam kamar itu,” sepertinya kabur lewat sini akan bagus,” gumam Charlotte sambil tersenyum menyeringai.
"SAATNYA BERAKSI!!!!"
"Ahh tapi makan dulu, lima tahun gak makan mau pakai tenaga apa aku!? tenaga dalam!?" celotehnya sambil mengambil buah buahan segar yang selalu disediakan di kamar itu.
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1