
Sang mentari bersinar nan indah di atas cakrawala tersenyum menyapa seluruh penghuni bumi.
Eden University, sebuah kampus yang menjadi tempat berkumpulnya para murid tenar dan cerdas. Penerus Korean high school yang juga memiliki nama yang harum di tengah masyarakat.
Eden University telah berdiri sejak lama dan cukup dikenal orang sebagai salah satu universitas bergengsi yang dikejar baik oleh orang dalam negeri mupun luar negeri.
Siapa yang tidak mau satu sekolah dengan Putri seorang kepala kepolisian dan kepala rumah sakit yakni Kath Maladeva, atau keturunan konglomerat yang kaya raya seperti George, bahkan anak calon presiden negara itu yakni Won Woo yang jadi favorit para wanita.
Tentu orang-orang akan berlari ketika melihat tiga sekawan dan teman teman kaya mereka yang lain, yang entah bagaimana bisa berkumpul di sekolah yang sama setelah mereka lulus.
Eden dipimpin oleh sosok yang misterius, miliknya jarang menampakkan diri dan bahkan hanya sebagian besar dari mahasiswa yang mengenal sosok pemimpin sekaligus universitas itu.
Manajemen universitas diserahkan kepada kepala Rektor dan para dekan. Dan hampir setengah dari siswa Korean High School masuk ke universitas yang namanya melambung tinggi setelah pergantian manajemen lima tahun yang lalu.
Penyambutan mahasiswa baru tahun ini tampaknya sangat meriah. Para mahasiswa dan pihak kampus tampak sangat bersemangat menyambut kedatangan mereka.
Penyambutan yang meriah dilaksanakan, tentu saja semua orang sangat penasaran dengan mahasiswa kali ini.
Seperti tahun sebelumnya ada beberapa mahasiswa yang beruntung mendapatkan undangan masuk ke Eden University sehingga mereka tidak perlu melakukan tes. Mereka diundang karena status keluarga mereka dan uang mereka yang banyak.
Mungkinkah tahun ini ada lagi mahasiswa yang masuk tanpa tes? Semua menantikan mahasiswa yang mendapatkan perhatian khusus dari kampus.
"Wahh ramai sekali, wohoooo.... siapa sangka aku akan jadi mahasiswa lagi, assahhh... ini sangat keren, kolor baru selalu membuat perasaanku nyaman, " Suara teriakan Philip Hoffman, pria tinggi berambut blonde tampan dan kharismatik itu terdengar di sepanjang jalan masuk area kampus.
Dia melompat girang memasuki area kampus itu, berjalan bersama Timothy dan Moon yi sebagai mahasiswa baru di kampus itu.
Jangan tanya soal usia, mereka bertiga masih sangat muda, siapa yang sangka usianya baru menginjak 19 tahun tetapi sudah menjadi bagian inti grup Senda.
Moon Yi berjalan dengan elegan, dia tersenyum menatap semua yang ada di sana..Ketiga orang dengan penampilannya yang nyentrik ini sukses mendapatkan perhatian semua orang.
Bayangkan saja ketiga berjalan bagaikan Rockstar, pakaian serba hitam dan lipstik hitam tebal menjadi warna bibir merah.
Make up bold dan gaya rambut jingkrak-jingkrak membuat penampilan mereka semakin apik.
__ADS_1
Sungguh gila dan ekstrim. Mereka memasuki kampus itu dengan perkenalan yang membuat semua orang menatap aneh pada mereka.
"Pfthh bwahahahhahaha....." Seseorang di meja penyambutan mahasiswa tertawa terbahak-bahak melihat penampilan nyentrik ketiga orang itu.
"Hei kalian.... bwahahah lihat penampilan mereka !!!" Bianca, salah satu primadona kampus itu tertawa terbahak-bahak mengejek penampilan tiga rockstar yang berjalan seolah mereka akan melakukan konser.
Kath dan George yang duduk di sana menoleh ke arah yang Bianca maksud, sontak merek ikut tertawa dengan penampilan aneh itu.
" Hahahhahaha... ini akan jadi topik hangat akun gosip kampus, mereka itu sangat gila, bagaimana bisa berpenampilan seperti itu!?" George tertawa terbahak-bahak sambil mengeluarkan ponselnya lalu merekam aksi ketiga rockstar gila itu.
"Wahahhaha.... lihat ini hahhaha... sangat gila!!!" George tampak sangat terhibur melihat penampilan mereka.
"Dasar orang Kampungan, bagaimana bisa Eden menerima orang kampungan seperti mereka, tidak sesuai dengan standar sekolah ini!" ketus Kath seraya menatap jijik ke arah mereka.
"Wah... wah... wahh..." Sofia dan Won woo serta yang lainnya mendatangi mereka bertiga seraya berpangku tangan menatap apa yang terjadi.
"Angkatan tahun ini benar-benar gila hahaha...." ucap Won woo sambil tertawa terbahak-bahak.
Semua yang memperhatikan ketiga orang itu tertawa dan mengejek mereka sesuka hati.
Kepopuleran mereka membuat semua orang ingin berada di lingkaran pergaulan mereka, bahkan mengikuti tindakan mereka yang semena mena terhadap orang lain.
"Ngomong-ngomong Ruto,Ji An dan Yuta akan datang hari ini kan? mereka adalah bintangnya!!" Tanya Bianca pada teman-temannya.
" Tentu saja, mana mungkin mereka bertiga melewatkan kesempatan untuk menonton pertunjukan seperti hari ini," balas Won Woo si anak calon presiden yang sangat sombong.
Ketiga rockstar itu berjalan masuk dengan gaya nyentrik mereka. Seperti biasa, Eden University mendapatkan pameran dari masing-masing ekstra kurikuler yang ada di kampus itu sekaligus mencari anggota baru untuk ekskul tersebut. Mereka mengadakan banyak kegiatan dan menunjukkan kemampuan kelompok mereka masing-masing.
Berbagai stan ekskul berdiri di sana dengan mahasiswa pengurus yang masuk ke dalamnya.
Semuanya sangat bersemangat untuk ajaran baru ini.
"Hai lihat kakak tampan yang di sana, dari semua ekskul hanya tim mereka terlihat sepi, dia tampan tapi kenapa anggota ekskulnya sangat sedikit?" salah satu mahasiswa di sana menunjuk pria tampan bertubuh tegap dan tinggi tengah melukis seni kontemporer yang sangat komplek.
__ADS_1
Banyak rumor tentang pria yang tak lain adalah Mark Choi, pria tampan yang jadi pujaan semua orang tetapi tidak bisa didekati sama sekali oleh siapa pun.
Melukis seni menakjubkan yang membuat semua orang termangu dengan karyanya yang luar biasa detail.
Seperti saat ini, dia sedang melukis sosok seorang gadis namun tampak buram, poin yang dia tunjukkan dalam gambar ini adalah kedua netra birunya yang bersinar indah seolah hidup dan nyata.
Ekskul itu hanya memiliki 4 orang anggota termasuk Mark, semuanya adalah pria pendiam yang tak senang bergaul dengan orang-orang tetapi selalu menunjukkan seni yang luar biasa.
Jika dibandingkan dengan kelompok lain anggota mereka adalah yang paling sedikit.
"Untuk masuk menjadi bagian mereka, kau harus mampu melukis dengan baik dan menarik perhatian anggotanya, " balas yang satu.
"Rumor bilang kalau keempat anggotanya adalah orang yang menyeramkan, tidak ada yang bisa menghadapi mereka jika sudah mengamuk!" balas yang lain.
Mereka menatap kelompok ekskul yang di pimpin oleh Mark. Sudah puluhan mahasiswa baru yang mencoba peruntungannya pada tim itu, tapi tak seorang pun yang berhasil menjadi anggota dalam tim itu.
Mereka sudah mencetak berbagai prestasi dalam bidang seni, bahkan lukisan mereka sudah dijual ke lini internasional, sangat hebat dan membuat semua orang yang mengenal mereka takjub.
Mark dan teman-temannya adalah orang-orang yang sulit ditebak keinginannya.
Hingga mereka berempat dikejutkan dengan kedatangan tiga sekawan rockstar yang berbaris dengan rapi di depan mereka.
" Acca acca... Abang ganteng mau gabung tim ini, apa yang harus kami lakukan acca..." Celetuk Philip seraya menggerakkan kepalanya ke kanan kiri.
Mark dan ketiga temannya hanya melirik dengan tatapan datar. Salah satu diantara mer berdiri dan membawakan kanvas langsung ke hadapan mereka tanpa mengusapkan sepatah kata pun.
"Ahhh... jadi tesnya berupa cek seni lukis? " celetuk Philip si pecinta kolor plus narsis yang tidak ketulungan.
"Baiklah hahahha... kita mulai!!!!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗