
Mark berdiri di depan sebuah makam dengan nama Charlotte Anna Van yang terpatri di batu nisan kokoh yang dia persembahkan untuk mendiang kekasihnya.
Wajahnya lesu dan pucat, murung dan penuh duka menguasai hati pria itu. Air matanya tak berhentii mengalir, dia tampak sangat kacau. Pakaian serba hitam dikenakan, dia berdiri seorang diri di sana, sudah berjam jam sejak acara pemakaman Charlotte dilaksanakan.
Terpukul, hancur dan kini dia merasakan kesepian yang sebenarnya. Air matanya menjadi saksi bagaimana duka yang begitu dalam kini melukai hatinya. Sesak, rasanya nafasnya tercekat di tenggorokannya.
Begitu sedih hatinya saat menyaksikan seluruh proses pemakaman Charlotte dengan kedua mata kepalanya sendiri. Dia memastikan bahwa orang itu benar benar kekasihnya.
Hancur hatinya saat mendapati semua bekas luka yang tercetak di tubuh gadis malang itu. Dia menangis sepanjang acara dilaksanakan. Tak mau makan dan tak mau minum, dan hanya berdiri menatap kosong ke arah Charlotte.
Semua yang melihatnya tak sanggup berkata-kata. Hanya dengan menatap Mark, mereka bisa merasakan sesak dan kesedihan yang teramat sangat bahkan sampai membuat mereka ikut menangis.
Pria itu menggenggam gelang pasangan yang dia pakai, gelang yang dipilihkan Charlotte untuknya sebagai tanda hubungan mereka. Gelang milik Charlotte hilang ketika dia hanyut di sungai.
Lagi lagi pria itu menangis saat kenangan indah bersama Charlotte terbayang di kepalanya.
Bagaimana gadis itu memaksanya berbaikan dengan kedua orangtuanya, bagaimana Charlotte memaksanya untuk tersenyum. Bagaimana Charlotte dengan begitu jahil mengerjai dia dan banyak kenangan manis yang tak bisa terlupakan oleh pria itu.
Dia ditinggal saat sedang sayang sayangnya, hancur sekali hati anak muda itu karena perbuatan keji para manusia tidak bertanggung jawab yang membunuh kekasihnya.
“ Sayang, hari sudah mulai gelap, kita harus pulang sayang,” bujuk Nyonya Ester, Ibu Mark yang juga sangat jelas terpukul mendengar berita buruk ini.
“ Mark, ayo pulang,” ajak kakak laki lakinya.
Ayah Mark juga demikian, merkea berusaha membujuk Mark untuk pulang karena hari mulai malam.
Mark berbalik dan menoleh ke arah mereka, masih menangis dan wajahnya sangat pucat, tatapan matanya semakin dingin, sangat berbeda dibandingkan sikap dinginnya yang dahulu. Kali ini Mark terlihat seperti tidak mempunyai kehidupan.
“ Pulang?” tanyanya pelan.
“ Tapi Van masih di sini, dia belum bangun Pa, Ma, kak,” ucap Mark sambil menunjuk makam Chalrotte dengan tangan gemetar.
“ Van masih belum bangun, sejak beberapa hari lalu dia terus menerus tidur, “ ucapnya lagi.
“ Mark tidak akan pulang sebelum dia bangun, bagaimana kalau dia memanggil Mark nanti? Bagaimana kalau dia butuh bantuan? Bagaimana kalau dia kedinginan? Bagaimana kalau dia kehujanan atau kepanasan? Siapa yang akan menemaninya?” ucap Mark dengan nada datar .
__ADS_1
Sesak!
Sangat sesak rasanya melihat kondisi Mark yang benar benar terguncang setelah kejadian mengerikan ini. Dia yang membawa kekasihnya keluar dari dalam air dan membawanya ke persemayaman terakhirnya.
Anak berusia labil itu harus menghadapi luka yang sangat dalam, trauma yang sangat sakit membuat dia kacau dan terguncang.
Tuan Choi dan istrinya serta kakak Mark menangis pilu mendengar ucapan Mark yang begitu menyakitkan.
‘' kalau Mark pulang, Charlotte akan kesepian, dia sudah hidup sendirian selama ini, aku tidak bisa meninggalkan dia,” ucap Mark pelan sampai tiba tiba, pandangannya kabur dan kepalanya pusing .
Bruk..
Mark pingsan dan terjatuh ke atas makam Charlotte. Dia lemas tak berdaya, kekuatannya tak ada lagi, sejak Charlotte ditemukan di sungai dia sama sekali tidak makan dan minum, bahkan beristirahat pun dia tak bisa tenang.
“Ahh Mark hiks hiks hiks.... anak Mama.. sayang bangun sayang, jangan begini, kau membuat Mama takut..” teriak Nyonya Esther sambil memeluk putranya. Dia menangis sesenggukan, kedua tangannya gemetar menatap wajah putranya yang mengalami patah hati.
Tuan Choi langsung mengangkat tubuh putranya, mereka pulang dari pemakaman itu saat hari sudah gelap. Mungkin mereka pulang hari ini, tapi mereka tahu kalau Mark akan kembali ke makam itu lagi dan lagi.
Disisi lain makam itu, roh gadis malang itu menatap Mark dengan tatapan penuh kekhawatiran. Dia tinggal roh, dan hanya bisa menyaksikan apa yang terjadi pada Mark. Hatinya juga hancur, dia menangis dalam kesendiriannya sambil menatap mereka.
Dia sama sekali belum menemukan tempatnya, rohnya masih berkeliaran di bumi ini. Kematiannya yang tragis hanya diketahui oleh Mark dan keluarganya. Sedang orang orang di luar sana tahu kalau Charlotte mati karena memilih bunuh diri.
Atas permintaan Mark, hasil autopsi Charlotte di rahasiakan oleh sang kakak yang merupakan dokter forensik yang bertugas melakukan autopsi pada jenazah manusia. Hasil itu hanya diketahui oleh Mark dan keluarganya dan tertutup dari dunia luar.
Charlotte mati, tapi Kath dan yang lainnya hidup tenang sambil tertawa menikmati hujan uang yang diberikan oleh orangtua mereka masing -masing. Berita tentang siswa SMA yang ditemukan bunuh diri di sungai Han telah menjadi topik hangat .
Kematiannya menjadi buah bibir di kalangan media dan juga semua siswa di sekolah terkenal itu. Mereka mencibirnya dan mengatakan bahwa itu adalah kesalahannya.
Teriakannya yang penuh dengan kesakitan hanya dianggap sebagai suara cicitan ayam kecil yang tak sanggup melawan kerasnya dunia.
Charlotte terduduk di samping nisannya sambil menangis,” aku ... aku belum mau mati.. tolong aku... Mark... aku di sini, hiks hiks hiks... apa yang harus ku lakukan...” ucapnya sambil menatap ke arah langit berharap langit juga membantunya.
Hingga tiba-tiba...
Swiushhhhh...
__ADS_1
Angin kencang disertai cahaya menyilaukan mata memenuhi tempat itu sebuah lubang hitam muncul Seolah tengah menyedot Charlotte .
“ A..apa apa ini? jangan begini... aku belum siap, aku belum siap pergi ke sana, jangan bawa aku!!!” Charlotte berusaha untuk melarikan diri dari cahaya itu. Dia menangis, menggunakan segenap kekuatannya utnuk lari dari sana hingga tiba tiba saja...
Swushhh...
Gadis itu berpindah tempat, dibawa oleh cahaya putih keemasan menuju sebuah gedung besar.
“ ahahahahhah lihat wajahnya itu, dia menangis sesenggukan minta tolong, dia pasti sudah mati sekarang,” Kath dan gengnya terlihat masih berkumpul seolah hari ini adalah perayaan terbesar dalam hidup mereka.
Mereka menertawakan rekaman penyiksaan yang mereka lakukan terhadap Charlotte. Sungguh kejam dan biadab perilaku mereka. Charlotte terdiam membatu, ingin dia membunuh mereka semua tapi sialnya dia sudah sadar kalau roh tidak akan bisa menyentuh manusia.
Charlotte menatap mereka dengan tatapan beringas penuh dendam.
“ Bagaimana aku harus membalas kalian bajingan, kalian tertawa di sini sedangkan satu satunya orang yang kusayangi menangis di sana,” Charlotte berteriak penuh amarah hingga tiba tiba....
Prangg...
Sebuah lampu pecah dan membuat Kath dan gengnya berhenti berbicara dan menatap lampu itu dengan wajah syok.
Charlotte sangat murka, dia ingin membalaskan perbuatan mereka, amarahnya berkumpul menjadi satu, tatapan matanya sangat tajam.
Bianca tengah duduk dengan tenang. Dia tampak lebih pendiam dari biasanya. Setelah kejadian yang dikira mimpi itu, Bianca lebih banyak diam dan menutup mulutnya bahkan berperilaku aneh sejak hari itu.
Tiba tiba saja matanya menatap ke arah Kath, gadis itu terdiam membatu dengan wajah pucat pasi,”kath... ka... Kath di belakangmu, di belakangmu ada hantu!!" teriak Bianca histeris sambil menutup kedua matanya dan meringkuk ketakutan menunjuk ke belakang Kath.
Perempuan itu terkejut, dia sontak menoleh ke belakang dan.....
"Arkhhhhhhhh!!!!?
.
.
.
__ADS_1
To be Continued