Hidup Kembali: Night At Paradise

Hidup Kembali: Night At Paradise
6


__ADS_3

Charlotte benar benar terkejut saat melihat semua sampah bau busuk itu keluar dari dalam lokernya.


Dia terkejut bukan main menatap loker itu, betapa syoknya dia saat melihat semua barangnya sudah dilumuri dengan lumpur yang begitu bau dan sampah busuk yang menyengat membuat siapa pun yang melihat itu akan muntah saking menjijikkan benda benda mengerikan itu.


“ Ya ampun... siapa yang melakukan ini?!! “ ucap Charlotte terkejut sambil menatap nanar ke sembarang arah mencari siapa gerangan yang melakukan hal itu pada dirinya. Ini untuk kali pertama dia mengalami hal seperti itu.


“ hahahhah siapa itu yang kena bully setelah pacarnya pergi dari negara ini, kasihan deh.....”


Bahahahhahaha.....


Semua orang menertawakan gadis itu dan menatapnya dengan tatapan sinis.


Kath dan gengnya berjalan dengan angkuh melewati gadis itu sambil menatapnya dengan tatapan merendahkan.


“ iewhhh bau sekali dasar tidak tahu malu, menjijikkan, hahahha anak orang miskin harus tahu posisinya dong...” celetuk Kath.


George dengan berani menarik kepala gadis itu dan..


Brukkk..


“ ups.. tanganku gatal mau menjambak rambutmu, dasar munafik, sok pintar, jal4ng sialan,” umpat George yang sangat dendam pada Charlotte karena nilainya selalu berada dibawah nilai gadis itu.


Dia mendorong Charlotte sampai gadis itu terjatuh dan sekujur tubuhnya terkena lumpur bau busuk itu .


“ hahaha.a... hahahha rasakan itu hahahhaah Karena Mark tidak di sini kau akan mati di tangan kami!!” semua orang menertawakan Charlotte, tak ada yang mau berteman dengan dia hanya Mark yang menyayanginya tetapi kini pria itu tak lagi disana.


“ Iya aku memang miskin lalu kenapa, apa itu masalah ,ahahah pasti harga diri kalian terluka karena gadis miskin ini jauh di atas kalian kan?” teriak Charlotte sambil bangkit berdiri dan menatap tajam ke arah mereka mencoba untuk melawan.


Dia benar benar marah karena selalu di perlakukan berbeda,” sialan!!!" teriak Charlotte mengamuk.


Tapi sayangnya, sekalipun dia marah dan menantang mereka, hal itu hanya akan memperburuk keadaan.


“ Wahhh dia mengamuk ahhahaha.... "


"dia mengamuk, teman-teman pembantu sialan ini mengamuk hahahhaaa....”


Kath menarik kepala Charlotte dan menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.

__ADS_1


" dasar sampah tidak tahu diri, beraninya kau melawan kami hmm? Lau pikir kau akan selamat hah? Tidak akan Charlotte, ini baru permulaan, aku akan membuatmu sadar dengan statusmu, hahahaha....” Dengan wajah cantiknya dia tertawa dan menyiksa Charlotte sesuka hatinya.


Charlotte menangis, air matanya mengalir deras, perasaan tidak enak itu muncul setelah Mark pergi dari negara itu.


“ Uhhh dia menangis, dia pasti merindukan kekasihnya yang sudah pergi tak mempedulikan dia lagi hahahhaa... kasihannya...” celetuk Bianca sambil menepuk pipi Charlotte.


“ Apa mau kalian!!” geram Charlotte.


Kath menatap teman temannya sambil tertawa jahat seperti penjahat yang sedang menyandera seorang gadis kecil tak bersalah.


“ apa mau kami?” George mencengkram rahang gadis itu dan menatapnya dengan tatapan tajam.


“ mau ku kau tahu tempatmu dasar anak yatim piatu miskin, kau harusnya tahu posisimu, hahahah... memalukan, lihat semua kotoran itu, sangat cocok untukmu,” ucap George sambil menekan wajah Charlotte sekuat mungkin sampai berbekas dan membuat gadis itu kesakitan bukan main.


“ Lepaskan a.. ku....” ucap Charlotte dengan menahan air matanya. Sehari setelah kepergian Mark semuanya berubah menjadi neraka bagi gadis muda nan malang itu.


“ Hey apa yang kalian lakukan, bel sekolah sudah berbunyi, cepat masuk!!" suara salah satu guru terdengar menegur mereka.


“ Ehh maaf Miss Franda,” Kath langsung mendekati Miss Franda salah satu guru di sana, dia menggandeng tangan perempuan itu sambil tersenyum ramah seolah tidak terjadi apa-apa.


Miss Franda jelas tahu posisi Kath sebagai anak petinggi, “ aku akan kirimkan tas Dior keluaran terbaru untuk Miss, tolong urus sampah tidak berguna itu Miss,” bisik Kath seraya menatap jijik ke arah Charlotte.


“ ahh benarkah?” mata guru itu langsung membulat sempurna bahkan dia terlihat sangat senang sampai dia tidak bisa menyembunyikan ekpresinya.


“ Husshhhh jangan berisik, jangan sampai pihak yayasan tahu, urus semuanya dengan bersih, posisi Miss akan aman di sini,” bisik Kats.


Tanpa pikir panjang wanita itu mengangguk setuju dan langsung melabrak Charlotte.


“ Dadar perempuan miskin, kau harusnya sadar posisimu, hanya karena Mark pindah jangan kau berpikir semua siswa akan memperlakukanmu dengan cara yang sama, sekali program beasiswa statusmu sangat jauh di bawah kami, sana cepat bersihkan semuanya!” kesal Miss Franda.


“ tapi Miss, bukan saya yang melakukannya, bolehkah kita melihat CCTV untuk mengetahui pelakunya? Tolonglah, saya tidak ingin difitnah begini,” pinta Charlotte.


“ seandainya bisa, kami sudah melakukannya Charlotte, tapi sayang CCTV di lorong ini kebetulan sedang rusak hahahhaaa, kasihan sekali,” ucap Bianca dengan tatapan sinis ke arah Charlotte.


“ Sudah cepat bersihkan, jangan membuat orang lain tidak nyaman, memang dasar orang kampungan akan selamanya kampungan,” Hina Miss Franda seraya merendahkan Charlotte.


“ Wohooo orang kampungan bersih bersih dulu sana, jangan lupa dijilat pakai lidahnya sampai bersih ya hahahhaa...” Mereka semua pergi dari sana meninggalkan Charlotte yang sangat kotor di lorong itu sendirian. Suara tawa jahat mereka terdengar jelas di telinga Charlotte.

__ADS_1


“ ahh... hiks hik shiks... kenapa.. kenapa mereka melakukan ini..” Charlotte terduduk sambil memeluk kakinya, dia menangis sesenggukan, pipinya sakit dan tubuhnya kotor karena lumpur bau itu.


“ Kak Mark... hiks hiks hiks... ahhh aku harus kuat, aku tidak boleh biarkan kak Mark tau hal ini, dia pasti akan khawatir, Ibunya sedang sakit aku tidak boleh lemah,” Charlotte masih tetap gadis polos yang lugu di tengah tengah lingkaran setan para rubah berbulu domba.


...****************...


Dia pikir semuanya akan berakhir hari itu. Dia pikir perundungan ini hanya main main yang disengaja karena mereka kesal pada dirinya yang dekat dengan Mark.


Setiap hari dia melakukan panggilan video dengan Mark, berbagi kabar dan berbagi tawa satu sama lain. Ada satu keahlian baru Charlotte saat dia menjalani hubungan jarak jauh dengan Mark, dia kini pandai berbohong, menyembunyikan luka dan kesedihannya selama di sekolah itu.


Setiap hari Mark menanyakan kabarnya dan dia menjawab bahwa dirinya baik baik saja dan kehidupan sekolahnya menyenangkan. Padahal yang dia alami jauh dari kata menyenangkan.


Charlotte memakai jaket tebal untuk menutupi bekas luka di tubuhnya, celana training panjang dia pakai menutupi bekas luka di betisnya. Gadis itu berlari menuju sekolahnya, pagi ini dia mendapatkan pesan ancaman dari Kath dan gengnya, jika dia tidak cepat datang ke sekolah, maka foto foto dirinya akan dikirim kepada Mark.


Charlotte tidak mau hal itu terjadi. Jam lima pagi dia sudah berangkat ke sekolah dengan wajah pucat pasi, tanpa makan pagi, bibirnya kering, kulitnya gersang dan tubuhnya kurus tidak terawat.


Charlotte berlari menuju sekolah sambil membawa buku PR milik teman sekelasnya yang dia kerjakan sampai pagi tiba. Buku buku tangannya bahkan sampai lecet karena terlalu banyak menulis.


Gadis malang itu memasuki area sekolah dengan rasa gugup . Tiga bulan berlalu dia terus mengalami perundungan dari semua siswa, tidak berani bicara karena diancam, tidak berani melawan karena kelemahannya dipegang oleh mereka semua.


Jika dia berani membocorkan kejadian itu, maka panti asuhan tempatnya dulu akan dihancurkan.


“ Wahh lihat anjing kecil suruhanku sudah datang, lama sekali ya, “ Kath yang berdiri di depan pagar sekolah menatap jijik ke arah Charlotte yang sudah lusuh tak lagi secantik pertama kali dia masuk sekolah itu.


“ Yakkk kenapa kau selama itu sialan!!"


" dasar perempuan kurang ajar, kau membuatku menunggu..” teriak George sambil menarik kepala Charlotte..


“ To.. tolong jangan lakukan ini...


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2