
“ Tunggu dulu woi tunggu jangan kabur dulu.. yakkkk gadis cokelat tunggu dulu... uhuk uhuk uhuk... arhhh... hahh... hahhh... hahh...
Charlotte terbangun di atas sebuah tempat tidur. Dia terduduk dengan nafas ngos-ngosan, jantungnya berdebar kencang dan wajahnya terasa sangat panas .
“ ahhhhrr apa tadi itu?” teriak Charlotte panik dengan wajah pucat sambil menepuk nepuk dadanya yang terasa sangat sesak. Seolah baru bangun dari kematian yang sangat lama.
Charlotte meraba dadanya dan matanya membulat sempurna saat merasakan sesuatu yang kembali berdetak.
“ hahhh jantungku mau copot,” ketus gadis itu sambil menepuk nepuk dadanya dengan pelan sampai tiba tiba dia terdiam ketika telapak tangannya yang terasa hangat merasakan detak jantung di dadanya.
“ De... tak... Jan tung?” matanya membulat sempurna dan menatap dadanya yang berdegup.
Dia melepaskan tangannya bahkan sampai menyibakkan pakaian yang dia pakai dan menatap dadanya yang kembang kempis pertanda jantungnya bergerak.
“ apa paan ini? Sebelumnya tidak ada?” ucapnya terkejut sambil menepuk wajahnya yang terasa panas.
“ Tunggu..” lagi lagi dia berbicara sendiri sambil memegang kedua wajahnya dengan syok.
” mukaku panas? Kemarin dingin kayak mayat hidup, lah ini kok panas?” celetuknya hingga dia menyadari sesuatu yang lain lagi.
“ su.. suaraku? Aaarkkk... aaaaa beeeee ceee bebeeeekkkk ayaaammm kambiiinhh.... mbehehehehehe!!!!" teriak gadis itu saat mendengar suara yang berbeda dari mulutnya.
Kenapa suaranya bisa berbeda, dia meraba raba wajahnya dan seluruh tubuhnya dengan panik.
“ Ada apa ini?” ucapnya lagi sambi memeriksa seluruh bagian tubuhnya.
“ Mulus? Kulitku mulus... wajahku juga sangat lembut, rambutku panjang dan cokelat, lembut wangi pula, sepertinya sampo mahal,” celetuk Charlotte sambi memeriksa detail tubuhnya.
Tangannya turun ke dadanya dan menekan benda itu,” lah buset besarnya...” celetuk gadis itu terkejut dengan ukuran dadanya, padahal biasa saja tapi dia heboh sendiri dengan tubuhnya.
Charlotte sampai mengintip dua set miliknya itu saking terkejutnya," ihhh cantiknya!!!" celetuk gadis itu dengan wajah polosnya.
Charlotte menepuk nepuk wajahnya,” apakah yang diucapkan gadis cantik itu benar? Apa iya?” gumam Charlotte sambil berusaha untuk bangkit dari atas tempat tidur.
“ akkhhh kakiku tak bisa bergerak, aku butuh cermin,” gumamnya hingga kedua netranya menemukan sendok perak yang berkilau.
“ Apa bisa ku pegang? Kalau ucapannya benar maka aku jadi manusia sekarang!!” gumamnya sambil menepuk nepuk pipinya sendiri, entah sudah Semerah apa pipi itu sekarang.
Tangannya terulur pada sendork perak itu dan...
__ADS_1
Grep..
Gadis itu berhasil mengambilnya,” wahh berhasil,” ucapnya seperti orang yang baru bisa memegang sendok.
Dengan cepat dan menggunakan sendok perak itu dia memeriksa wajahnya. Charlotte menatap wajahnya dan...
“ woppp.. siapa itu?” matanya membulat sempurna sambil menurunkan sendok perak itu saking terkejutnya dengan wajah yang dia lihat di sana.
“ ti.. tidak mungkin kan? Jahahahaha... aku pasti sedang di dunia roh lagi, aku pasti sedang bermimpi lagi,” celetuk Charlotte sambil tertawa cengengesan.
Perlahan lahan dia mengangkat sendoknya lagi dan melihat wajahnya. Tampak wajah lembut bebentuk oval, kedua bola mata yang besar dan irisnya berwarna cokelat terang, rambut panjang cokelat dan kulit yang sangat lembut bak pantat bayi.
“ Aahahah aku pasti bermimpi, tidak mungkin aku secantik ini,” celetuk Charlotte sambil menurunkan sendork itu tak yakin.
Dia menepuk pipinya lagi,” bangun van bangun... kau sedang bermimpi kan?” celetuk gadis itu sambil mengangkat sendok itu lagi dan melihat wajahnya di sana.
Lagi lagi wajah cantik, hidung tinggi bak golden bridge, bibir berbentuk hati merah muda yang sangat indah dan kelopak mata ganda impian semua wanita, cantik dan sempurna.
“ Ini aku?” mata gadis itu membulat sempurna sakit tidak percayanya dengan apa yang dia barusan lihat.
Dia menepuk nepuk wajahnya sendiri, tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat, ini sangat mengejutkan. Dia benar benar masuk ke tubuh gadis yang dia temui semalam di Paradise.
“ Wahhh dia benar benar memiliki wajah dan tubuh yang sempurna, sangat cantik dan memukau, wahh kau hebat kakak cantik,” celetuk gadis itu sambil menepuk-nepuk pucuk kepalanya dan memutar mutar rambut ikal itu dengan tangannya seraya tersenyum emantpa wajahnya.
“ Tunggu dulu,” Cahrlotte terdiam.
Dia menatap ruangan itu, ruangan yang sangat modern dengan berbagai perlatan medis yang terhubung langsung ke tubuhnya. Ruangan cokelat yang bersih dan nyaman. Aroma bunga lavender yang menenangkan tercium di hidung mancungnya.
Dia menyusuri ruangan itu dengan kedua matanya, hanya ada dia seorang di sana.
“ Di mana aku? Apa ada rumah sakit semodern ini di Korea?” gumam Charlotte sambil menatap tatanan ruangannya yang sangat mewah itu.
“huffhhh... apa yang sebenarnya terjadi, dia juga main pergi saja, ihh dasar menyebalkan,” gerutu gadis itu sambil mengacak acak rambutnya.
Dia menatap ruangan itu lagi, sialnya hari sudah cukup malam dan tak ada suara yang terdengar di sana. Gadis itu hanya menghela nafas kasar lalu kembali berbaring.
Charlotte menatap langit langit, rasanya seperti mimpi, dia menatap tangannya dan kini dia punya bayangan. Dia bisa menyentuh selimut, menyentuh sendok dan bantal bahkan merasakan deru nafasnya sendiri.
“ Ini benar benar sebuah keajaiban, apa dia benar benar memberikan tubuhnya yang indah ini?” pikir Chalrotte sambil mengusap usap dagu barunya yang runcing dan indah.
__ADS_1
“ ahh tapi badanku sakit, sepertinya pemilik tubuh ini sudah lama berbaring di rumah sakit, kalau tidak salah dia bilang lima tahun kan?” Charlotte berakhri berbicara pada dirinya sendiri sambil menatap ruangan itu.
Dia menatap tangannya dengan senyuman bahagia, tapi mengingat pembicaraannya dengan perempuan yang dia jumpai semalam membuat gadis itu penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, banyak pertanyaan muncul di kepalanya sekarang.
Kenapa gadis secantik itu memilihnya, kenapa dia merasa sangat dekat dan seperti kenal dengan gadis itu, kenapa harus dia dan apa yang alasannya. Semuanya berputar di kepala gadis itu.
Tubuhnya jelas terasa berat dan sakit. Perempuan yang dia temui semalam telah berada dalam keadaan koma selama lima tahun. Pernah bangun tetapi itu adalh momennya terakhir sangun di dunia itu danterjadi tiga tahun yang lalu.
Charlotte masih belum percaya kalau dia benar benar hidup lagi dengan wajah yang berbeda. Tentu saja dendamnya dia bawa hingga berpindah tubuh. Charlotte mengingat dengan jeals semua wajah yang membunuhnya dan menghancurkan hidupnya.
Saat dia asyik memikirkan apa yang terjadi, tiba tiab saja suara berisik dan langkah kaki terdengar mendekati ruangannya.
Gadi situ panik, di saat yang sama sesosok pria tiba tiba muncul di depan Charlotte,” hei cepat tutup matamu dan berpura pura tidur, ada yang datang!!" ucapnya .
mata Charlotte membulat, hampir dia berteriak saat melihat sosok laki laki berwajah pucat yang tiba tiba muncul di dekat brankarnya.
“ kau..
“ Shuuutt... diamlah....” ucap sosok itu sambil menatap ke arah pintu masuk.
Mendengar suara yang semakin mendekat, Charlotte menutup mulut dan matanya, kembali berpura pura tidak sadarkan diri sampai suara yang dia dengar itu masuk.
“ Kita harus melakukannya malam ini, jika tidak kita tak akan bisa memiliki semua warisan itu, dia adalah pewaris utama, toh dia akan segera mati,”
“ Apa kau yakin tidak masalah? Apa ini tidak terlalu cepat? Kita akan dicurigai nanti,”
“ Diamlah, kita lakukan bertahap, dengan suntikan ini dia akan mati perlahan-lahan!"
Suara bisik bisik terdengar dan jelas di dengar oleh Charlotte. Sosok bayangan putih yang ada didekatnya tadi memberi kode Pada Charlotte untuk tutup mulut dan matanya .
Klak..
Pintu ruangan Charlotte di buka.
“ Siapa di sana?”
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen