
crrrhhhhsssss.....
Aliran sungai Han yang dingin terdengar begitu menyakitkan dalam nyanyian di malam purnama ini.
Dingin yang menusuk, tubuh bak dibekukan, darah dari setiap luka di tubuh Charlotte
bagaikan tak pernah berhenti.
Charlotte duduk dengan bersimbah darah dan tubuh penuh luka di salah satu pilar jembatan di mana Kath dan gengnya tengah berdiri sambil menatap dia dengan tawa geli .
Gadis itu tak lagi menangis, rasanya tenggorokannya sangat kering dan luka yang terkena udara dingin itu sangat menyakitkan, perih dan panas menjadi satu. Dia datang ke area itu atas perintah Kath dengan ancaman kalau semua fotonya yang tak memakai pakaian akan disebarkan ke internet bahkan di kirim pada Mark.
Mau tidak mau, rela tidak rela dia harus mengikuti kemauan mereka agar bisa bertahan hidup. Tetapi lagi dan lagi dia malah ditendang dan dipukuli oleh anak anak kurang ajar itu.
“ kau pernah melaporkanku ke kantor polisi, itu membuat ayahku marah padaku jal4ng sialan!!" Teriak Kath .
Beberapa hari lalu dia di marahi oleh ayahnya karena laporan bully yang melibatkan namanya dan anak anak lain. Bukan nya menerima laporan itu, ayah Kath malah menghukum polisi yang menerima laporan gadis malang itu.
Dan di sinilah Kath mengamuk karena namanya diseret ke kepolisian yang menyebabkan sang ayah mengamuk. George, Won woo, Bianca dan yang lainnya juga tak menyangka gadis itu akan mengirimkan foto foto lukanya dan beberapa foto perisakan yang mereka lakukan ke kantor polisi.
Hal ini menyebabkan setan dalam hati mereka mendidih dan membuat mereka gelap mata sampai merencanakan pembunuhan terhadap gadis malang itu.
“ hahahaha.... hahahaa...” Charlotte tertawa terbahak bahak sambil menangis,” kalian takut ternyata ... bagaimana kalau besok mereka menemukan bukti di rumah ku? Aku sudah melaporkannya ke beberapa pihak yang siap untuk mengurus kasus ini,” ucap Charlotte sambil tertawa getir.
Tak lagi rasa takut yang menguasai Charlotte. Dia sudah pasrah akan mati hari ini. Kakinya patah karena dipijak oleh Won woo dan lehernya mengalami cedera parah karena dipukuli dengan kayu oleh anak anak itu.
“ Ternyata mudah sekali mengancam kalian, hahahah kalian takut kan?” ucap Charlotte seolah dia telah kehilangan kewarasannya.
“ Dasar perempuan gila, beraninya kau!! " geram George sambil mencengkram wajah Charlotte sekuat tenaga.
Krak..
Lagi lagi tulang gadis itu patah. Rahangnya bergeser, tapi tak ada lagi rasa sakit yang Charlotte rasakan karena semuanya sudah jadi kebiasaan baru.
Charlotte menatap mata George dengan tatapan tak gentar, “ bunuh aku George, bunuh aku sekarang, aku juga tak ingin hidup seperti ini,” ucapnya .
"Lagipula kalian pasti akan mendapatkan ganjarannya!!!' teriak Charlotte.
Wajah mereka pias. Mendengar ucapan Charlotte berhasil membuat mereka semua terdiam ketakutan. Bagaimana kalau yang diucapkan gadis itu benar, maka mereka akan berada dalam bahaya.
Won woo anak gubernur itu langsung berwajah pucat” SIALAN KAU, APA YANG KAU LAKUKAN!!! ” teriak Won woo sambil menarik kepala gadis itu dengan tatapan tajam yang siap untuk menghabisi nyawa Charlotte saat itu juga.
“ Aku?” Charlotte tersenyum dengan luka dan darah yang membasahi wajahnya,” aku sudah melakukan sesuatu yang sangat kalian takutkan hihihih... sama seperti yang kalian lakukan padaku, kalian akan merasakan hal yang sama hahahaha... hahahahaha.... “
Plak... plak.. plak...
“Arkkhhh sialan mati kau sialan, kau pikir siapa yang akan berani percaya padamu, kau pikir kau siapa hah..” mereka kehilangan kesabaran dan berakhir menendangi dan memukuli Charlotte berkali kali.
__ADS_1
Kath menatap ponselnya sambil tersenyum,” hahahaha dasar gadis bodoh, kau pikir bisa menipu kami, kau sama sekali tidak menghubungi siapa pun, jangan banyak bicara dan mencoba mengancam kami bodoh “ Kath tertawa cekikikan saat menerima laporan dari orang suruhannya yang dia minta menghancurkan kamar Charlotte.
“ Lihat ini,” ucapnya sambil menunjukkan kos kosan Charlotte yang sudah habis terbakar dan dilalap api.
“ a.. apa yang kau lakukan!! arkhhhh.... ” pekik Charlotte dengan sisa kekuatannya. Dia sangat terkejut saat melihat kos kosan tempat dia tinggal kini telah habis dilalap sijago merah. Gadis itu menangis histeris.
“ Dasar manusia jahat.. jahat kalian!!" pekik Charlotte.
Kath dan yang lainnya tertawa.
“ kau pikir kau bisa mengalahkan kami? Jangan salah Charlotte, kau itu hanya anak miskin yang tidak punya orangtua dan hidup diasingkan , sadar diri itu penting,” ucap Sofia.
“ Hiks hiks hiks..... jahanam, kalian pasti akan dapat ganjarannya..” ucap Charlotte.
“ ganjarannya? Ahhh yang benar saja, kau membuatku takut,” ucap Bianca seolah dia tengah merinding.
“ Kau mau tahu jahat yang sesungguhnya?” ucap George sambil mengeluarkan tali sepatu yang dia bawa dari rumah. Sama halnya dengan teman teman mereka yang lain. Mereka mengeluarkan tali dari kantong mereka masing-masing.
Ctak... ctakk...
Suara hentakan tal sepatu itu terdengar begitu keras di telinga Charlotte. Mereka semua tersenyum dengan tatapan iblis di masing masing mata mereka. Berdiri mengelilingi Charlotte dengan tali masing-masing.
“ Ma.. mau apa kalian... apa lagi yang mau kalian lakukan?”tanya Charlotte.
“ Membunuhmu,” ucap mereka sambil mengaitkan tali sepatu itu ke leher Charlotte dari masing-masing arah. Semuanya berdiri dengan tali sepatu di tangan mereka,” kalau kau mati tak akan ada yang mencarimu bodoh, hihihih... semuanya akan selesai di sini,” ucap Sofia.
“ Kau memang tidak pantas di dunia ini, jangan harap kau bisa jadi salah satu dari kami,”
“ aku akan merebut Mark Charlotte, akan kumanfaatkan dia sesuka hatiku, aku cantik dan punya kuasa,”
“ Kau harus mati.. MATI... KAU HARUS MATI CHARLOTTE.!!" ucap mereka semua dengan nada berat.
“ Tarik!" titah Won woo .
Seketika mereka bersama sama menarik tali itu dari masing masing arah. Mencekik Charlotte dengan menggunakan cara yang sangat menyiksa.
“ arkhhh.... akhhhhhhh....” suara erang kesakitan terdengar lemah. Leher Charlotee diikat dan dicekik dengan benda panjang itu. Sedang mereka semua tertawa melihat wajah Cahrlotte yang tadinya memerah perlahan berubah menjadi ungu.
“ Mati kau... mati kau..” ucap mereka sambil tertawa terbahak bahak.
Air mata Charlotte mengalir deras, dia mencengkram tanah tempat dia disiksa, menatap mereka satu persatu dan menghapal wajah mereka.
“ Aku pasti akan menghancurkan kalian,”
“ Kath, George, Lee Won Woo, Ji An, Bianca, Sofia, Ruto, Bella, dan kalian semua yang terlibat, aku... aku akan kembali.. aku pastikan aku akan kembali...” ucap Charlotte dengan tekad di hatinya
Bayangan wajah Mark terlintas di pikirannya,” Mark hiks hiks hiks.... aku minta maaf, maafkan aku harus pergi seperti ini... arkhhh... aku tidak kuat.. sesak sekali, nafasku seolah berhenti...
__ADS_1
Charlotte benar-benar di cekik hingga dia lemas tak bernafas. Perlahan tubuhnya membiru dan mengangkat hingga dia jatuh terkulai.
“ Dia mati..” ucap George.
“ Ruto, Kun bantu angkat, kita buang ke sungai, hilangkan semua bukti,” ucap George yang dianggukkan oleh mereka semua.
“ Bersama sama, satu , dua , tiga..
Byurrr....
Mereka melemparkan tubuh gadis itu ke sungai Han yang dingin dan deras.
Charlotte hilang untuk selamanya. Kath dan gengnya tersenyum menatap kematian gadis itu di tangan mereka.
“ Huffhhh.. kita harus membersikan diri, menjijikkan sekali aku memegang kepalanya tadi huweekkk ini jorok," ucap Ji An kesal.
Mereka semua membakar bukti, meninggalkan sepatu dan surat wasiat yang mereka paksa ditulis oleh Charlotte.
“ dengan ini, dia akan dikira bunuh diri hahaha... rencana yang sempurna,” ucap mereka sambil beranjak dari tempat itu meninggalkan sungai Han di mana Charlotte mati.
Baru saja mereka pergi, seorang pria berhasil menemukan letak Charlotte karena mendengar suara benda yang jatuh ke dalam air ketika dia menyusuri sungai itu. Dia tiba sejam yang lalu dan langsung mencari keberadaan Charlotte.
Pria itu berlari dengan wajah panik.
“ Van!!” teriaknya sambil menatap sungai Han yang gelap gulita dan dingin.
Perasaan Mark tidak enak, jantungnya berdegup kencang seolah dia telah kehilangan setengah dari dirinya. Dia berlari menyusuri sungai itu, hingga kedua netranya menemukan sepasang sepatu dan surat yang ditinggalkan di sana.
“ sepatu siapa?” Perlahan dia mendekati sepatu itu dan sebuah surat yang diletakkan di sana.
Mark membuka surat itu, betapa terkejutnya dia saat melihat tulisan tangan Charlotte ada di sana.
“ Ti... tidak.. tidak mungkin, Van.. Cahrlotte Van.. tidak.... kau tidak seperti ini, tidaaaak Van jangan begini!!” Mark berteriak marah, dia berlari menuju sungai itu dan..Byurr...
Duar....
“ arkhhh... “ suara tembakan diiringi dengan suara ceburan ke dalam air terdengar di malam dingin itu.
Mark menceburkan dirinya ke sungai Han, dan sebuah timah panas berhasil bersarang di lengannya.
“ Van... dimana kau... aku akan menemukanmu, aku akan menemukanmu!!!"
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan