
Eden high school,
Mark dengan senyuman sumringah menggandeng tangan Charlotte. Melangkah memasuki Eden Campus dengan hari yang baru.
Seluruh mata kini tertuju pada mereka berdua. Dua wajah memukau itu kini berada dalam satu frame. Diikuti oleh orang-orang menakjubkan lainnya.
Philip si tampan jenaka, Timothy yang mengubah rambutnya jadi warna putih, dan Moon Yi yang cantik dan elegan.
Mahasiswa baru yang sukses menarik perhatian semua orang bahkan aura mereka mengalahkan geng Kath dan teman-temannya yang angkuh.
Mark tak berhenti tersenyum, sejak pengakuan waktu itu, dia terus menempel pada Charlotte. Demikian halnya dengan gadis itu, keduanya tak terpisahkan.
Sambil bergandengan tangan Mark menunjukkan pada dunia kekasih hatinya.
Mungkin orang akan mengenalnya sebagai Charoline tetapi bagi Mark dan yang lainnya, dia adalah Charlotte, gadis cantik yang baik hati, korban kekejaman dunia ini.
Kath menatap tak suka pada Charlotte. Jelas sekali dia iri pada gadis itu dar segala sisi. Mulai dari wajah yang cantik, kasih sayang dari orang-orang di sekeliling nya, kekayaan, dan banyak lagi.
"Kenapa dia tidak mati saja waktu itu, sialan!!" Kath mengumpat kesal.
Tanpa dia sadari roh perempuan penuh dendam yaitu Park Yura berdiri di sampingnya sambil tersenyum penuh muslihat, aura hitam semakin mencuat dari roh penuh dendam dan jahat itu.
" Kau... lebih cantik dari dia... kau... lebih kaya, kau lebih hebat, tindas saja dia, perempuan itu tidak ada apa apanya..." Yura, membisikkan kata kata itu ke telinga Kath yang penuh dendam.
Ketika roh penuh dendam dipertemukan dengan manusia penuh iri dengki maka mereka akan jadi kombinasi paling tepat untuk menghancurkan dunia ini.
"Humm.. aku yang tercantik, terkaya dan terbaik, tidak seorang pun bisa menggangguku," ucap Kath yang tiba-tiba tersenyum.
Di bawah sana, Max yang baru tiba menyusul mereka. Tetapi matanya menangkap sosok Yura yang berdiri di jendela sambil tersenyum melambai ke arah Max dengan senyuman ramah dan manis.
Tetapi bagi Max yang melihatnya, itu hanya sebuah senyuman penuh dengan tipu muslihat.
"Apa yang sedang kau rencanakan!" batin Max.
"Kak Max!" Charlotte menarik tangan pria itu, dia kini digandeng oleh dua orang pria yang tinggi menjulang.
Mark menyapa Max sambil melambai dan tersenyum, tak ada cemburu bagi pria itu, karena dia tahu Max adalah malaikat pelindung kekasihnya.
"Mark, wajahmu itu membuatku ingin menghajar mu, kalau cemburu bilang saja!" ketus Max.
" Aku tidak cemburu kakak ipar, selamanya aku akan berterima kasih pada kakak ipar, mohon bimbing daku!!" ucap Mark sambil tertawa cengengesan.
"Hishhh dasar, "
__ADS_1
"Kak, kau lihat itu?" tanya Charlotte sambil melirik Park Yura yang terus bergentayangan di kampus itu.
Max mengangguk, Mark juga mendengar mereka. Dia melihat roh perempuan itu terus bergentayangan di sekitar sekolah itu.
"Apa dia mengganggu?" tanya Mark.
Max dan Charlotte mengangguk bersamaan.
"Dia roh jahat yang licik, tapi kami berpura-pura tidak tahu, entah apa yang dia rencanakan tetapi auranya semakin lama semakin gelap!" ucap Max.
Mark juga merasakan hal yang sama saat beberapa kali roh itu melewati dirinya bahkan secara terang-terangan menatap Mark tanpa takut.
"Apa dia berpengaruh dengan jiwa kalian yang masuk ke tubuh ini?" tanya Mark.
"Kami juga belum tau pasti, tetapi roh seperti dia akan berusaha mencari tubuh untuk dia tinggali, yang paling cocok adalah tubuh seperti yang kami tempati," jelas Max.
Mendengar hal itu, Mark langsung memeluk Charlotte," Dengan demikian kalian berdua akan terus jadi incaran roh itu!" ucap Mark.
Mereka tidak habis pikir. Roh jahat yang penuh dendam seperti itu masih tetap tinggal di muka bumi ini padahal seharusnya dia sudah dibawa ke tempatnya sendiri.
"Karena sudah terlalu lama, maka dia terus bergentayangan di sini," Grace muncul diantara mereka.
"Ahh Grace...
Kehidupan kampus mereka pun dimulai. Demikian dengan pembalasan dendam berkarat yang belum sampai pada puncaknya.
Charlotte dan Mark kembali bersama, tetapi mereka tidak memberitahu kan perihal rencana balas dendam mereka masing-masing.
Charlotte dan Max sudah mempersiapkan sesuatu yang akan menghancurkan Lee Won Woo untuk selamanya.
Tidak cukup penyiksaan mental, bahkan tidur pria itu diganggu oleh para roh suruhan Charlotte dan Max yang dibantu oleh Grace.
Kali ini, adalah puncak kehancuran Lee Won Woo, bahkan mungkin kehancuran seluruh keluarga besar mereka.
Semua rencana sudah disiapkan, persis seperti jadwal sebagaiman biasanya, pertemuan besar diadakan pada jam 1 setelah makan siang
Seluruh mahasiswa dipanggil ke auditorium luas milik Eden Campus.
Mereka semua dipanggil untuk mengikuti seminar dari Asher Wang, sang ketua tim Senda yang terkenal dengan karakternya yang tegas dan keras.
Manusia pecinta uang yang satu ini selalu berhasil membuat semua orang terpana dengan parasnya yang tampan rupawan demikian dengan dompetnya yang juga ikut tampan.
Asher Wang, akan memberikan kuliah siang ini, semuanya sudah diatur oleh Charlotte, tepat sebelum dia berangkat ke Senda Grup untuk mengobrak abrik tempat itu.
__ADS_1
Charlotte punya banyak PR hari ini.
Seluruh mahasiswa dipanggil ke auditorium, termasuk Lee Won Woo yang telah kembali ke kampus setelah dirawat di rumah sakit berminggu-minggu.
Hari ini pria itu tampak normal, dia bahkan teramat tenang dan nyaman sampai lupa kalau beberapa hari lalu dia mengamati mimpi buruk paling mengerikan seumur hidupnya.
Lee Won Woo tidak menunjukkan perubahan, meski sudah mengalami hal mistis itu, dia masih saja angkuh dan bertindak semena terhadap mereka yang lemah.
"Kau tidak akan pernah berubah bajingan, lihat buah dari perbuatan mu padaku dan semua korbanmu!!" batin Charlotte sambil menatap sinis ke arah Lee Won Woo.
Lee Won Woo duduk bersama dengan Kath, Sonia, Bianca, George dan teman teman mereka yang lain. Duduk dengan angkuh, barisan paling disegani dan dihormati di kampus itu dikarenakan pengaruh orang tua mereka yang tak tanggung-tanggung.
Asher Wang, pria tampan nan kharismatik itu berjalan ke arah podium dengan wajah nya yang dingin dan datar.
Pakaiannya yang berwarna-warni itu sangat berlawanan dengan wajahnya yang tegang dan dingin itu.
Langkah kakinya saja sudah membuat seluruh perhatian tertuju pada pria tampan nan memikat ini.
Asher Wang berjalan ke atas podium dengan beberapa buku dan sebuah gadget di tangannya.
Berdiri di atas sana sambil memasang wajah datar dan dingin yang dalam sekejap membuat seluruh mahasiswa terdiam membisu.
"Dia tampan tapi sangat dingin!!"
Kath Menatap Asher Wang, ketua tim Senda yang tidak bisa diganggu gugat oleh ayah maupun bibinya.
" Orang ini, aku tidak tahu dia berpihak pada siapa, tapi yang jelas dia sangat menyebalkan, kenapa juga dia harus setampan itu!!!" batin Kath.
Charlotte, Mark, Max dan yang lainnya duduk anteng di posisi mereka sambil senyum senyum menatap wajah tegang yang dipasang Asher Wang.
" Hihihi lihat wajahnya tegang sepet kerat kolorku!!!" celetuk Philip sambil tertawa cekikikan menatap Asher Wang di depan sana.
" Sshhhtt... diam, nanti kau diseret!!" balas Moon Yi .
Asher Wang siap beraksi,," Ahh selamat Siang semuanya, kenapa tegang sekali hahhaha... senang berjumpa dengan kalian! wohoohh!!!" teria pria itu sambil tertawa dan bertepuk tangan.
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1