
Max berjalan dengan langkah cepat. Jika dalam sosok hantu, dia bisa melakukan teleportasi dengan cepat, tetapi berada dalam tubuh manusia membuatnya harus mengikuti kelakuan manusia.
Maximum masuk ke dalam tubuh itu tepat setelah Charlotte menyentil keningnya saat mereka berada di ruangan inap gadis itu.
Roh pria itu seolah ditarik oleh sebuah kekuatan yang besar, dia diombang-ambingkan dalam lautan roh sampai tiba-tiba saja sosok berwujud putih bercahaya menariknya keluar dari lautan roh itu, lalu menghempaskan dirinya hingga terbang jauh ke angkasa dan...
Bam!!!
Di tubuh itulah Max berakhir saat ini. Setelah Charlotte masuk ke dalam tubuh Charoline, banyak hal tidak terduga yang terjadi pada dirinya. Mulai mendapatkan namanya dan sekarang memiliki tubuh manusia.
Dengan cepat dia menghampiri Charlotte di dalam kamarnya setelah semua penghuni yang tidak diinginkan itu pergi dari kediaman keluarga Kim.
Begitu dia membuka kamar, dia mendengar teriakan kesakitan dari Charlotte yang tengah duduk meringkuk di atas lantai sambil memukuli kepalanya yang terasa sangat sakit seolah dia baru saja jatuh dari tempat yang sangat tinggi.
"Arkhhh.... saa...kiit... hentikan!!! HENTIKAN INI KU MOHON!!!"Charlotte memekik kesakitan, jantungnya berdegup kencang dan aliran darahnya berdesir hebat.
Dadanya terasa sesak dan tubuhnya gemetar. Begitu masuk ke kediaman lama Charoline, seluruh ingatan akan penyiksaan dan ketidakadilan yang didapatkan oleh pemilik tubuh itu berputar bagaikan film bioskop di kepala Charlotte.
Alih alih memiliki kehidupan yang indah dan penuh kebahagiaan sebagai pewaris utama, nyawa Charoline justru terancam bahaya setiap harinya.
Sebelum kematian menjemput tuan besar Kim, beliau sudah memerintahkan pengacaranya untuk mengumumkan pewaris sah seluruh kerajaan bisnisnya. Dan semua aset telah dibalik nama menjadi milik Charoline Kim alias Kim So Eun.
Namun pihak anak tiri tuan besar Kim tidak terima karena mereka hanya mendapatkan sedikit sekali bagian dari harta kekayaan kerajaan bisnis Grup Senda milik tuan besar Kim.
Mereka tidak terima dan sejak saat itu dimulailah penderitaan Charoline yang terlalu polos sama persis seperti Charlotte yang dulu masuk ke lubang setan dan menerima neraka mengerikan begitu semuanya di mulai.
Bayangan penyiksaan yang diterima oleh Charoline berhasil membuat Charlotte tersiksa. Tubuhnya bereaksi, panas dan kepalanya sangat sakit.
Dia menangis histeris, dia memukuli kepalanya sendiri berharap rasa sakit itu segera menghilang.
" Arkhhh.... kak Max!!!!" pekik Charlotte sambil mencengkram kepalanya. Ingatan itu datang dengan begitu cepat, bercampur aduk dan membuat kepalanya terasa akan pecah.
__ADS_1
Max berlari dan langsung merangkul Charlotte," Tenang Charlotte!!!" ucapnya panik. Dia segera mengangkat gadis itu dan membawanya ke atas kasur. Membaringkan Charlotte di atas kasur.
Cepat cepat pria itu memeriksa kotak obat di ruangan kamar itu, pasti ada setidaknya obat atau pereda nyeri di dalam.kamar besar itu.
"Laci pertama lemari cokelat kak, di.. di sana ada obat!!!" ucap Charlotte yang mengingat seluk beluk rumah itu melalui ingatan Charoline.
Max dengan cepat mengambil benda itu, dia memberikannya pada Charlotte dan membantunya minum.
Charlotte menenggak obat itu dengan susah payah. Sakit sekali kepalanya saat semua memori kelam itu terputar.
Suara Cambukan, suara tawa dan sinis tepat sebelum Charoline dinyatakan meninggal.
Charoline mengalami kecelakaan ketika naik mobil pribadinya bersama seseorang yang menyetir dengan dia.
Dalam ingatan itu, Charlotte melihat wajah Charoline yang begitu bahagia, tersenyum indah sambil menikmati angin meskipun kedua penglihatannya tidak sempurna.
Charoline mengalami masalah pada kedua matanya, dia hanya bisa melihat cahaya putih dan gerakan samar, kedua matanya rusak saat insiden di masa kecilnya.
Tak bisa diperbaiki dan mereka sedang mencari donor mata untuk kedua matanya.
"Sshhhhhh... siapa itu? siapa pria itu!??" batin Charlotte sambil memijit kepalanya.
Max duduk di dekat kepala Charlotte," Tenanglah, kau akan baik baik saja, " ucap Max sambil menepuk nepuk bahu gadis itu untuk menenangkannya.
Seketika Charlotte menatap Max dengan kedua mata yang membulat sempurna. Wajah pria di depannya itu adalah sosok yang dia lihat dalam ingatan Charoline.
"Ma... Max!?? ka..kau tahu siapa pria yang kau tempati ini!??" mata Charlotte membulat sambil menatap wajah itu.
Max menyerngitkan keningnya, dia menatap Charlotte," Apa maksud mu? aku mana tahu Charlotte, aku saja tidak ingat dengan diriku apalagi dengan orang ini," jawab Max dengan nada gamblang.
"Ya ampun bagaimana bisa kita berdua masuk ke tubuh mereka!???" Charlotte sangat terkejut dengan fakta ini.
__ADS_1
Fakta bahwa Charlotte masuk ke tubuh Charoline dan Max masuk ke tubuh pria yang dekat dengan Charoline, yang juga mengalami keadaan yang sama dan di rawat di rumah sakit yang sama tanpa sepengetahuan keluar Charoline.
" Dia.." Charlotte menunjuk tubuh yang dipakai Max," Orang yang dekat dengan orang ini!!!" ucap Charlotte sambil menunjuk dirinya sendiri.
Max terkejut bukan main, bagaiman bisa mereka berdua mengalami hal yang sama pada orang yang saling berhubungan satu sama lain.
"Bagaimana bisa!?? astaga... kalau begitu mereka dulu adalah pasangan!?" tanya Max.
" Kurang lebih seperti itu, mereka berdua mati di tempat yang sama saat kecelakaan tragis itu!" jelas Charlotte tak percaya.
Keduanya tidak menyangka kebetulan seperti ini terjadi. Takdir apa yang sedang menghampiri mereka berdua.
Max terdiam," Ahhh jadi satu satunya yang kehilangan identitas di sini hanya aku? ahh kenapa aku tidak ingat sama sekali, apa yang terjadi padaku!??" ucap Max sambil mendengus kesal.
Dengan wajah pucat nya, Charlotte tersenyum," kau pasti akan ingat nanti kak, bersyukur dan nikmati selagi di beri kesempatan, kita tidak tahu kapan kita akan ditendang dari tubuh ini, aku akan menyelesaikan semuanya dengan tanganku sendiri!" ucap Charlotte sambil memejamkan kedua matanya.
Langit malam tampak bersinar indah. Rumah yang ditempati oleh Charlotte dan Max dipenuhi dengan banyak kunang-kunang. Para roh tampaknya enggan meninggalkan kediaman besar itu, mereka berada di sana seolah tengah menjaga Charlotte dan Max.
Langit malam itu tak lagi sama indahnya bagi pria tampan yang bersandar berjam jam di batu nisan kekasihnya yang telah meninggal lima tahun yang lalu.
Mark, duduk di dekat makam Charlotte, dengan tiga lentera dia letakkan di sana, dia duduk sembari menatap sebuah 'buku dosa'.
Dia membaca ulang isi buku itu, entah sudah ke berapa kali dia membacanya. Duduk menengadah ke langit kala kedua matanya terasa pedih, menatap bintang dan bulan yang bersinar terang.
"Cahaya ku sudah redup, cahayaku sudah mati, dengan apa lagi aku bisa bertahan?" ucapnya.
Tanpa sadar air matanya menetes," Van, apa kau bahagia di atas sana? aku tidak bahagia di sini Van, aku menderita penyakit mematikan, aku merindukanmu sampai aku ingin mati rasanya, Van... Pulang lah, Van aku di sini menunggumu, menunggumu datang seperti ucapan mu, aku... aku akan mencoba, berusaha mengenalimu, tak apa... pulang lah!!!" ucapnya sambil mencengkram buku berisi data data semua target balas dendam yang sudah dia kumpulkan selama lima tahun terakhir.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗