Hidup Kembali: Night At Paradise

Hidup Kembali: Night At Paradise
40


__ADS_3

Sinar matahari yang hangat menggelitik wajah cantik Charlotte yang kini dibalut dengan perban karena kecelakaan semalam melukai bagian keningnya. Gadis itu menyerngitkan keningnya, rasa sakti menjalar di sekujur tubuhnya. Badannya seperti remuk dan hancur di timpa benda berat.


Gadis itu membuka kedua matanya perlahan-lahan. Jelas dia dengar suara ribut ribut di luar ruangan serba putih dengan bau obat yang menyengat itu.


“ Rumah sakit?” batin gadis itu sambil mencoba mengingat kembali apa yang terjadi padanya semalam .


“ ahh kecelakaan, aku kecelakaan dan..” Dia mencoba mengingat dengan benar apa yang terjadi semalam.


“ aku bertemu Mark? Hah aku sudah gila, bagaimana bisa kami bertemu di tengah malam begitu belum lagi hujan, aku pasti terlalu merindukan dia,” gumam gadis itu sambil menatap ke arah langit langit ruangan berwarna creme itu.


“ Siapa yang membawaku ke sini? Apa Max atau tim Senda? Aku malah berharap melihat wajah Mark di sini, aku benar benar sudah gila,” batin gadis itu merutuki dirinya sendiri .


Suara ribut ribut terdengar di luar ruangan gadis itu. Charlotte tak tahu siapa yang sedang berdebat di sana, dia pikir dia sedang berhalusinasi mendengar suara Mark di sana.


“ biarkan aku masuk, aku mau melihat keadaannya, apa hak mu melarangku!?" suara Max terdengar kesal dan marah.


“ kau tidak boleh masuk, dia sedang beristirahat, aku akan memanggilmu jika dia sudah bangun,” balas Mark di luar sana, berdiri di depan pintu masuk sambil menghadang Max yang hendak masuk ke dalam ruangan itu.


“ Tidak, siapa kau hah? Kau bahkan bukan orang dekatnya, apa kau kenal siapa dia, jangan belagu!” balas Max mencoba memaksa masuk ke dalam ruangan itu.


“ tidak boleh,” tegas Mark memelototi Max yang dia anggap sebagai saingannya. Dia tidak suka pria itu dekat dekat dengan Charlotte karena tentu saja dia akan merasa cemburu.


“ Ck sialan kau, kau ini mau apa sih!?” geram Max sambil mencengkram, kerah pria itu dan menatapnya dengan tatapan kesal. Max tahu kecelakan itu karena mendengarnya dari anak buahnya, bukan dari Mark yang jelas jelas menyelamatkan gadis itu.


“ Aku tidak banyak mau, hanya ingin kau tetap diam di luar, dan jangan banyak bicara,” ketus Mark sambil mendorong pria pirang itu menjauh dari dirinya. Mereka berdua hanya jadi tontonan kelima anggota tim Senda yang terperangah melihat kelakukan mereka yang seperti anak anak.


“ Sialan, aku tidak akan biarkan pria ini mencoba mendekati Van dan menarik perhatian Van, aku tahu kau tampan tapi aku lebih tampan, aku pacarnya aku cinta sejatinya,” batin Mark.


“ kalian diam di sini, aku akan lihat kondisinya dahulu,” ucap pria itu sambil melenggang masuk ke dalam ruangan inap Charlotte.


Charlotte menatap ke atas langit langit, sedang melamun akan apa yang sedang terjadi pada dirinya. Sambil menunggu Max dan yang lainnya masuk.


Saat ada yang membuka pintu, dia menoleh dan mendapati Mark berjalan masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


“ Ya ampun, apa aku masih bermimpi sampai melihat Mark di depan ku dan masuk ke ruangan ini dengan wajah tampannya itu?” ucap Charlotte.


“ Mark pergilah, aku pasti terlalu merindukanmu sampai berhalusinasi, aku sudah gila!!" ucapnya seraya mengusir sosok yang dia kira hanya bayangan saja.


“ Kau tidak gila, hanya saja aneh ya, kau bisa merindukan pria yang baru kau temui beberapa hari lalu," ucap Mark yang langsung memeriksa Charlotte dan menatapnya dengan penuh perhatian.


Mark memegang pipi gadis itu, memeriksa infusnya dan mengecek kaki Charlotte yang dipasangi gips.


Deghh..


Mata Charlotte membulat sempurna, tak sangka hatinya saat melihat sosok itu ternyata benar benar Mark .


“ Aku tidak sedang bermimpi kan?” gumam gadis itu sambil mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Mark . Masih saja berpikir kalau dia bermimpi.


“ haha... aku tahu aku bermimpi, hahah kau hantu ya? Jangan meniru Mark, tidak lucu, aku pikir kau benar benar dia, dasar kau ini,” celetuk Charlotte sambil menguyel uyel pipi pria itu tak percaya kalau dia adalah Mark.


Hingga Mark memegang tangannya dan menatap kedua matanya dengan intens,” Apa kau pikir aku ini tidak sungguhan?” tanya Mark dengan deep voice nya yang berat dan menggoda.


Glek!!


“ Ya Tuhan, ,apa ini sungguhan?” gumam gadis itu , masih jelas di dengar oleh Mark.


“ Tentu saja, gadis nakal,” ucap Mark sambil tersenyum dan membelai pucuk kepala charlotte.


“ ba..bagaimana kau, dan ke.. kenapa kau begitu dekat denganku?” Charlotte terkejut bukan main.


Mark tersenyum getir, dia tidak akan bilang samai Charlotte yang mengaku sendiri, “ Apa itu masalah? Aku ingin dekat denganmu, aku menyukaimu,” ucap Mark sambil menarik kursi dan duduk di samping gadis itu. Tangannya menakan tombol alarm di bawah ranjang untuk memanggil para medis ke ruangan itu.


“ Ka.... kau menyukai gadis ini? “ Charlotte tak percaya dengan apa yang dia dengar.


“ Dia.. dia telah melupakanku, dan sekarang dia menyukai gadis ini, menyukai Charoline, dia telah melupakan aku, arrhhhh malangnya nasibku!!" batin Charlotte menangis.


“ Haha.. dasar si bodoh ini, dia pasti berpikir aku menyukai orang asli nya, padahal aku melihat Van kekasihku yang konyol,” batin Mark dengan mata berkaca kaca menatap Charlotte.

__ADS_1


“ ya, aku menyukaimu, aku sangat menyukaimu, sejak lama,” ucap Mark yang tiba tiba memeluk Charlotte dengan hangat.


Di belakang Mark, para hantu menggoda Charlotte sambil tertawa cekikikan melihat wajah kesal Charlotte.


“ pergi kalian,” ketus gadis itu dan benar saja para hantu melarikan diri dari sana.


Mark masih memeluk Charlotte, ingin dia berteriak dan menangis bahagia di depan Charlotte, sangat senang hatinya bahwa semua teka teki yang dia rasakan di hatinya ternyata benar benar membawanya pada kekasihnya yang dia rindukan.


Charlotte terdiam sejenak, dia merasakan debaran jantung Mark yang terdengar di dekatnya, dia juga demikian, rasanya bahagia kini Mark benar benar memeluknya. Tapi yang membuatnya bersedih adalah, dia tahu kalau pria itu tidak mengenalinya sebagai Charlotte.


“ lepaskan aku... kau menyukai orang yang salah,” kesal Charlotte saat dia sadar kalau Mark tidak mungkin sadar kalau di dalam tubuh itu adalah dirinay.


“ Aku menyukai orang yang benar, aku menyukai orang yang benar Van,” bisik Mark sambil melepaskan pelukannya dan menatap kedua mata Charlotte dengan senyuman hangat dan indah di wajahnya.


Deg deg deg..


Charlotte terdiam membisu, nama itu, senyuman itu dan ekspresi itu adalah wajah kekasihnya, kekasih yang dia rindukan.


“ ka,, kau... Kau... bagaimana...


“ Mark apa dia sudah sadar?” Suara Leonardo terdengar, pria itu berlari masuk ke dalam. Mark langsung berdiri,” Sudah kak, tolong cek kondisinya,” ucap Mark memberikan ruang bagi paramedis.


Charlotte masih terdiam membisu mendengar ucapan Mark tadi, dia terus menatap Mark dengan mata berkaca-kaca, sedangkan Mark membalasnya dengan senyuman hangat seperti dulu.


“ Mark... apa kau.. mengenaliku!?"


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2