Hidup Kembali: Night At Paradise

Hidup Kembali: Night At Paradise
30


__ADS_3

Mark duduk bersandar di dalam sebuah ruangan dengan cahaya minum. Tampak sekali ruangan itu ditutup dengan rapat dari dalam. Dia duduk di sana sambil menatap lukisan besar yang terpajang di hadapannya dengan ribuan bunga lili dari yang sudah kering sampai yang masih segar berjejer di sana.


Setiap Minggu dia meletakkan satu bunga di sana dan dia lakukan sejak kematian kekasihnya yang artinya sudah 5 tahun bunga bunga itu bertumpuk dan kering di sana.


"Hey, i Miss you so much babe," ucapnya pelan. Dia menatap lukisan Charlotte, lukisan yang dia buat ketika membayangkan kekasihnya yang tengah bermain dengan kupu-kupu di taman bunga lili yang sering mereka kunjungi.


Seandainya waktu bisa diputar kembali, Mark akan membawa serta kekasihnya dari negeri itu. Dia ingin kembali dan memberikan kebahagiaan bagi Charlotte, tetapi sialnya, saat dia pulang dengan niat itu, kekasihnya sudah tidak bernyawa!


Dia berdiri, berusaha memasang senyum meskipun hatinya sakit. Tak ada satu hari pun di mana dia tidak memikirkan Charlotte, dia bahkan menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Charlotte.


"Hari ini..."Mark mengangkat 'Buku Dosa' bersampul hitam lusuh itu.


"Aku akan memulainya Van, "ucapnya dengan berlinang air mata.


"Kau hanya perlu menatap dari atas sana dan lihat apa yang ku lakukan di sini untuk membalas perbuatan mereka!" ucap Mark.


"Hah..hari ini aku menjadi gila lagi, aku melihatmu dalam diri orang lain, aku pasti sangat merindukanmu, sabar lah," ucapnya sambil menatap buku berjudul 'Euthanasia' di atas meja di seberang lukisan Charlotte.


"Aku akan menyusul mu begitu semua dendam ini ku balaskan!" ucapnya.


Euthanasia, adalah praktik mengakhir hidup seseorang untuk menghilangkan penderitaan nya. Mark tampaknya akan menggunakan metode ini, karena dia sakit bertahun-tahun, sakit sampai mati rasa dan tak sadar kalau dia telah hancur.


Dia mendekati meja itu, di dinding belakang meja, ada sebuah tirai besar yang menutupinya.


Patt!


Dia menarik tirai besar itu dan...


Jreng!!


Tampaklah ratusan foto tersangka yang telah dia kumpulkan bertahun tahun. Informasi tentang keluarga, alamat, kegiatan, bahkan sampai golongan darah para tersangka tertera jelas di sana.


Matanya menatap Foto Won Woo. Seringai licik muncul di wajah tampannya.


Bibirnya miring ke atas, dia menatap foto Lee Won Woo dan seisi keluarganya dengan tatapan datar dan dingin.


Sebuah belati tajam keluar dari balik lengan baju pria itu.


Jleb!

__ADS_1


Belati itu mendarat tepat di foto kening Lee Won woo anak gubernur yang menjadi calon presiden berikutnya. Terkenal sebagai atlet nasional Volley dan sudah dipakai dalam banyak pertandingan.


"Kita akan mulai dari dirimu!" ucap Mark sambil tersenyum menyeringai.


"Popularitas akan membuat mudah jatuh ketika kau melakukan sebuah kesalahan besar, guncangan dan cap sosial akan membuatmu gila, Lee Won Woo tunggu saja tanggal mainnya!"


...****************...


Di area parkiran kampus.


Hari kedua Charlotte resmi masuk kampus bergengsi itu setelah Max mengurus semua kebutuhan mereka.


Charlotte duduk diam dengan tenang di dalam mobil yang dia kendarai bersama Max dan ketiga rockstar yang tampak sangat menawan hari ini.


Ketiga rockstar itu tentu tidak tahu siapa sosok di balik tubuh Charoline sebenarnya. Namun mereka ikut dalam balas dendam itu karena Charlotte menyatakan bahwa dia akan balas dendam pada beberapa orang yang berhubungan dengan kematian orang yang dekat dengannya.


Tim Senda adalah orang orang yang setia, tanpa banyak tanya mereka mengikuti kemauan nona muda mereka.


Asher Wang dan Kang Jin yang menggantikan Charlotte mengelola perusahaan bersama dengan para eksekutif perusahaan itu, selain itu usia mereka terlalu tua untuk ikut masuk sebagai mahasiswa baru di universitas.


Kang Jin gila bekerja dan meretas sedangkan Asher Wang gila uang, bisnis dan saham!


Pencarian dan pengumpulan data selama berbulan-bulan membuahkan hasil, belum lagi fasilitas dan kemampuan retas tim Senda mempercepat pekerjaan Charlotte.


"Lee Won Woo, pria cabul ini, bagaimana kalau kita mulai dari dia?" ucap Max sambil menunjuk foto Won Woo dengan tatapan jijik.


"Lee. Won. Woo!?" Charlotte menekan setiap kata.


Gadis itu menutup mata nya sejenak, mendengar nama itu membuatnya teringat dengan perlakuan bejat Won Woo yang menyentuh tubuhnya dengan penuh hasrat.


Sejak remaja Won Woo memiliki hasrat tidak wajar yang membuatnya bertindak cabul. Salah satu korbannya adalah Charlotte.


Dalam beberapa video yang mereka unggah, wajah Won Woo di blur sedang dia asik menjamah tubuh korbannya yang pingsan dan mempermainkan tubuh itu sebagai mainan pemuas hasratnya.


Masih remaja saja sudah demikian apalagi ketika dia beranjak dewasa.


"Pria cabul ini, akan bagaimana nanti aku harus membuatnya hancur?" ucap Charlotte sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Dendam Kesumat itu terpatri jelas di kepala Charlotte.


"Permainan juga dia dengan cara dia mempermainkan orang lain!" ucap Max.

__ADS_1


"Hmm.. baiklah kita mulai dari bajingan ini!" ucap Charlotte.


Gadis itu telah menceritakan semua yang terjadi padanya di masa lalu kepada Maximum. Dan cerita itu di sampai pada tim Senda dari sudut pandang orang ketiga.


Akan aneh jika dia bilang kalau dirinya bukan Charoline, yang ada mereka malah tidak percaya dan bisa saja berpaling dari pihak gadis itu..


"Cabul? dia memang sangat cabul nona!" celetuk Moon Yi, gadis Badas dengan tampilan cetar ala anak kampus. Dia menatap Charlotte dan Max dari belakang kursi kedua orang itu.


"Dia menatap nona muda dengan tatapan menjijikan, aku yang melihatnya saja risau!" ucap Mon Yi sambil bergidik ngeri.


"Oleh sebab itu, berhati-hati lah saat menjalankan misi," ucap Charlotte.


"Baik nona muda!" seru gadis itu penuh semangat.


Mereka keluar dari mobil besar itu. Lagi lagi kelimanya menjadi pusat perhatian. Gaya mereka terkesan sederhana ,tetapi aura dan proporsi tubuh mereka membuat aura mereka semakin hidup.


Mereka memasuki kampus yang masih dalam masa penyambutan mahasiswa baru yang akan berlangsung sampai tiga hari, dan ini adalah hari ke dua.


Tampaknya seluruh tim sudah memiliki anggota baru. Mata Charlotte menatap area itu dengan tatapan nanar.


Tanpa sengaja, kedua matanya malah tertuju pad puncak bangunan kampus yang terlihat seperti atap itu.


"Ada seseorang di sana!" batin Charlotte sambil menatap lama ka atas sana.


Seseorang berpakaian seperti seragam sekolah tampak berjalan dengan perlahan dari jendela, jelas dia menatap ke arah halaman kampus lalu berbalik dan pergi dari sana setelah menatap halaman itu.


"Ayo kita masuk!" Ajak Max.


Charlotte mengangguk, dia merasa aneh dengan sosok yang ada di puncak bangunan kampus itu.


"Siapa itu? jelas dia mengamati tempat ini, tapi siapa yang dia lihat!?" batin Charlotte sambil melayangkan pandangannya ke sekeliling sekolah.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2